0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan20 halaman

Juknis O2sn 2025

Dokumen ini merupakan petunjuk teknis untuk Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kecamatan Bandung Wetan Tahun 2025, yang mencakup latar belakang, dasar hukum, tujuan, sasaran, dan pelaksanaan acara. Terdapat delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, serta rincian waktu, tempat, dan peraturan pertandingan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan prestasi olahraga di kalangan siswa SD dan menjaring atlet berbakat untuk masa depan.

Diunggah oleh

Dadang Supriadi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan20 halaman

Juknis O2sn 2025

Dokumen ini merupakan petunjuk teknis untuk Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kecamatan Bandung Wetan Tahun 2025, yang mencakup latar belakang, dasar hukum, tujuan, sasaran, dan pelaksanaan acara. Terdapat delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, serta rincian waktu, tempat, dan peraturan pertandingan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan prestasi olahraga di kalangan siswa SD dan menjaring atlet berbakat untuk masa depan.

Diunggah oleh

Dadang Supriadi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PETUNJUK TEKNIS

BANDUNG WETAN
BAB I
PENDAHULUA
N

A. Latar Belakang

Mengamati kegiatan-kegiatan olahraga yang diselenggarakan di sekolah, ditingkat


Gugus, ditingkat Kecamatan, dan tingkat Kabupaten akhir-akhir ini telah
memperlihatkan kemajuan yang signifikan pada sisi keikutsertaan, namun belum
menggembirakan pada sisi kualitasnya. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil
tersebut. Kendala yang dihadapi pada proses pembinaan di sekolah serta terbatasnya
pemahaman orang tua untuk mendukung minat anak masih menjadi faktor dominan.
Sekolah sebagal wadah pembinaan para siswa untuk menuntut ilmu pengetahuan,
keterampilan dan pengalaman hendaknya memberikan porsi yang proposional dalam
pengembangan olahraga dan seni di sekolah, sehingga para siswa mempunyai
keberanian untuk mengikuti proses latihan dan kompetisi secara konsisten tanpa merasa
takut ketinggalan pelajaran. Siswa sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang
jumlah dan potensinya sangat besar baik dari segi kuantitas maupun kualitas,
sistem/aturan yang telah tertata di sekolah serta pertumbuhan fisik dan mental yang
terus berkembang penn diberdayakan untuk memperoleh bibit-bibit olahragawan
berbakat yang pada gilirannya nanti dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan
olahraga dan seni di Kecamatan Bandung Wetan di masa yang akan datang. Menyikapi
hal tersebut dibutuhkan peran serta para guru sebagai awal bagi para siswa menekuni
kegiatan olahraga dan seni sesuai dengan minat, kemampuari dan potensi yang
dimilikinya.

Proses pembinaan yang meliputi latihan dan kompetisi merupakan satu


rangkaian yang harus dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik
dalam mengaplikasi dan menerapkan program latihan yang telah diterima dalam
kompetisi yang berjenjang, berkesinambungan dan berkualitas untuk memberikan
kesempatan bertandingan. Di era globalisasi kesempatan terbuka lebar bagi siapapun
yang memiliki kemampuan untuk bersaing meraih berbagai peluang, untuk itu setiap
orang harus memiliki kelebihan baik secara kompetitif maupun secara komparatif
sehingga mampu meraih setiap peluang yang ada, termasuk dan sisi kesehatan dan
jasmani serta penampilan fisik yang prima.
B. Dasar Hukum

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kecamatan Bandung Wetan


Tahun 2025 diselenggarakan atas dasar :

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem


Keolahragaan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang
Penyelenggaraan Olahraga.
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang
Penyelenggaraan Pekan Kejuaraan Olahraga.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2007 tentang Pendanaan
Olahraga.
5. Hasil Rapat KKG Penjas Kec. Bandung Wetan yang diselenggarakan pada selasa 4
Maret 2025

C. Tujuan

1. Tujuan Umum

Memberikan wadah bagi pesera didik Sekolah Dasar yang senang dan gemar
berolahraga dan berjiwa seni untuk dapat mengikuti pertandingan dan perlombaan
secara baik dan benar sehingga dapat rnenyalurkan minat dan bakat dengan harapan
akan meraih prestasi yang optimal.

2. Tujuan Khusus.

a. Meningkatkan Prestasi dan Prestise antar Sekolah Dasar yang ada di


Kecamatan Bandung Wetan dalam bidang keolahragaan.
b. Memupuk dan mempererat persaudaraan, solidaritas dan sportivitas antara
pelajar khususnya Sekolah Dasar.
c. Sebagai sarana apresiasi dan evaluasi keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler,
khurusnya bidang olahraga.
d. Meletakan dasar karakter moral yang kuat melalui intemalisasi nilai — nilai
yang terkandung didalam Pendidikan Jasmani, olahraga dan kesehatan.
e. Melahirkan bibit Olahraga potensial yang dapat dibanggakan dimasa depan
khususnya sebagai TIM Atlit andalan Kecamatan Bandung Wetan yang
mampu bersaing dan menjadi juara di Kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa
Nasional (O2SN)Tingkat Kota Bandung.
D. Sasaran

Peserta Lomba atau Pertandingan Olahraga Siswa Sekolah Dasar Tingkat


Kecamatan Bandung Wetan Tahun 2025 adalah :

1. Pelajar SD yang ada dilingkungan Kecamatan Bandung Wetan Putra maupun Putri
yang merupakan utusan masing-masing sekolah.
2. Sukses Penyelenggaraan dan sukses menuju Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
(O2SN) tingkat Kota Bandung.
3. Menjaring pemain / atlet berbakat untuk dibina dan dikembangkan lebih terarah.
BAB II
PELAKSANAAN OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL
(O2SN)
TINGKAT KECAMATAN BANDUNG WETAN

A. CABANG OLAH RAGA


Cabang olahraga yang dipertadingkan pada tingkat Kecamatan Bandung Wetan
meliputi 8 Cabang olahraga.
1. Atletik Kids
2. Senam Artistik
3. Bulu tangkis
4. Renang
5. Pencaksilat
6. Karate
7. Tenis Meja
8. Taekwondo

B. WAKTU DAN TEMPAT


Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kecamatan Bandung
wetan akan dilaksanakan mulai hari Rabu, tanggal 19 April 2025.
Adapun pertandingan akan dilaksanakan di Gor Padjajaran , Karang setra, Gor Tera, SD
Priangan, SD Santa Ursula dan SD Taruna Bakti
Di bawah ini rincian table informasi jadwal cabang olahraga :
VENUE, JURI DAN KOPEL O2SN BAWET 2025 TANGGAL

19 April-2 Mei 2025

NO KOPEL KOPEL KOPEL KOPEL KOPEL KOPEL KOPEL KOPEL


ATLETIK SILAT KARATE RENANG BULU SENAM TAEKWONDO TENIS
TANGKIS MEJA
1 PETRUS RIO ALAN DEDEN OJA SUROYA RULI PARMAN
2 DERI BUDI AYU BHAKTI TONI ANTON TAUFIK HERI
3 SRI ELVAN DZUL
FAHMI
4 RAHMAN RULI EDI
SABANG
5 RIO REZA ALAN
6 LELA LITA RAHMAN
VENUE :

1. ATLETIK : PAJAJARAN,
2. SILAT : SD TARUNA BHAKTI,
3. KARATE : SD TARUNA BHAKTI,
4. RENANG : KARANG SETRA,
5. BULU TANGKIS : SD URSULA,
6. SENAM : TERA,
7. TAEKWONDO, SD PRIANGAN ISTIQAMAH
8. TENIS MEJA, SD PRIANGAN ISTIQAMAH

PANPEL :

1. PA DEDEN CIUJUNG

C. lomba

NO CABANG OLAHRAGA

1 Pencak silat
2 Karate
3 Atletik
4 Renang
5 Butlutangkis
6 Tenis Meja
7 Taekwondo
8 Senam
BAB III
SUSUNAN KEPANITIAAN DAN ANGGARAN KEGIATAN
KOSN KEC. BANDUNG WETAN DAN KOTA BANDUNG

A. SUSUNAN KEPANITIAAN
Susunan kepanitiaan O2SN terlampir

B. LAPORAN ANGGARAN DAN BIAYA


Biaya pelaksanaan O2SN dibebankan kepada setiap sekolah

BAB IV
JUKNIS O2SN KEC BANDUNG WETAN

KETENTUAN KHUSUS O2SN SD TAHUN 2025


1. PENCAK SILAT
Peraturan Umum
1) Peraturan pertandingan yang akan digunakan adalah peraturan
pertandingan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) hasil Munas
XIIII Tahun 2012 (yang sudah direvisi).
2) Semua peserta pendamping dianggap telah memahami dan mengerti isi
dari peraturan tersebut.
Peraturan Pertandingan
1) Pakaian:
Pakaian pencak silat model standar, warna bebas, dan polos (celana dan baju
boleh dengan warna yang sama atau berbeda). Memakai ikat kepala (jilbab
bukan merupakan ikat kepala) dan kain samping warna polos atau bercorak.
Pilihan dan kombinasi warna diserahkan kepada peserta. Boleh memakai
badge induk di dada sebelah kiri.
2). Senjata
a. Golok
Terbuat dari logam, tidak tajam dan tidak runcing dengan ukuran Panjang
20 cm s.d 30 cm, dan
lebar 2 cm s.d 3,5 cm.
b, Tongkat
Terbuat dari rotan dengan ukuran panjang antara 100 s/d 150 cm,
(disesuaikan) dengan garis tengah 1,5 s/d 2,5 cm.

Peraturan Pelaksaan Pertandingan


Petunjuk Umum
1. Mempersiapkan atlet masing-masing setiap sekolah
2. Setiap atlet memperagakan gerakan TGR
3. Setiap atlet memperagakan gerak solo kreatif

Petunjuk Teknis
1. Peserta menampilkan Jurus Tunggal Baku selama 3 (tiga) menit terdiri
atas tangan kosong dan selanjutnya menggunakan senjata golok/parang
dan tongkat. Toleransi kelebihan atau kekurangan waktu adalah 10 detik.
Bila penampilan kurang dan lebih dari batas toleransi waktu yang
diberikan akan dikenakan hukuman.
[Link] Tunggal Baku diperagakan menurut urutan gerak, kebenaran rincian
teknik jurus tangan kosong dan bersenjata, irama gerak, kemantapan dan
penjiwaan yang ditetapkan untuk jurus ini
[Link] kreatif adalah penampilan koreografi berdurasi 1(satu) sampai 3
(tiga) menit yang dibawakan oleh satu orang pesilat. Penampilan harus
disertai dengan senjata nusantara. Senjata bilahnya harus tumpul,
runcingnya tidak tajam dan sesuai dengan ukurannya.
[Link] musik dengan menggunakan MP3.
2 KARATE
Peraturan Umum
1. Mempersiapkan atlet masing-masing setiap sekolah
2. Setiap atlet memperagakan gerakan KATA
Peraturan Pertandingan
1. Peraturan pertandingan yang digunakan adalah peraturan pertandingan
World KarateFederation (WKF) versi 9.1 Tahun 2015 yang telah disesuaikan
oleh Pengurus Besar FORKI.
2. Semua peserta dianggap telah memahami dan mengerti Peraturan
Pertandingan, Penilaian akan dilakukan oleh wasit juri yang ditunjuk oleh
panitia yang bekerjasama dengan FORKI Kota Bandung.

 Peserta
Peserta O2SN SD tingkat Kecamatan diwakili oleh 1 (satu) orang putra dan 1 (satu)
orang putri
 Sistem Pertandingan
Sistem pertandingan yang diterapkan sistem eliminasi dengan referchance.
 Peraturan Pertandingan
Area pertandingan harus datar dan bebas dari bahaya.
Area pertandingan harus mempunyai ukuran efisien, sehingga tidak mengganggu
penampilan peserta.

3. KIDS’ ATHLETICS
 Peraturan Umum
a. Tempat perlombaan
Tempat bagi peserta perlombaan akan dilaksanakan di GOR Pajajaran
b. Peralatan Perlombaan
Panitia penyelenggara menyediakan seluruh peralatan perlombaan dan latihan.
Semua peralatan yang akan digunakan telah sesuai dengan Peraturan
Perlombaan IAAF dan peraturan PB. PASI yang berlaku (peralatan Kids’
Athletics yang sesuai dengan standar IAAF dan PB PASI).
c. Nomor Perlombaan Kids’ Athletics meliputi:
1. Kanga escape
2. Formula 1 (Lari, Rintangan, Slalom).
 Peraturan Khusus
Peraturan Perlombaan
1. Gawang & Sprint (Kanga Escape)
Deskripsi
Estafet bolak-balik dengan kombinasi gawang dan sprint tanpa gawang.
Prosedur
Dua lintasan untuk setiap tim. Setiap tim terdiri atas 2 orang. Peserta berdiri
dengan memegang gelang raja. Peserta pertama memulai dari posisi berdiri
Setelah Aba-Aba Mulai peserta belari melewati 4 buah gawang sepanjang
40 meter, lalu peserta memutari tiang bendera kemudian lari lurus tanpa
gawang. Sampai di ujung lintasan peserta pertama memberikan gelang raja
(gelang diberikan di belakang bendera) kepada peserta kedua, selanjutnya
melakukan lari yang sama seperti perta pertama.
Catatan waktu diambil sejak start sampai peserta kedua masuk finis. Gelang
estafet dibawa dengan tangan kanan atau pun dengan tangan kiri dan
diberikan kepada pelari selanjutnya yang menerima juga dengan tangan
kanan atau pun dengan tangan kiri.
Alat yang digunakan:
a) 1 stopwatch
b) 1 kartu event / pos.
c) 4 gawang (tinggi 50 cm, dan jarak 6 meter antargawang)
d) 2 tanda/tongkat berbendera
e) 1 gelang estafetB.

D. Sprint, Gawang dan Slalom

Diskripsi : Estafet dengan kombinasi sprint, gawang dan slalom


Nama Lomba : “Formula 1”
 Prosedur
Keliling lintasan minimal berjarak 80 meter yang dibagi menjadi area lari/sprint,
lari gawang, dan slalom (lihat gambar). Gelang estafet digunakan sebagai alat
perpindahan. Setiap peserta harus mulai dengan roll depan atau samping
diatas matras.
Setiap peserta harus melakukan lari dalam lintasan secara lengkap dan
memberikan gelang kepada peserta selanjutnya. Sekali start dapat dilakukan
oleh beberapa tim bersama-sama.
 Penilaian
Ranking dilakukan dengan waktu tercepat yang dicatat setiap tim. Demikian juga
dengan grup-grup selanjutnya, sesuai dengan ranking waktu.
 Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan :
a. 9 gawang
b. 10 tongkat/ tiang slalom (jarak 1 meter tiap tiang)
c. 3 busa/matras
d. Sekitar 50 kerucut/tanda
e. 1 stopwatch
f. 1 Kartu lomba

4. RENANG
 Khusus Perlombaan
o Tidak ada pengelompokan umur/kelas
o Susunan acara perlombaan dan nomor-nomor perlombaan (lihat lampiran)
o Pelaksanaan perlombaan:
 Menggunakan peraturan perlombaan PRSI/FINA (FINA Rules terbaru).
 Semua nomor perlombaan dilaksanakan langsung final (timed – final).
 Semua nomor perlombaan menggunakan peraturan 1 kali start.
o Persyaratan peserta
 Peserta adalah siswa SD yang ada di Bandung Wetan.
o Jumlah peserta dan nomor perlombaan:
 Tiap nomor perlombaan diwakili maksimal 2 orang
 Jumlah nomor perlombaan perorangan yang boleh diikuti oleh setiap
peserta/perenang maksimal 3 nomor dari 6 nomor yang
diperlombakan.
o Protes
 Panitia pelaksana perlombaan merupakan instansi terakhir yang
menentukan kepada setiap persoalan yang belum/tidak tercantum
dalam peraturan perlombaan dan ketua perlombaan menampung
protes dalam persoalan tersebut serta memberikan keputusan sebagai
instansi pertama dan terakhir.
 Semua protes dinyatakan resmi dan dapat diterima oleh ketua
perlombaan apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut:
 Setiap protes harus disampaikan tertulis dan harus
ditandatangani oleh pelatih yang bersangkutan.
o Hal-hal lain yang belum tercantum dalam ketentuan perlombaan ini
akan ditentukan kemudian.
 Peraturan dan Tata Tertib
A. Umum
1. Tempat peserta dan ofisial
o Peserta dan pelatih selama perlombaan berlangsung diharuskan
menempati tempat yang telah ditentukan.
o Yang diperkenankan berada di arena kolam perlombaan selain
panitia adalah perenang yang akan start dan yang akan
melapor diri untuk start ke petugas pengatur atlet, perenang-
perenang yang akan mengikuti upacara penghormatan
pemenang (UPP).
2. Waktu dan tempat pemanasan/pendinginan:
o Pemanasan di kolam perlombaan bisa dimulai 1 jam sebelum
perlombaan dimulai dan sudah harus selesai 15 menit sebelum
perlombaan dimulai.
o Pemanasan/pendinginan selama perlombaan dapat dilakukan
di kolam renang perlombaan.
o Semua lintasan dapat di pakai untuk pemanasan
B. Khusus
a. Perenang Lapor
o Setiap perenang yang akan turun agar mendaftarkan diri ke
petugas pengatur atlet pada 4 seri sebelum nomor yang akan
diikuti: a) Pemanggilan melalui pengeras suara.
o Pemanggilan nama perenang yang akan start melalui pengeras suara
hanya dilakukan satu kali setelah perenang berada/siap dibelakang
tempat start.
o Perenang yang namanya diumumkan (saat nomor lintasannya
disebutkan) melalui pengeras suara, di mohon untuk berdiri
menghadap alur lintasan sebagai perkenalan terhadap
penonton/undangan.
o Hal-hal yang belum tercantum akan ditentukan kemudian.

5. BULU TANGKIS
A. Peraturan Umum
1. Panitia Pelaksana
o Keputusan wasit yang memimpin mengikat.
o Wasit dapat membatalkan keputusan hakim garis (over rules).
o Referee berhak memutuskan segala sesuatu yang
menyangkut pertandingan.
2. Peraturan
o Peraturan permainan/pertandingan menggunakanperaturan
PBSI/BWF
o Pakaian dan Shuttle Cock
a. Pemain harus berpakaian olahraga yang sopan, warna bebas
b. Shuttle Cock yang digunakan disediakan dan diatur oleh Panitia.
B. Peraturan Khusus
1. Ketentuan Bertanding
a. Pemain harus sudah hadir di tempat pertandingan 15 menit sebelum
jadwal pertandingan.
b. Pemain wajib mengetahui tempat dan waktu bertanding.
c. Pemain yang belum dipanggil untuk bertanding tidak diperkenankan
memasuki lapangan.
d. Pemain yang gilirannya bertanding setelah dipanggil dalam waktu 5
(lima) menit dari jadwal pertandingannya tidak hadir dinyatakan
kalah.
e. Jadwal yang tercantum dalam buku acara menjadi pedoman untuk
dimulainya pertandingan.
f. Bila terjadi gangguan, Referee berhak menunda atau memindahkan
ke tempat lain dengan meneruskan angka yang telah dicapai.
g. Seorang pemain berhak atas hadiah menurut hasil aktual yang
didapat sebelum pengunduran diri karena cidera.
2. Sistem Pertandingan
a. Pertandingan bersifat perorangan dengan mempertandingkan
Tunggal Putra dan Tunggal Putri.
b. Pertandingan babak pertama menggunakan sistem setengah kompetisi
dalam pool:
o dalam pertandingan setengah kompetisi dalam pool
tidak dibenarkan memberikan kemenangan WO,
o apabila memberikan kemenangan WO, maka pertandingan yang
telah dilakukan dianulir (dianggap tidak ada) dan yang belum
dilakukan dibatalkan.
c. Juara satu masing-masing pool berhak maju ke babak
berikutnya hingga semi final dengan menggunakan sistem
gugur.
d. Yang menang dalam Semi Final maju ke Final memperebutkan juara 1
dan 2. Yang kalah dalam semi final memperebutkan juara 3.
3. Penentuan Ranking dalam pool.
a. Ranking ditentukan oleh kemenangan pertandingan/match.
b. Bila ada 2 (dua) pemain yang memiliki jumlah kemenangan
pertandingan/match yang sama, pemenang pada saat keduanya
bertanding menduduki ranking lebih tinggi.
c. Bila 3 (tiga) atau lebih yang memiliki jumlah pertandingan/match
yang sama, ranking akan ditentukan oleh selisih kemenangan game
dikurangi kekalahan game, yang memiliki jumlah selisih
kemenangan game lebih banyak menduduki peringkat lebih tinggi.
d. Bila ada 3 atau lebih yang memiliki jumlah kemenangan yang sama
dan memiliki jumlah selisih game yang sama, ranking akan
ditentukan dengan jumlah selisih kemenangan point (angka). Yang
memiliki jumlah selisih kemenangan point lebih banyak
menduduki ranking lebih tinggi.
e. Bila masih ada 3 (tiga) pemain yang sama, maka ranking ditentukan
melalui
undian.
4. Seeded dan Undian.
Seeded ditentukan oleh Referee.
5. Scoring.
a. Pertandingan menggunakan score 21 x 3 Rally Point, dengan prinsip
The Best of Three Games.
b. Apabila kedudukan 20 sama, maka yang memperoleh 2
angka berturutturut sebagaipemenang.
c. Apabila kedudukan 29 sama, maka yang mencapai angka 30
lebih dulu sebagai pemenang.
6. Interval
a. Apabila telah mencapai angka 11, pemain berhak istirahat tidak
lebih dari 60 detik dan pelatih/ pendamping mendatangi pemain
untuk memberikan instruksi atau pemain mendatangi pelatih/
pendamping untuk mendapatkan instruksi.
b. Sebelum melanjutkan game kedua dan game ketiga (kalau ada),
pemain berhak istirahat tidak lebih dari 120 detik dan
pelatih/pendamping diperbolehkan mendatangi pemain untuk
memberikan instruksi atau pemain mendatangi pelatih untuk
mendapatkan instruksi.
7. Cidera
a. Pemain yang mengalami cidera sewaktu bertanding tidak diberikan
waktu perawatan pemulihan, apabila tidak dapat melanjutkan
pertandingan dinyatakan kalah, kecuali terjadi perdarahan.
b. Selain pemain yang sedang bertanding tidak ada yang
diperkenankan masuk lapangan kecuali atas izin Referee.
8. Protes
a. Protes hanya menyangkut masalah teknis pertandingan saja dan
diajukan kepada Referee oleh pelatih/
b. pendamping resmi atlet yang bersangkutan pada saat pertandingan
masih berjalan.

6. TENIS MEJA
A. Peraturan Umum
1. Memukul bola dilakukan dari belakang garis akhir atau ujung meja
(bidang meja sendiri).
2. Bola harus terletak di atas telapak tangan yang terbuka (4 jari rapat
dan ibu jari terbuka). ..
3. Pada saat hendak memukul bola, bola tersebut harus
dilambungkan terlebih dahulu sebelum dipukul.
B. Peraturan Permainan
1. Wasit utama memimpin jalannya pertandingan. Lalu, wasit pembantu
dibantu oleh pencatat poin atau skor yang disediakan oleh panitia
acara untuk menjaga netralitas.
2. Keputusan wasit adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
3. Para pemain atau peserta diwajibkan mengenakan pakaian olahraga.
4. Para peserta harus dalam keadaan atau kondisi fisik dan metal yang sehat
5. Diberlakukan toleransi maksimal keterlambatan, yaitu 10 menit.
6. Peserta akan dipanggil maksimal tiga kali. Lebih dari itu, maka akan
dinyatakan diskualifikasi.
7. Para pemain diwajibkan mengenakan sepatu ketika bertanding
8. Tidak diwajibkan bagi peserta untuk membawa perlengkapan sendiri
karena sudah disediakan oleh panitia.
C. Peraturan Pertandingan
1. Skor maksimal dalam pertandingan tenis meja dengan sistem rally point
yaitu 11 poin. Pada umumnya nilai terbaik akan diambil tiga dari lima
pertandingan terbaik.
2. Jika poin seri atau deuce dengan nilai poin 10-10, maka pemain
diharuskan untuk melakukan servis secara bergantian.
3. Kemudian, dalam permainan tenis meja seseorang dinyatakan
menang apabila kedudukan skor 11 poin sebanyak dua set (untuk
permainan dengan tiga set) atau mencapai 11 poin sebanyak tiga set
(untuk permainan dengan lima set).
4. Jika bola telah dilempar dan dipukul, namun ternyata pukulan
meleset maka poin akan menjadi milik lawan.
5. Ketika pemain lawan melakukan servis pada permainan tenis meja
kemudian bola menyentuh net dan bola jatuh ke lapangan lawan
maka pemukul (server) akan mendapat poin.
6. Bola yang diservis harus memantul di bagian kanan area lawan.
Khusus untuk pertandingan kategori ganda, tim harus bertukar
tempat setelah melakukan pukulan service sebanyak dua kali
7. Bola yang diservis harus memantul di bagian kanan area lawan.
Khusus untuk pertandingan kategori ganda, tim harus bertukar
tempat setelah melakukan pukulan service sebanyak dua kali.
8. Jika saat rally point (permainan berlangsung lama karena para
pemain mempertahankan posisi bola) bola terkena jaring atau net,
maka lemparan itu akan dianggap sah.
9. Saat pertandingan kategori ganda, kedua pemain wajib memukul bola
secara bergantian.
10. Bola pingpong harus dipukul saat memantul pada meja. Jika salah
satu pemain memukul bola sebelum memantul, maka poin akan
menjadi pihak lawan.
11. Saat rally point atau saat melakukan service, bola memantul ke atas
jaring dan mengenai area lawan
dan lawan tidak memberikan serangan balik, maka itu akan menjadi poin
tambahan untuk pemain.
12. Bagian tubuh yang boleh terkena bola dalam permainan tenis meja
adalah area di bawah pergelangan tangan dan jari. Jika bola terkena
tangan atau paddle, maka poin akan tetap dianggap sah.
13. Pemain tenis meja tidak boleh menyentuh meja papan kecuali tangan
(area bawah pergelangan tangan) yang digunakan untuk membawa bet.
14. Meskipun bola memantul ke samping dan mengenai bagian tepi
atas permukaan meja, poin akan tetap dianggap sah.
15. Jika wasit tidak hadir selama pertandingan dan pemain merasa
kurang setuju dengan hasil pertandingan. “Honor system” dapat
diberlakukan hingga semua pemain setuju dengan hasil pertandingan.
D. Sistem Penghitungan Poin
1. Bola melayang melewati meja tanpa memantul terlebih dahulu.
2. Lawan sudah lebih dulu menyentuh bola tanpa bisa
mengembalikannya.
3. Lawan tidak dapat mengembalikan bola dengan tepat atau benar.
4. Lawan memukul bola dengan sisi daun raket yang tanpa pelapis karet.
5. Servis yang dilakukan oleh lawan tidak sempurna, sehingga
menyebabkan bola tidak melewati net atau melewatinya, namun tidak
memantul di meja.
6. Lawan memukul bola melebihi sekali sebelum bola melewati net.
7. Lawan membuat gerakan menyentuh net.
8. Lawan menyentuh meja dengan tangan yang tidak memegang bet.
9. Lawan membuat gerakan yang mengakibatkan permukaan
meja bergerak.

7. TAEKWONDO
A. Peraturan Umum
1) Bentuk dan sistem pertandingan mengacu kepada New Competition Rules
yang dikeluarkan oleh World Taekwondo.
2) Peserta merupakan anggota Taekwondo PBTI yang berasal dari sekolah
yang berada di lingkungan Kota Bandung.
3) Semua peserta dan pendamping dianggap telah memahami dan mengerti isi
dari peraturan tersebut.
B. Peraturan Pelaksanaan Pertandingan
Petunjuk Umum
1) Mempersiapkan atlet masing-masing setiap sekolah.
2) Setiap atlet memperagakan gerakan Poomsae Taegeuk 4 dan 5.
3) Menggunakan seragam Recognized Poomsae (Jurus) standar.
Petunjuk Teknis
1) Waktu pelaksanaan penjurian hari …..
2) Peserta menampilkan gerakan Poomsae Taegeuk 4 dan 5
3) Dua Recognized Poomsae atau jurus yang diperagakan serta dinilai sesuai
kriteria:
 Akurasi:
 Akurasi detail gerakan dasar
 Akurasi balance
 Presentasi:
 Kecepatan dan tenaga
 Kekuatan/Ritme
 Ekspresi
4) Penilaian akan dilakukan oleh wasit juri yang ditunjuk oleh Dinas
Pendidikan yang bekerjasama dengan Pengcab TI Kota Bandung.
5) Hasil juara akan diumumkan oleh panitia melalui K3S

EKSEBISI TAEKWONDO
Peraturan Umum
1) Bentuk dan sistem pertandingan mengacu kepada New Competition Rules yang
dikeluarkan oleh World Taekwondo.
2) Peserta merupakan anggota Taekwondo PBTI yang berasal dari sekolah yang
berada di lingkungan Kota Bandung.
3) Semua peserta dan pendamping dianggap telah memahami dan mengerti isi dari
peraturan tersebut.
Peraturan Pelaksanaan Pertandingan
Petunjuk Umum
1) Mempersiapkan atlet masing-masing setiap sekolah.(Usia kelas 4 dan 5 SD)
2) Setiap kecamatan hanya mengirimkan 1 perwakilan untuk masing-masing
kelas kyorugi Putra dan Putri
3) Pada kategori Poomsea Pair setiap kecamatan hanya mengirimkan 1 Ketegori Pair.
4) Pada Kategori Poomsea Beregu setiap kecamatan hanya mengirimkan 1 Beregu Putra
& 1 Beregu Putri
Petunjuk Teknis
1) Waktu pelaksanaan penjurian hari …..
2) Penilaian akan dilakukan oleh wasit juri yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan yang
bekerjasama dengan Pengcab TI Kota Bandung.
3) Kategori Poomsae akan memperagakan Poomsae Taegeuk 4 dan 5
4) Pembagian kelas Kyorugi sebagai berikut:

No Putra Kelas Putri


1 ≤ 26 (Max 26) Under 26 kg ≤ 26 (Max 26)
2 26,1 – 28,0 Under 28 kg 26,1 – 28,0
3 28,1 – 31,0 Under 31 kg 28,1 – 31,0
4 31,1 – 34,0 Under 34 kg 31,1 – 34,0
5 34,1 – 37,0 Under 37 kg 34,1 – 37,0
6 37,1 – 40,0 Under 40 kg 37,1 – 40,0
7 40,1 – 43,0 Under 43 kg 40,1 – 43,0
8 43,1 – 46,0 Under 46 kg 43,1 – 46,0
9 46,1 – 49,0 Under 49 kg 46,1 – 49,0
10 ≥ 49,1 (Min 49,1) Over 49 kg ≥ 49,1 (Min 49,1)

BAB V
PENUTU
P

Petunjuk teknis Olimpiade Olahraga Siswa Nasional SD tahun 2025 ini meliputi hal-
hal pokok yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan. sedangkan hal- hal
teknis pelaksanaan akan dijelaskan lebih lanjut pada saat penjelasan teknis.
Petunjuk teknis ini dapat menjadi acuan bagi para peserta, pelatih dan ofisial pada
kegiatan O2SN SD 2025 sehingga pelaksanaan kegiatan ini dapat berlangsung
sesuai dengan yang diharapkan.

Anda mungkin juga menyukai