Sop Apotek 2025
Sop Apotek 2025
No.
PERENCANAAN SEDIAAN FARMASI
APOTEK Tanggal berlaku
& PERBEKALAN KESEHATAN
ELLENA FARMA 22/04/2025
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan kegiatan perencanaan sediaan farmasi dan
perbekalan kesehatan supaya dapat menetapkan perkiraan jenis dan jumlah barang sehingga mampu menjamin
ketersediaan untuk memenuhi permintaan konsumen, meningkatkan penggunaan persediaan secara rasional,
menjaga agar tidak terjadi kelebihan/kekurangan/kekosongan stok, sebagai upaya untuk efisiensi biaya dan
menyediakan data untuk kegiatan pengadaan.
PENANGGUNG JAWAB
PROSEDUR
1. Melakukan review terhadap : pola penyakit, kemampuan daya beli masyarakat serta kebiasaan masyarakat
setempat.
2. Melakukan kompilasi penggunaan sediaan farmasi-alat kesehatan setiap bulan
3. Melakukan analisa untuk menetapkan prioritas dan jumlah sediaan yang akan diadakan
4. Melakukan monitoring distributor sediaan farmasi-alat kesehatan untuk menjamin keabsahan distributor dan
menjamin bahwa sediaan farmasi-alat kesehatan yang diadakan memenuhi persyaratan mutu.
5. Menyusun prakiraan perencanaan kebutuhan sediaan farmasi-alat kesehatan dan prakiraan pembelian ke
masing-masing distributor serta frekuensi pengadaan sediaan farmasi-alat kesehatan berdasarkan metode
konsumsi (berdasarkan pada data riil penggunaan obat periodesebelumnya).
6. Dalam melakukan perencanaan, diperhitungkan perkiraan periode pengadaan, perkiraan safety stock, sisa
stok, dan leadtime.
7. Jika selama pelayanan terdapat konsumen (minimal 2 orang) yang mencari obat yang belum ada di Apotek,
maka obat tersebut akan dicatat dalam buku defekta untuk selanjutnya dilakukan pengadaan.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan kegiatan pengadaan sediaan farmasi dan perbekalan
kesehatanuntuk menjamin kualitas pelayanan kefarmasian maka pengadaan sediaan farmasi harus melalui jalur
resmi sesuai ketentuan perundang- undangan.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1) Memeriksa Sediaan Farmasi- Alat Kesehatan yang sudah habis atau hampir habis (diketahui melalui
pengamatan visual atau dari kartu stok pada setiap obat), dicatat di buku daftar obat habis (defecta)Melakukan
pengadaan berdasarkan buku defekta yang telah ditulis.
2) Melakukan pemesanan pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan Penyalur Alat Kesehatan (PAK) yang
memenuhi kriteria: legal; menyediakan barang berkualitas baik dengan jumlah sesusai pesanan; memiliki ED
panjang; frekuensi kunjungan tinggi; lead time singkat; mudah retur; memiliki insentif khusus; harga barang
bersaing; ada diskon atau bonus; dan memberikan jangka pembayaran longgar baik pembayaran tunai
maupunkredit. Pemesanan dilakukan perminggu atau sesuai dengan kebiasaan datangnya PBF.
3) Menentukan pesanan Sediaan Farmasi - Alat Kesehatan yang meliputi jenis (termasuk di dalamnya bentuk
sediaan dan kekuatan), jumlah, dan PBF yang dipilih.
4) Menulis di blanko Surat Pesanan (SP) :
- Surat Pesanan Obat dan Alat Kesehatan
a. Dibuat rangkap dua (masing-masing untuk PBF dan arsip apotek)
b. Ditulis Nomor urut lembar SP, Nama dan alamat PBF, jenis dan jumlah obat yang dipesan.
- Surat Pesanan narkotika
a. PT. Kimia Farma (KF) sebagai distributor tunggal. SP sebanyak 4 rangkap: 1 lembar untuk Apotek,
3 lembar untuk PBF KF.
b. Ditulis Nomor urut lembar SP, Nama, alamat dan jabatan APA sebagai pemesan, jenis dan jumlah
yang dipesan serta tujuan penggunaan.
c. Satu lembar SP hanya dapat digunakan untuk memesan satu jenis Narkotika.
- Surat Pesanan Psikotropika
a. Dibuat rangkap dua (masing-masing untuk PBF dan arsip apotek)
b. Ditulis Nomor urut lembar SP, Nama, alamat dan jabatan APA sebagai pemesan, nama dan alamat
PBF, jenis dan jumlah obat yang dipesan. Satu lembar SP dapat digunakan untuk memesan lebih
dari satu jenis Psiktropika.
c. SP ditandatangani oleh APA dan diberi stempel apotek.
- Untuk SP obat keras, obat bebas, dan persediaan lain formatnya bebas, tiap SP dapat memuat beberapa item
obat, dan dibuat sebanyak 3rangkap.
- Pengadaan obat yang mengandung prekursor dan OOT menggunakan SP khusus.
No.
PENERIMAAN SEDIAAN FARMASI & PERBEKALAN
APOTEK Tanggal berlaku
KESEHATAN
ELLENA FARMA 22/04/2025
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan penerimaan sediaan farmasi & perbekalan farmasi
untuk menjamin kesesuaian dalam surat pesanan dengan kodisi fisik barang yang diterima.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker dibantu personil yang ditunjuk bertanggung jawab atas penerimaan sediaan farmasi & perbekalan
kesehatan.
PROSEDUR
1) Dicocokan antara SP dengan faktur, meliputi:
Nama PBF
Jenis yang dipesan
Kekuatan dan bentuk sediaan yang dipesan
Jumlah yang dipesan
Harga
Apabila terdapat ketidakcocokan maka dilakukan konfirmasi kepada PBF.
2) Dicocokan antara isi fraktur dan sediaan farmasi-perbekalan kesehatan yang datang, meliputi:
Jenis yang dipesan
Jumlah yang dipesan
Nomor batch
Bila jenis dan jumlah tidak sama, maka sediaan farmasi-perbekalan kesehatan dikembalikan dan ditukar
dengan yang tertera pada faktur dan SP. Bila nomor batch tidak sesuai dengan yang tertera maka pada faktur
dituliskan nomor batch barang yang diterima dan harus meminta tanda tangan pengirim sebagai bukti bahwa
batch yang dikirim tidak sesuai faktur dan telah disesuaikan dengan sepengetahuan pengirim.
3) Sediaan farmasi-perbekalan kesehatan diperiksa kondisi fisiknya, antara lain:
Wadahnya harus baik dan tertutup rapat (segel utuh)
Kondisi sediaan tidak rusak (bentuk, warna, dan bau)
Tanggal kadaluarsa masih jauh
Bila rusak atau jarak tanggal kadaluarsa terlalu dekat maka dapat diretur ke PBF.
4) Setelah pemeriksaan dan pencocokan selesai, faktur kemudian ditandatangani pihak apotek dan diberi
stempel apotek. Faktur asli diberikan kepada PBF dan salinannya disimpan sebagai arsip apotek.
No.
PENERIMAAN SEDIAAN OBAT NARKOTIKA
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA PSIKOTROPIKA dan PREKURSOR (NPP)
22/04/2025
TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan dan pengawasan penerimaan sediaan obat narkotika, psikotropika dan
prekursor.
PENANGGUNG JAWAB
PROSEDUR
1. Dicocokkan antara faktur dengan surat pesanan, meliputi :
a. Nama PBF
b. Apotek yang dituju
c. Tgl pemesanan
2. Diperiksa kondisi fisik sediaannya, meliputi :
a. Kondisi kemasan harus baik dan tertutup rapat
b. Kondisi sediaan tidak rusak (warna, bau dan bentuk)
c. Tanggal kadaluarsa
3. Dicocokkan antara isi faktur dan sediaan farmasi yang datang, meliputi:
a. Nama obat
b. Bentuk sediaan
c. Kekuatan sediaan
d. Jumlah sediaan
e. Nomor batch
f. Harga
Bila tidak sesuai konfirmasi dengan PBF.
4. Setelah pemeriksaan dan pencocokan selesai, faktur ditandatangani oleh petugas/apoteker dengan
mencantumkan nama penerima, tanggal penerimaan, dan dibubuhi stempel apotek.
5. Faktur asli diberikan pada pihak PBF dan salinannya disimpan sebagai arsip apotek.
6. Obat disimpan pada tempat khusus narkotika, psikotropika dan prekursor.
No.
TATA LAKSANA PEMBAYARAN OBAT/ALKES KE
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA DISTRIBUTOR/PBF
22/04/2025
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan pembayaran obat/ALKES ke Distributor/PBF.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker dibantu personil yang ditunjuk bertanggung jawab atas pelaksanaan pembayaran obat/ALKES ke
Distributor/PBF.
PROSEDUR
Pembayaran Obat / Alkes dapat di lakukan dengan 2 cara :
1. Transaksi Pembayaran dilakukan secara kredit, jatuh tempo pembayaran berdasarkan kesepakatan antara
Apotek dan Distributor ( 30 hari ). Langkah- langkahnya sbb :
a. Pada saat menerima Obat yang dikirim PBF, Petugas Apotek menandatangani Faktur dari PBF dan
distempel.
b. Faktur Asli diserahkan ke PBF, dan copy faktur : 1 (satu) rangkap untuk keuangan, 1 (satu) rangkap untuk
arsip apotek, PBF melakukan tukar faktur di Apotek maksimal 2 (dua) minggu setelah faktur diserahkan.
LANGKAH TUKAR FAKTUR, Tukar Faktur dilakukan 2 (dua) minggu setelah barang di terima, dengan
melengkapi faktur Asli yang sudah di tandatangani oleh Petugas Apotek. Bila berkas tukar faktur sudah
lengkap kemudian merekap berkas tukar Faktur dan menyerahkan berkas tersebut ke bagian keuangan untuk
dilakukan pembayaran sesuai dengan jatuh tempo Faktur. Kemudian petugas keuangan membayarkan Faktur
yang sudah jatuh tempo. Bukti transfer pembayaran ke PBF di buat 2 (dua) rangkap untuk apotek dan PBF.
2. Pembayaran COD ( Cash on Delivery ) Pihak Apotek harus memberitahukan terlebih dahulu ke Petugas
Keuangan, berapa uang yang dibutuhkan untuk pembelian COD sebelum obat dipesan ke PBF. Petugas
Keuangan membayar sesuai faktur yang sudah dilaporkan petugas apotek
No.
PENYIMPANAN SEDIAAN
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA FARMASI & PERBEKALAN
22/04/2025
KESEHATAN
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan penyimpanan sediaan farmasi & perbekalan
farmasi untuk menghindari gangguan fisik dan pencurian yang dapat menyebabkan kerusakan, kehilangan, dan
penyalahgunaan.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker dibantu personil yang ditunjuk bertanggung jawab atas pelaksanaan sediaan farmasi & perbekalan
kesehatan.
PROSEDUR
1) Setelah obat selesai dilakukan penerimaan (sesuai pesanan), dilakukan penyimpanan sesuai dengan
kestabilan sediaan farmasi-perbekalan kesehatan tersebut (suhu dan kelembaban) dengan tujuan untuk
menjamin mutu sediaan.
2) Sediaan farmasi-perbekalan kesehatan disimpan dengan susunan/urutan tertentu untuk memudahkan
pengambilan.
3) Penataan sediaan farmasi dapat dilakukan dengan penggolongan antara lain:
a. Penyimpanan khusus di lemari pendingin adalah untuk sediaan farmasi yang tidak stabil pada suhu ruang,
misalnya suppositoria dan insulin.
b. Menggunakan metode FIFO dan FEFO
Metode First In First Out (FIFO) adalah obat yang datang lebih dahulu maka harus dikeluarkan terlebih
dahulu. Sedangkan First Expired First Out (FEFO) adalah obat yang mempunyai waktu kadaluarsa
paling dekat maka harus dikeluarkan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya stok
kadaluarsa.
TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan dan pengawasan penyimpanan sediaan narkotika dan psikotropika
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1. Mencatat jumlah, nomor batch dan tanggal kadaluwarsa obat narkotika psikotropika di dalam kartu
stok.
2. Menyimpan obat narkotika psikotropika yang diterima pada lemari khusus dua pintu (BERKUNCI
GANDA) berdasarkan aspek farmakologi, bentuk sediaan, secara alphabetis.
3. Penyimpanan obat narkotika psikotropika harus mengikuti prinsip FEFO (First Expired First Out =
pertama kadaluwarsa-pertama keluar); dan harus dicatat di dalam kartu stok obat narkotika psikotropika
setiap penambahan dan pengambilan.
4. Melakukan pencatatan jumlah total penggunaan obat narkotika psikotropika dalam satu bulan
5. Melakukan pelaporan di website SIPNAP (MAKSIMAL TGL 5 BULAN BERIKUTNYA)
6. Menyimpan bukti pelaporan sebagai arsip apotek.
TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan dan pengawasan penyimpanan obat termolabil
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker dibantu personil yang ditunjuk bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengawasan penyimpanan
Obat Mengandung Prekursor dan Obat-Obat Tertentu (OOT).
PROSEDUR
1. Setelah obat sesuai dengan pesanan, obat-obat termolabil suhu dingin 2-8o dilakukan penyimpanan pada
lemari pendingin 2-8o untuk menjamin stabilitas obat
2. Obat disimpan dengan susunan sedemikian rupa sehingga memudahkan pengambilan, penataan obat dapat
dilakukan dengan penggolongan antara lain:
a. Berdasarkan kelas terapi
b. Bentuk sediaan
c. Alfa betis
d. Gabungan antara ketiganya
3. Penyimpanan obat termolabil antara lain: suppositoria, ovula, tablet amoxicillin dengan asam klavulanat,
sediaan dengan bakteri lactobacillus, tablet salut gula dan selaput, sirup, beberapa sediaan injeksi, albumin,
serum, insulin dan lain-lain.
4. Dilaksanakan personil yang ditunjuk bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengawasan
penyimpanan obat termolabil, disimpan lemari pendingin dengan suhu antara 2-8o, dan setiap hari
dicatat pada lembar monitoring suhu secara berkala/shift.
Contoh lembar monitoring suhu:
No.
PENYIMPANAN OBAT MENGANDUNG PREKURSOR
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA DAN OBAT-OBAT TERTENTU (OOT)
22/04/2025
TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan dan pengawasan penyimpanan Obat Mengandung Prekursor dan Obat-
Obat Tertentu (OOT).
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker dibantu personil yang ditunjuk bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengawasan penyimpanan
Obat Mengandung Prekursor dan Obat-Obat Tertentu (OOT).
PROSEDUR
1. Setelah Obat Mengandung Prekursor dan Obat-Obat Tertentu (OOT) sesuai dengan pesanan,
obat dilakukan penyimpanan sesuai dengan spesifikasi obat tersebut (suhu dan kelembabannya)
untuk menjamin stabilitas obat
2. Obat Mengandung Prekursor dan Obat-Obat Tertentu (OOT) disimpan dengan susunan sedemikian rupa
sehingga memudahkan pengambilan
3. Obat Mengandung Prekursor dan Obat-Obat Tertentu (OOT) disimpan di tempat yang aman
terpisah dengan obat-obatan yang lain
4. Penataan Obat Mengandung Prekursor dan Obat-Obat Tertentu (OOT) dapat dilakukan
dengan penggolongan antara lain:
a. Berdasarkan kelas terapi
b. Bentuk sediaan
c. Alfa betis
d. Gabungan antara ketiganya
e. Metode FIFO FEFO
5. Suhu penyimpanan Obat Mengandung Prekursor dan Obat-Obat Tertentu (OOT) harus berkisar antara 15 0
C - 250 C
6. Setiap pengambilan Obat Mengandung Prekursor dan Obat-Obat Tertentu (OOT) harus dicatat di kartu
stok
No.
PENGELOLAAN OBAT YANG PERLU PERHATIAN
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA KHUSUS LASA & (HIGH ALERT MEDICATIONS)
22/04/2025
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan atas pengelolaan obat yang perlu perhatian khusus (High
Alert Medications) untuk meningkatkan keamanan obat-obat yang perlu diwaspadai dan memastikan
keselamatan pasien selama mendapatkan terapi pengobatan.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker dibantu personil yang ditunjuk bertanggung jawab atas pengelolaan obat yan perlu perhatian khusus
(High Alert Medications).
PROSEDUR
1) Look Alike Sound Alike Error (LASA) / NORUM
a. Tidak meletakkan obat-obat yang kemasannya mirip tetapi berbeda kandungan secara berdekatan. Obat-
obat dengan penulisan dan bunyi nama yang mirip tetapi berbeda kandungan maka pelabelan dalam rak
atau etalase harus mengikuti penulisan Tallmen letter dan tidak diletakkan berdekatan. Beri jarak minimal
1 jenis obat lain / letak obat LASA tidak berdampingan.
b. Beri label LASA
c. Beri jarak minimal 1 jenis obat lain / letak obat LASA tidak berdampingan.
d. Simpan obat sesuai dengan SOP Penyimpanan sediaan farmasi dan alat Kesehatan
2) Obat-Obat Keras/Obat Parenteral
Penyimpanan dilakukan berdasarkan stabilitas dan bentuk sediaan dengan penyesuaian suhu penyimpanan.
3) Obat High Cost
Disimpan pada rak atau etalase terkunci. Tak atau etalase penyimpanan harus selalu dikunci setelah
pengambilan obat.
4) Obat-Obat Narkotika dan Psikotropika
a. Disimpan dalam lemari khusus obat narko-psiko yang terdiri dari dua pintu dan terkunci. Lemari ditempel
didinding dan selalu dikunci setelah engambilan obat.
b. Tempelkan stiker high alert pada setiap dos obat/ampul obat
c. Lemari tersebut juga sekaligus sebagai gudang untuk obat narko-psiko dan tempat penyimpanan kartu
stok obat narko-psiko.
d. Setiap pengambilan atau penerimaan obat narko-psiko, harus langsung dicatat dalam buku pemakaian
obat-obat narko-psiko dan pencatatan pada kartustoknya.
5) Obat Elektrolit Konsentrat
a. Jika terdapat obat-obat elektrolit konsentrat B3, maka penyimpanannya dilakukan dalam lemari khusus,
terpisah dari sediaan lain, dan terkunci.
b. Pemberian label high alert yang jelas pada tempat penyimpanan.
c. Obat elektrolit konsentrat diberikan berdasarkan permintaan tertulis berupa resep.
No.
PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI & PERBEKALAN
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA KESEHATAN KADALUWARSA/RUSAK
22/04/2025
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pengelolaan sediaan farmasi & perbekalan
kesehatan kadaluarsa atau rusak.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker dibantu personil yang ditunjuk bertanggung jawab atas pengelolan sediaan farmasi & perbekalan
kesehatan kadaluwarsa/rusak.
PROSEDUR
1) Sediaan farmasi-perbekalan kesehatan yang memiliki ED (Expired Date) kurang dari 4 bulan dipisahkan
beserta fakturnya.
2) Menghubungi dokter agar obat tersebut dikeluarkan/diresepkan terlebih dahulu, atau menghubungi
distributor obat/alkes tersebut agar dilakukan pengambilan.
3) Menghubungi salesman terkait sediaan farmasi-perbekalan kesehatan ED tersebut, salesman akan
menukarkan produk tersebut dengan produk baru yang memiliki ED lebih panjang atau melakukan
penggantian dengan uang.
4) Sediaan farmasi-perbekalan kesehatan yang rusak dipisahkan beserta fakturnya.
5) Menghubungi salesman terkait sediaan farmasi-perbekalan kesehatan rusak tersebut, salesman akan
menukarkan produk tersebut dengan produk baru yang baik kondisinya dan memiliki ED lebih panjang atau
melakukan penggantian dengan uang.
6) Untuk produk ED atau rusak yang tidak dapat diretur, maka produk tersebut dikumpulkan tersendiri dan
dilakukan pemusnahan tiap tahun.
7) Berita acara pemusnahan dibuat rangkap dua dan dikirimkan kepada:
a. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
b. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pemeriksaan tanggal kadaluwarsa untuk
menghindari pemberian obat ED kepada pasien dan mencegah kerugian apotek.
PENANGGUNGJAWAB
Apoteker dibantu personil yang ditunjuk bertanggung jawab atas pemeriksaan tanggal kadaluwarsa
PROSEDUR
1) Melakukan pemeriksaan tanggal kadaluwarsa secara berkala (1-3 bulan sekali)
2) Melakukan pemeriksaan secara berkala melalui dua cara, yaitu:
a. Melakukan pemeriksaan secara berkala untuk masing-masing sediaan farmasi-perbekalan kesehatan.
b.Melakukan pemeriksaan kadaluwarsa tiap saat pengambilan obat pada tahapan penyiapan sediaan
farmasi-perbekalan kesehatan.
3) Pemeriksaan tanggal kadaluwarsa secara berkala:
a. Menetapkan petugas yang ditunjuk bertanggung jawab terhadap pemeriksaan tanggal kadaluwarsa.
b.Melakukan pemeriksaan tanggal kadaluwarsa untuk tiap jenis obat pada masing-masing rak.
c. Sediaan farmasi-perbekalan kesehatan yang mendekati tanggal kadaluwarsa (1-3 bulan sebelumnya) harus
diberi tanda khusus agar bisa segera didistribusikan atau mengembalikan ke distributor sesuai dengan
perjanjian yang disepakati.
d.Untuk produk yang sudah melewati ED maka diletakkan di tempat tersendiri dengan diberi label
“KADALUWARSA”.
e. Melakukan pencatatan hasil pemeriksaan pada buku khusus catatan tanggal kadaluwarsa.
4) Pemeriksaan tanggal kadaluwarsa pada saat pengambilan:
a. Pada saat pengambilan obat (sebelum diserahkan ke pasien) harus dilakukan pemeriksaan ED.
b.Untuk produk yang sudah melewati ED maka diletakkan di tempat tersendiri dengan diberi label
“KADALUWARSA”.
c. Melakukan pencatatan hasil pemeriksaan pada buku khusus catatan tanggal kadaluwarsa.
No.
PEMUSNAHAN SEDIAAN FARMASI
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA & PERBEKALAN KESEHATAN
22/04/2025
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan kegiatan pemusnahan supaya terlaksana sesuai
prosedur yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1) Melakukan inventaris perbekalan farmasi yang akandimusnahkan.
2) Obat yang kadaluarsa atau rusak harus dimusnahkan sesuai dengan jenis dan bentuk sediaan dan dibuat
Berita Acara Pemusnahan.
3) Menetapkan dan menyiapkan jadwal, metode, dan tempatpemusnahan.
4) Proses pemusnahan dilakukan sesuai dengan jenis dan bentuksediaan:
a. Dimulai dengan membuka kemasan dan melepaskan identitas padasediaan.
b. Untuk sediaan tablet atau kaplet dan jumlahnya sedikit dimusnahkan dengan cara dihancurkan lalu
dilarutkan dalam air dan dibuang jauh dari sistem perairan penduduk. Jika jumlahnya banyak,
dihancurkan dan dikubur dalam tanah kecuali obat golongan antibiotik. Jika memiliki insenerator dapat
dimusnahkan menggunakan insenerator.
c. Untuk kapsul, dihancurkan seperti sediaan tablet atau kaplet atau dibuka satu per satu cangkangnya baru
kemudian dimusnahkan seperti sediaantablet.
d. Untuk sediaan cair, diencerkan terlebih dahulu (ditambah air) dan dibuang jauh dari sistem
perairanpenduduk.
e. Untuk sediaan semisolid, dikeluarkan dari tube atau wadahnya kemudianditanam.
5) Membuat laporan pemusnahan yang sekurang-kurangnya memuat waktu dan tempat pelaksanaan; nama dan
jumlah perbekalan farmasi yang dimusnahkan; APOTEK ELLENA FARMAer pelaksana pemusnahan; dan
nama saksi dalam kegiatan pemusnahan.
6) Pemusnahan obat yang mengandung narkotika atau psikotropika dilakukan oleh Apoteker dan disaksikan
oleh Dinas KesehatanKab./Kota.
7) Pemusnahan obat selain narkotika dan psikotropika dilakukan oleh Apoteker dan disaksikan oleh tenaga
kefarmasian lain yang memiliki surat izinpraktik/kerja.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pengkajian dan pelayanan resep.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab atas pengkajian dan pelayanan resep
PROSEDUR
a. SKRINING RESEP
1) Mengecek ketersediaan Obat dalam resep.
2) Menginformasian kepada pasien, ketersediaan obat dan harga obat yang harus dibayarkan.
3) Melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi.
4) Memastikan identitas pasien telah benar, serta meminta nomor telepon pasien dan dicatat di balik resep.
5) Melakukan pemeriksaan kesesuaian farmasetik, yaitu : bentuk sediaan, dosis, kekuatan, frekuensi,
stabilitas, inkompatibilitas,cara dan lama pemberian.
6) Mengkaji pertimbangan klinis, yaitu: adanya alergi, efek samping potensial, interaksi obat, kesesuaian
dosis.
7) Obat golongan narkotika hanya dapat diserahkan atas dasar resep asli dari Rumah Sakit, Puskesmas,
Balai Pengobatan, dan dokter praktek. Salinan resep narkotik dengan tulisan “iter” tidak boleh dilayani
sama sekali.
8) Salinan resep narkotika yang baru dilayani sebagian atau resep baru hanya boleh dilayani oleh apotek
yang menyimpan resep asli.
9) Melakukan konsultasi dengan dokter penulis resep apabila dibutuhkan.
b. PENYIAPAN
1) Menyiapkan obat sesuai dengan permintaan dalam resep.
2) Untuk racikan, disiapkan obat dengan dosis dan jumlah sesuai yang diminta pada resep.
3) Menutup dan mengembalikan wadah obat pada tempat semula.
4) Untuk obat narkotika dan psikotropika, ditulis jumlah obat yang telah diambil, nomor resep, nama
dokter, nama dan alamat pasien, dan paraf yang mengambil obat pada buku khusus obat narkotika dan
psikotropika (satu buku untuk satu sediaan).
5) Menulis nama dan cara pemakaian obat pada etiket sesuai permintaan dalam resep.
6) Obat dimasukkan kedalam wadah yang sesuai dan diperiksa kembali jenis dan jumlahnya.
c. PENYERAHAN
1) Menyerahkan resep yang sudah diverifikasi ke kasir untuk dilakukan pembayaran.
2) Menerima pembayaran atas biaya obat.
3) Melakukan pemeriksaan akhir sebelum diserahkan ke pasien (kesesuaian antara penulisan di etiket
dengan resep).
4) Memanggil nama dan nomor tunggu pasien.
5) Mengecek identitas pasien.
6) Menyerahkan obat disertai dengan pemberian informasi obat.
7) Melakukan penyimpanan dan penandaan tersendiri untuk resep narkotika.
8) Mengarsipkan resep yang sudah selesai dilayani sesuai SOP Pengarsipan resep.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pengelolaan resep.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab atas pengelolaan/pengarsipan resep
PROSEDUR
1) Setiap kali selesai melayani obat resep, resep dikumpulkan pada tusukan/tancapan kertas yang
telahdisediakan. Dibedakan antara resep reguler dengan resep perusahaan asuransi (BPJS dan InHealth).
2) Sebelum apotek tutup, karyawan yang sedang shift harus memisahkan resep BPJS, InHealth, dan reguler.
3) Resep dibendel secara berurutan sesuai tanggal dan disimpan di tempat penyimpanan resep dan tiap akhir
bulan akan dibendel semua resep dalam satu bulan dan diurutkan sesuaitanggal.
4) Bendelan resep diberi keterangan bulan, tahun, dan narko-psiko untuk resep yang berisi obat narkotika dan
psikotropika.
5) Bendelan resep disimpan.
6) Resep yang telah disimpan lebih dari 5 (lima) tahun dapat dimusnahkan dengan tata cara seperti pada
SPOpemusnahanresep.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pemusnahan resep yang telah disimpan lebih dari 5
(lima) tahun.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ
PROSEDUR
1) Menyiapkan administrasi berupa laporan dan Berita Acara Pemusnahan.
2) Menetapkan jadwal, metode, dan tempat pemusnahan.
3) Menyiapkan tempat pemusnahan.
4) Resep yang berisi obat narkotika dan psikotropika dihitung jumlahnya.
5) Resep lainnya ditimbang.
6) Resep dihancurkan, lalu dikubur atau dibakar dalam insenerator jika ada.
7) Membuat laporan pemusnahan resep yang sekurang-kurangnya memuat: waktu dan tempat pelaksanaan;
jumlah resep narkotika dan psikotropika dan berat resep lainnya yang dimusnahkan; APOTEK ELLENA
FARMAer pelaksana pemusnahan resep; dan nama saksi dalam kegiatan pemusnahanresep.
8) Pemusnahan dilakukan oleh Apoteker dan disaksikan oleh sekurang-kurangnya petugas lain di apotek yang
dibuktikan dengan Berita Acara Pemusnahan Resep dan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kab./Kota.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pemusnahan sediaan farmasi Apotek Sejahtera
Medika yang telah disimpan lebih dari 5 (lima) tahun.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1. Meletakkan Sediaan Farmasi yang telah kadaluarsa /rusak di tempat khusus
No.
PENCATATAN DAN PELAPORAN SEDIAAN
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA FARMASI, ALKES & BMHP
22/04/2025
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pencatatan dan pelaporan untuk memudahkan
penelusuran ketika diperlukan.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab atas pencatatan dan pelaporan sediaan farmasi, alat kesehaan (ALKES) & Bahan Medis
Habis Pakai (BMHP)
PROSEDUR
1) Kegiatan pencatatan dilakukan pada setiap proses pengelolaan perbekalan farmasi yangmeliputi:
a. Perencanaan: buku defekta
b.Pengadaan: surat pesanan
c. Penerimaan: faktur barang dan fakturpajak.
d.Penyimpanan: kartu stok dan komputer
e. Penyerahan: nota/strukpembelian.
f. Pemusnahan: buku kadaluarsa dan berita acara pemusnahan
g.Pencatatan lain yangdiperlukan.
2) Pencatatan kartu stok dilakukan secara manual (saat stok opname) maupunelektronik.
3) Pencatatan barang masuk dilakukan setiap kali barang datang pada pada komputer kasir sekaligus entry
hargabarang.
4) Pencatatan barang keluar dilakukan setiap hari secara otomatis melalui sistem pada komputer kasir yang
disertai back up data, mudah ditelusuri dan dapat dicetak.
5) Setiap hari sebelum apotek tutup, karyawan akan menghitung hasil penjualan dan mencocokkan dengan
data penjualan pada komputer kasir.
6) Karyawan yang bertugas wajib melakukan pelaporan keuangan, stock opname, dan laporan lainnya kepada
APJ sesuai jadwal pelasanaan kegiatan yang telah ditetapkan sebagai pelaporaninternal.
7) APJ wajib melakukan pelaporan narkotika dan psikotropika secara online melalui website SIPNAP setiap
bulan sebelum tanggal 10 sebagai pelaporaneksternal.
No.
PENCATATAN OBAT NARKOTIKA DAN
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA PSIKOTROPIKA
22/04/2025
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pencatatan obat narkotika dan psikotropika untuk
memudahkan penelusuran ketika diperlukan.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab atas pencatatan obat narkotika dan psikotropika
PROSEDUR
JIKA terdapat OBAT NARKOTIKA dan PSIKOTROPIKA
1. Lakukan dengan menggunakan bentuk digital maupun manual dengan buku khusus Narkotika dan
Psikotropika
2. Petugas apotek mencatat setiap pengambilan obat dari lemari penyimpanan dalam buku pengeluaran obat
narkotika, psikotropika, dan prekursor.
3. Pencatatan meliputi:
a) Tanggal pengambilan
b) Nama obat
c) Bentuk sediaan
d) Nomor bets
e) Jumlah kemasan
f) Jumlah satuan
g) Tujuan pengambilan
h) Paraf petugas yang mengambil
4. Simpan Buku pada tempat yang telah disediakan
5. Lakukan pelaporan pada web https://sipnap.kemkes.go.id/ pada bagian penggunaan dan input pelaporan
6. Lakukan pencatatan secara rutin setiap kali obat masuk dan keluar tiap bulan
JIKA TIDAK terdapat OBAT NARKOTIKA dan PSIKOTROPIKA
1. Lakukan dengan menggunakan bentuk digital maupun manual dengan buku khusus Narkotika dan
Psikotropika
2. Petugas apotek mencatat setiap pengambilan obat dari lemari penyimpanan dalam buku pengeluaran obat
narkotika, psikotropika, dan prekursor.
3. Pencatatan meliputi:
a) Tanggal pengambilan
b) Nama obat
c) Bentuk sediaan
d) Nomor bets
e) Jumlah kemasan
f) Jumlah satuan
g) Tujuan pengambilan
h) Paraf petugas yang mengambil
4. Simpan Buku pada tempat yang telah disediakan
5. Lakukan pelaporan pada web https://sipnap.kemkes.go.id/ pada bagian penggunaan dan input pelaporan
dan NIHIL tiap bulan
6. Lakukan pencatatan secara rutin setiap kali obat masuk dan keluar tiap bulan
TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pencatatan mutasi obat, yaitu meliputi penerimaan, pengeluaran dan sisa obat atau
alkes di apotek secara elektronik
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab atas pencatatan stok elektronik
PROSEDUR
1. Dilakukan penerimaan obat atau alkes yang datang dari distributor atau dari pembelian langsung dari
apotek/ Rumah Sakit sekitar oleh petugas apotek yang bertugas.
2. Diperiksa jumlah obat atau alkes yang datang tersebut dengan faktur atau nota barang, pemeriksaan dari
segi ketepatan jumlah, kesesuaian nomor batch dan waktu kedaluwarsa obat atau alkes.
3. Dilakukan pemasukan stok masing – masing obat atau alkes ke SIM apotek.
4. Jika ada pengeluaran obat atau alkes dilakukan entry di kolom keluar/ penjualan di stok SIM apotek dan
dilakukan pengecekan saldo akhir obat atau alkes setelah dikurangi pengeluaran tersebut.
Pencatatan stok elektronik dilakukan setiap kali ada pemasukan dan pengeluaran obat atau alkes.
TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pencatatan mutasi obat, yaitu meliputi penerimaan, pengeluaran dan sisa obat atau
alkes di apotek secara manual
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab atas pencatatan stok elektronik
PROSEDUR
a. Letakkan kartu stok bersama obat yang bersangkutan pada lokasi penyimpanan
b. Pencatatn dilakukan secara rutin
c. Setiap terjadi mutasi obat langsung dicatat di dalam kartu stok
d. Setiap ditemukan obat rusak/kadaluarsa lansung dicatat di dalam kartu stok
e. Cek kesesuaian stok fisik dengan kartu stok secara rutin
f. Segera telusuri dokumen terkait apabila terjadi ketidaksesuaian stok fisik
dengan Kartu stok
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pelayanan swamedikasi untuk menjamin pasien
memperoleh pengobatan yang rasional.
PENANGGUNGJAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab atas pelayanan swamedikasi
PROSEDUR
1) Ketika ada pasien swamedikasi datang, dilakukan penggalian informasi (patient assement) yakni
denganmenanyakan:
a. Apa keluhan atau gejala yang dirasakan? Kenapa bisasakit?
b. Siapa yang mengalami sakit? Atau obatnya untuksiapa?
c. Berapa lama gejaladirasakan?
d. Apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut? Atau sebelumnya sudah minum obat apa untuk
mengatasigejalanya?
2) Ditanyakan apakah pasien sedang hamil, menyusui, atau menderita penyakit kronis seperti DM,
menanyakan riwayat alergi, pengobatan yang sedang dijalanipasien.
3) Setelah melakukan assesment, diplihkan obat untuk mengatasi gejala atau keluhan yang diderita pasien. Jika
gejala atau keluhan yang dirasakan pasien mengarah kepada penyakit yang membutuhkan pengobatan diluar
kapasitas swamedikasi, maka menyarankan pasien untuk periksa ke dokter sehingga memperoleh obat resep
yang tepat untuk terapipenyakitnya.
4) Pelayanan Obat Wajib Apotek (OWA) harus memenuhi ketentuan dan batasan jumlah tiap obat per pasien
(Kepmenkes No. 347 Tahun 1990 untuk OWA No. 1; Kepmenkes No. 924 Tahun 1993 untuk OWA No. 2;
Kepmenkes No. 1176 Tahun 1999untuk OWA No. 3), disertai pemberian KIE dengan bahasa yang mudah
dimengerti.
5) Setelah memberikan obat yang tepat untuk gejala atau keluhan pasien, diberikan infromasi (KIE) terkait
khasiat, cara pakai, efek samping yang sering terjadi supaya pasien tidak kaget ketika mengalami efek
samping yang dimaksud selama minum obat, cara simpan, serta hal-hal lain yang harus dihindari pasien
untuk mendukung prosespenyembuhannya.
6) Disampaikan kepada pasien jika sakit masih berlanjut setelah 3 hari pengobatan disarankan untuk periksa ke
dokter atau ketika mengalami keluhan lain setelah minum obat.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pelayanan penyiapan dan penyerahan obat bentuk
sirup kering.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab atas penyiapan dan penyerahan sirup kering
PROSEDUR
1) Menyiapkan obat sirup kering sesuai permintaan padaresep.
2) Cuci tangan sebelum melakukandispensing.
3) Dilakukan pengenceran dengan membukan kemasan dan botol sirup kering. Ditambahkan akuades sebagai
pengencer sesuaitakaran.
4) Botol ditutup dan dikocok kuat dan cepat agar semua serbuk sirup kering segera larut dalam akuades
danhomogen.
5) Menuliskan nama pasien, nomor resep, tanggal resep, cara minum sesuai resep (takaran, frekuensi, dan waktu
minum) dan informasi lain seperti “KOCOK DAHULU” atau “HARUS HABIS” untuk obat golongan
antibiotik pada etiketputih.
6) Etiket ditempel pada botol sirup kemudian dimasukkan dalam plastik klip yangsesuai.
7) Diperiksa kembali (double check) kesesuaian jenis, jumlah, dan penulisan informasi pada etiket dengan yang
tertulis diresep.
8) Dilakukan pemberian informasi (KIE) terkait khasiat, cara pakai, efek samping yang sering terjadi, cara
simpan, serta hal-hal lain yang harus dihindari pasien untuk mendukung proses penyembuhannya dengan
bahasa yang mudahdimengerti.
9) Dijelaskan juga bahwa obat harus dikocok terlebih dahulu dan diminummenggunakansesuai takaran dan obat
hanya dapat diminum hingga 7 hari setelah diberikan.
No.
PENYIAPAN DAN PENYERAHAN
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA OBAT RACIKAN PUYER
22/04/2025
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pelayanan penyiapan dan penyerahan obat racik
dalam bentuk puyer.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab atas penyiapan dan penyerahan obat racikan puyer
PROSEDUR
1) Memastikan bahwa obat yang diminta diracik adalah obat yang boleh dihancurkan (digerus). Jika terdapat
obat yang tidak boleh digerus (tablet lepas lambat, tablet salut, dsb.) dapat ditanyakan kepada dokter penulis
resep dan menyarankan untuk tidak mengikutsertakan obat tersebut diracik tapi diberikantunggal.
2) Menghitung kebutuhan obat yang diminta dan kesesuaian dosis apakah melebihi dosis maksimum atautidak.
3) mencuci tangan dan memakai masker sebelummeracik.
4) Mengambil obat sesuai jumlah yang diminta dan melakukan pencatatan pada kartu stok. Dilakukan
pengecekkan dua kali jenis dan jumlah obat yangdiambil.
5) Mengeluarkan obat dari kemasannya dan memasukkan obat ke dalam mortir bersih. Kemudian obat digerus
menggunakan stamper dengan berlawanan arah jarum jam hingga halus danhomogen.
6) Disiapkan kertas perkamen sejumlah puyer yang diminta padaresep.
7) Membagi serbuk obat yang telah digerus ke semua kertas perkamen samabanyak.
8) Melipat puyer sesuai tata cara membungkus puyer dan memasukkan semua puyer ke dalam plastik klip
denganrapi.
9) Menuliskan nama pasien, nomor resep, tanggal resep, cara minum sesuai resep (takaran, frekuensi, dan waktu
minum) dan informasi lain seperti “HARUS HABIS” untuk obat golongan antibiotik pada etiketputih.
10) Etiket dimasukkan dalam plastik klip yang berisipuyer.
11) Diperiksa kembali (double check) kesesuaian jenis, jumlah, dan penulisan informasi pada etiket dengan yang
tertulis di resep serta dipastikan etiket tidaktertukar.
12) Dilakukan pemberian informasi (KIE) terkait khasiat, cara pakai, efek samping yang sering terjadi, cara
simpan, serta hal-hal lain yang harus dihindaripasien untukmendukung proses penyembuhannya dengan
bahasa yang mudah dimengerti.
No.
PENYIAPAN DAN
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA PENYERAHAN OBAT RACIKAN
22/04/2025
KAPSUL
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pelayanan penyiapan dan penyerahan obat racik
dalam bentuk kapsul.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab atas penyiapan dan penyerahan obat racikan puyer
PROSEDUR
1) Memastikan bahwa obat yang diminta diracik adalah obat yang boleh dihancurkan (digerus). Jika terdapat
obat yang tidak boleh digerus (tablet lepas lambat, tablet salut, dsb.) dapat ditanyakan kepada dokter penulis
resep dan menyarankan untuk tidak mengikutsertakan obat tersebut diracik tapi diberikantunggal.
2) Menghitung kebutuhan obat yang diminta dan kesesuaian dosis apakah melebihi dosis maksimum atautidak.
3) Mencuci tangan dan memakai masker sebelummeracik.
4) Mengambil obat sesuai jumlah yang diminta dan melakukan pencatatan pada kartu stok. Dilakukan
pengecekkan dua kali jenis dan jumlah obat yangdiambil.
5) Mengeluarkan obat dari kemasannya dan memasukkan obat ke dalam mortir bersih. Kemudian obat digerus
menggunakan stamper dengan berlawanan arah jarum jam hingga halus danhomogen.
6) Disiapkan cangkang kapsul dengan ukuran sesuai kapasitas serbuk obat yang akan dimasukkan sejumlah
yang diminta pada resep dan melepaskan semua tutupkapsul.
7) Membagi serbuk obat yang telah digerus ke semua cangkang kapsul samabanyak.
8) Menutup semua kapsul dengan tutupnya dan dimasukkan ke dalam plastikklip.
9) Menuliskan nama pasien, nomor resep, tanggal resep, cara minum sesuai resep (takaran, frekuensi, dan
waktu minum) dan informasi lain seperti “HARUS HABIS” untuk obat golongan antibiotik pada
etiketputih.
10) Etiket dimasukkan dalam plastik klip yang berisikapsul.
11) Diperiksa kembali (double check) kesesuaian jenis, jumlah, dan penulisan informasi pada etiket dengan
yang tertulis di resep serta dipastikan etiket tidaktertukar.
12) Dilakukan pemberian informasi (KIE) terkait khasiat, cara pakai, efek samping yang sering terjadi, cara
simpan, serta hal-hal lain yang harus dihindari pasien untuk mendukung proses penyembuhannya dengan
bahasa yang mudahdimengerti.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pembersihan alat peracikan untuk menjaga
kebersihan alat yang digunakan dalam peracikan dan menghindari terjadinya kontaminasi.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab atas pembersihan alat peracikan
PROSEDUR
1) Mencuci seluruh bagian dalam dan luar mortir serta stamper sampai sisa-sisa bahan hilang dan bersih
menggunakan alat cuci/spons.
2) Tiriskan di rak pengering alat.
3) Dilap dengan kain lap kering dan bersih.
4) Dibilas dengan alcohol 70% lalu setelah kering disimpan di rak penyimpanan khusus alat peracikan.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan ketika pasien ingin melakukan retur obat ke Apotek.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab dalam pereturan obat dari pasien
PROSEDUR
1) Memastikan bahwa perbekalan farmasi yang ingin di retur berasal/dibeli dari Apotek Banyuwangi dengan
meminta bukti pembelian (struk) kepadapasien.
2) Memastikan bahwa kondisi obat yang dikembalikan masih baik, tidak ada kerusakan, dan kemasan masih
tersegel tidakterbuka.
3) Menanyakan alasan pasien ingin meretur perbekalan farmasi yang telahdibeli.
4) Menggali informas terkait penyimpanan obat olehpasien.
5) Persetujuan pengembalian (retur) perbekalan farmasi hanya ditetapkan oleh APJ.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan retur Obat yang mendekati waktu Expired date/kadaluarsa dan obat yang
rusak saat diterima.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab dalam pereturan obat expired date/kadaluwarsa & rusak pada saat barang diterima.
PROSEDUR
1. Petugas Apotek memisahkan obat - obat yang sudah mendekati Expired date, agar tidak tercampur dengan
obat lain.
2. Tiga ( 3 ) bulan sebelum obat kadaluarsa /expired date, pihak apotek harus memberitahukan kepada pihak
PBF untuk di lakukan Retur obat.
3. Petugas apotek menyiapkan faktur obat, yang tertera no. batch yang sama dengan obat yang akan di retur.
4. Pihak PBF akan mengeluarkan Nota Retur.
5. Obat yang di retur ditukarkan dengan obat yang sama yang memiliki masa kadaluarsa lebih lama 3 (tiga)
tahun.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam penanganan obat yang ditarik olehdistributor farmasi dikarenakan kebijakan pemerintah,
gagal produksi atau Kejadian Luar Biasa (KLB) pada obat tersebut untuk menjaga keamanan pasien.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu personil yang ditunjuk
bertanggung jawab dalam pereturan obat karena obat recall dan karantina.
PROSEDUR
1. Membaca dengan cermat surat yang diterbitkan oleh distributor terkait dengan produk recall, jika
mempunyai produk yang terdapat disurat tersebut, cek melalui program aplikasi Apotek Sejahtera Medika
“Farmace” meliputi nama obat, kandungan, no. batch obat. Kemudian lakukan pemeriksaan fisik terhadap
produk tersebut. Bila ada, tarik dari lemari penyimpanan obat kemudian pisahkan dan siapkan produk yang
dimaksud beserta copy faktunya
2. Melakukan prosedur retur barang sesuai dengan SPO Penarikan Obat Kadaluarsa/Rusak
3. Buat salinan surat produk recall beserta Nota retur dan simpan sebagai arsip
4. Melakukan pencatatan Obat Retur recall disertai dengan poin.3
5. Petugas farmasi melakukan pencatatan mutasi keluar pada aplikasi
6. Petugas farmasi melakukan pengembalian kepada penyedia disertai berita acara pengembalian obat.
7. Menyimpan semua dokumen terkait produk recall di lemari terpisah.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan konseling dengan harapan supaya terjadi
perubahan perilaku penggunaan obat ke arah yang tepat dan rasional, mengoptimalkan tujuan terapi,
meminimalkan resiko reaksi obat yang tidak dikehendaki, dan menyelesaikan masalah terkait pengobatan yang
dihadapi pasien.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1) Membuka komunikasi antara Apoteker dengan pasien atau keluarga pasien.
a. Memperkenalkan diri
b. Memastikan identitas pasien seperti nama, jenis kelamin dst.
2) Mengidentifikasi dan membantu penyelesaian masalah terkait obat (dengan mempersiapkan referensi
terkait obat tersebut)
3) Menanyakan 3 pertanyaan kunci terkait terapi yang dijelaskan dokter kepada pasien dengan metode open
ended question. Untuk konseling dengan resep, digunakan three prime question:
a. Apa yang disampaikan dokter terkait terapi yang diberikan?
b. Bagaimana dokter menyampaikan cara penggunaan obat tersebut?
c. Apa hasil akhir yang diharapkan oleh dokter setelah menggunakan obat tersebut?
4) Memperagakan dan menjelaskan mengenai pemakaian sedian farmasi tertentu/khusus seperti suppositoria,
inhaler, obat tetes.
5) Memberikan kesimpulan atas keseluruhan pembahasan dalam konseling dan meminta pasien untuk
menyampaikan kembali kesimpulan tersebut sebagai indicator bahwa pasien memahami kegiatan konseling
tersebut.
6) Mengecek pemahaman pasien.
7) Melakukan pencatatan konseling pada format catatan pengobatan pasien dan format MESO jikalau
ada (mengacu SOP MESO).
8) Melakukan monitoring terapi obat pasien pra & pasca konseling secara langsung atau tidak langsung
(melalui telpon atau email).
No.
PEMBUATAN PMR (PATIENT MEDICATION
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA RECORD)
22/04/2025
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pembuatan Patient Medication Record (PMR).
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1) Memasukkan data pasien secara lengkap ke blanko PMR (nama lengkap, umur, jenis kelamin, alamat,
nomor telpon, ras/suku, dan nomor asuransi kesehatan).
2) Mencatat kondisi umum dan penyakit umum pasien.
3) Mencatat secara detail terkait riwayat :
pemeriksaan tanda-tanda vital dan pemeriksaan laboratorium
alergi
pengobatan (nama obat, dosis, kekuatan, lama pemakaian)
konseling
efek samping atau interaksi obat
ketergantungan obat tertentu
konsumsi rokok, minuman beralkohol, teh, kopi, dan lainnya
kesulitan mengkonsumsi bentuk sediaan tertentu
4) Blanko PMR terus diperbarui setiap kedatangan pasien.
5) Melakukan pengarsipan blanko PMR sesuai nama pasien secara alfabetis untuk memudahkan pencarian.
6) Menyimpan data dan informasi terkait pasien yang bersifat rahasia yang hanya dapat diakses oleh
internal/institusi tertentu.
7) Data dapat diberikan kepada dokter hanya atas persetujuan dari pasien.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pelayanan informasi obat supaya informasi yang
diberikan akurat, tidak bias, faktual, terkini, mudah dimengerti, etis, danbijaksana.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1) Infromasi yang diberikan meliputi: dosis, bentuk sediaan, formulasi khusus, rute dan metode pemberian
(frekuensi dan waktu pemberian), cara pakai alat kesehatan, farmakologi, terapeutik, efikasi, keamanan
penggunaan pada ibuhamil dan menyusui, efek samping, cara mengatasi efek samping, interaksi, stabilitas
(cara simpan), ketersediaan, harga, sifat fisika kimia obat, dan lain-lain.
2) Kegiatan pemberian informasi obat dilakukan melalui berbagai kegiatan sebagaiberikut:
a. Menjawab pertanyaan secara lisan maupun tulisan;
b. Membuat atau menempelkan poster atau buletin terkait obat maupun informasi kesehatan lain pada
dinding informasi.
c. Memberikan informasi dan mengedukasipasien terkait obat maupun informasi kesehatan lain.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pelayanan kefarmasian di rumah (home pharmacy
care) untuk memonitoring pengobatan pasien agar dicapai hasil terapi yang optimal sehingga terjadi
peningkatan kualitas hidup pasien.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1) Home Pharmacy Care bersifat rahasia dan dilakukan atas persetujuanpasien.
2) Menilai atau melakukan assessment masalah yang dialami pasien.
3) Mengidentifikasi kepatuhan pasien, bisa dilakukan dengan menanyakan sisaobat.
4) Melakukan pendampingan pengelolaan obat dan/atau alat kesehatan di rumah, misalnya cara pakai obat
asma. Jika pasien mudah lupa, apoteker bisa meminta bantuan anggota keluarga lain untuk mengingatkan
dan memastikan pasien meminum obat tepat waktu dengan cara pakai/minum yangtepat.
5) Melakukan konsultasi masalah obat atau kesehatan secaraumum.
6) Memonitoring pelaksanaan, efektivitas, dan keamanan penggunaan obat berdasarkan catatan
pengobatanpasien.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pemantauan terapi obat.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1) Kriteria pasien untuk kegiatan PTO yaitu anak-anak dan lansia, ibuhamil, dan menyusui; menerima obat
lebih dari 5 (lima) jenis; adanya multidiagnosis; pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati; menerima
obat dengan indeks terapi sempit; dan pasien menerima obat yang diketahui menyebabkan reaksi obat
yangmerugikan.
2) Kegiatan PTO dilakukan sebagaiberikut:
a. Pemilihan pasien yang memenuhi kriteria yang telahdisebutkan;
b. Menggali data riwayat pengobatan pasien (riwayat penyakit, riwayat penggunaan obat, dan riwayat alergi)
melalui wawancara dengan pasien atau keluarga pasien atau kenaga kesehatanlain;
c. Mengidentifikasi masalah terkait obat seperti adanya indikasi tetapi tidak diterapi, pemberian obat tanpa
indikasi, pemilihan obat yang tidak tepat, dosis terlalu tinggi atau rendah, terjadinya reaksi obat yang
tidak diinginkan atau interaksiobat;
d. Apoteker menentukan prioritas masalah sesuai kondisi pasien dan menentukan apakah masalah tersebut
sudah atau berpotensi akanterjadi;
e. Merekomendasikan atau memberikan rencana tidak lanjut berupa rencana pemantauan untuk memastikan
pencapaian efek terapi dan meminimalkan efek yang tidakdikehendaki;
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan monitoring efek samping obat (MESO).
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1) Kegiatan MESO berfokus pada penemuan efek samping obat (ESO) yang berat, tidak dikenal dan frekuensi
kejadiaannya jarang.
2) Kegiatan MESO bertujuan untuk meminimalkan resiko kejadian reaksi obat yang tidak diinginkan,
mengurangi atau menangani reaksi obat yang tidak diinginkan, dan mencegah terulangnya kejadian reaksi
obat yang tidakdiinginkan.
3) Kegiatan MESOdilakukan melalui kegiatan:
a. Identifikasi obat dan pasien yang mempunyai resiko tinggi mengalami efek sampingobat.
b. Pengisisan formulir MESO
c. Pelaporan ke Pusat MESONasional.
TUJUAN
Sebagai acuan pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pengendalian perbekalan farmasi untuk menghindari
terjadinya kelebihan, kekurangan, kekosongan, kerusakan, kadaluarsa, serta kehilangan perbekalan farmasi.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1) Kegiatan pengendalian dilakukan menggunakan kartu stok baik secara manual atau elektronik dengan
sistem tervalidasi, mudah ditelusuri, dan dapatdicetak.
2) Stock opname dilakukan setiap enam bulan sekali yakni pada bulan Juni dan Desember.
3) Kecuali untuk obat golongan narkotika dan psikotropika akan dilakukan pengecekan secara berkala
tiapbulan dan dilaporkan melalui SIPNAP.
4) Obat dan produk lain yang mendekati ED dibuatkan daftar agar memudahkan monitoring dan menghindari
penjualan barang ED ke konsumen secara tidaksengaja.
5) Jika memungkinkan, obat yang mendekati ED dapat ditukar ke PBF.
No.
PELAYANAN RESEP NARKOTIKA DAN
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA PSIKOTROPIKA
22/04/2025
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pelayanan resep yang mengandung obat golongan
narkotika dan psikotropika.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1) SKRINING RESEP
a. Melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi dan legalitas resep.
b. Melakukan pemeriksaan kesesuaian farmasetik, yaitu : bentuk sediaan, dosis, kekuatan, frekuensi,
stabilitas, inkompatibilitas,cara dan lama pemberian.
c. Mengkaji pertimbangan klinis, yaitu: adanya alergi, efek samping potensial, interaksi obat, kesesuaian
dosis.
d. Narkotika dan psikotropika hanya dapat diserahkan atas dasar resep asli rumah sakit, puskesmas, apotek
lainnya, balai pengobatan, dan dokter. Salinan resep narkotika dalam tulisan “iter” tidak boleh dilayani
sama sekali.
e. Salinan resep narkotika dan psikotropika yang baru dilayani sebagian atau yang belum dilayani sama
sekali hanya boleh dilayani oleh apotek yang menyimpan resep asli.
f. Mengkonsultasikan ke dokter tentang masalah resep apabila diperlukan.
2) PENYIAPAN
a. Menyiapkan obat sesuai permintaan dalam resep (jenis sediaan, kekuatan, jumlah).
b. Menutup dan mengembalikan wadah obat pada tempat semula.
c. Menuliskan jumlah obat yang telah diambil, no. resep, nama dokter penulis resep, dan paraf petugas
yang melayani pada buku catatan narkotika atau psikotropika, jika ada obat narkotika atau psikotropika
yang datang juga ditulis jumlah yang masuk.
d. Menulis namapasien, cara dan frekuensi pemakaian obat pada etiket sesuai resep.
e. Obat dimasukkan kedalam wadah yang sesuai dan dilakukan double check.
3) PENYERAHAN
a. Memanggil nama dan nomor tunggu pasien.
b. Mengecek identitas pasien.
c. Menyerahkan obat disertai dengan pemberian informasi obat.
d. Melakukan penyimpanan dan pendokumentasian resep narkotika.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pengecekan kesesuaian produk
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
Pencatatan keluar dan masuk obat yang dilakukan setiap hari dan dipastikan jumlahnya sama dengan cara
mencocokkan catatan stok obat dengan sisa obat secara fisik.
1. Petugas Apotek melakukan stock opname (SO) obat setiap 6 bulan sekali, pada akhir tanggal kalender.
2. Petugas Apotek menyiapkan berkas yang dibutuhkan untuk dilakukan SO obat diantaranya, cetak Form SO
dari Aplikasi Apotek, Kartu Stok, dan Berita Acara SO yang ditanda tangani oleh Apoteker Penanggung
Jawab.
3. Setiap Fisik obat harus di catat dalam :
- Form Stock Opname ( Manual & Aplikasi Apotek)
Berupa daftar obat dan alkes yang ada di Apotek, yang harus di isi jumlah fisik obat/alkes pada saat
perhitungan.
- Kartu Stock
Catat jumlah fisik obat dan tulis di kartu stock dengan di beri tanda spidol merah, di tulis tanggal dan
jam telah dilakukan stock opname, serta membubuhkan paraf di kartu stok.
- Jumlah fisik obat yang telah di hitung jumlahnya di sesuaikan dengan stok yang ada di Aplikasi Apotek.
5. Bila ada selisih, antara kartu stock, komputer/aplikasi dan fisik, di telusuri kekurangannya, dan di buat berita
acara yang ditandatangani oleh Apoteker serta dilaporkan kepada Pemilik Apotek.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pengarsipan faktur obat/ALKES yang sudah
diinput dalam Aplikasi Apotek, secara harian / pertanggal dengan tersusun rapih dan baik.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1. Petugas Apotek menyiapkan outner dan dituliskan masing – masing nama PBF nya.
2. Petugas Apotek mengumpulkan faktur setiap bulannya, yang sudah di input dalam Aplikasi Apotek.
3. Setelah faktur tersebut dikumpulkan lalu dipisahkan berdasarkan nama PBF nya
4. Penyusunan pengarsipan Faktur berdasarkan Nama PBF, sehingga memudahkan pencarian faktur pada saat
retur obat.
5. Peletakkan faktur dengan nama PBF yang sama disusun berdasarkan tanggal termuda sampai tanggal tertua
dalam 1 bulan tersebut.
6. Petugas Apotek harus dapat memastikan bahwa tidak ada faktur yang hilang dan semua sudah di input
dalam Aplikasi.
7. Faktur harus disimpan selama 5 (lima) tahun.
8. Bila umur Faktur sudah lebih dari 5 (lima) tahun, dilakukan pemusnahan faktur dengan membuat Berita
Acara pemusnahan Faktur.
No.
PENERIMAAN PERBEKALAN FARMASI UNTUK
APOTEK Tanggal berlaku
ELLENA FARMA OBAT KONSINYASI
22/04/2025
TUJUAN
Sebagai acuan dalam penerumaan perbekalan farmasi untuk obat konsinyasi
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1. Pelaksanaan dibantu oleh Tenaga Teknis Kefarmasian dan Staff
2. Apotek melakukan seleksi pemasok/distributor yang potensial untuk kerjasama konsinyasi.
3. Apotek dan pemasok/distributor membuat perjanjian kerjasama konsinyasi yang mencantumkan:
a. Jenis dan jumlah obat dan alkes yang akan dikonsinyasikan.
b. Harga jual dan harga beli obat dan alkes.
c. Periode konsinyasi.
d. Syarat dan ketentuan pengembalian obat dan alkes yang tidak terjual.
e. Mekanisme pelaporan dan pembayaran.
f. Sanksi jika terjadi pelanggaran perjanjian.
4. Melakukan pengecekan terkait dengan obat konsinyasi berupa izin edar obat sudah terdaftar di BPOM
dan kegunaan atau manfaat obat konsinyasi tersebut;
5. Melakukan pengecekan kesesuaian faktur dan obat yang diterima, meliputi : kecocokan nama obat,
bentuk, jumlah sediaan, no.batch dan tanggal ED; dan kondisi barang (rusak, pecah, tersegel atau tidak);
6. Apabila telah sesuai dibuat tanda terima konsinyasi rangkap dua yang ditandatangani oleh yang
menerima obat yaitu Apoteker atau Tenaga Teknis Kefarmasian dan yang menyerahkan obat disertai
nama jelas;
7. Apabila obat konsinyasi tersebut tidak terjual dalam jangka waktu satu bulan, maka obat tersebut
dikembalikan kepada perusahaan farmasi dengan bukti serah terima obat dan ditandatangani oleh yang
menyerahkan dan menerima obat atau barang konsinyasi dengan nama jelas;
8. Apabila obat konsinyasi tersebut terjual, maka perusahaan farmasi tersebut membuat faktur pembelian
seharga obat atau barang konsinyasi yang terjual;
9. Apotek membuat laporan penjualan konsinyasi secara berkala kepada pemasok/distributor sesuai dengan
ketentuan dalam perjanjian kerjasama.
10. Apotek melakukan pembayaran kepada pemasok/distributor berdasarkan laporan penjualan konsinyasi.
11. Apotek dan pemasok/distributor melakukan stock opname secara berkala untuk memastikan kesesuaian
antara catatan dan stok fisik.
TUJUAN
Tujuan Kalibrasi adalah untuk menentukan deviasi dan kebenaran nilai thermometer dan menjamin hasil
pengukuran serta menjaga kondisi alat untuk tetap sesuai dengan spesifikasi.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1. Prosedur Penanganan Permintaan
a. Pengesahan konsep surat penawaran. Sesudah dikaji ulang oleh manajer teknis/ deputi mutu, surat
penawaran disahkan oleh kepala bidang.
b. Kaji Ulang Kesepakatan / Kerjasama. Manajer teknismengkaji kesepakatan kerjasama, meliputi :
Biaya, PO (Purchase Order) dari pelanggan, kesepakatan waktupelaksanaan.
c. Persetujuan Kerjasama Pelaksanaan kalibrasi. Manajerteknis menentukan persetujuan
kerjasamadilaksanakannya kalibrasi dengan pelanggan bilamanasudah ada kesesuaian dengan
proses kaji ulang.
2. Prosedur Pelaksanaan Kalibrasi dilakukan sebagai berikut :
a. Kaji Ulang Alat
b. Manajer teknis / koordinator lab mengkaji ulang alat yang akan di kalibrasi meliputi kesesuaian
sebagai berikut : Ruang lingkup kalibrasi, Sumber DayaManusia (SDM), spesifikasi dan tingkat
kesulitan alatserta alokasi waktu dan tempat.
c. Penunjukkan Pelaksana
Bilamana sudah ada persetujuan kerjasamapelaksanaan kalibrasi dari pelanggan, manajer
teknismenugaskan personel lab. kalibrasi yang akanmelaksanakan kalibrasid.
d. Pengecekan
Dilakukan pengecekan terhadap alat-alat yang akandikalibrasi untuk mengetahui rusak atau tidak,
bilamana kondisi rusak maka tidak dapat dilakukankalibrasi.
e. Pelaksanaan Kalibrasi
Petugas melaksanakan kalibrasi terhadap peralatan yang sudah disepakati.
f. Pembuatan Laporan Hasil Kalibrasi Sementara (LHKS)
Data yang diperoleh pada saat melaksanakan kalibrasilangsung dicatat pada lembar LHKS untuk
diolahdengan komputer.
g. Evaluasi Laporan.
Laporan hasil kalibrasi di cek oleh pelaksana sebelumdiserahkan ke koordinator lab untuk di paraf.
Darikoordinator lab diperiksa oleh manajer teknish.
h. Pembuatan Sertifikat
Laporan kalibrasi yang telah disetujui oleh manajerteknis di buat Sertifikat Hasil Kalibrasi dan
disyahkanoleh manajer teknis. Bila manajer teknis berhalangandisahkan oleh kepala bidang atau
manajer mutu.
i. Penyerahan Sertifikat Hasil Kalibrasi
TUJUAN
Memastikan temperatur gudang penyimpanan barang terpantau dengan baik dan sesuai dengan persyaratan
yang ditentukan untuk produk yang disimpan didalamnya.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ)
PROSEDUR
1. Langkah Kerja
2. Pengamatan suhu dan kelembaban di ruang penyimpanan barang dilakukan secara berkala dan dicatat
di kartu pengamatan suhu, pengamatan dan pencatatan dilakukan oleh Tenaga Teknis Kefarmasian.
3. Pancatatan yang dilakukan harus seuai dengan angka yang ditunjukan oleh alat pengukur suhu dan
kelembaban
4. Tenaga Teknis Kefarmasian harus menandatangani kartu pengamatan suhu setiap kali selesai
melakukan pengamatan
5. Jika ditemukan ketidaksesuaian suhu dan kelembaban terhadap persyaratan yang ditetapkan, Tenaga
Teknis Kefarmasian harus memberikan keterangan pada kartu pengamatan suhu.
6. Jika ditemukan penyimpangan suhu terjadi terus menerus maka Tenaga Teknis Kefarmasian lapor
kepada Apoteker untuk diambil tindakan
7. apoteker menandatangani kartu kartu pencatatan suhu setiap hari sebagai bukti telah dilakukan
pengamatan suhu
8. apoteker harus memastikan alat pengukur suhu yang digunakan dalam keadaan berfungsi dengan baik
dan telah terkalibrasi
TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan dan pengawasan kegiatan penyimpanan obat /dan bahan obat serta
Fasilitas Penyimpanan harus terjaga kebersihan. Memastikan kebersihan diharuskan sebagai suatu kegiatan
preventive yang dilakukan setiap hari.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu oleh petugas yang diberi
tanggung jawab atas pelaksanaan kebersihan ruangan.
PROSEDUR
A. Lantai dan Dinding
1. Menyiapkan larutan desinfektan ke dalam ember
2. Mengisi ember pertama dengan air biasa, untuk membilas kain pel yang telah digunakan
3. Mencelupkan kain pel ke dalam ember kedua
4. Mengepel lantai dan melap dinding dengan bersih (dengan arah dari dalam keluar)
5. Membilas atau mencelupkan pel lantai atau lap yang telah digunakan ke dalam ember pertama,
bilas dan peras
6. Masukkan kembali ke dalam ember kedua dan pel lantai atau lap dinding yang belum
dibersihkan
7. Melakukan proses diatas berulang-ulang sampai semua lantai dan dinding bersih
8. Membuang air (ember pertama) dan cairan desinfektan (ember kedua) yang telah digunakan
9. Mencuci dan membersihkan semua ember yang digunakan, serta alat pel dan lap yang telah
digunakan
10. Menyimpan ember dan alat pembersih pada tempatnya, sambil ditiriskan.
B. Meja
1. Buang kotoran yang ada di atas meja ke dalam tong sampah
2. Semprot dengan alcohol 70 % dan lap dengan lap bersih (dengan satu arah)
3. Atau bersihkan dengan lap yang telah dibasahi dengan alcohol 70 %
C. Lemari
1. Memindahkan sediaan farmasi dan alat kesehatan di bagian yang akan dibersihkan ke dalam
kotak/box
2. Membuang kotoran yang ada di bagian lemari ke dalam tong sampah
3. Menyemprot dengan alkohol 70 % dan lap dengan lap bersih (dengan satu arah)
4. Atau membersihkan dengan lap yang telah dibasahi dengan alcohol 70 %
5. Mengembalikan sediaan farmasi dan alat kesehatan ke bagian yang telah dibersihkan
Dilaksanakan oleh Disetujui oleh
TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk mencegah terjadinya kesalahan pembacaan resep dokter dan mengurangi terjadinya
medication error.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu oleh petugas yang diberi
tanggung jawab atas pelaksanaan kebersihan ruangan.
PROSEDUR
1. Penerimaan resep dari pasien oleh petugas Apotek
2. Lakukan skrining resep
3. Jika resep tidak terbaca, lakukan konfirmasi pembacaan ulang oleh petugas apotek yang lain
4. Jika resep tetap tidak terbaca, lakukan konfirmasi pembacaan ulang kepada sejawat apoteker yang
lain
5. Jika selama 5 menit resep masih belum terbaca, lakukan konfirmasi ulang kepada dokter penulis
resep
6. Jika tidak ada respo dari dokter penulis resep, berikan ulang resepnya kepada pasien yang
bersangkutan disertai dengan penjelasan kepada pasien.
TUJUAN
Sebagai acuan Langkah-langkah dalam pembuatan salinan resep atau copy resep.
PENANGGUNG JAWAB
Apoteker Pengelola Apotek (APA) / Apoteker Penanggung Jawab (APJ) dibantu oleh petugas yang diberi
tanggung jawab atas pelaksanaan kebersihan ruangan.
PROSEDUR
A. Salinan resep bila obat tidak tersedia
- Petugas (Apoteker/TTK) menyalin nama obat bentuk sendiaan jumlah dan aturan minum
pada resep kedalam salinan resep
- Petugas (Apoteker/TTK) menandai pada salinan resep dengan tulisan nedet/nde (belum
diambil) pada item obat yang tidak tersedia dan detur/det (untuk obat yang sudah diambil)
- Mengecek ulang salinan resep dengan resep asli
- Petugas (Apoteker/TTK) memberikan tanda tangan atau paraf di bawah “pcc” yang artinya
dibuat sesuai dengan aslinya dan stemple apotek pada salinan resep