RR Kesehatan
RR Kesehatan
Form 1.a
CONTOH
REKAPITULASI HASIL KUESIONER PENILAIAN LINGKUNGAN PENGENDALIAN INTERN
CONTROL ENVIRONMENT EVALUATION (CEE)
Keterangan:
Kolom c diisi dengan jawaban responden
Ket Jawaban:
1 : Tidak Setuju/Belum ada/ belum dibangun
2 : Kurang Setuju/Telah dibangun/diterapkan, akan tetapi belum konsisten
3 : Setuju/Sudah dibangun atau diterapkan dengan baik, tapi masih bisa ditingkatkan
4 : dSangat
Kolom Setuju/Sudah
diisi dengan dibangun
simpulan atau diterapkan
hasil penilaian dengan
lingkungan baik dantiap
pengendalian dapat ditularkandan
pertanyaan ke kesimpulan
organisasi lain
tiap sub unsur lingkungan
pengendalian
Misal:
kesimpulan tiap pertanyaan :
"Memadai", apabila modus jawaban responden adalah 3 atau 4 dan "Kurang Memadai" apabila modus jawaban responden adalah 1
atau 2
kesimpulan sub unsur lingkungan pengendalian:
"Memadai", apabila seluruh simpulan tiap pertanyaan pada sub unsur tersebut telah "memadai, dan "kurang memadai" apabila
terdapat simpulan pertanyaan pada sub unsur tersebut yang "Kurang Memadai"
Lampiran 5
Form 1.b
Contoh CEELingkungan
Kondisi Kerentanan Berdasarkan Dokumen
Pengendalian Intern
LHP BPK No. Xxx -Pelayanan pasien BPJS di Kabupaten XYZ belum optimal
tanggal xxx tentang dan terdapat regulasi Dinas Kesehatan Kabupaten XYZ
4 Hasil Pemeriksaan atas Kepemimpinan yang kondusif
tidak berjalan sebagaimana mestinya yaitu ketentuan
Kinerja mengenai praktek Dokter
Penyelenggaraan JKN
*) Klasifikasi permasalahan menggunakan sub unsur Lingkungan Pengendalian dalam PP 60 Tahun 2008.
Keterangan :
Kolom a diisi dengan nomor urut
Kolom b diisi dengan sumber data
Kolom c diisi dengan uraian kelemahan jika berdasarkan data yang ada merupakan kelemahan, atau
Kolom d diisi dengan uraian kekuatan jika berdasarkan data yang ada merupakan kekuatan
Kolom e diisi dengan klasifikasi kelemahan/kekuatan sesuai sub unsur pada lingkungan pengendalian
Lampiran 5
Form 1.c
Simpulan Survei Persepsi atas Lingkungan Pengendalian Intern
Contoh
2 Komitmen terhadap Kurang Pegawai belum ditempatkan sesuai dengan Memadai Kurang Pegawai belum ditempatkan sesuai dengan
kompetensi Memadai kompetensi dan pengalaman Memadai kompetensi dan pengalaman
Kualifikasi dan kompetensi Dokter serta Kualifikasi dan kompetensi Dokter serta tenaga
tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten XYZ kesehatan di RSUD Kabupaten XYZ belum
belum memenuhi kebutuhan akan memenuhi kebutuhan akan pemberian pelayanan
pemberian pelayanan kesehatan di Era JKN kesehatan di Era JKN
3 Kepemimpinan yang Kurang Pelayanan pasien BPJS di Kabupaten XYZ Kurang - Pimpinan belum menetapkan Kurang - Pimpinan belum menetapkan kebijakan
kondusif Memadai belum optimal dan terdapat regulasi Dinas Memadai kebijakan pengelolaan risiko yang Memadai pengelolaan risiko yang memberikan kejelasan
Kesehatan Kabupaten XYZ tidak berjalan memberikan kejelasan arah arah pengelolaan risiko
sebagaimana mestinya yaitu ketentuan pengelolaan risiko - Rencana strategis dan rencana kerja pemda
mengenai praktek Dokter - Rencana strategis dan rencana belum menyajikan informasi mengenai risiko
kerja pemda belum menyajikan Pelayanan pasien BPJS di Kabupaten XYZ belum
Puskesmas belum sepenuhnya menyediakan informasi mengenai risiko optimal dan terdapat regulasi Dinas Kesehatan
seluruh kebutuhan farmasi untuk mendukung Kabupaten XYZ tidak berjalan sebagaimana
pelayanan kesehatan secara memadai mestinya yaitu ketentuan mengenai praktek
Dokter
6 Penyusunan dan Penerapan Kurang Pemerintah Kabupaten XYZ belum memiliki Kurang - Pemda belum menginternalisasi Kurang - Pemda belum menginternalisasi budaya sadar
Kebijakan yang Sehat Memadai strategi dalam pemenuhan dan Memadai budaya sadar risiko Memadai risiko
tentang Pembinaan SDM pendistribusian SDM kesehatan di Puskesmas - Belum terdapat pemberian reward - Belum terdapat pemberian reward dan/atau
Pemenuhan tenaga kesehatan di RSUD dan/atau punishment atas punishment atas pengelolaan risiko (Misalnya
Kabupaten XYZ belum memperhatikan tingkat pengelolaan risiko (Misalnya mempertimbangkan pertanggungjawaban
kebutuhan dalam pemberian pelayanan mempertimbangkan pengelolaan risiko dalam penilaian kinerja)
kesehatan pertanggungjawaban pengelolaan - Evaluasi kinerja pegawai belum dipertimbangkan
risiko dalam penilaian kinerja) dalam perhitungan penghasilan
- Evaluasi kinerja pegawai belum - anggaran pengembangan SDM belum memadai
dipertimbangkan dalam perhitungan Pemerintah Kabupaten XYZ belum memiliki strategi
penghasilan dalam pemenuhan dan pendistribusian SDM
- anggaran pengembangan SDM kesehatan di Puskesmas
belum memadai Pemenuhan tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten
XYZ belum memperhatikan tingkat kebutuhan dalam
pemberian pelayanan kesehatan
7 Perwujudan peran APIP Kurang Inspektorat Daerah belum melakukan audit Memadai Kurang Inspektorat Daerah belum melakukan audit kinerja
yang efektif Memadai kinerja atas penyelenggaraan urusan Memadai atas penyelenggaraan urusan kesehatan dalam
kesehatan dalam tingkat strategis tingkat strategis
Keterangan:
Kolom a diisi dengan nomor urut
Kolom b diisi dengan sub unsur pada lingkungan pengendalian
Kolom c diisi dengan simpulan penilaian awal CEE berdasarkan dokumen
Kolom d diisi dengan uraian simpulan penilaian awal CEE berdasarkan dokumen
Kolom e diisi dengan simpulan hasil survei persepsi
Kolom f diisi dengan uraian simpulan sesuai hasil survei persepsi
Kolom g diisi dengan simpulan sesuai hasil penilaian awal dan survei persepsi, jika hasil antara penilaian awal dan survei persepsi bertentangan, maka lakukan pendalaman atau lakukan professional judgement untuk
menyimpulkannya
Kolom h diisi dengan uraian kelemahan
Lampiran 5
Form 2a
CONTOH
PENETAPAN KONTEKS RISIKO STRATEGIS PEMDA
Penetapan konteks
Tujuan 3.2 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat
Risiko Strategis Pemda
Dinas Kesehatan
RSUD Kabupaten XYZ
Nama Dinas Terkait Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB)
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Usia Harapan Hidup adalah ditetentukan jumlah kematian bayi, jika angka
IKU Sasaran RPJMD kematian bayi besar, maka usia angka harapan rendah.
CONTOH
PENETAPAN KONTEKS RISIKO STRATEGIS OPD
Sasaran Strategis:
Tujuan, Sasaran, IKU Meningkatnya Keselamatan Ibu, Bayi, Anak dan Reproduksi
yang akan dilakukan
penilaian risiko IKU Strategis:
- Angka Kematian Ibu Melahirkan Per 100.000 Kelahiran Hidup
- Angka Kematian Bayi (AKB) Per 1000 Kelahiran Hidup"
Dst
Kabupaten XYZ, ....... September 2018
Kepala Dinas Kesehatan
...........................
CONTOH
PENETAPAN KONTEKS RISIKO OPERASIONAL OPD
n 2019-2023
an Dasar Bidang Kesehatan
Tahun 2019
esehatan masyarakat
ehatan Masyarakat
Gizi Masyarakat
n Pelayanan Kesehatan Anak Balita
n Pelayanan Kesehatan Lansia
n Keselamatan Ibu melahirkan dan anak
n (DAK NON FISIK) 7.455 ibu hamil
erpadu 30 orang peserta
pingan ibu hamil resiko tinggi dalam penggunaan
a salin dengan pelayanan darah pada sektor 50 orang peserta
...........................
Lampiran 5
Form 3.a
Sasaran 3.2.2 Meningkatnya Usia Penerapan Perilaku Hidup RSP.19 Kepala Belum tersedianya Sanitasi Internal C 1. Angka kejadian Penyakit Kepala Daerah
kualitas kesehatan masyarakat Harapan Bersih Sehat (PHBS) rendah .01.02. Daerah Total Berbasis Masyarakat Tidak Menular (PTM) tinggi Masyarakat
Hidup 01 (STBM) 2. Angka kejadian Penyakit OPD Terkait
(Tidak termasuk prioritas Menular tinggi
anggaran) 3. Angka stunting tinggi
Pelayanan kesehatan belum RSP.19 Kepala 1. Sarana prasarana belum Internal C AKI tinggi Kepala Daerah
memenuhi SPM Bidang .01.02. Daerah memadai AKB tinggi Masyarakat
Kesehatan 01 (Puskesmas PONED tidak Akaba OPD Terkait
tersedia,) Peningkatan kasus gizi
2. Jumlah tenaga buruk
kesehatan belum memadai Kasus HIV meningkat
(Tenaga laboratorium, Kasus TB meningkat
dokter, tenaga kesehatan) Angka kejadian Penyakit
Tidak Menular (PTM) tinggi
Angka kejadian Penyakit
Menular tinggi
Angka stunting tinggi
Keterangan:
Kolom a diisi dengan nomor urut
Kolom b diisi dengan tujuan strategis urusan wajib sebagai mana tercantum dalam RPJMD/Renstra
Kolom c diisi dengan indikator kinerja tujuan strategis
Kolom d diisi dengan uraian peristiwa yang merupakan risiko
Kolom e diisi dengan Kode risiko
Kolom f diisi dengan Pemilik risiko, pihak/unit yang bertanggung jawab/ berkepentingan untuk mengelola risiko
Kolom g diisi dengan penyebab timbulnya risiko. Untuk mempermudah identifikasi sebab risiko, sebab risiko bisa dikategorikan ke dalam : Man, Money, Method, Machine, dan Material
Kolom h diisi dengan sumber risiko (eksternal/internal)
Kolom i diisi dengan C, jika unit kerja mampu untuk mengendalikan penyebab risiko, atau UC jika unit kerja tidak mampu mengendalikan risiko
Kolom j diisi dengan uraian akibat yang ditimbulkan jika risiko benar-benar terjadi. Untuk mempermudah identifikasi dampak risiko, dampak risiko bisa dikategorikan ke dalam:
Keuangan, Kinerja, Reputasi dan Hukum
Kolom k diisi dengan pihak/unit yang menderita/terkena dampak jika risiko benar-benar terjadi
Lampiran 5
Form 3.b
3. Angka Kematian Balita Kualitas pelayanan APN tidak sesuai RSO.19.02 Kepala Kompetensi tenaga kesehatan Internal C Kepuasan masyarakat Dinkes
(AKaBa) Per 1000 Kelahiran SPM Kesehatan .02.02 Dinas tentang APN (bidan, dokter) rendah rendah RSUD
Hidup Kesehatan (TentangSDIDTK MTBS, neo natal kualitas dan efektivitas Masyarakat
esensial ) pelayanan rendah
4. Cakupan Pertolongan
Persalinan oleh Tenaga
Kesehatan yang memiliki Sarana pendukung ANC kurang RSO.19.02 Kepala - Alat pendukung ANC tidak Internal C Kualittas dan efektivitas Dinkes
Kompetensi Kebidanan memadai .02.03 Dinas dikalibrasi pelayanan rendah RSUD
Kesehatan '- Regen dan alat pendukung ANC Kepuasan masyarakat Masyarakat
5. Cakupan Pelayanan kurang rendah
Kesehatan Bayi '- Tenaga laboratorium di
Puskesmas kurang
Mutasi tenaga kesehatan terlatih RSO.19.02 Kepala Sistem kepegawaian Internal UC Kualittas dan efektivitas Dinkes
.02.04 Dinas pelayanan rendah RSUD
Kesehatan Kepuasan masyarakat Masyarakat
rendah
Keterangan:
Kolom a diisi dengan nomor urut
Kolom b diisi dengan tujuan strategis urusan wajib sebagai mana tercantum dalam RPJMD/Renstra
Kolom c diisi dengan indikator kinerja tujuan strategis
Kolom d diisi dengan uraian peristiwa yang merupakan risiko
Kolom e diisi dengan Kode risiko
Kolom f diisi dengan Pemilik risiko, pihak/unit yang bertanggung jawab/ berkepentingan untuk mengelola risiko
Kolom g diisi dengan penyebab timbulnya risiko. Untuk mempermudah identifikasi sebab risiko, sebab risiko bisa dikategorikan ke dalam : Man, Money, Method, Machine, dan Material
Kolom h diisi dengan sumber risiko (eksternal/internal)
Kolom i diisi dengan C, jika unit kerja mampu untuk mengendalikan penyebab risiko, atau UC jika unit kerja tidak mampu mengendalikan risiko
Kolom j diisi dengan uraian akibat yang ditimbulkan jika risiko benar-benar terjadi. Untuk mempermudah identifikasi dampak risiko, dampak risiko bisa dikategorikan ke dalam: Keuangan, Kinerja, Reputasi dan Hukum
Kolom k diisi dengan pihak/unit yang menderita/terkena dampak jika risiko benar-benar terjadi
Lampiran 5
Form 3.c
Pemantauan dan Kegagalan mengidentifikasi ROO.19.02. Kepala Dinas Evaluasi dilakukan terbatas pada Internal C Anggaran Jampersal tidak Dinas Kesehatan
evaluasi permasalahan 02.04 Kesehatan/ Kepala output (jumlah bumil miskin yang terserap 100%
Bidang Kesmas belum mempunyai jaminan kesehatan
lainnya terlayani jampersal)
Terlaksanany Perencanaan Data Ibu hamil miskin yang belum ROO.19.02. Kepala Dinas Kurangnya koordinasi dengan Dinas Internal C Perencanaan kurang tepat Kepala Derah
a Kegiatan memiliki jaminan kesehatan lainnya 02.05 Kesehatan/ Kepala Sosial Rumah sakit
dari kecamatan dan kelurahan belum Bidang Kesmas Masyarakat
ada
ROO.19.02. Kepala Dinas Tidak ada database Internal C Terhambatnya pelayanan Kepala Derah
Perhitungan kebutuhan dana tidak 02.06 Kesehatan/ Kepala Rumah sakit
tepat Bidang Kesmas Masyarakat
Pelaskanaan ROO.19.02. Kepala Dinas Tidak ada database Internal C Rendahnya kepuasan Kepala Derah
Adanya pasien yang masih dikenakan 02.07 Kesehatan/ Kepala masyarakat Rumah sakit
biaya oleh RS/Bidan (double claim) Bidang Kesmas Masyarakat
Pelaskanaan Proses cross check data dengan BPJS ROO.19.02. Kepala Dinas Kurangnya kordinasi Internal C Terhambatnya pelayanan Kepala Derah
dan Jamkeskot yang membutuhkan 02.08 Kesehatan/ Kepala Rumah sakit
waktu lama Bidang Kesmas Masyarakat
Keterangan
Kolom a diisi dengan nomor urut
Kolom b diisi dengan kegiatan, tujuan kegiatan, dan sasaran kegiatan sebagaimana tercantum dalam RKA SKPD
Kolom c diisi dengan indikator kinerja tujuan/sasaran kegiatan
Kolom d diisi dengan tahapan kegiatan
Kolom e diisi dengan uraian peristiwa yang merupakan risiko
Kolom f diisi dengan Kode risiko
Kolom g diisi dengan Pemilik risiko, pihak/unit yang bertanggung jawab/ berkepentingan untuk mengelola risiko
Kolom h diisi dengan penyebab timbulnya risiko, Untuk mempermudah identifikasi sebab risiko, sebab risiko bisa dikategorikan ke dalam : Man, Money, Method, Machine, dan Material
Kolom i diisi dengan sumber risiko (eksternal/internal)
Kolom j diisi dengan C, jika unit kerja mampu untuk mengendalikan penyebab risiko, atau UC jika unit kerja tidak mampu mengendalikan penyebab risiko
Kolom k diisi dengan uraian akibat yang ditimbulkan jika risiko benar-benar terjadi. Untuk mempermudah identifikasi dampak risiko, dampak risiko bisa dikategorikan ke dalam: Keuangan, Kinerja, Reputasi dan Hukum
Kolom l diisi dengan pihak/unit yang menderita/terkena dampak jika risiko benar-benar terjadi
Lampiran 5
Form 4
Keterangan:
Kolom a diisi dengan nomor urut
Kolom b diisi dngan risiko yang teridentifikasi sesuai lampiran 6a dan 6b
Kolom c diisi dengan kode risiko sesuai lampiran 6a dan 6b
Kolom d diisi dengan skala dampak berdasarkan perhitungan rataa-rata/modus skala dampak yang diberikan peserta diskusi
Kolom e diisi dengan skala kemungkinan berdasarkan perhitungan rata-rata/modus skala kemungkinan yang diberikan peserta
diskusi
Kolom f diisi dengan hasil perkalian antara skala dampak dan skala kemungkinan
Lampiran 5
Form 5
Keterangan
Kolom a diisi dengan nomor urut
Kolom b diisi dengan risiko prioritas
Kolom c diisi dengan kode risiko
Kolom d diisi dengan skala risiko (sesuai lampiran 7)
Kolom e diisi dengan pemilik risiko sesuai Lampiran 6a dan 6b
Kolom f diisi dengan penyebab sesuai Lampiran 6a dan 6b
Kolom g diisi dengan dampak sesuai dengan Lampiran 6a dan 6b
Formulir Kertas Kerja
Penilaian atas Kegiatan Pengendalian yang Ada dan Masih Dibutuhkan
a b c d
I Penegakan Integritas dan Nilai Etika
1 'Banyak terjadi pencopotan/mutasi pejabat Analisis/kajian kelemahan Inspektorat
daerah karena tersangkut kasus hukum pengendalian kepatuhan hukum
II Komitmen Terhadap Kompetensi
1 Pegawai belum ditempatkan sesuai dengan Penyusunan peta kompetensi dan BKPSDM
kompetensi dan pengalamani perbaikan SOP penempatan pegawai
2 Kualifikasi dan kompetensi Dokter serta Recruitmen dokter dan tenaga Dinas kesehatan
tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten XYZ kesehatan
belum memenuhi kebutuhan akan
pemberian pelayanan kesehatan di Era
JKN
Keterangan
Kolom a diisi dengan nomor urut
Kolom b diisi dengan kondisi lingkungan pengendalian yang kurang memadai
Kolom c diisi dengan perbaikan yang akan dilakukan
Kolom d diisi dengan pihak/unit penanggung jawab untuk menyelenggarakan kegiatan pengendalian
Kolom e diisi dengan target waktu penyelesaian RTP
Lampiran 5
Form 6
ih Dibutuhkan
Triwulan II 2019
Triwulan I 2019
Triwulan I 2019
Triwulan I 2019
Setiap bulan
Triwulan I 2019
Triwulan I 2019
Triwulan I 2019
Triwulan II 2019
Triwulan II 2019
Triwulan I 2019
alian
Lampiran 5
Form 7
Standar Pelayanan Prosedur pengendalian Evaluasi atas implementasi Kepala Dinas Triwulan II 2019
Puskemas belum dilaksanakan Standar Pelayanan
(Permenkes Nomor 75 Puskemas
Tahun 2014)
III Risiko Operasional Dinas
Kesehatan
1 Data ibu hamil miskin yang belum ROO.19.01. Juknis Penggunaan Prosedur pengendalian Evaluasi atas implementasi Kepala Bagian Triwulan II 2019
memiliki jaminan kesehatan lainnya 05.02 DAK Non Fisik belum dilaksanakan (Permenkes Nomor 3 Tahun
dari kecamatan dan kelurahan (Permenkes Nomor 3 2019)
belum ada Tahun 2019)
Keterangan
Kolom a diisi dengan nomor urut
Kolom b diisi dengan risiko prioritas
Kolom c diisi dengan kode risiko
Kolom d diisi dengan uraian pengendalian ‐pengendalian yang sudah ada/ terpasang. Agar diungkap tidak hanya nama SOP nya, Contoh SOP Pemeliharaan: Gedung
dibersihkan 2 kali sehari.
a b c d e f g
Dinas Kesehatan
1 Recruitmen tenaga honorer kesehatan Rapat Sekda/Bappeda Triwulan I 2019 Februari 2019
BKPSDM
Keterangan
Kolom a diisi dengan nomor urut
Kolom b diisi dengan Kegiatan Pengendalian yang Dibutuhkan
Kolom c diisi dengan Media/Bentuk Sarana Pengkomunikasian
Kolom d diisi dengan Penyedia Informasi
Kolom e diisi dengan Penerima Informasi
Kolom f diisi dengan Rencana Waktu Pelaksanaan
Kolom g diisi dengan Realisasi Waktu Pelaksanaan
Kolom h diisi dengan Keterangan tambahan
Lampiran 5
Form 8
Keterangan
Masalah/Risiko Baru:
……………………………………………….
Masalah/Risiko Baru:
……………………………………………….
Keterangan
Kolom a diisi dengan nomor urut
Kolom b diisi dengan risiko yang teridentifikasi
Kolom c diisi dengan kode risiko
Kolom d diisi dengan tanggal terjadinya risiko pada tahun berjalan
Kolom e diisi dengan penyebab peristiwa risiko saat terjadi pada tahun berjalan
Kolom f diisi dengan dampak peristiwa risiko pada tahun berjalan
Kolom g diisi dengan keterangan tambahan
Lampiran 5
Form 10
Keterangan
Telah
dilakanakan,
efektifitas RTP
belum dapat
diukur
Telah dilakanakan
dan
ditindaklanjuti
Telah dilakanakan
dan
ditindaklanjuti
Telah dilakanakan
dan
ditindaklanjuti