0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan7 halaman

Resep Dan Salinan Resep

Dokumen ini menjelaskan tentang resep dan salinan resep, termasuk definisi, komponen, dan pengelolaannya. Resep adalah permintaan tertulis dari dokter untuk menyediakan obat, sementara salinan resep adalah salinan yang dibuat oleh apotek yang mencakup informasi penting. Terdapat juga penjelasan mengenai resep untuk pengobatan segera, resep yang dapat diulang, dan cara pembuatan salinan resep.

Diunggah oleh

rizal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan7 halaman

Resep Dan Salinan Resep

Dokumen ini menjelaskan tentang resep dan salinan resep, termasuk definisi, komponen, dan pengelolaannya. Resep adalah permintaan tertulis dari dokter untuk menyediakan obat, sementara salinan resep adalah salinan yang dibuat oleh apotek yang mencakup informasi penting. Terdapat juga penjelasan mengenai resep untuk pengobatan segera, resep yang dapat diulang, dan cara pembuatan salinan resep.

Diunggah oleh

rizal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESEP DAN SALINAN RESEP

 RESEP
A. DEFINISI RESEP
Resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter, dokter gigi atau dokter hewan yang diberi ijin
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada apoteker pengelola apotek (APA)
untuk menyediakan dan menyerahkan obat-obatan bagi penderita.
Resep disebut juga formulae medicae, terdiri dari :
1. Formulae Officinalis
Yaitu resep yang tercantum dalam buku Farmakope atau buku lainnya dan merupakan standar (resep
standar).
2. Formulae Magistralis
Yaitu resep yang ditulis oleh dokter menurut pendapatnya sendiri, kadang-kadang merupakan
gabungan formula officinalis dengan penambahan/ pengurangan.
Resep selalu dimulai dengan tanda R/ yang artinya recipe (ambilah). Dibelakang tanda ini (R/)
biasanya baru tertera nama dan jumlah obat. Umumnya resep ditulis dalam bahasa latin.
Contoh bentuk resep dokter adalah sebagai berikut :

dr. YUSUF ALAM RAMADHAN


Dokter Umum
Jl. Ahmad Yani 48 Surabaya

Yang berhak menulis resep adalah :


1. Dokter
2. Dokter gigi (terbatas pada pengobatan gigi dan mulut)
Dokter gigi diberi izin menulis resep dari segala macam obat untuk pemakaian melalui mulut, injeksi
(parenteral), atau cara pemakaian lainnya, khusus untuk mengobati penyakit gigi dan mulut saja,
sedangkan pembiusan secara umum tetap dilarang bagi dokter gigi.
3. Dokter hewan (terbatas pada pengobatan hewan)
B. RESEP YANG LENGKAP
DOKTER KENANGA
SIP No. 100/Dinkes/1998
Jl. Kembang 10 telp 281000 Majalengka 1
Praktek : 07.00-09.00, tiap hari kerja

3 2
No. 001 Mjl, 17 Juli 2014
4
5 R/ Parasetamol 500 mg
GG 100 mg
6 CTM 2 mg 7
m.f. Pulv. dtd. No. X
StddPI

8 Paraf dokter

Pro : Nn. Saira


Umur : 18 tahun

Resep yang lengkap memuat :


1. Nama, alamat dan nomor izin praktek (SIP) dokter
2. Tanggal dan tempat penulisan resep
3. Tanda “R/” (Recipe = ambillah!)
4. Nama/komposisi obat dan jumlahnya
5. Perintah membuat obat (m.f. ......)
6. Aturan pakai (S = signa = tandai)
7. Tanda tangan/paraf dokter
8. Nama pasien, umur dan alamat. Untuk hewan : jenis hewan, umur dan alamat pemilik hewan

Pembagian suatu resep yang lengkap :


1. Tanggal dan tempat ditulisnya resep (inscriptio)
2. Aturan pakai dari obat yang tertulis (signatura)
3. Paraf/tanda tangan dokter yang menulis resep (subcriptio)
4. Tanda buka penulisan resep dengan R/ (invocatio)
5. Nama obat, jumlah dan cara membuatnya (praescriptio atau ordinatio)

C. KOMPONEN RESEP
Komponen resep menurut fungsi bahan obatnya terbagi atas :
1. Remidium Cardinale, adalah obat yang berkhasiat utama
2. Remidium Ajuvans, adalah obat yang berfungsi menunjang/membantu kerja bahan obat utama
3. Corrigens, adalah zat tambahan yang digunakan untuk memperbaiki warna, rasa dan bau dari
obat utama.
Corrigens dapat berupa :
a. Corrigens Actionis, digunakan untuk memperbaiki kerja zat utama
Contoh : Pulvis Doveri terdiri dari Kalii Sulfas, Ipacacuanhae radix, dan Opii Pulvis. Opii Pulvis
sebagai zat berkhasiat utama menyebabkan orang sukar buang air besar, karena
itu diberi Kalii Sulfas sebagai pencahar sekaligus memperbaiki kerja Opii Pulvis
tersebut.
b. Corrigens Odoris, digunakan untuk memperbaiki bau dari obat
Contoh : Oleum Cinnamomi dalam emulsi minyak ikan
c. Corrigens Saporis, digunakan untuk memperbaiki rasa obat
Contoh : Saccharosa atau Sirupus simplex untuk obat-obatan yang pahit rasanya
d. Corrigens Coloris, digunakan untuk memperbaiki warna obat
Contoh : Obat untuk anak diberi warna merah agar menarik untuk diminum
e. Corrigens Solubilis, digunakan untuk memperbaiki kelarutan dari obat utama
Contoh : Iodium dapat mudah larut dalam larutan pekat KI atau NaI
4. Constituens/Vehiculum/Exipiens, adalah bahan obat/zat tambahan yang dipakai sebagai bahan
pengisi dan pemberi bentuk, umumnya bersifat netral (inert).
Contoh : Laktosum pada serbuk, Amylum dan Talcum pada bedak tabur

Contoh resep berdasarkan fungsi bahan obatnya :


R/ Sulfadiazin 0,500 (Remidium Cardinale)
Bic. Natric 0,300 (Remidium Ajuvans)
Saccharum 0,100 (Corrigens Saporis)
Lact. 0,200 (Constituens)
m.f. Pulv. dtd. No. X
StddPI

D. RESEP UNTUK PENGOBATAN SEGERA


Untuk penderita yang memerlukan pengobatan segera dokter dapat memberi tanda :
Cito : segera
Urgent : penting
Statim : penting
P.I.M (Periculum In Mora) : berbahaya bila ditunda.
Tanda tersebut biasanya ditulis pada bagian kanan atas resep, maka apoteker harus
mendahulukan pelayanan resep ini termasuk resep antidotum.

E. RESEP YANG DAPAT DIULANG ATAU TIDAK DAPAT DIULANG


Bila dokter ingin agar resepnya dapat diulang, maka dalam resep ditulis Iteratie (Iter). Dan
ditulis berapa kali resep boleh diulang. Misalkan tertulis iteratie 3X, artinya resep dapat dilayani 1 + 3
kali ulangan = 4X.
Untuk resep yang mengandung narkotika, tidak dapat ditulis iteratie, artinya tidak dapat diulang
tetapi harus dengan resep baru.

F. PENGELOLAAN RESEP
 Resep yang telah dibuat, harus disimpan menurut urutan tanggal dan nomor penerimaan/pembuatan
resep.
 Resep yang mengandung narkotika harus dipisahkan dari resep lainnya, tandai dengan garis merah
di bawah nama obatnya.
 Resep harus disimpan sekurang-kurangnya selama 3 tahun.
 Resep yang telah disimpan melebihi 3 tahun dapat dimusnahkan dengan cara dibakar atau dengan
cara lain yang memadai.
 Pemusnahan resep dilakukan oleh Apoteker Pengelola Apotek (APA) bersama sekurang-kurangnya
seorang petugas apotek.
Pada pemusnahan resep harus dibuat Berita Acara Pemusnahan sesuai bentuk yang telah
ditentukan, dibuat rangkap empat dan ditandatangani oleh APA bersama dengan sekurang-
kurangnya seorang petugas apotek.
Berita acara pemusnahan itu berisi :
1. Tanggal pemusnahan resep
2. Cara pemusnahan resep
3. Jumlah bobot resep yang dimusnahkan dalam satuan kilogram
4. Tanggal resep yang terlama dan terbaru yang dimusnahkan
 Resep atau salinan resep hanya boleh diperlihatkan kepada :
a. Dokter penulis resep atau yang merawat penderita
b. Penderita sendiri (pasien)
c. Petugas kesehatan atau petugas lain yang berwenang menurut perundang-undangan yang
berlaku, contohnya petugas pengadilan bila diperlukan untuk suatu perkara.

 SALINAN RESEP
A. DEFINISI SALINAN RESEP
Salinan resep disebut juga apograph, exemplum, afschrif atau copy resep.
Salinan resep adalah salinan yang dibuat oleh apotek, selain memuat semua keterangan yang
terdapat dalam resep asli juga harus memuat :
1. Nama dan alamat apotek
2. Nama dan nomer izin (SIK) Apoteker Pengelola Apotek
3. Tanda tangan atau paraf Apoteker Pengelola Apotek
Apabila Apoteker Pengelola Apotek berhalangan melakukan tugasnya, penandatanganan atau
pencantuman paraf pada salinan resep yang dimaksud di atas dilakukan oleh Apoteker
Pendamping atau Apoteker Pengganti dengan mencantumkan nama terang dan status yang
bersangkutan.
4. Tanda det (detur) untuk obat yang sudah diserahkan dan tanda nedet (nedetur) untuk obat yang
belum diserahkan. Pada resep dengan tanda ITER …X diberi tanda detur orig/detur …..X
5. Nomor resep dan tanggal pembuatan

Salinan resep hanya boleh diperlihatkan kepada :


a. Dokter penulis resep
b. Penderita sendiri atau yang merawat penderita
c. Petugas kesehatan
d. Petugas lain yang berwenang menurut perundang-undangan yang berlaku

APOTEK BAHARI
Jl. Thamrin No. 3 Jakarta - Telp. 378945
APA : Drs. Bambang Hariyanto, Apt
SIK No. 1234/B

SALINAN RESEP

No : 259
Dari dokter : Joko Susilo
Tanggal : 5 Nopember 2013
Pro : Nn. Andriani, 20 thn
Contoh Salinan Resep :
R/ Amoxycillin 500 No. XII
S.3.d.d.I ----- det

R/ Ponstan FCT No. XII


S.p.r.n. I ----- nedet

Jakarta, 5 Nopember 2013


Cap apotek pcc

Tanda tangan APA


B. CARA MEMBUAT SALINAN RESEP
Salinan resep dibuat jika : a. Obat baru diambil/dibeli sebagian
b. Ada tanda “iter” (iteratie = diulang)
Contoh (untuk poin a) :

DOKTER KENANGA
SIP No. 100/Dinkes/1998
Jl. Kembang 10 telp 281000 Majalengka Buat salinan resep, jika :
Praktek : 07.00 - 09.00, tiap hari kerja 1. Amoksisilin diambil/dibeli semua dan Resep
puyer/serbuk tidak diambil
No. 05 Mjl, 17 Juli 2014 2. Amoksisilin diambil 9 tablet dan resep serbuk
diambil 15 bungkus
R/ Amoksisilin 500 mg tab. No. XII 3. Amoksisilin diambil setengahnya (6 tablet) dan resep
S 3 d d tab I puyer juga diambil setengahnya (10 bungkus)
Paraf dokter
R/ Parasetamol 500 mg
Catatan : Pasien datang ke apotek tanggal 18 Juli
GG 100 mg
CTM 2 mg 2013
m.f. Pulv. dtd. No. XX
S3ddPI
Paraf dokter
Pro : Nn. Saira
Umur : 18 tahun

Jawaban :
1) 2) APOTEK BAHARI
APOTEK BAHARI Jl. Thamrin No. 3 Majalengka - Telp. 378945
Jl. Thamrin No. 3 Majalengka - Telp. 378945 APA : Drs. Bambang Hariyanto, Apt
APA : Drs. Bambang Hariyanto, Apt SIK No. 1234/B
SIK No. 1234/B

SALINAN RESEP SALINAN RESEP

Salinan resep no. : 05 Salinan resep no. : 05


Dari dokter : dr. Kenanga Dari dokter : dr. Kenanga
Tanggal : 17 Juli 2014 Tanggal : 17 Juli 2014
Pro : Nn. Saira Pro : Nn. Saira

R/ Amoksisilin 500 mg tab. No. XII R/ Amoksisilin 500 mg tab. No. XII
S 3 d d tab I S 3 d d tab I
-----det -----det 9
R/ Parasetamol 500 mg R/ Parasetamol 500 mg
GG 100 mg GG 100 mg
CTM 2 mg CTM 2 mg
m.f. Pulv. dtd. No. XX m.f. Pulv. dtd. No. XX
S3ddPI S3ddPI
-----nedet -----det 15

Majalengka, 18 Juli 2014 Majalengka, 18 Juli 2014


Cap apotek pcc 2R/ Cap apotek pcc 2R/
Paraf APA Paraf APA

3)
APOTEK BAHARI APOTEK BAHARI
Jl. Thamrin No. 3 Majalengka - Telp. 378945 Jl. Thamrin No. 3 Majalengka - Telp. 378945
APA : Drs. Bambang Hariyanto, Apt APA : Drs. Bambang Hariyanto, Apt
SIK No. 1234/B SIK No. 1234/B

SALINAN RESEP SALINAN RESEP

Salinan resep no. : 05 Salinan resep no. : 05


Dari dokter : dr. Kenanga Dari dokter : dr. Kenanga
Contoh (untuk poin b) :

DOKTER KENANGA iter 1X


SIP No. 100/Dinkes/1998
Bagaimana membuat salinan resep/copy resep jika resep Jl. Kembang 10 telp 281000 Majalengka
disamping ini ada iter 1X (diulang 1X) dan obat dibeli Praktek : 07.00 - 09.00, tiap hari kerja
semua ?
No. 05 Mjl, 17 Juli 2014

R/ Amoksisilin 500 mg tab. No. XII


S 3 d d tab I
Paraf dokter
R/ Parasetamol 500 mg
GG 100 mg
CTM 2 mg
m.f. Pulv. dtd. No. XX
S3ddPI
Paraf dokter
Pro : Nn. Saira
Umur : 18 tahun
Alamat : Jl. A. Yani 88 Majalengka

Jawaban :

APOTEK BAHARI iter 1X APOTEK BAHARI iter 1X


Jl. Thamrin No. 3 Majalengka - Telp. 378945 Jl. Thamrin No. 3 Majalengka - Telp. 378945
APA : Drs. Bambang Hariyanto, Apt APA : Drs. Bambang Hariyanto, Apt
SIK No. 1234/B SIK No. 1234/B

SALINAN RESEP SALINAN RESEP

Salinan resep no. : 05 Salinan resep no. : 05


Dari dokter : dr. Kenanga Dari dokter : dr. Kenanga
Tanggal : 17 Juli 2014 Tanggal : 17 Juli 2014
Pro : Nn. Saira Pro : Nn. Saira

R/ Amoksisilin 500 mg tab. No. XII R/ Amoksisilin 500 mg tab. No. XII
S 3 d d tab I S 3 d d tab I
-----det 1X -----det.orig
R/ Parasetamol 500 mg R/ Parasetamol 500 mg
GG 100 mg GG 100 mg
CTM 2 mg CTM 2 mg
m.f. Pulv. dtd. No. XX m.f. Pulv. dtd. No. XX
S3ddPI S3ddPI
-----det 1X -----det.orig

Majalengka, 18 Juli 2014 Majalengka, 18 Juli 2014


Cap apotek pcc 2R/ Cap apotek pcc 2R/
Paraf APA Paraf APA

 Jika iter 1X, maka pasien dapat menebus obat tersebut 2X, yaitu dari :
1. Resep
2. Copy resep : det 1X atau det.orig
 Jika iter 2X, maka pasien dapat menebus obat tersebut 3X, yaitu dari :
1. Resep
2. Copy resep : det 1X atau det.orig
3. Copy resep : det 2X
 Jika iter 3X, maka pasien dapat menebus obat tersebut 4X, yaitu dari :
1. Resep
2. Copy resep : det 1X atau det.orig
3. Copy resep : det 2X
4. Copy resep : det 3X
Catatan :
Untuk obat golongan narkotika tidak boleh diulang (iter). Dan apotek hanya boleh melayani obat golongan narkotika berdasarkan
resep dokter, tidak boleh salinan resep/copy resep, kecuali salinan resep itu berasal dari apotek yang menyimpan resep narkotika
tersebut, dengan alasan bukan iter tapi baru diambil/dibeli sebagian.

Anda mungkin juga menyukai