STUDIO
PERANCANGAN
ARSITEKTUR 1
Private Villa
Semester Ganjil
2024/2025
AN & L INGKUP SP A1 • Judul Project: Private Villa
BATAS • Lokasi Bangunan : bebas (dekat pantai, bukit,
pegunungan, atau tepi aliran sungai dengan view yang
menarik)
• Fungsi Bangunan: Private Villa (dengan Fasilitas
Penunjang, Pool, dan Pos Security)
• Jumlah Lantai : 1 Lantai
• Massa bangunan: 1 bangunan
• Luas Lahan : 1000 m2
• Luas Bangunan : Maksimal 60% luas lahan atau
menyesuaikan KDB dan KLB
• Struktur : bangunan 1 Lantai
• Teknik gambar : Manual (sketsa)
à kesepakatan tim pengampu
KOMPETENSI
YANG DIHARAPKAN
• Menerapkan proses pembelajaran dalam perancangan
yang intuitif, studi kasus pada objek arsitektur
bangunan private 1 lantai, bermassa Tunggal.
• Mampu menerapkan pengetahuan tapak untuk
mendapatkan perancangan yang tepat sesuai
kebutuhan dan tuntutan fungsi bangunan
• Mampu menghasilkan rancangan bangunan yang
menitikberatkan pada kebutuhan ruang, civitas,
iklim, kondisi tapak, lansekap dan estetika.
KOMPETENSI
YANG DIHARAPKAN
• Mampu menganalisis permasalahan dan solusi
perancangan pada bangunan yang direncanakan.
• Mampu mencari dan mengolah data dan informasi lain,
untuk disusun menjadi ide dan konsep rancangan.
• Mampu mempertimbangkan penataan ruang luar
yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan.
• Mampu membuat gambar peracangan yang benar,
disertai pemilihan material yang tepat.
• Mampu menyajikan gambar presentasi yang
komunikatif,
KONTRAK PERKULIAHAN
1. PENGUMPULAN
Tugas dikumpulkan TEPAT WAKTU sesuai jadwal untuk semua
item (output) dan TIDAK ADA TOLERANSI KETERLAMBATAN.
2. ABSENSI
Minimal absensi 75% dari total 16 pertemuan dan wajib
mengikuti / mengumpulkan project UTS dan UAS.
3. ASISTENSI
WAJIB ASISTENSI DI KELAS, setiap output WAJIB melalui
PROSES ASISTENSI minimal 1X
KONTRAK PERKULIAHAN
4. KETENTUAN REMEDI
• Perbaikan (REMEDI) hanya berlaku untuk output yang telah
dikumpulkan dan TELAH DISETUJUI DALAM PROSES ASISTENSI.
• REMEDI hanya berlaku bagi mahasiswa dengan nilai SUB-CPMK
dibawah 65 (Nilai C).
• REMEDI difokuskan untuk PERBAIKAN, BUKAN MELENGKAPI
output yang belum dikumpulkan.
• Nilai maksimal untuk REMEDI SPA 1 untuk tiap SUB-CPMK adalah C.
• Durasi masa remedi menyesuaikan kebijakan dosen pengampu
masing-masing, dengan durasi maksimal tidak lebih dari 1 minggu.
• TIDAK ADA LAGI SPA BAYANGAN.
Aspek Penilaian
NO OUTPUT PRODUK SPA 1
1 STUDI PRESEDEN
Kelengkapan produk gambar
2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS TAPAK
3 PROGRAM RUANG Tugas Kecil (25%) 1. Gambar situasi (siteplan, layout
4 KONSEP RANCANGAN plan, tampak kawasan, potongan
kawasan)
5 DENAH
Evaluasi Tengah Semester 2. Gambar bangunan (denah,
6 LAYOUT PLAN
(25%) tampak, potongan)
7 SITEPLAN Draft gambar dikumpulkan di minggu ETS 3. Gambar perspektif (kawasan,
8 TAMPAK KAWASAN (2)
eksterior, interior)
9 POTONGAN KAWASAN (2)
Kualitas gambar
10 POTONGAN BANGUNAN (2)
11 TAMPAK BANGUNAN (4) 1. Kejelasan gambar (notasi gambar,
dimensi, furniture, dsb)
12 PERSPEKTIF INTERIOR
2. Keterangan pelengkap: nama
13 PERSPEKTIF EKSTERIOR gambar, skala, arah mata angin,
Tugas Besar (35%)
14 MAKET legenda / keterangan pendukung
lainnya
Evaluasi Akhir Semester (15%) 3. Penyajian gambar dengan tebal
tipis garis, hatch, warna dsb
1 2 3
Ruang Sirkulasi Estetika
Zonasi, dimensi, hubungan dan Alur, kesesuaian dengan Memenuhi prinsip-prisip desain
organisasi ruang fungsi private seperti skala, proporsi, dinamika
bentuk
4 5 6
Material Ruang luar/lansekap Struktur dan konstruksi
bangunan
Pemilihan material sesuai Penataan, zoning, Ketepatan logika struktur
dengan konsep/tema rancangan pengolahan tapak,
dan peruntukan softscape-hardscape
KRITERIA LAIN:
• Orientasi bangunan terhadap
KRITERIA PENILAIAN view
• Pengolahan tapak dan massa
bangunan
Timeline Project
MINGGU PROYEK OUTPUT
M1-M3 Studi preseden (Individu) Produk:
Pencarian alternatif lokasi (kelompok) Studi preseden dan pemilihan lokasi
Identifikasi dan analisis tapak (kelompok) (Dikumpulkan pada M2)
• Aksesibilitas
Identifikasi dan Analisis tapak
• Sirkulasi Zoning tapak
• View & Orientasi (Dikumpulkan pada M4)
• Kebisingan BOBOT : 15%
• Vegetasi & Landscape
• Tata Massa & Tampilan Bangunan
M4 Analisis program ruang (kelompok): Program ruang
(Dikumpulkan pada M5)
Analisa Kegiatan; Analisa Besaran Ruang; Analisa
Kebutuhan dan Persyaratan Ruang BOBOT : 10%
Catatan: setiap output wajib melalui proses asistensi (min) 1x
TUGAS KECIL – 25 %
Kelengkapan
Syarat Asistensi
Output
• Mahasiswa wajib
melakukan asistensi • Studi preseden;
Identifikasi dan
pada setiap output Analisis tapak dan
• Produk/output tidak zoning tapak : 15%
dapat dinilai jika belum
melalui proses • Program ruang :
10%
asistensi sebelumnya
(dibuktikan dengan
lembar asistensi
bertanda tangan)
MINGGU PROYEK OUTPUT
M5 Konsep desain (individu): Produk:
Konsep massa bangunan Konsep individu
Konsep ruang luar (Dikumpulkan pada saat ETS)
Konsep fasad bangunan
M6-7 Gambar skematik desain sesuai konsep Produk:
Blockplan dan gambaran umum
bentuk bangunan dalam penataan
tapak (draft denah dan layout)
(Dikumpulkan pada saat ETS)
M8 EVALUASI TENGAH SEMESTER / ETS Pengumpulan individu
Produk UTS: TOTAL BOBOT ETS : 25%
• Konsep massa bangunan Konsep : 10%
• Konsep fasad bangunan • Massa bangunan
• Konsep ruang luar • Konsep fasad bangunan
• Block plan • Konsep ruang luar
• Gambar draft denah dan layout
Block plan : 10%
Gambar draft denah dan layout :
5%
Catatan: setiap output wajib melalui proses asistensi (min) 1x
EVALUASI TENGAH SEMESTER
(ETS) – 25 %
Kelengkapan
Syarat Asistensi
Output
• Mahasiswa wajib
melakukan asistensi 1. Konsep : 10%
• Massa bangunan
pada setiap output • Konsep fasad
• Produk/output tidak bangunan
dapat dinilai jika • Konsep ruang luar
belum melalui proses
2. Block plan : 10%
asistensi sebelumnya
3. Gambar draft denah
(dibuktikan dengan dan layout : 5%
lembar asistensi
bertanda tangan)
MINGGU PROYEK OUTPUT
M9-11 Gambar final layout plan, site plan dan denah Semua produk dikumpulkan
saat jadwal EAS
M12-M14 Gambar tampak dan potongan
(kawasan dan bangunan) TOTAL BOBOT TUBES &
M15 Gambar perspektif EAS: 50%
- Gambar layout plan,
M16 Evaluasi Akhir Semester / EAS siteplan, denah, tampak,
dan potongan (25%)
Produk Gambar: - Gambar perspektif (10%)
- Gambar layout plan, siteplan, denah, - Maket (15%)
tampak, dan potongan (wajib 2D)
- Gambar perspektif
- Maket (ukuran alas disesuaikan dengan
kertas A2)
TUBES &
EVALUASI AKHIR SEMESTER
(EAS) – 50 %
Kelengkapan
Syarat Asistensi
Output
• Mahasiswa wajib melakukan
asistensi pada setiap output TUGAS BESAR:
• Produk/output tidak dapat • Gambar layout
dinilai jika belum melalui plan, siteplan,
proses asistensi sebelumnya denah, tampak, dan
(dibuktikan dengan lembar potongan (25%)
asistensi bertanda tangan) • Gambar perspektif
(10%)
• Maket tidak wajib diasistensi
• Maket dikumpulkan pada saat
UAS:
pelaksanaan UAS
• Maket (15%)
STANDAR OUTPUT
GAMBAR YANG SPA 1
DIHARAPKAN
GAMBAR SITEPLAN
KRITERIA PENJELASAN
Definisi Gambar situasi bangunan dari atas di tapak yang memperlihatkan bangunan
lengkap dengan atapnya serta area sekitar, yang memperjelas area tapak
terbangun dan tidak terbangun
Kualitas gambar yang - Gambar memperlihatkan situasi bangunan dan tapak terlihat dengan
diharapkan jelas disertai fungsi area sekitar
- Memiliki notasi-notasi dasar: dimensi, legenda, skala, judul gambar, arah
mata angin
- Memiliki kelengkapan utama: batas bangunan, batas tapak
- Memiliki kelengkapan pendukung: jalan utama, arah masuk dan keluar,
pohon/vegetasi, garis parkir, mobil
- Sirkulasi tapak-bangunan jelas dan terbaca (pejalan kaki & kendaraan),
bangunan di dalam tapak dan tidak menyisakan ruang negatif di tapak
- Memperlihatkan orientasi bangunan, bentuk bangunan, proporsi area
terbangun dan tidak terbangun
KUALITAS GAMBAR SITEPLAN
Contoh yang diharapkan
Catatan:
contoh yang diberikan belum sempurna karena masih belum memuat
dimensi, skala, nama gambar, dsb.
GAMBAR LAYOUT PLAN
KRITERIA PENJELASAN
Definisi Gambar situasi bangunan (denah lt 1) dari atas di tapak dan area sekitar yang dapat
menjelaskan keterkaitan ruang luar dan dalam
Kualitas gambar - Gambar bangunan dan tapak terlihat dengan jelas disertai fungsi area sekitar
- Memiliki notasi-notasi dasar: dimensi, legenda, skala, judul gambar, arah utara, nama
ruangan
- Memiliki kelengkapan utama: batas bangunan, batas tapak, perbedaan area luar dan
dalam, ruang-ruang terbaca
- Memiliki kelengkapan pendukung: jalan utama, arah masuk dan keluar, pohon/vegetasi,
garis parkir, mobil
Kualitas arsitektural - Pembagian zoning terlihat jelas
- Sirkulasi tapak-bangunan jelas dan terbaca, sirkulasi pejalan kaki dan kendaraan jelas,
dimensi ruang proporsional, tidak ada ruang negative
- Orientasi bangunan, bentuk bangunan
KUALITAS GAMBAR LAYOUT PLAN
Contoh yang diharapkan
Catatan:
contoh yang diberikan belum sempurna karena masih belum
memuat dimensi, skala, nama gambar, dsb.
GAMBAR DENAH
KRITERIA PENJELASAN
Definisi Tampak atas bangunan yang dipotong 1 meter dari tinggi bangunan
untuk menunjukan penataan ruang dan tata letak furniture dalam
ruang
Kualitas gambar - Gambar denah bangunan dibuat per lantai lengkap dengan
yang diharapkan penataan furniture
- Pembagian zonasi ruang, proporsi, dimensi ruang, hubungan
antar ruang dan alur sirkulasi jelas
- Memenuhi syarat notasi gambar dasar: dimensi bangunan,
legenda, skala, judul gambar, arah utara, nama ruang, dimensi
ruang, nama ruang, elevasi, garis potong dan keterangan
pendukung lainnya
- Memenuhi syarat notasi gambar utama: notasi dinding - pintu -
jendela, kolom, solid-void, dsb.
KUALITAS GAMBAR DENAH
Contoh yang diharapkan
GAMBAR POTONGAN
(KAWASAN & BANGUNAN)
KRITERIA PENJELASAN
Definisi Gambar potongan melintang dan membujur bangunan
Kualitas gambar - Area/bagian yang terpotong terlihat dengan jelas, ditandai
yang diharapkan dengan pewarnaan/garis lebih hitam dan gelap
- Memiliki notasi-notasi dasar: dimensi bangunan vertikal dan
horizontal, legenda, skala, judul gambar, nama ruang
- Memiliki kelengkapan utama: notasi dinding, pondasi, struktur
yang terpotong
- Memiliki kelengkapan pendukung: elevasi ruang, material
bangunan
- Bagian struktur yang terpotong benar dan jelas
- Detail keterangan menjadi nilai plus
KUALITAS GAMBAR POTONGAN
Contoh yang diharapkan
Catatan:
contoh yang diberikan belum
sempurna karena masih belum
memuat dimensi, skala, dan
keterangan lainnya
GAMBAR TAMPAK
(KAWASAN & BANGUNAN)
KRITERIA PENJELASAN
Definisi Gambar tampak bangunan dari 4 sisi yang berbeda
Kualitas gambar - Tampak bangunan menunjukkan estetika dan memperlihatkan
yang diharapkan bukaan (solid-void) bangunan
- Memiliki notasi-notasi dasar: dimensi bangunan horizontal, skala,
judul gambar, arsir tekstur/material
- Memiliki kelengkapan utama: notasi dinding pintu jendela, notasi
elemen pendukung bangunan (double skin fasad jika ada)
- Memiliki kelengkapan pendukung: elevasi ruang, gelap
terang/bayangan, manusia, pohon
- Bagian struktur yang terpotong benar dan jelas
- Detail keterangan menjadi nilai plus
KUALITAS GAMBAR TAMPAK
Contoh yang diharapkan
Catatan:
contoh yang diberikan belum
sempurna karena masih belum
memuat skala, nama gambar, dsb
GAMBAR PERSPEKTIF
(INTERIOR & EKSTERIOR)
KRITERIA PENJELASAN
Definisi Gambar suasana ruang dalam dan ruang luar bangunan
Kualitas gambar - Interior menunjukkan suasana ruang utama (manusia) dan
yang diharapkan eksterior menunjukkan suasana ruang luar (manusia & burung)
- Memiliki notasi-notasi dasar: nama gambar
- Memiliki kelengkapan utama: sudut pandang, furniture, suasana
yang akan dibangun, kejelasan material
- Memiliki kelengkapan pendukung: manusia, bayangan, langit,
pohon, dsb.
- Desain interior – eksterior memenuhi prinsip-prinsip desain
- Desain ruang luar memenuhi prinsip-prinsip desain
KUALITAS GAMBAR PERSPEKTIF INTERIOR
Contoh yang diharapkan
KUALITAS GAMBAR PERSPEKTIF EKSTERIOR
Contoh yang diharapkan
STANDAR OUTPUT MAKET SPA 1
YANG DIHARAPKAN
MAKET
KRITERIA PENJELASAN
Definisi Model 3D yang menjadi representatif hasil desain mahasiswa berupa
bangunan dan area sekitar dengan skala tertentu
Kualitas yang - Bangunan memiliki bukaan (pintu, jendela) yang dibuat dengan skala
diharapkan - Tinggi dan proporsi bangunan baik dengan area skeitar
- Menggunakan bahan sederhana namun dapat mempresentasikan
karya
- Ada skala pembanding berupa manusia/pohon/kendaraan
- Area hijau dan perkerasan terlihat jelas
- Ukuran maket minimal seluas tapak
- Berisi KOP yang memuat Ada nama mahasiswa, NIM, judul,
keterangan legenda, skala, dan arah utara
Kualitas MAKET
Contoh yang diharapkan
STUDI PRESEDEN DALAM ARSITEKTUR
• Preseden arsitektur mengidentifikasi pola dan
• Preseden arsitektur adalah sebuah tema yang sebelumnya sudah ada, dan kini
penilaian atau alat analisis untuk melatih berpeluang untuk membantu mewujudkan
kecakapan desain arsitektur dan bentuk atau desain arsitektur baru pada
memberikan karakter tertentu pada desain generasi selanjutnya
arsitektural seorang arsitek.
• Preseden bukan untuk membangkitkan gaya
• Preseden arsitektur memberikan tinjauan lama baik sebagian atau keseluruhan dari
terhadap desain masa lalu guna suatu desain bangunan yang sudah ada.
memberikan solusi sebagai dasar
penalaran dalam situasi desain saat ini, • Preseden arsitektur fokus pada cara berfikir
sehingga memunculkan suatu prinsip yang menekankan mengenai apa yang pada
design yang baru atau inovasi. dasarnya sama, bukan yang berbeda.
PENERAPAN STUDI PRESEDEN
Penerapan preseden pada proses mendesign suatu bangunan
terdiri dari tiga aspek yaitu;
1. Aspek Konseptual
Aspek konseptual yaitu menjadikan konsep yang terdapat
pada bangunan terdahulu sebagai contoh untuk konsep
bangunan yang akan didesain.
Dalam aspek konseptual, preseden arsitektur lebih terfokus
kepada teori-teori bentuk, proses transformasi dan
philosophy. Dalam analisisnya sebagai berikut:
a. Bagaimana implikasi konsep filosofis yang dimiliki.
b. Bagaimana merumuskan suatu konsep, yaitu gagasan
yang dapat menyatukan beberapa elemen dalam satu
kesatuan.
c. Bagaimana menanggapi tuntutan programatis, konteks
dan berbagai gagasan yang muncul.
PENERAPAN STUDI PRESEDEN
2. Aspek Progmatik
Aspek progmatig yaitu menjadikan program ruang yang
terdapat pada bangunan terdahulu sebagai contoh untuk
memprogram ruang pada bangunan yang akan di desain.
Aspek Programatik dalam preseden arsitektur terfokus
kepada tata ruang, konfigurasi, morfologi, geometri dan lay
out denah atau bangunannya sendiri. Dalam analisisnya
sebagai berikut:
a. Bagaimana membuat penzoningan, pengelompokan
fungsional
b. Bagaimana menata dan mengkaitkan ruang pakai
dengan sirkulasi.
c. Bagaimana membentuk ruang dan massa dalam
kaitannya dengan program dan fungsinya
PENERAPAN STUDI PRESEDEN
3. Aspek Formal
Aspek formal yaitu menjadikan langgam yang terdapat pada
bangunan terdahulu sebagai contoh untuk memberi ciri khas
/ langgam pada bangunan yang baru.
Aspek formal dalam preseden arsitektur terfokus kepada hal
formal seperti tapak, lingkungan, peraturan, ragam hias dan
sustainability. Dalam analisisnya sebagai berikut:
a. Menganalisis konstruksi geometris.
b. Menganalisis konfigurasi keruangan.
TUJUAN METODE PRESEDEN
Metode preseden digunakan dengan tujuan
agar sebuah karya arsitektural dapat berfungsi
dengan lebih baik sesuai dengan fungsi
bangunan terkait. Merancang dengan metode
preseden merupakan tidak hanya sekadar
meniru sebuah karya saja namun mencontoh
disertai dengan mengkaji apakah aspek aspek
dalam sebuah karya dapat dijadikan contoh atau
ada yang perlu dibenahi sesuai dengan
kebutuhan dalam mendesain sebuah karya
yang baru.
UMAH VILLA HATI
UMAH VILLA HATI
ARSITEK : STUDIO JENCQUEL
LUAS BANGUNAN : 400 M2
LUAS LAHAN : 4000 M2
LOKASI : SAYAN, UBUD-BALI (HUTAN DAN
SUNGAI AYUNG)
TAHUN : 2018
PHOTOGRAPHS : TOMMASO RIVA
Merupakan villa pribadi yang bersahaja, yang berani menjembatani
antara aspek timur dan barat. Desain villa menyatu dengan alam,
memberikan perasaan luas dan lega. Menggunakan material
berkualitas tinggi dan keahlian pekerjaan tingkat tinggi. Desain umah
villa memanfaatkan setting dan konteks alam sekitarnya, memancarkan
ketengan dari jantung rumah ke lingkungan sekitarnya
DENAH DAN TAMPAK
TERDIRI DARI :
- 3 RUANG TIDUR + TOILET
- RUANG RIAS
- RUANG TAMU
- RUANG MAKAN
- DAPUR BERSIH DAN KOTOR
- RUANG KARYAWAN
- POOL
VIEW DAN ORIENTASI
Pola masa bangunan berbentuk L (1 lantai) dengan
konsep desain perpaduan antara arsitektur vernakular
bali dan arsitektur modern.
Dalam gaya tradisional bali, mengadopsi banyak
bukaan pada bangunan villa yang berorientasi ke
alam. Sementara di area luar perletakan kolam view-
nya mengarah ke hutan lebat dan sungai ayung.
MATERIAL
Material-material lokal dipilih dengan cermat untuk proyek tersebut, termasuk
kayu ulin indonesia untuk rangka atap dan strukturnya. Figure yang menjadi
point adalah desain rangka atap yang diekspose.
Dibuat dengan pengerjaan pertukangan yang sangat rapi dan detail.
Kasau/usuk dibuat dari kayu bengkirai, diamplas halus dan dibiarkan alami
tanpa finishing. Teknik penyambungan jepang mengikat bubungan atap utama
dan penutup atap adalah dari bahan sirap kayu. Sementara anyaman rotan
dari dari sulawesi mengisi interior ruang dengan indah.
MATERIAL
Lantai ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi menggunakan marmer asia dan
italia yang eksotik. Lantai ruang tidur utama, kusen, dan pintu menggunakan kayu jati indonesia
yang kaya warna. Batang kayu jati berusia seabad dibuat menajdi meja rias di kamar mandi
utama lengkap dengan wastafel marmer di atasnya. Sementara di area luar dinding taman
terbuat dari batu lava kasar.
PROPORSI
Proporsi bangunan yang sederhana (skala manusia) menciptakan
suasana yang intim. Penampilan luar bangunan yang juga terlihat
sederhana seolah-olah menyembunyikan kerumitan pelaksanaannya.
PALERM HOUSE
ARSITEK : OHLAB
LUAS BANGUNAN : 590,4 M2
LOKASI : PEDESAAN LIORET DE VISTALEGRE,
SPANYOL
TAHUN : 2019
PHOTOGRAPHS : JOSE HEVIA
Palerm House merupakan proyek baru dekat dengan lokasi rumah pertanian
setempat di pedesaan lioret de vistalegre, yang berfungsi sebagai villa kecil untuk
berlibur. Konsep arsitektural bangunan terintegrasi dengan bijaksana terhadap
lingkungan sekitarnya, efisien secara ekonomis maupun pemakain energi.
DENAH
Bangunan direncanakan 1 lantai, dengan
bentuk massa memanjang dan bentuk atap
dengan kemiringan landai.
Lebar bangunan dikunci di 6 meter untuk
menekan biaya struktur tanpa kolom di
tengahnya.
Tata letak massa bangunan sejajar dengan
kemiringan site sehingga memungkinkan
semua kamar untuk mendapat view
pedesan dan pegunungan tramontana di
arah utara.
KONSEP BENTUK
Konsep bentuk adalah massa memanjang dengan perletakan sejajar dengan
kemiringan site. Volume bentuk dilubangi oleh kotak imajiner menciptakan
lubang di tengahnya yang berfungsi sebagai ruang tamu dan ruang makan yang
terbuka. Di sisi kedua bidang lubang tersebut terdapat teras beton overlap yang
menjadi penghubung ruang dalam ke lansekap.
Sementara di bagian atas teras tersebut dibuat pergola berkisi untuk
melindungi dari panas matahari sekaligus menyaring cahaya sehingga tercipta
permainan cahaya dan bayangan matahari.
TAMPAK
Melalui ruang keluarga dan ruang makan
yang terbuka lebar ke teras selatan kita
dapat memandang lansekap yang sengaja
dibuat dengan proporsi panorama
sinematografi (2.66:1).
Rasio ini membangkitkan citra pribadi yang
membawa kita kembali ke bioskop jaman
dulu, seolah-olah kita sedang menonton
tayangan panorama alam pedesaan dan
pegunungan melalui frame yang sengaja
dibentuk dari ruang keluarga dan teras di
sebelah selatan.
Di sisi utara bangunan terdapat kolam renang yang
juga menghadap ke arah view pedesaan dan area
terbuka yang luas.
MATERIAL
Material bangunan menggunakan bahan-bahan lokal seperti plesteran mortar kapur
pedesaan, genteng keramik lama yang digunakan kembali, ubin lokal, bebatuan setempat,
dll.
SISTEM PENGHAWAAN ALAMI
Bentuk bangunan dengan bukaan besar di dua sisi
selatan dan utara bangunan memaksimalkan
pencahayaan dan penghawaan alami ke dalam
bangunan.
Sistem cross ventilation memungkinkan pergerakan
udara maksimal sehingga ruangan dalam tetap terjaga
penghawaannya dan mengurangi hawa panas.
Solusi yang sederhana namun efektif baik dari segi
desain maupun efesiensi energi.
POTONGAN
Di sisi utara bangunan terdapat teras yang menjorok keluar di mana di bawahnya terdapat galian beton untuk
menampung air hujan. Pemanfaatan ini mengurangi ketergantungan terhdap pemakaian air tanah. Air hujan ini
dimanfaatkan untuk irigasi taman, mengisi tangki toilet, dan untuk kolam renang.
TUGAS MINGGU 1 SPA 1
TUGAS MINGGGU 1
• Mahasiswa membentuk kelompok yang
terdiri atas 5-6 orang
• Mahasiswa secara berkelompok melakukan
survey lokasi pada (minimal) 2 alternatif
lokasi
• Mahasiswa secara berkelompok melakukan
pembobotan lokasi (aksesibilitas lokasi,
kesesuaian RTRW, luas lahan, view, dsb)
• Mahasiswa secara individu melakukan studi
preseden bangunan sejenis (minimal 3
preseden)
• TUGAS DIKUMPULKAN DI SPADA paling
lambat pada H-1 PERKULIAHAN Minggu ke 2,
tanggal 27 Agustus 2024, pukul : 23.59