1 PB
1 PB
Abstract
Palu City, Central Sulawesi, is one of the regions in Indonesia that has experienced liquefaction. Liquefaction is a
phenomenon when the soil loses strength due to a sudden change in stress. Liquefaction in Palu City is caused by
the area dominated by alluvium and the soil is saturated with water due to the earthquake. Liquefaction in Palu City
caused damage to infrastructure and caused casualties. On this basis, a map of the liquefaction hazard risk of the
city of Palu was made. The data used in this study are administrative and population maps, groundwater productivity
maps, rock types maps, earthquake hazard maps, groundwater depth maps, and rock age maps. The method used in
this research is the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine the priority weight of the parameters
used. Then the Weighted Overlay method is used in the GIS processing software to combine maps in an overlapping
manner based on the priority weights that have been obtained. So it is known that the liquefaction hazard zone of
Palu city is divided into 5 classes, namely very high, high, medium, low and very low liquefaction risk classes. The
map is expected to provide information on areas that have the potential to experience liquefaction in Palu City. This
map is also expected to be used to improve the effectiveness of disaster mitigation management,and can be used as
a consideration for the government in carrying out national development.
Abstrak
Kota Palu, Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang pernah mengalami likuifaksi. Likuifaksi
adalah fenomena ketika tanah kehilangan kekuatan akibat adanya perubahan tegangan secara mendadak. Likuifaksi
di Kota Palu disebabkan karena wilayah yang didominasi oleh aluvium, serta tanah yang jenuh air akibat adanya
gempa bumi. Likuifaksi di Kota Palu menyebabkan rusaknya infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa. Atas dasar
tersebut, maka dibuat peta risiko bahaya likuifaksi Kota Palu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah peta
administrasi dan populasi, peta produktivitas air tanah, peta jenis batuan, peta rawan gempa, peta kedalaman air tanah,
dan peta umur batuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Analytical Hierarchy Process
(AHP) untuk mengetahui bobot prioritas dari parameter yang digunakan. Lalu digunakan Metode Weighted
Overlay pada perangkat lunak pengolah SIG untuk menggabungkan peta secara tumpang susun berdasarkan bobot
prioritas yang telah didapat. Sehingga diketahui zona bahaya likuifaksi Kota Palu yang dibagi menjadi 5 kelas, yaitu
kelas risiko likuifaksi sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Peta tersebut diharapkan dapat
memberikan informasi mengenai wilayah yang berpotensi mengalami likuifaksi di Kota Palu. Peta ini juga diharapkan
dapat digunakan untuk meningkatkan keefektifan manajemen mitigasi bencana, serta dapat dijadikan pertimbangan
pemerintah dalam melakukan pengembangan nasional.
1
Jurnal Teknik Geologi: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Vol. 6 No. 1, hal. 1-10, Juni 2023
Teknik Geologi Universitas Mulawarman
merupakan sesar aktif yang banyak dijumpai maka bisa membantu dalam hal pemetaan
disekitar lembah Palu. Sulawesi Tengah daerah rawan likuifaksi. Volume air yang
merupakan bagian dari tektonik aktif, daerah ini tinggi menandakan bahwa area tersebut
merupakan bagian subduksi yang menghasilkan memiliki produktivitas yang tinggi. Area
fenomena geologi seperti aktivitas vulkanisme dengan produktivitas tinggi akan lebih
dan tektonik rentan terhadap peristiwa likuifaksi.
Secara keseluruhan, proses penelitian ini nilai matriks per baris dan dirata-
dijelaskan dalam diagram alir penelitian berikut: ratakan.
3. Setelah mendapatkan bobot, maka harus
dicek apakah bobot yang diperoleh
masih dalam preferensi yang logis,
yaitu dengan menghitung nilai rasio
konsistensi. Pada penelitian ini,
didapatkan bahwa nilai rasio
konsistensi adalah 0,09. Agar data dapat
dikategorikan sebagai data yang bagus
dan dapat diterima, maka CR<10%
(Misbahudin, Abdullah Husna, Rusdi
Toriq, 2017).
4. Lalu, dilakukan skoring, yaitu
memberikan skor pada setiap kelas di
masing-masing peta. Skor tertinggi
menunjukkan bahwa kelas tersebut
paling berpengaruh dalam
menyebabkan likuifaksi. Sementara
skor terendah menunjukkan bahwa
kelas tersebut paling tidak berpengaruh
terhadap likuifaksi. Hasil perhitungan
AHP dapat dilihat pada Tabel 2.
Gambar 1. Diagram alir penelitian
Tabel 2. Hasil perhitungan menggunakan metode AHP menentukan posisi, dan luas wilayah,
Parameter Kelas Skor Bobot terutama pada batas-batas yang berubah
secara gradual seperti penutupan lahan.
Peta Umur Quaternary 5 0,11
Batuan Kelima peta tersebut di overlay dengan
Neogene 3 menggunakan bobot dan skor yang telah
Pra-tertiary 1 ditentukan. Sehingga didapatkan peta
Peta Jenis Akuifer 5 0,25 potensi likuifaksi Kota Palu. Setelah itu,
Lapisan Air Bebas dilakukan overlay lagi dengan peta
Akuitar & administrasi dan populasi. Kegunaan dari
3
Akuifer Semi overlay dengan peta administrasi dan
Tertekan populasi adalah untuk menganalisis
Akuitar & 1 seberapa besar resiko dan kerugian yang
Batuan ditimbulkan dilihat dari jumlah populasi
Dasar yang ada dalam setiap kelas kerawanan.
Peta Jenis Surficial 5 0,23 Sehingga diperoleh peta risiko likuifaksi
Batuan Deposite Kota Palu.
Batuan 4
Vulkanik HASIL DAN PEMBAHASAN
Batuan 3 Peta Parameter-Parameter Likuifaksi
Sedimen
Batuan 2
Metamorf
Intrusi dan 1
Batuan Beku
Peta Kawasan Tinggi 5 0,32
Rawan
Menengah -
Bencana
Gempa Bumi Rendah -
Peta Tinggi 5 0,09
Produktivitas
Sedang 3
Air Tanah
Kecil 1 Gambar 2. Peta kawasan rawan bencana gempa
bumi Kota Palu, Sulawesi Selatan 2021
Metode Overlay
Overlay adalah proses menggabungkan peta
dalam perangkat lunak pengolah SIG untuk
menghasilkan suatu informasi baru. Dalam
penelitian ini, peta yang digabungkan adalah peta
kedalaman muka air tanah, peta produktivitas air
tanah, peta kawasan rawan bencana gempa bumi,
peta jenis batuan, dan peta umur batuan. Sebelum
melakukan overlay, kelima peta harus disamakan
resolusinya, dalam penelitian ini digunakan
resolusi 30m x 30m karena resolusi tersebut
dianggap tidak terlalu besar, sehingga besar Gambar 3. Peta jenis lapisan air tanah Kota Palu,
penyimpanannya juga tidak terlalu besar, namun Sulawesi Tengah 2021
masih representatif serta akurat dalam
5
Jurnal Teknik Geologi: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Vol. 6 No. 1, hal. 1-10, Juni 2023
Teknik Geologi Universitas Mulawarman
umumnya memiliki kedalaman muka air tanah batuan, jenis lapisan air tanah,
kurang dari 5 m di bawah muka air tanah setempat produktivitas air tanah dan kerawanan
dengan debit mencapai lebih dari 50 liter/detik. terhadap bencana gempa bumi.
Saat terjadi gempa, maka muka air tanah dengan Berdasarkan hasil penelitian yang
kedalaman dangkal akan sangat terpengaruh dan dilakukan, terdapat lima pembagian kelas
lebih mudah untuk naik ke permukaan. untuk mengetahui seberapa besar potensi
Sedangkan daerah dengan produktivitas air terjadinya likuifaksi di Kota Palu, Sulawesi
tanah sedang dengan kedalaman 50-70 m, serta Selatan. Lima pembagian kelas tersebut
daerah dengan produktivitas air tanah kecil tidak antara lain kelas sangat tinggi, kelas tinggi,
terlalu berpengaruh dalam menyebabkan kelas sedang, kelas rendah dan kelas sangat
likuifaksi di kota Palu. Pada Gambar 6, daerah rendah. Daerah-daerah yang termasuk ke
dengan umur batuan quaternary biasanya belum dalam kelas sangat tinggi, umumnya
terkompaksi dengan baik, sehingga memiliki tersusun atas jenis batuan berupa surficial
kekuatan yang rendah. Apabila terjadi aktivitas deposite dengan umur batuan Quaternary,
kegempaan, maka batuan berumur muda akan merupakan area akuifer bebas dengan
sangat mudah terpengaruh dan kehilangan produktivitas air sedang-tinggi dan juga
kekuatannya. memiliki kerawanan sangat tinggi terhadap
gempa bumi. Daerah yang termasuk ke
Peta Risiko Bahaya Likuifaksi dalam kelas ini yaitu Palu Timur, Palu
Peta potensi bahaya likuifaksi dihasilkan dari Barat, Tatanga, sebagian daerah di Palu
semua parameter meliputi jenis batuan, umur Utara dan juga daerah Palu Selatan.
7
Jurnal Teknik Geologi: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Vol. 6 No. 1, hal. 1-10, Juni 2023
Teknik Geologi Universitas Mulawarman
Pada kelas tinggi, daerah tersebut tersusun atas Validasi Peta Bahaya Likuifaksi
jenis batuan berupa batuan sedimen dengan Berdasarkan validasi dengan Peta Zona
umur batuan Neogene, memiliki jenis lapisan air Ruang Rawan Bencana Palu dan sekitarnya,
tanah akuitar dan akuifer semi tertekan dengan kedua peta tersebut menunjukkan persebaran
produktivitas air tinggi serta memiliki kerawanan kelas risiko likuifaksi yang sebagian besar
yang tinggi terhadap gempa bumi. Daerah pada sama. Pada kedua peta, daerah Palu Barat,
kelas ini meliputi sebagian daerah Mantikulore. Tatanga, dan sebagian Ulujati memiliki
Pada kelas sedang, daerah-daerah tersebut tersusun kerawanan sangat tinggi. Sementara untuk
atas jenis batuan berupa batuan sedimen dengan daerah Mantikulore, pada penelitian ini
umur batuan Neogene, memiliki jenis lapisan air menunjukkan daerah dengan tingkat
tanah akuitar dan akuifer semi tertekan dengan kerawanan tinggi, sedang, dan rendah.
produktivitas air kecil serta memiliki kerawanan Setelah divalidasi, berdasarkan Peta Zona
yang tinggi terhadap gempa bumi. Daerah yang Ruang Rawan Bencana Palu dan sekitarnya,
termasuk kedalam kelas ini yaitu Tawaeli, sebagian daerah Mantikulore juga memiliki risiko
daerah Palu Utara dan sebagian daerah Mantikulore. likuifaksi tinggi dan sedang. Berdasarkan
Pada kelas rendah, daerah-daerah tersebut tersusun penelitian ini daerah Palu Utara memiliki
atas jenis batuan berupa batuan vulkanik dan batuan risiko likuifaksi sangat tinggi dan tinggi.
metamorf dengan umur batuan Pre-Tertiary, Sementara pada Peta Zona Ruang Rawan
memiliki jenis lapisan air tanah akuitar dan batuan Bencana Palu, daerah Palu Utara memiliki
dasar dengan produktivitas air tanah kecil serta risiko sedang hingga tinggi. Kemudian,
memiliki kerawanan yang tinggi terhadap gempa pada kedua peta tersebut tidak ada daerah
bumi. Daerah yang termasuk ke dalam kelas rendah yang memiliki risiko likuifaksi sangat
diantaranya daerah Ulujadi dan Mantikulore. Pada rendah. Oleh karena itu, metode AHP dan
daerah kota Palu sendiri tidak terdapat daerah yang parameter yang digunakan dalam penelitian
termasuk ke dalam kelas sangat rendah ini dapat dinilai cukup akurat dalam
berdasarkan beberapa parameter yang digunakan memetakan potensi bahaya likuifaksi pada
dalam penelitian ini. kota Palu.
Gambar 8. Peta Zona Ruang Rawan Bencana Palu dan sekitarnya (Geoportal Sulawesi Tengah, 2018)
8
Jurnal Teknik Geologi: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Vol. 5 No. 1, hal. 9-18, Juni 2022
Teknik Geologi Universitas Mulawarman
KESIMPULAN SARAN
Adapun kesimpulan dari penulisan paper ini Adapun saran dari penulisan paper ini adalah
adalah sebagai berikut : dengan adanya Peta Potensi Likuifaksi Kota Palu
1. Peta risiko likuifaksi diklasifikasikan Sulawesi Tengah, diharapkan dapat menjadi
menjadi 5 tingkat, yaitu risiko sangat tinggi, pertimbangan dalam meningkatkan upaya
tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. mitigasi bencana likuifaksi di daerah ini oleh
2. Berdasarkan peta tersebut, Kota Palu pemerintah dan BNPB setempat. Peta ini dapat
didominasi dengan risiko likuifaksi rendah. pula menjadi bahan edukasi masyarakat setempat
Namun, yang perlu menjadi perhatian untuk mengetahui kerawanan likuifaksi di
adalah daerah dengan risiko sangat tinggi daerahnya. Perlu adanya kerjasama antara
dan tinggi. Meliputi Palu Timur, Palu Barat, pemerintah dan masyarakat dalam
Tatanga, sebagian daerah di Palu Utara, Palu menanggulangi bencana likuifaksi serta dalam
Selatan dan Mantikulore. upaya peningkatan pembangunan kedepannya.
3. Nilai CR (Consistency Ratio) pada
penentuan pembobotan parameter peta UCAPAN TERIMA KASIH
potensi bahaya likuifaksi bernilai 0,09 Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang
(dapat diterima). telah memberikan kemudahan dalam penulisan
4. Berdasarkan validasi antara Peta Risiko paper ini sehingga kami dapat menyelesaikan
Bahaya Likuifaksi yang telah dibuat dengan penilitian ini sampai selesai. Terimakasih kepada
Peta Zona Ruang Rawan Bencana Palu, kedua orangtua kami yang telah memberikan doa
didapatkan persebaran daerah dengan risiko dan dukungan. Serta kepada Bapak Kaprodi
likuifaksi yang sama. Sehingga metode Teknik Geologi Universitas Pertamina, Rio
AHP dan parameter yang digunakan dalam Priandri Nugroho, M.MinRes yang telah
penelitian ini dapat dinilai cukup akurat memberikan kesempatan kami menjadi
dalam memetakan potensi bahaya likuifaksi perwakilan prodi. Serta kepada seluruh dosen,
pada kota Palu. rekan, dan Himpunan Mahasiswa Teknik
5. Peta risiko likuifaksi diklasifikasikan Geologi Mahandraga yang telah memberikan
menjadi 5 tingkat, yaitu risiko sangat tinggi, ilmu dan pengalaman di bidang geologi, sehingga
tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. menjadi bekal kami dalam menulis paper ini,
6. Berdasarkan peta tersebut, Kota Palu terimakasih atas segala dukungannya.
didominasi dengan risiko likuifaksi rendah.
Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah DAFTAR PUSTAKA
daerah dengan risiko sangat tinggi dan tinggi. BNPB. 2018. Informasi Kebencanaan Bulanan
Meliputi Palu Timur, Palu Barat, Tatanga, Teraktual. Badan Nasional
sebagian daerah di Palu Utara, Palu Selatan Penanggulangan Bencana, Jakarta
dan Mantikulore.
7. Nilai CR (Consistency Ratio) pada Hall, R. & Wilson. M. E. J. 2000. Neogene
penentuan pembobotan parameter peta Sutures in Eastern Indonesia. Journal of
potensi bahaya likuifaksi bernilai 0,09 (dapat Asian earth Sciences. 18, 781-808.
diterima).
8. Berdasarkan validasi antara Peta Risiko Husna, A., Marwantho, A., Misbahudin, Toriq,
Bahaya Likuifaksi yang telah dibuat dengan Rusdi. 2017. Analisis Kerentanan
Peta Zona Ruang Rawan Bencana Palu, Longsoran Menggunakan Proses Hirarki
didapatkan persebaran daerah dengan risiko Analitik di Daerah Sukatani dan
likuifaksi yang sama. Sehingga metode Sekitarnya, Kabupaten Purwakarta, Jawa
AHP dan parameter yang digunakan dalam Barat. Jurnal Lingkungan dan Bencana
penelitian ini dapat dinilai cukup akurat Geologi, Vol. 8 No. 1, April 2017: 19 -
dalam memetakan potensi bahaya likuifaksi 30.
pada kota Palu.
Irsyam, M. 2010. Peta Zonasi Gempa Indonesia.
Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta.
9
Jurnal Teknik Geologi: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Vol. 5 No. 1, hal. 9-18, Juni 2022
Teknik Geologi Universitas Mulawarman
10