Anda di halaman 1dari 14

MASTER OF CEREMONY

Ini adalah bahan ajar saya ketika harus mengajar materi tentang MC pada DTSD Pengelolaan Diklat yang lalu. Bahan saya ambil dari internet, hanya sedikit dari pengalaman praktek dan training public speaking saya dulu bersama ibu Magdalena Daluas dari TVRI. Selamat menyimak. Master Of Ceremony (MC)

MC adalah seorang yang akan memimpin suatu rentetan acara secara teratur dan rapih. Kemampuannya akan sangat menentukan apakah sebuah acara akan berlangsung lancar atau tersendat-sendat. Karena itu, seorang MC harus benarbenar menguasai seluruh aspek yang akan mempengaruhi kelancaran pada saat itu. Ia adalah benar-benar seorang sutradara pada sebuah acara.Syarat-syarat menjadi seorang MC atau Pembawa Acara : Memiliki intelegensi tinggi. Berkepribadian dan mempunyai sifat yang baik. Berpenampilan atraktif dan simpatik (santun dan menarik). Memiliki jiwa pemimpin. Berbahasa dengan baik. Berbicara komunikatif. Sabar. Cekatan. Mempunyai naluri antisipasi yang baik. Memiliki spontanitas yang baik. Memiliki rasa humor yang tinggi. Berpengetahuan umum luas. Menjadi seorang Pembawa Acara/Master Of Ceremony/ Public Speaker, tidak cukup hanya dengan modal suara bagus. Namun ada banyak penunjang yang perlu juga diperhatikan serius. Di bawah ini saya coba akan memberikan Tips yang barangkali bisa membantu anda untuk belajar menjadi seorang Pembawa Acara. Untuk menjadi seorang Pembawa Acara, selain modal suara yang enak didengar, harus juga memiliki kepribadian & intelektual. Artinya Pembawa Acara harus memiliki pengetahuan luas, kaya akan perbendaharaan kata Seorang pembawa acarapun seorang seniman kata-kata, memiliki kemampuan bahasa yang memadai, kepribadian yang excellent, artinya dia harus luwes, percaya diri, berjiwa besar, memiliki sense of humor, disiplin, memiliki sikap yang benar, memahami etika, berpenampilan bersih, wajar, sopan dan menarik.Seorang Pembawa Acara akan menjadi pusat perhatian seperti layaknya artis yang tampil di panggung. Untuk itu tampil menarik & enak dilihat adalah suatu keharusan. Berikut tips yang diambil dari lusypascha.multiply.com

Persiapan yang bisa dilakukan saat menjadi Pembawa Acara adalah : 1. RileksPastikan kondisi tubuh & suara fit, segar dan normalAtasi rasa gugup dengan menarik nafas panjang dan dalam, menggerakkan badan sedikit untuk sekedar melemaskan otot yang kaku, berdiri tegap lalu tersenyumlah 2. Know The Room (Kenalilah ruangan tempat anda akan menjadi Pembawa Acara) 3. Know The Audience (Kenali karakteristik tamu dan pandang mereka sebagai sahabat 4. Know The Material (Kuasai bahan/ acara yang akan dibawakan)Baca literature yang diperlukan untuk menunjang pengetahuan anda, karena semakin banyak yang anda ketahui tentang acara yang anda bawakan, pasti semakin Percaya Diri 5. Susun pointer untuk membantu mengingat apa yang akan diucapkan 6. Jangan terlalu sering mengucapkan kata (meminta) maaf pada audience 7. Jangan tinggalkan daftar acara atau rundown acara (meskipun sudah ada stage manager) 8. Pakaialah pakaian yang serasi/cocok dengan acara, jangan sampai saltum atau salah kostum. (Buatlah sedikit saja berbeda dengan tambahan assesories atau pernak-pernik jika harus memakai seragam yang sama dengan tamu atau panitia. Ingat Pembawa Acara adalah pusat perhatian) 9. Pakailah Make Up (meskipun anda laki-laki pakailah sedikit riasan wajah agar wajah tidak mengkilap atau berwarna gelap) 10. Lakukan gerakan tangan seperlunya saat sudah berada di atas pentas. Jangan sampai berlebihan apalagi untuk menutupi kegugupan. Karena gerakan tubuh yang berlebihan hanya akan mengacaukan penampilan anda 11. Jaga mulut & tenggorokan selalu basah, untuk itu siapkan air putih yang siap diminum jika dibutuhkan 12. Jangan makan & minum yang akan mengganggu organ tubuh anda, minimal satu jam sebelum tampil misalnya soda, makanan berlemak (yang bisa membuat mual), makanan pedas atau asam 13. Tampillah Percaya Diri dan Be Yourself Teknik Vocal : 1. Intonasi (intonation) : Pakailan intonasi atau nada suara, irama bicara atau alunan nada dalam melafalkan kalimat 2. Aksentuasi (accentuation) atau logat. Lakukan stressing pada kalimat tertentu yang dianggap penting, Hindari logat kedaerahan yang medhok apabila menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing. 3. Kecepatan (speed) bicara. Jangan bicara terlalu cepat atau terlalu lambat 4. Artikulasi (articulation) Yaitu kejelasan pengucapan kalimat, pelafalan kata 5. Infleksi. Lagu kalimat, perubahan nada suara, hindari pengucapan yang sama bagian setiap kata (redundancy). Inflesi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat. Teknik Performa & Gesture: 1. Lakukan Eye Contact : Pandangi audience ke seluruh ruangan, padang tepat ke mata mereka, (bila memungkinkan dekati bila ada yang tidak interest dengan anda) 2. Lakukan gerakan tangan/isyarat/sikap yang alami, spontan (tidak dibuat-buat), tidak sepotong-sepotong, tidak ragu, serasi dengan kalimat yang diucapkan, gunakan penekanan pada point penting, tapi jangan berlebihan. But The Most important Gesture : TO SMILE 3. Gerakan Tubuh ini meliputi ekspresi wajah, gerakan tangan, kaki, lengan, bahu, mulut atau bibir, gerakan hidung, kepala, badan 4. Jangan melakukan gerakan yang monoton misalnya meremas-remas jari, menepuk tangan, dll

5. Jangan lakukan gerakan yang tidak bermakna aatau tidak mendukung pembicaraan, misalnya memegang kerah baju, mengelus atau menyibak rambut, memainkan microphone, garuk-garuk kepala, dll 6. Makin besar jumlah audience, makin besar & lambat gerakan tubuh yang bisa kita lakukan, tapi kalau audience jumlahnya kecil lakukan gerakan tubuh ala kadarnya saja. 7. Ucapkan setiap kalimat dengan senyum sehingga suara yang dihasilkan adalah Smilling Voice 8. Jangan sekali-kali anda membuat joke tapi anda sendiri tertawa terpingkal-pingkal 9. Jika melempar Joke lakukan sedikit pause untuk memberi kesempatan audience tertawa. 10. Jika dalam opening anda mengucapkan salam, beri jeda beberapa detik untuk memberi kesempatan audience menjawab Saran : 1. Sebaiknya seorang Pembawa Acara / MC memiliki kemampuan menyusun acara yang sesuai dengan aturan protokoler, sehingga MC bisa memberi masukan pada penyelenggara acara, dan tidak sekedar menuruti keinginan penyelenggara yang belum tentu tepat. 2. Pembawa Acara / MC harus bisa berfikir dan bertindak cepat serta punya planning-planning cadangan, jika terjadi trouble yang tidak dikehendaki saat acara berlangsung. Sehingga acara tidak tampak kacau atau audience merasa bosan. BODY LANGUAGE o Kontak Pandang (Eye Contact) Seorang MC harus berani menatap mata audiensnya. Hal ini sangat penting membangun kewibawaan MC dan menebarkan rasa percaya dirinya.Kontak pandang (eye contact) adalah sarana berkomunikasi yang sangat komunikatif. Kontak pandang yang dilakukan oleh MC akan memberikan kesan yang mendalam karena audiense merasa dihormati dan diperhatikan oleh sang MC. o sikap tubuhDuduk (jarang) : Tubuh tegak, bahu relaks, tangan diatas pangkuanBerdiri : Untuk wanita membentuk sudut 45 (salah satu kaki pose), tegak, dada tegap, bahu relaks dan untuk pria kaki sedikit terbuka.-Berjalan : Tubuh tegap, bahu relaks dan langkah mantap. OLAH VOCAL Oleh Muh. Abduh Abbas JTVSenin, 01 Desember 2008 Dalam dunia penyiaran yang semakin berkembang dewasa ini, kemampuan vokal menjadi salah satu tumpuhan Presenter & MC untuk dapat menampilkan laku penyiarannya dengan baik. Lain perkataan , melalui kemampuan laku vokal Presenter & MC dituntut untuk dapat menyampaikan informasiinformasi acara. Ia diharapkan untuk menampilkan gagasangagasan menjadi perwujudan yang nyata dengan bentuk penampilan yang diperhitungkan bagi penontonnya. Jika suara untuk melontarkan bahasa syiar itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya maka isi acara yang terkandung tak akan dapat dikomunikasikan kepada pendengar atau penonton. Sehingga yang perlu diingat bahwa vokal sebagai salah satu media pengungkapan ekspresi Presenter & MC, dan hal ini merupakan media penyajian informasi melalui dialog.Seorang Presenter & MC akan terlihat membawakan laku penampilannya dengan baik seolah tidak ada beban tekhnik sebab ia dengan kesadaran yang penuh telah melatih seluruh peralatan dirinya agar vokalnya menjadi lentur dan dapat berartikulasi dengan jelas. Ini semua dibutuhkan adanya suatu ketekunan, keuletan yang disertai dengan tekad dan kemauan keras untuk terus menerus melatih seluruh peralatan tersebut. Karena ketekunan dan keuletan berlatih akan dapat memanfaatkan dan mengembangkan kemampuan vokalnya tahap demi tahap. Tentu saja asalkan seorang Presenter & MC yang bersangkutan tidak memiliki atau mengidap cacat peralatan vokal.Bagian bagian pokok yang menyangkut dengan suara / vokal :

A. Pernafasan Nafas mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, tanpa nafas yang baik kesehatan manusia akan sangat terpengaruhi. Bernafas untuk hidup sehari hari dan bernafas untuk Presenter & MC sangatlah lain, meskipun samasama dalam hal bernafas. Bernafas untuk hidup berkenaan dengan bagaimana harus mengisi pada rongga dada yang berguna bagi pembakaran darah. Untuk ini tak ada faedahnya mengajarkan bagaimana caranya bernafas, karena sejak lahir kita telah bernafas.Kita tak akan berkata tanpa menarik nafas. Katakata yang kita lepaskan diikuti dengan keluarnya udara dari mulut. Jika persediaan udara dalam rongga dada telah terkuras keluar maka tak sepatah katapun dapat kita ucapkan dengan jelas, karena nafaslah yang menjadi sumber tenaga penggerak / penggetar pita suara kita.Ada tiga macam cara pernafasan yaitu sebagai berikut: a. Pernafasan dada yaitu saat kita bernafas maka bagian dada yang mengembang dan mengempis bila kita mengeluarkan nafas. Pernafasan dada kurang baik dilakukan dalam menghimpun tenaga sebagai penggetar sumber suara. Karena mengakibatkan Presenter & MC merasa cepat lelah dalam memproduksikan suara, sebab peralatan pernafasan tidak dapat bekerja dengan leluasa. Demikian juga Presenter & MC akan cepat merasa gatal gatal ditenggorokan dan disusul kemudian dengan penampilan suara yang serak. b. Pernafasan perut yakni saat kita bernafas maka bagian perut yang mengembang dan mengempis saat kita menghembuskan nafas. Pernafasan perut ini kurang mempunyai daya untuk mendukung pembentukan volume suara. Tapi pernafasan ini cukup baik untuk melatih vokal dari pada pernafasan dada. c. Pernafasan Diafragma yaitu dada dan perut mengembang saat kita bernafas. Dimana tahapan perut lebih dominan dari pada dada. Pernafasan Diafragma adalah yang paling efektif bagi seorang Presenter & MC dan paling menguntungkan dalam berolah vokal. Sebab tidak mengakibatkan ketegangan pada peralatan pernafasan dan peralatan suara serta juga mempunyai cukup daya untuk pembentukan volume suara. Ada baiknya juga mengadakan latihan pernafasan dengan cara lainnya karena pernafasan seseorang tergantung pada kebutuhan kegiatan fisiknya ( misalnya akrobat ) menuntut jenis pernafasan yang lain.Perlu diperhatikan bahwa untuk wanita, pernafasan yang cocok adalah yang menggunakan perut dengan bagian dada ikut bekembang sedikit sekali dibandingkan dengan pernafasan pria. Hal ini disebabkan karena memang adanya perbedaan alamiah pada susunan tubuh. B. Membuka Laring Laring (larink) terletak di bagian atas pipa suara yang terdapat sepasang pita suara. Apabila pita tersentuh udara atau nafas, maka akan bergetarlah ia sehingga menimbulkan suara secara efektif sehingga tidak mampu menggunakan suaranya dengan benar. Dikatakan laring itu tertutup apabila :- - Laring akan selalu terbuka apabila seseorang melatihnya dengan sensasi untuk mendapatkan ruang yang cukup banyak di mulut bagian belakang (seperti misalnya kita sedang menguap).suaranya datar. ketika menghirup udara, terdengar suara yang menyertainya. otot pada leher bagian belakang terjadi kontraksi, juga otototot di bawah dagu.C. PengucapanUntuk dapat berartikulasi dengan baik dibutuhkan kelenturan alatalat pengucapan, sering kita lihat seorang Presenter & MC yang bersuara cukup nyaring tetapi tidak menampilkan artikulasi yang cukup baik maka kejelasan informasi pun terhambat pula. Salah satu penghambatnya adalah selain otototot peralatan pengucapan yang kurang terlatih, juga disebabkan yang bersangkutan segan atau malu untuk membentuk rongga bibir sesuai dengan bentuk lambang bunyi yang dibawakan. Bahkan banyak orang yang enggan membuka mulut selagi membentuk artikulasinya. Tentu saja hal semacam ini tidak pada tempatnya.Artikulasi yang baik

akan dapat dicapai dengan menempatkan posisi alatalat pengucapan pada posisi yang wajar tetapi dengan penggunaan tenaga yang efektif dan senantiasa terkontrol. Suara ucapan panjang atau pendek caranya harus membangun pada suatu klimaks. Ini berarti bahwa satu dari unsurunsur berikut harus dikembangkan dari permulaan, yaitu volume, intensitas emosi, variasi jarak kecepatan, nada atau irama ( diksi, tekanan ). Latihan menciptakan irama gunanya agar Presenter & MC mampu menghindari pengucapan dialog yang monoton ( datar ). Bayangkan saja apa yang terjadi pada penonton kalau Presenter & MC yang pengucapannya monoton. Penonton jadi bosan, jenuh. Seorang Penyiar ( Presenter & MC ) yang baik akan selalu memperhatikan kebutuhan latihan. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas. Latihan-latihan itu antara lain : 1. Pernafasan 2. Pengucapan 3. Kelancaran 4. Intonasi 5. Menyusun Kalimat 6. Membaca ( Koran, Majalah dan Ilmu Pengetahuan ) 7. Irama dll.

MELATIH SUARA DIAFRAGMA Kualitas suara yang diperlukan seorang pembawa acara adalah suara perut, suara yang keluar dari rongga badan antara dada dan perut dikenal dengan sebutan suara diafragma.Jenis suara ini akan lebih bertenaga (powerful), bulat, terdengar jelas, dan keras tanpa harus berteriak. Untuk bisa mengeluarkan suara diafragma, kita dapat melakukan latihan ringan sebagai berikut: 1. Ucapkan huruf vocal A, I, U, E, O dengan panjang-panjang. Contoh: tarik nafas, lalu suarakan AAAAAaaaaaaaaaaaaa (dengan bulat), terus, sampai habis nafas. Dilanjutkan lagi untuk huruf lainnya. 2. Suarakan AAAAaaaaaaa dari nada rendah, lalu naik sampai AAAAaaaaaaa nada tinggi. 3. Ambil napas pelan-pelan. Ketika diafragma dirasa udah penuh, buang pelan-pelan. Untuk nambah power, buang nafas itu, hela dengan cara berdesis: ss ss ss (putus-putus), seperti memompa isi udara keluar. Akan tampak diafragma Anda bergerak. 4. Saat mengambil napas, bahu jangan sampai terangkat. Kalau terangkat, berarti Anda bernapas dengan paru-paru. Contoh: ketika orang sedang ambil napas mendadak karena kaget, ia akan mengambil napas dengan paru-paru. Makanya, orang kaget suka megang dada. (www.romeltea.com).* Sambil melatih vokal Anda, lakukanlah di depan cermin agar sekaligus melatih penampilan dan pembawaan Anda. Ada baiknya juga sekali-kali membaca puisi dengan lantang di depan kaca, sekaligus untuk melatih intonasi dan jeda Anda. Jangan segan minta pendapat teman atau orang lain tentang kualitas MC Anda. Anda juga perlu sering mengamati cara presenter atau MC papan atas dalam membawakan acara, ambil tekhnik-tehnik mereka yang bagus dan bisa Anda terapkan.

Kunci sukses seorang MC juga ditentukan oleh jam terbang nya, dengan kata lain pengalaman praktek menjadi pembawa acara sangat mutlak diperlukan. Karena itu teruslah berlatih dan mengasah ketrampilan Anda , setiap ada kesempatan atau event untuk melakukannya, ambillah itu dan lakukan tugas Anda dengan penuh percaya diri. Selamat mencoba ^_^.

Perbedaan antra Pembawa acara, MC, Presenter, Entertainer, Protokol, Announcer, Public speaker, dan Moderator
Pembawa acara adalah pewarah. Karma sangat terikat pada etika protokoler , dan banyak inprofisasi dalam menghantar acara. Jenis acara yang dibawakan adalah acara resmi. Karakteristiknya adalah : formal , serius, dan hidmat,contohya: pelantikan dan serah terima jabatan. MC adalah orang yang bertugas pemandu acara dan bertanggung jawab atas kelancaran dan suksesnya suatu acara, acara yang biasa dibawakan menuntut kreativitas dalam inprovisasi dan memungkinkan adanya dialog dengn audiens. Jenis acara yang dibawakan adalah, acara hiburan, acara seni hiburan, eksibisi, dan yang sesuai dengan karekteristikya yang meriah, semangat, dan emosional. Contohya: pameran poto dan pameran elektronik. Presenter adalah orang yang mempresentasikan suatu materi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada audiens dan memungkinkan adanya dialog. Jenis acara yang biasa di bawakan adalah acara yang resmi dengan karekteristiknya yang formal, serius, dan hidmat. Contohnya: seminar, symposium, kongres. Entertainer adalah setingkat lebih tinggi dari MC, karena adanya tuntutan acara yang mengharuskan seorang entertainer menampilkan kepandaian yang lain misalnya seorang penyanyi yang merangkap sebagi MC. Jenis acara yang di bawakan adalah acara hiburan dengan karakteristiknya yang meriah, semangat dan emosional. Contohnya kongser musik, panggung hiburan dan sbg. Protocol adalah orang yang melaksanakan tata acara dan tata karma (penghormatan) dengan wicaranya. Jenis acara yang biasa di bawakan adalah acara resmi dengan karakteristiknya yang formal, serius dan hidmat. Contohnya acara kenegaran, upacara kenaikan bendera 17 agustus. Announcer adalah para penyiar-penyiar radio dan televisi. Kehadiranya di medi elektronik tidak di pengaruhi oleh kondisi audiens. Pemyiar hanya melaksanakan one way komunication. Jenis acara yang di bawakan adalah acara resmi dengann karakteristiknya yang formal , serius, dan hidmat. Contohnya: acara pembukan dan penutupan siaran di TV atau radio. Public speker adlah orang berbicara untuk atau didepan umum, atau mereka juga bisa berbicara tanpa berhadapan langsung dengan audiens. Orang yang biasa dijadikan public speker adalah orang-orang yang mempunyai keahlian di bidang tertentu, dan biasanya mereka di anggap ahli di bidangnya masing-masing. Jenis acara yang biasa di bawakan adalah acara resmi dengan karakteristiknya yang formal, serius dn hidmat. Mereka di jadikan sebagai rujukan dan sumber informasi bagi para pemburu berita ataupun oleh kalangan pelajar. Moderataor adalah orang yang mengendalikan dan mengarahkan pusat pembicaran dalam forum yang di anggap resmi, misalnya seminar. Biasanya acara yang di bawakan adalah acara-acara yang resmi. Contohnya seminar, lokakarya, diskusi Pembawa acara adalah pewarah. Karma sangat terikat pada etika protokoler , dan banyak inprofisasi dalam menghantar acara. Jenis acara yang dibawakan adalah acara resmi. Karakteristiknya adalah : formal , serius, dan hidmat,contohya: pelantikan dan serah terima jabatan. MC adalah orang yang bertugas pemandu acara dan bertanggung jawab atas kelancaran dan suksesnya suatu acara, acara yang biasa dibawakan menuntut kreativitas dalam inprovisasi dan memungkinkan adanya dialog dengn audiens. Jenis acara yang dibawakan adalah, acara hiburan, acara seni hiburan, eksibisi, dan yang sesuai dengan karekteristikya yang meriah, semangat, dan emosional. Contohya: pameran poto dan pameran elektronik. Presenter adalah orang yang mempresentasikan suatu materi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada audiens dan memungkinkan adanya dialog. Jenis acara yang biasa di bawakan adalah acara yang resmi dengan karekteristiknya yang formal, serius, dan hidmat. Contohnya: seminar, symposium, kongres. Entertainer adalah setingkat lebih tinggi dari MC, karena adanya tuntutan acara yang mengharuskan seorang entertainer menampilkan kepandaian yang lain misalnya seorang penyanyi yang merangkap sebagi MC. Jenis acara yang di bawakan adalah acara hiburan dengan karakteristiknya yang meriah, semangat dan emosional. Contohnya kongser musik, panggung hiburan dan sbg. Protocol adalah orang yang melaksanakan tata acara dan tata karma (penghormatan) dengan wicaranya. Jenis acara yang biasa di bawakan adalah acara resmi dengan karakteristiknya yang formal, serius dan hidmat. Contohnya acara kenegaran, upacara kenaikan bendera 17 agustus. Announcer adalah para penyiar-penyiar radio dan televisi. Kehadiranya di medi elektronik tidak di pengaruhi oleh kondisi audiens. Pemyiar hanya melaksanakan one way komunication. Jenis acara yang di bawakan adalah acara resmi dengann karakteristiknya yang formal , serius, dan hidmat. Contohnya: acara pembukan dan penutupan siaran di TV atau radio.

Public speker adlah orang berbicara untuk atau didepan umum, atau mereka juga bisa berbicara tanpa berhadapan langsung dengan audiens. Orang yang biasa dijadikan public speker adalah orang-orang yang mempunyai keahlian di bidang tertentu, dan biasanya mereka di anggap ahli di bidangnya masing-masing. Jenis acara yang biasa di bawakan adalah acara resmi dengan karakteristiknya yang formal, serius dn hidmat. Mereka di jadikan sebagai rujukan dan sumber informasi bagi para pemburu berita ataupun oleh kalangan pelajar. Moderataor adalah orang yang mengendalikan dan mengarahkan pusat pembicaran dalam forum yang di anggap resmi, misalnya seminar. Biasanya acara yang di bawakan adalah acara-acara yang resmi. Contohnya seminar, lokakarya, diskusi

Menjadi seorang Pembawa Acara/Master Of Ceremony/ Public Speaker, tidak cukup hanya dengan modal suara bagus. Namun ada banyak penunjang yang perlu juga diperhatikan serius. Di bawah ini saya coba akan memberikan Tips yang barangkali bisa membantu anda untuk belajar menjadi seorang Pembawa Acara. Untuk menjadi seorang Pembawa Acara, selain modal suara yang enak didengar, harus juga memiliki kepribadian & intelektual. Artinya Pembawa Acara harus memiliki pengetahuan luas, kaya akan perbendaharaan kata (meminjam istilah yang trend dikalangan orang radio disebut Penyiar Radio adalah Seniman kata-kata). Seorang pembawa acarapun seorang seniman kata-kata, memiliki kemampuan bahasa yang memadai, kepribadian yang excellent, artinya dia harus luwes, percaya diri, berjiwa besar, memiliki sense of humor, disiplin, memiliki sikap yang benar, memahami etika, berpenampilan bersih, wajar, sopan dan menarik. Seorang Pembawa Acara akan menjadi pusat perhatian seperti layaknya artis yang tampil di panggung. Untuk itu tampil menarik & enak dilihat adalah suatu keharusan. Persiapan yang bisa dilakukan saat menjadi Pembawa Acara adalah : 1. RileksPastikan kondisi tubuh & suara fit, segar dan normal Atasi rasa gugup dengan menarik nafas panjang dan dalam, menggerakkan badan sedikit untuk sekedar melemaskan otot yang kaku, berdiri tegap lalu tersenyumlah 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Know The Room (Kenalilah ruangan tempat anda akan menjadi Pembawa Acara) Know The Audience (Kenali karakteristik tamu dan pandang mereka sebagai sahabat) Know The Material (Kuasai bahan/ acara yang akan dibawakan) Baca literature yang diperlukan untuk menunjang pengetahuan anda, karena semakin banyak yang anda ketahui tentang acara yang anda bawakan, pasti semakin Percaya Diri Susun pointer untuk membantu mengingat apa yang akan diucapkan Jangan terlalu sering mengucapkan kata (meminta) maaf pada audience Jangan tinggalkan daftar acara atau rundown acara (meskipun sudah ada stage manager) Pakaialah pakaian yang serasi/cocok dengan acara, jangan sampai saltum atau salah kostum. (Buatlah sedikit saja berbeda dengan tambahan assesories atau pernak-pernik jika harus memakai seragam yang sama dengan tamu atau panitia. Ingat Pembawa Acara adalah pusat perhatian) Pakailah Make Up (meskipun anda laki-laki pakailah sedikit riasan wajah agar wajah tidak mengkilap atau berwarna gelap) Lakukan gerakan tangan seperlunya saat sudah berada di atas pentas. Jangan sampai berlebihan apalagi untuk menutupi kegugupan. Karena gerakan tubuh yang berlebihan hanya akan mengacaukan penampilan anda Jaga mulut & tenggorokan selalu basah, untuk itu siapkan air putih yang siap diminum jika dibutuhkan Jangan makan & minum yang akan mengganggu organ tubuh anda, minimal satu jam sebelum tampil misalnya soda, makanan berlemak (yang bisa membuat mual), makanan pedas atau asam Tampillah Percaya Diri dan Be Yourself

10. 11.

12. 13. 14.

Teknik Vocal : 1. Intonasi (intonation) : Pakailan intonasi atau nada suara, irama bicara atau alunan nada dalam melafalkan kalimat 2. Aksentuasi (accentuation) atau logat. Lakukan stressing pada kalimat tertentu yang dianggap penting, Hindari logat kedaerahan yang medhok apabila menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing. 3. Kecepatan (speed) bicara. Jangan bicara terlalu cepat atau terlalu lambat 4. Artikulasi (articulation) Yaitu kejelasan pengucapan kalimat, pelafalan kata 5. Infleksi. Lagu kalimat, perubahan nada suara, hindari pengucapan yang sama bagian setiap kata (redundancy). Inflesi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat Teknik Performa & Gesture 1. Lakukan Eye Contact : Pandangi audience ke seluruh ruangan, padang tepat ke mata mereka, (bila memungkinkan dekati bila ada yang tidak interest dengan anda) 2. Lakukan gerakan tangan/isyarat/sikap yang alami, spontan (tidak dibuat-buat), tidak sepotongsepotong, tidak ragu, serasi dengan kalimat yang diucapkan, gunakan penekanan pada point penting, tapi jangan berlebihan. But The Most important Gesture : TO SMILE 3. Gerakan Tubuh ini meliputi ekspresi wajah, gerakan tangan, kaki, lengan, bahu, mulut atau bibir, gerakan hidung, kepala, badan 4. Jangan melakukan gerakan yang monoton misalnya meremas-remas jari, menepuk tangan, dll 5. Jangan lakukan gerakan yang tidak bermakna aatau tidak mendukung pembicaraan, misalnya memegang kerah baju, mengelus atau menyibak rambut, memainkan microphone, garuk-garuk kepala, dll 6. Makin besar jumlah audience, makin besar & lambat gerakan tubuh yang bisa kita lakukan, tapi kalau audience jumlahnya kecil lakukan gerakan tubuh ala kadarnya saja. 7. Ucapkan setiap kalimat dengan senyum sehingga suara yang dihasilkan adalah Smilling Voice 8. Jangan sekali-kali anda membuat joke tapi anda sendiri tertawa terpingkal-pingkal 9. Jika melempar Joke lakukan sedikit pause untuk memberi kesempatan audience tertawa. 10. Jika dalam opening anda mengucapkan salam, beri jeda beberapa detik untuk memberi kesempatan audience menjawab Saran : 1. Sebaiknya seorang Pembawa Acara / MC memiliki kemampuan menyusun acara yang sesuai dengan aturan protokoler, sehingga MC bisa memberi masukan pada penyelenggara acara, dan tidak sekedar menuruti keinginan penyelenggara yang belum tentu tepat. 2. Pembawa Acara / MC harus bisa berfikir dan bertindak cepat serta punya planning-planning cadangan, jika terjadi trouble yang tidak dikehendaki saat acara berlangsung. Sehingga acara tidak tampak kacau atau audience merasa bosan.

Begitulah sedikit Tips dari penulis, berdasarkan literature (beberapa bagian diambil dari Semai Broadcast & Ninda Karisa), pengalaman serta pengamatan bagaimana menjadi seorang Public Speaker, Pembawa Acara atau Master Of Ceremony.

Semoga berguna..

Ten tips on being a good Master of Ceremony, by Rachel Green

Are you going to be a master of a ceremony at a conference, award's night, seminar series, concert or similar event? What a wonderful honour, but a daunting one! Here are some tips to help you be brilliant. 1. Know your role. The role of a master of ceremonies is to keep an event flowing, to keep the energy of the audience up, to ensure that everything runs smoothly, to help the audience feel welcomed, to help speakers feel appreciated ... and so the list continues. It is not simply to watch the clock or to give information. 2. Identify the core groups in your audience. Welcome individuals and groups, not just by title but with specific information. For example, "To those of you who have travelled all the way from Newcastle, a big welcome." 3. Mention the audience's needs Show you know where the audience is at. For example, if you are the master of ceremonies at a breakfast seminar you might say, "I know some of you are hanging out for your first coffee of the day, so we are going to start with breakfast." 4. Mention the viewpoint of the audience The audience may be listening to a speaker at a function and have cynical views or objections in their minds about what may be presented. Sometimes if you, as the master of ceremonies can bring that objection out into the open, they can let go of it. You might say something like "You might be sitting there thinking that this is all very well but it will take too much time. You'll enjoy our next speaker then, as Ian has some fascinating statistics on how quickly the task can be done". 5. Be confident in keeping to time. Some master of ceremonies I have worked with have found it very difficult to stop speakers going over time. In advance decide how, as the MC, you will let people know when their time is up. Then do it! Do not be scared, it is your job and speakers expect you to do it. At one event I spoke at, the mistress of ceremony was adamant, in advance, that I didn't need to worry about time as she would tell me when I only had 5 minutes to go. But she never

told me about 5 minutes or when my time was up and I was left wondering how long I'd spoken for. It was a 15 minute speech and after (I discovered later) 22 minutes, I finally gave up waiting for her and stopped. It was very uncomfortable and I will always time myself in future. You are there, as the master of ceremony, to keep the time. 6. Keep your audience's energy up If your audience has had to listen to a dull or boring speaker, you need to bring their energy back up. It is your job to warm them up and get them enthusiastic for the next speaker or event on the program. Using humour by telling funny stories or getting the audience involved in an activity can help here. 7. Thank the speakers specifically. Thank the speakers by picking up on what they've said and feeding it back to them. Don't just say "thank you" or "thank you for your time" or "what a wonderful speech". Instead be specific. For example, "Jane, those stories you told about how Michelle's exercise program saved her life have helped me understand just how important it is that I exercise more. In fact, I'm going to make sure I go for a walk when we've finished here today. Thank you for being so inspiring". 8. Help motivate the audience to want to hear a speaker. Your job as the master of ceremonies is to explain to an audience the benefits they are going to gain from listening to a speaker, so that the audience is motivated to pay attention. This is good for the audience and good for the speaker. For example, you might say, "Some of you have come especially today to find out what the mediation program is about. Sun-Lee, who will be talking next, will explain all the steps so that you can use them to sort out any problems you may be having at work." Making it amusing can also help here. 9. Talk personally to the audience. Avoid overuse of the third person, and instead talk personally to the audience. For example, instead of saying "People are killed everyday on the roads because of driver fatigue", you might say, "As a driver, you may be killed not because you have made a mistake but because the person in the car next to you was tired and dropped off. Would you rather live? Is there any danger that you might be too tired to drive safely?" 10. Sound welcoming. Some masters of ceremonies read a sheet of paper to announce and formally welcome guests. Please do it from your heart and with a sincere and genuine sense of welcoming. Smile, name people personally, say why it's good they are here, look people in the eye and have warmth in your voice. Welcome people rather than announce them, and do it without reading it word for word. Connect with your audience. being a master of ceremony is a hard job but done well can make an enormous difference to a function. Do it well and enjoy the success.

Tips Untuk Menjadi MC Yang Baik dan Benar


06 September 2009

Sukses tidaknya suatu atau acara sangat ditentukan oleh para pendukung acara tersebut, salah satunya yang sangat berperan penting adalah MC ( Master of Ceremony). Menjadi seorang MC yang baik tentunya membutuhkan pengetahuan dan kemampuan khusus. Bagi loe yang tertarik untuk menekuni dibidang ini, berikut beberapa tips yang perlu diketahui untuk menjadi MC yang baik 1. Suara dan cara berbicara - Teknik memproduksi suara dengan memperhatikan : 1. Speed, standar kecepatan suara harus menyesuaikannya dengan situasi dan kondisi. 2. Volume, dalam memandu sebuah acara, suara yang dihasilkan harus bulat. 3. Tone, tinggi rendah suara, agar audience tidak merasa bosan selama acara berlangsung. 4. Timbre, suara yang ekspresif akan sangat mudah mempengaruhi pendengar. 5. Power, kekuatan suara yang dihasilkan harus tepat sesuai dengan pemakaian kata. 6. Nafas, berbicara dengan nafas perut, karena suara yang dihasilkan lebih dalam, power lebih kuat dan lebih terasa nikmat untuk didengar. - Teknik berbicara Yang harus diperhatikan untuk menghasilkan cara berbicara yang lebih professional dalam membawakan acara antara lain : 1. Intonasi 2. Artikulasi 3. Phrasing 4. Stressing 5. Infleksi : Sebaiknya suara tidak datar, tetapi mengandung iramaatau berirama. : Setiap kata yang diucapkan haruslah jelas benar, sehingga mudah dimengerti atau dipahami. : Dalam berbicara sebaiknya memberikan jeda agar dapat dimengerti. : Memberikan energi dalam suara, agar tidak menimbulkan kesan loyo. : Lagu kalimat, perubahan nada suara, hindari pengucapan yang sama bagian setiap kata

(redundancy). Inflesi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat. Semakin sering training MC akan membuat loe menjadi terbiasa. 2. Menciptakan suasana dengan suara a. Acara resmi Speed Tone Power Timbre Speed Tone Volume Power Timbre : Natural lambat : Rendah : Kuat : Khidmat, serius : Kadang agak cepat : Fluktuatif : Kuat : Kadang-kadang kuat : Khidmat, serius

Volume : Kuat

b. Acara hiburan

3. Penampilan Harus disesuaikan dengan penyelenggaraan dan karakteristik acaranya. 4. Bahasa Tubuh Ini harus diperhatikan mengingat seorang MC menjadi pusat perhatian dalam suatu acara, - Duduk - Berdiri terbuka. - Berjalan : Tubuh tegap, bahu relaks dan langkah mantap. 5. Meningkatkan rasa percaya diri, dapat dilakukan dengan : a. Evaluasi diri - Memperluas wawasan agar tidak canggung dan merasa khawatir bertemu dan berbicara dengan siapa pun. - Memperbaiki penampilan b. Mengatasi grogi - Persiapan yang baik - Datang sebelum waktunya - Adaptasi dengan kondisi dan situasi - Relaksasi 6. Tampil memikat - Eye contact Selalu bertatap mata dengan audience. Jika sedang grogi usahakan pandangan di atas kepala audience. Pada saat menyebut tamu VIP, pandanglah pejabat tersebut. - Opening touch Pada saat audience belum siap untuk memulai acara, MC dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mencairkan suasana dengan opening touch yang berbentuk lelucon, pertanyaan, atau pernyataan yang controversial. - Emotional content Untuk menciptakan suasana kebersamaan dan dialogis dengan mengusahakan agar pembicaraan memiliki emosi yaitu melalui penegasan kata, pengulangan kata, menunda kata, dan memperpanjang kata, 7. Penguasaan suasana/acara, dapat diperoleh dengan hal-hal berikut : a. Melangkah dengan tenang dan yakin : Tubuh tegak, bahu relaks, tangan diatas pangkuan : Untuk wanita membentuk sudut 45, tegak, dada tegap, bahu relaks dan untuk pria kaki sedikit

b. Cari tempat berdiri yang tepat, dapat dilihat semua orang (sebanyak mungkin). c. Berdiri tegak, jangan membungkuk, bersandar dinding/meja, miring. d. Mulai acara dengan telebih dahulu memberi salam dengan tulus dan sungguh-sungguh. e. Berbicara dengan suara yang cukup jelas, tidak terlalu cepat/lambat, jangan monolog tetapi dialog, gunakan intonasi suara yang sesuai. f. Ekspresi wajah harus baik. Resep : Lupakan diri (tidak self centered). 8. Etiket yang harus diperhatikan, menjadi seorang MC yang baik : 1. MC tidak harus membacakan susunan acara pada pembukaan acara, kecuali untuk acara resmi. 2. Seusai pejabat memberikan sambutan pada acara resmi, MC tidak memberikan ucapan terima kasih, komentar atau tanggapan tentang sambutan tersebut. 3. Bila mempersilakan pejabat untuk menberikan sambutan, sebaiknya MC bergerak meninggalkan mike pada saat yang sama dengan saat pejabat meninggalkan mike. 4. Jangan memulai acara berikutnya sebelum pejabat yang baru saja selesai memberikan sambutan tiba di tempat duduknya. 5. Apabila acara tersebut banyak melibatkan wartawan, fotografer dan kameramen, sehingga kegiatan mereka mengganggu jalannya acara, secara formal beri kesempatan kepada mereka untuk mengambil gambar dan segera akhiri dengan cara yang sama. 6. Untuk catatan-catatan anda, gunakan kertas yang terpotong rapi dengan catatan yang teratur dan jangan mengangkat kertas terlalu tinggi. 7. Jangan memukul, meniup atau selalu menggerak-gerakkan mike, sebelum dan pada saat berbicara.