Anda di halaman 1dari 29

REFERAT

Prizqy Rimadhyani 1102009223

Definisi Haid
Haid adalah perdarahan secara periodik dan siklik

uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Panjang siklus menstruasi yang normal atau dianggap sebagai siklus menstruasi yang klasik ialah 28 hari, tetapi variasinya cukup luas. Lama menstruasi biasanya antara 3-5 hari, tetapi kadang bervariasi tiap individu. Jumlah darah yang keluar rata-rata 33,2 16 cc.

Fisiologi Haid
Siklus menstruasi dibagi menjadi dua: siklus ovarium siklus uterus
Sistem hormon: GnRH yang dikeluarkan hipotalamus FSH dan LH yang dikeluarkan hipofisis Estrogen dan progesteron yang disekresi oleh ovarium

Siklus Ovarium Fase Folikular


Folikel premordial: ovum yang dikelilingi oleh selapis

sel-sel granulosa. Perkembangan folikel primer: folikel yang mulai membesar diameternya menjadi 2-3x lipat, diikuti pertumbuhan lapisan tambahan sel granulosa. Perkembangan folikel sekunder hingga matang Selama beberapa hari pertama siklus bulanan wanita, konsentrasi FSH dan LH meningkat dari sedikit menjadi sedang. Khususnya FSH dapat mempercepat pertumbuhan 6-12 folikel primer setiap bulan.

Siklus Ovarium - Ovulasi


Terjadi pada hari ke 14 sesudah menstruasi dimulai.
Peningkatan LH dan FSH secara pesat terjadi sekitar 2

hari sebelum ovulasi. FSH dan LH mengakibatkan pembengkakan folikel. Lonjakan LH

Siklus Ovarium Fase Luteal


Pembentukan korpus luteum oleh proses luteinisasi

oleh LH. Sekresi korpus luteum: banyak progesteron dan estrogen sedang. Kadar tinggi progesteron menekan LH dan FSH. Tidak terjadi pembuahan serta LH yang menurun degenerasi korpus luteum (biasanya terjadi 12 hari dari masa hidup korpus luteum / hari ke 26)

Siklus Uterus Fase Proliferasi


Pada permulaan siklus, sebagian besar endometrium

telah berdeskuamasi akibat haid. tinggal selapis tipis stroma endometrium (<1 mm) Dibawah pengaruh estrogen yang disekresi dalam jumlah lebih banyak oleh ovarium selama fase folikular permukaan endometrium akan mengalami epitelisasi kembali dalam waktu 4-7 hari setelah haid. Kemudian selama satu minggu berikutnya, sebelum ovulasi, ketebalan sangat meningkat karena jumlah sel stroma bertambah, pertumbuhan kelenjar endometrium, pembuluh darah baru progresif ke endometerium

Menjelang ovulasi, kelenjar endometrium, khususnya

dari daerah serviks, akan menyekresi mukus yang encer mirip benang di sepanjang kanalis servikalis, membantu mengarahkan sperma ke arah yang tepat dari vagina menuju ke dalam uterus.

Siklus Uterus Fase Sekretorik


Setelah ovulasi terjadi, progesteron dan estrogen disekresi

dalam jumlah yang besar oleh korpus luteum. Estrogen proliferasi sel tambahan pada endometrium Progesteron:
Jaringan ikat endometrium jadi longgar dan edematosa akibat

akumulasi elektrolit dan air Mendorong kelenjar endometrium mengeluarkan dan menyimpan glikogen Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Menurunkan kontraktilitas uterus

Pada puncak fase sekretorik, sekitar 1 minggu setelah

ovulasi, ketebalan endometrium menjadi 5-6mm Tujuan keseluruhan dari perubahan endometrium untuk membuat kondisi yang cocok untuk implantasi ovum yang sudah dibuahi.

Siklus Uterus Fase Haid


Jika ovum tidak dibuahi, kira-kira 2 hari sebelum akhir

siklus bulanan, progesteron dan estrogen akan menurun drastis dan akan mengakibatkan:
Lapisan dalam uterus yg kaya vaskular dan nutrien

kehilangan penunjang Pembebasan prostaglandin uterus vasokontriksi pembuluh darah endometrium hambat aliran darah ke endometrium supply O2 menurun kematian endometrium Pembebasan prostaglandin uterus merangsang kontraksi ritmik ringan miometrium membantu mengeluarkan darah dan sisa endometrium

Kelainan Haid
Gangguan haid dan siklusnya khusus dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam: Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid:
Hipermenorea Hipomenorea Perdarahan bercak (spotting)

Kelainan siklus:
Polimenorea Oligomenorea Amenorea

Perdarahan di luar haid:


Metroragia

Gangguan lain dalam hubungan dengan haid


Premenstrual tension (ketegangan prahaid) Mastodinia Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi) Dismenorea

Hipermenorea (menoragia)
Perdarahan haid yang lebih banyak dari normal, atau lebih lama

dari normal (lebih dari 8 hari). Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus, misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktiltas yang terganggu, polip endometrium, gangguan pelepasan endometrium pada waktu haid (irregular endometrial shedding), dan sebagainya. Penanganan pada hipermenorea Bila dijumpai kelainan organik, maka pengobatan ditujukan kepada kelainan organik tersebut. Penyebab yang bukan kelainan organik diberikan progesteron seperti MPA 10 mg/hari, atau didrogesteron 10mg/hari, atau juga noretisteron asetat 5mg/hari, yang diberikan dari hari ke-16 sampai ke-25 siklus haid. Dapat juga di berikan tablet kombinasi estrogenprogesteron dari hari ke-16 sampai hari ke-25 siklus haid.

Hipomenorea
Keadaan dimana jumlah darah haid sangat sedikit

(<30cc) kadang-kadang hanya berupa spotting. Dapat disebabkan oleh stenosis pada himen, servik atau uterus. Penanganan pada hipomenorrhea Bila siklus menstruasi berovulasi tidak perlu dilakukan pengobatan apapun. Bila ternyata tetap ingin diberikan pengobatan, maka dapat diberikan kombinasi estrogen-progesteron yang dimulai hari ke16 sampai hari ke-25 siklus menstruasi.

Polimenorea
Pada polimenorea siklus haid lebih pendek dari biasa

(kurang dari 21 hari). Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari haid biasa. Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi, atau menjadi pendeknya masa luteal. Sebab lain ialah kongesti ovarium karena peradangan, endometriosis, dan sebagainya. Penanganan pada Polimenorrhea Stadium proliferasi dapat diperpanjang dengan estrogen dan stadium sekresi dengan kombinasi estrogen progesteron

Oligomenorea
Perdarahan haid yang lebih panjang (lebih dari 35 hari).

Perdarahan pada oligomenorea biasanya berkurang. Oligomenorrhea biasanya berhubungan dengan:


Anovulasi

Kelainan endokrin seperti kehamilan, gangguan hipofise

hipotalamus, dan menopouse sebab sistemik seperti kehilangan berat badan berlebih. sindrom ovarium polikistik stress fisik dan emosional, penyakit kronis, tumor yang mensekresikan estrogen dan nutrisi buruk. ketidakseimbangan hormonal seperti pada awal pubertas.

Pada kebanyakan kasus kesehatan wanita tidak terganggu,

dan fertilitas cukup baik. Siklus haid biasanya juga ovulatoar dengan masa proliferasi lebih panjang dari biasa. Oligomenorrhea yang menetap dapat terjadi akibat perpanjangan stadium folikular, perpanjangan stadium luteal, ataupun perpanjang kedua stadium tersebut. Bila siklus tiba-tiba memanjang maka dapat disebabkan oleh pengaruh psikis atau pengaruh penyakit. Penanganan Oligomenorrhea Penanganan oligomenorrhea tergantung dengan penyebab. Perbaikan status gizi pada penderita dengan gangguan nutrisi dapat memperbaiki keadaan oligomenorrhea. Oligomenorrhea sering diobati dengan pil KB untuk memperbaiki ketidakseimbangan hormonal. Bila gejala terjadi akibat adanya tumor, operasi mungkin diperlukan.

Amenorea
Keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan

berturut-turut. Klasifikasi:
Amenorea primer: dimana siklus menstruasi tidak pernah

dimulai. Bisa disebabkan krn kelainan kongenital atau kegagalan ovarium memproduksi ovum. Amenorea sekunder: wanita usia reproduksi yang pernah mengalami haid, namun haidnya berhenti min. 3 bulan berturut-turut
1. 2. 3. 4.

Kompartemen I: gangguan pada traktus atau uterus Kompartemen II: gangguan pada ovarium Kompartemen III: gangguan pada sistem pituitari anterior Kompartemen IV: gangguan pada sistem saraf pusat

Perdarahan bukan haid


Perdarahan bukan haid adalah perdarahan yang terjadi

dalam masa antara 2 periode haid. Jenis: Metroragia Menometroragia. Etiologi:

1. Organik Serviks uteri : polips servisis uteri, erosio porsionis uteri, ulkus pada porsio uteri, karsinoma servisis uteri. Korpus uteri : polip endometrium, abortus imminens, abortus insipiens, abortus inkompletus, mola hidatidosa, koriokarsinoma, subinvolusio uteri, karsinoma korporis uteri, sarkoma uteri, mioma uteri. Tuba falopii : seperti kehamilan ektopik terganggu, radang tuba, tumor tuba. Ovarium : radang ovarium, tumor ovarium. 2. Fungsional Ovulatoar Anovulatoar

Dismenorea
Dismenorea adalah nyeri pada perut bagian bawah

sebelum dan sesudah haid dapat bersifat kolik terus. Dismenorea dibagi atas:
Dismenorea primer (esensial, intrinsic, idiopatik), tidak

terdapat hubungan dengan ginekologik. Dismenorea sekunder (ekstrinsik, yang diperoleh, acquired) disebabkan oleh kelainan ginekologik (salphingitis kronik, endometriosis, adenomiosis uteri, stenosis servisis uteri, dll).

Penanganan pada dismenorrea primer Pemberian Analgetik: NSAIDs diberikan 1-2 hari menjelang haid dan diteruskan sampai hari kedua atau ketiga siklus haid. Terapi hormonal juga telah banyak digunakan. Tujuannya untuk menghasilkan siklus haid yang anovulatorik, sehingga nyeri haid dapat dikurangi. Biasanya diberikan Progesteron (Didrogesteron 10mg, 2 kali 1, Medroksiprogesteron asetat 5mg/hari) diberikan mulai dari hari ke-5 sampai ke-25 siklus haid.

DAFTAR PUSTAKA
1.
2. 3. 4. 5. 6. 7.

Prawirohardjo S, Haid dan Siklusnya, dalam Ilmu Kandungan, edisi ke-2, Jakarta : Bina Pustaka. 2008. Guyton & Hall. Fisiologi Wanita Sebelum Kehmilan; dan HormonHormon Wanita; Kehamilan dan Laktasi. Dalam Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 1997. Jakarta; EGC. Sherwood Lauralee, Sistem Reproduksi, Dalam buku Fisiologi Manusia, Edisi ke-6, Jakarta : EGC, 2011. Cunningham FG et al. William Obstetrics. 23rd edition. New York: Mac Graw Hill. 2010. Price Sylvia A, Wilson Lorraine M, Gangguan Sistem Reproduksi diambil dari buku Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Volume 2, Edisi 6. 2006. Dorland. Kamus Kedokteran. Edisi 29. Jakarta: EGC. 2009. Sastrawinata S. Kelainan Haid. Dalam Ginekologi Bagian Obstetri dan Ginekologi, Edisi 2, Bandung : FK UNPAD, 2010 .