Anda di halaman 1dari 26

Trauma Thoraks

Dr. rusdy

Trauma atau ruda paksa dada dapat menyebabkan


kerusakan pada dinding dada, paru-paru, jantung,
pembuluh darah besar dan organ sekitarnya
(diafragma dll)
Patogenesisnya sebagian besar krn kll, kriminalitas,
kecelakaan kerja
Pertolongan pertama ditujukan pada sistem respirasi
dan sistem sirkulasi
Gejala yang sering adalah nyeri dada, sesak nafas
atau nyeri pada waktu bernafas

Trauma dada di bagi menjadi :


Trauma tumpul kecelakaan lalu luntas
Trauma tajam luka tusuk, luka tembak
Kegawatan pada trauma thoraks yang menyebabkan
kematian
Gangguan Airway
Obstruksi jalan nafas krn adanya sumbatan jalan
nafas, misal gigi palsu
Gangguan Breathing
Open pneumothoraks
Flail chest
Tension pneumothoraks

Gangguan Circulation
Hematothoraks masif
Tamponade kordis
Penyebab kematian pada trauma thoraks
Hipoksia
Syok ----- cara mengetahuinya?
Akral dingin dan basah
Dingin akibat pembuluh darah perifer
konstriksi untuk memenuhi perfusi organ vital
Basah mekanisme simpatis adrenalin
meningkat memacu kelenjar keringat

Nadi cepat dan lemah


Cepat untuk memenuhi perfusi, lemah
krn hipovolumia
Mengapa tidak berdasarkan tekanan darah
atau tensi? Krn adanya mekanisme
hemostasis shg adrenalin meningkat
vasokonstriksi tensi meningkat. Pada syok
tensi bisa normal, padahal pasien
hipovolumia
Hiperkarbi
Asidosis metabolik

Pemeriksaan Klinis

Anamnesis
Nyeri dada
Sesak nafas
Nyeri waktu bernafas
Sianosis dengan jejas di dada
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi (dilihat dari atas kepala pasien)
jejas, simetris, nafas paradoksal
Palpasi Nyeri tekan, fremitus ka/ki berbeda,
krepitasi

Perkusi sonor (normal), redup (cairan),


hipersonor (udara)
Auskultasi Vesikuler, suara paru menurun
atau hilang, suara tambahan spt ronkhi
Tindakan elementer ditujukan pada kegagalan
sistem respirasi dan sirkulasi :
Airway
Memirigkan kepala penderita bertujuan
untuk mengeluarkan sisa makanan, darah,
kotoran. Atau menarik dagu kebelakang
untuk mencegah lidah jatuh ke belakang
dengan chin lift atau jaw thrus

Bila usaha ini gagal


Pasang orotracheal atau nasotracheal tube
Endotracheal intubasi
Bila gagal Tracheostomi
Memasang infus untuk mengatasi syok
Mengurangi dan menghilangkan nyeri untuk
mengatasi syok
Kesadaran penderita nilai GCS
Foto thoraks 2 posisi AP dan Lateral

Indikasi pembedahan pada trauma thoraks :


Obstruksi jalan nafas
Hematothoraks masif
Tamponade jantung
Tension pneumothoraks
Flail chest
Pneumothoraks terbuka
Kebocoran bronkus atau treacheobronkial

Jenis-jenis kerusakan pada Trauma Thoraks

Dinding dada
Emphysema
Fraktur costa (tulang rusuk)
Flail chest
Rongga pleura
Pneumothoraks
Hematothoraks
Kerusakan parenkim paru
Ruptur tracheobronchial
Kerusakan Jantung dan perikardium
Tamponade kordis

Emphysema

Disebabkan karena kerusakan pleura dan paru oleh


ujung tulang
Jika tidak terjadi perlekatan pada cavum pleura
akan terjadi pneumothoraks, emphysema subkutan
dan mediastinum
Jika terjadi perlekatan cavum pleura terjadi
emphysema subkutan tanpa pneumothoraks
Mediastinum emphysema adalah suatu keadaan
dimana udara masuk ke mediastinum akibat
kebocoran trakea, bronkus, kadang esofagus.
Tindakan : mediastinotomi

Fraktur Costa

Disebabkan krn trauma tumpul dada


Harus dibedakan apakah kontusio dinding dada
atau fraktur costa?
Tiga costa pertama paling jarang mengalami
fraktur, karena terlindung oleh clavikula dan
skapula
Costa 4-9 paling banyak mengalami fraktur krn
posisinya sangat terbuka, costa 10-12 juga jarang
mengalami fraktur krn mobil
Pada anak, fraktur costa sangat jarang krn costa
pada anak sangat lentur

Klasifikasi fraktur costa


Menurut jumlah costa yang mengalami fraktur
Fraktur simpel
Fraktur multipel
Menurut jumlah fraktur pada setiap costa
Fraktur segmental
Fraktur simpel
Fraktur kominutif
Menurut posisi
Anterior
Lateral
Posterior

Diagnosis fraktur costa

Anamnesis
Perlu ditanya mekanisme taruma
Nyeri mrp keluhan yang paling sering dan
bertambah saat bernafas
Jika fragmen costa menimbulkan kerusakan
vaskuler hematothoraks, bila fragmen costa
mencederai parenkim paru-paru akan
menyebabkan pneumothoraks
Jika penderita sulit bernafas dan saat batuk
keluar darah, hal ini menunjukkan adanya
cedera pada paru-paru

Pemeriksaan Fisik

Nyeri tekan, krepitasi


Perlu diperhatikan
Tanda-tanda pergeseran trakea
Periksa abdomen pada fraktur costa bagian
bawah
Periksa tulang vertebra, sternum dan clavikula
Gerakan paradoksal
Nilai status neurologis ; plexus brakhialis

Pemeriksaan Penunjang

Ro thoraks AP dan lateral


Dapat melihat hematothoraks, pneumothoraks
dan kontusio pulmo

Komplikasi fraktur costa

Dapat timbul segera setelah terjadi fraktur atau


beberapa hari kemudian tgt besarnya energi
trauma dan jumlah costa yang fraktur
Gangguan hemodinamik mrp tanda terdapat
komplikasi akibat fraktur costa
Pada fraktur costa ke 1-3 akan menimbulkan
cedera pada vasa dan nervus subclavia

Pada fraktur costa ke 4-9 dapat mencederai vasa


dan nervus intercostalis, parenkim paru serta organ
di mediastinum
Pada fraktur costa ke 10-12, perlu dipikirkan
adanya cedera diphragma dan organ intraabdominal
spt limpa, hati, lambung dan usus besar
Pada fraktur costa simpel pada satu costa tanpa
komplikasi dapat segera melakukan aktifitas normal
setelah 3-4 minggu, meskipun costa baru sembuh 46 minggu.
Komplikasi awal fraktur costa : hematothoraks, flail
chest, pneumothoraks

Komplikasi lanjut fraktur costa : kontusio pulmo,


emboli paru dan pneumonia
Flail chest dapat terjadi jika terdapat 2 atau lebih
costa yang berurutan dan pada tiap costa terdapat
fraktur segmental menyebabkan gerakan
paradoksal saat bernafas dan dapat mengakibatkan
gagal nafas

Penatalaksanaan fraktur costa

Tindakan darurat ditujukan untuk memperbaiki


jalan nafas, pernafasan dan sirkulasinya (airway,
breathing dan sirkulasi)
Fraktur costa simpel 1-2 costa terapi terutama
menghilangkan nyeri dengan analgetik kuat dan
memberikan kemudahan pembuangan
dahak/lendir, jangan memberikan obat mukolitik
yang dapat merangsang terbentuknya dahak dan
menambah kesulitan dalam bernafas
Fraktur 3 buah costa atau lebih sebaiknya diterapi
dengan pemberian morphin

Pada saat dijumpai flail chest atau gerakan


paradoksal, segera dilakukan tindakan padding
untuk menstabilkan dinding dada, bahkan kadang
perlu ventilator sampai beberapa hari sampai
dinding dada stabil
Fraktur costa dengan komplikasi kadang
memerlukan terapi bedah drainase atau
thorakotomi
Untuk itu evaluasi terhadap kemungkinan adanya
komplikasi harus selalu dilakukan secara berkala
dengan melakukan foto kontrol pada 6 jam, 12 jam
dan 24 jam pertama

Flail Chest

Fraktur pada 2 tempat atau lebih pada satu costa


dimana terjadi pada 3 costa atau lebih, baik
anterior maupun lateral
Flail chest tidak terjadi pada daerah posterior dekat
m.sacrospinatus krn splinting otot.
Pergerakan fraktur costa akan menyebabkan nyeri
hebat dan pasien takut bernafas hipoksia serius
Jika pasien bernafas maka akan terjadi gerakan
nafas paradoksal dimana pada waktu inspirasi
bagian tersebut masuk ke dalam, sedangkan pada
waktu ekspirasi bagian tsb akan keluar

Akibatnya fungsi ventilasi paru menurun sbg


akibat dari aliran udara kekurangan O2 dan
kelebihan CO2 yang masuk ke sisi paru yang lain
(rebreathing)
Mediastinum akan selalu bergerak dengan hebat
mengikuti gerakan pernafasan, ke kiri dan ke
kanan, akibatnya terjadi gangguan venous return,
pengurangan kardiak output dan terjadi kegagalan
hemodinamik

Gejala dan tanda-tanda flail chest


Nyeri dada
Sesak nafas dan sianosis
Takikardi
Nafas paradoksal
Pemeriksaan penunjang
Ro thoraks AP dan Lateral
Penatalaksanaan
Stabilisasi sementara terhadap costa yang melayang
dengan pemasangan straping dan pemberian
analgesia. Kerugian : atelektase pneumonia akibat
pernafasan terhalang

Intubasi dan ventilator


Intubasi dan ventilator diperlukan pada trauma
dada dengan hipoksia
Pemasangan ventilasi diperlukan sampai terjadi
penyembuhan pada parenkim paru
Pemasangan WSD
Pasien flail chest dengan ventilator dapat terjadi
pneumothoraks krn tusukan parenkim paru oleh
ujung costa,o.k diperlukan pemasangan WSD
profilaksi

Pemasangan fiksasi interna


Gerakan paradoksal dinding dada atau
instabilitas dinding dada mengakibatkan
abnormalitas volume tidal
Menghilangkan gerakan paradoksal dengan
fiksasi interna, merubah fraktur multipel
segmental menjadi fraktur simpel
Keuntungan fiksasi interna
Meningkatkan volume tidal dan efisiensi
ventilasi

Tidak perlu lama memakai ventilator dan


perawatan ICU, bahkan post operasi bisa
segera mobilisasi
Cukup memuaskan baik dari segi biaya dan
jangka panjang