Anda di halaman 1dari 19

Asma Bronkial pada Anak

Lili Andriani 112014124

GINA 2006
Gangguan inflamasi kronik saluran napas yang disertai oleh
peranan berbagai sel, khususnya sel mast, eosinofil, dan limfosit
T. Pada orang yang rentan, inflamasi ini menyebabkan episode
mengi berulang, sesak napas, rasa dada tertekan, dan batuk,
khususnya malam atau dini hari. Gejala ini biasanya berhubungan
dengan penyempitan jalan napas yang luas, tapi bervariasi, yang
sebagian bersifat reversibel, baik secara spontan maupun dengan
pengobatan. Inflamasi ini juga berhubungan dengan
hiperreaktivitas jalan napas terhadap berbagai stimuli.

PNAA 2004
Mengi berulang dan/atau batuk persisten dengan
kharakteristik sebagai berikut: timbul secara episodik,
cenderung pada malam/dini hari (nokturnal), musiman,
setelah aktivitas fisik, serta terdapat riwayat asma atau
atopi lain pada pasien dan/atau keluarganya.

Epidemiologi

Secara global, morbiditas dan mortalitas asma meningkat pada 2


dekade terakhir. WHO memperkirakan terdapat sekitar 250.000
kematian akibat asma. Berdasarkan laporan NCHS terdapat 4487
kematian akibat asma atau 1,6 per 100 ribu. Sedangkan, laporan
dari CDC menyatakan terdapat 187 pasien asma yang meninggal

Faktor Resiko
1. Jenis Kelamin
2. Usia
3. Riwayat Atopi
4. Lingkungan
5. RAS
6. Asap Rokok
7. Outdoor Air
Pollution
8. Infeksi Respiratorik

Manifestasi Klinis
Asma adalah menjadi sindrom
klinis yang dikarakterisitikan
oleh batuk, mengi, dan sesak
napas serta sesak dada yang
ditimbulkan oleh alergen,
infeksi, atau stimulus lain.
Stimulus ini mencakup latihan
khususnya pada iklim kering
dan dingin, stres, emosi,
merokok pasif dan aktif,

Anamnesis

Anamnesis harus dilakukan dengan cermat agar


didapatkan riwayat penyakit yang akurat mengenai gejala
sulit bernapas, mengi, atau dada terasa berat yang
bersifat episodik dan berkaitan dengan musim, serta

Anamnesis
Apakah anak mengalami serangan
mengi atau serangan mengi
berulang?
Apakah anak sering terganggu
oleh batuk pada malam hari?
Apakah anak mengalami mengi
atau batuk setelah berolahraga?
Apakah anak mengalami gejala
mengi, dada terasa berat, atau
batuk setelah terpajan alergen
atau polutan?
Apakah gejala klinis membaik

Anamnesis
Apakah anak/orangtua benarbenar dapat menjelaskan apa
yang disebut dengan mengi?
Apakah terdapat gejala saluran
napas atas: mendengkur, rinitis,
rinosinusitis?
Apakah gejala timbul sejak hari
pertama kehidupan?
Apakah awitan gejala sangat
tibatiba/mendadak?
Apakah terdapat batuk berdahak
yang kronik atau disertai produksi
sputum?

Anamnesis
Apakah terdapat gejala atau
gambaran klinis kelainan
imunodefisiensi sistemik?
Apakah mengi memburuk atau
anak menjadi iritabel setelah
makan dan bertambah buruk jika
berbaring, muntah, atau tersedak?
Apakah terdapat gejala atau
gambaran klinis kelainan
imunodefisiensi sistemik?
Apakah gejala berlangsung
kontinu dan tidak
berkurang/membaik?

Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan fisik, umumnya tidak ditemukan kelainan saat


pasien tidak mengalami serangan. Pada sebagian kecil pasien
yang derajat asmanya lebih berat, dapat dijumpai mengi di luar
serangan. Dengan adanya kesulitan ini, diagnosis asma pada
bayi dan anak kecil (di bawah usia 5 tahun) hanya merupakan

Pemeriksaan Fisik

Pada PNAA 2004, dinyatakan bahwa mengi berulang dan/atau


batuk kronik berulang merupakan titik awal menuju diagnosis.
Kemungkinan asma perlu dipikirkan pada anak yang hanya
menunjukkan batuk sebagai satu-satunya gejala dan pada

Pemeriksaan Penunjang

Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengukur fungsi


paru, tetapi tidak banyak yang dapat dilakukan dengan mudah.
Pemeriksaan fungsi paru mulai dari pengukuran sederhana, yaitu
peak expiratory flow rate (PEFR) atau arus puncak ekspirasi

Spirometri

Peak Flow Meter

Pulse Oxymetri

Analisa Gas Darah