Anda di halaman 1dari 44

PRESENTASI KASUS

GASTRITIS, DIARE CAIR AKUT,


APENDISITIS

Dokter Pembimbing: dr. Edi Pasaribu, SpA, M.Kes


Lili Andriani 112014124

IDENTITAS PASIEN
Nama : An RL
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal lahir : 08 Agustus 2000
Suku Bangsa : Betawi
Umur : 15 Tahun
Agama : Islam
Pendidikan : Pelajar
Alamat : Jl. krendang baru RT012 RW 002, Jakarta
barat, DKI Jakarta

Identitas Orang Tua

Data Ayah
Tn. E
66 tahun
SMA
Ojek

Data Ibu

Ny. Y
25 tahun
SMA
Administrasi

Masuk

RS: 16 Februari 2016 Jam 14.00

WIB
Pemeriksaan: 19 Februari 2016 Jam
14.00WIB
Bangsal Melati 5306

ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA

RIWAYAT MASUK RS
RS

SILSILAH KELUARGA

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Penyakit

Ya

Tidak

Alergi

Asma

Tuberkulosis

Hipertensi

Diabetes

Kejang Demam

Epilepsy

Hubungan

RIWAYAT KEHAMILAN DAN


KELAHIRAN
Kehamilan

Perawatan antenatal :
Trimester I 1x,
trimester II 1x,
trimester III 2x
Tempat
perawatan:Puskesmas.

Tempat kelahiran : Rumah Bersalin

Penolong persalinan : Bidan

Cara persalinan : Spontan

Masa gestasi : Cukup bulan 40 minggu

Keadaan bayi

Berat badan lahir : 3000 gram

Panjang badan lahir : 50 cm

Lingkar kepala

Langsung menangis kuat

Pucat/Biru/Kuning/Kejang : Negatif

: Tidak diketahui

Nilai APGAR : Tidak diketahui,


Penyakit kehamilan:
Kelainan bawaan : Tidak ada
Kesan
: Neonatus
cukup bulan, sesuai masa kehamilan
Tidak
ada

RIWAYAT PERKEMBANGAN
Sektor personal sosial:
Ibu os tidak ingat
Sektor motor halus
adaptif:
Ibu os tidak ingat
Sektor bahasa:
Ibu os tidak ingat
Sektor motor kasar:
Ibu os tidak ingat

RIWAYAT IMUNISASI

(+) BCG usia 1 bulan

(+) DPT, 2 bulan, 4 bulan,


6 bulan
(+) Polio, 0 bulan, 2 bulan,
4 bulan, 6 bulan

(+) Hep. B, 0 bulan, 1


bulan, 6 bulan
(+) Campak, 9 bulan

Kesan: Imunisasi dasar


pasien lengkap

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Kompos mentis
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 80 kali/menit, reguler, kuat
Suhu : 36,7 C
Pernapasan (frekuensi dan tipe) : 20 kali/menit,
teratur, reguler

ANTROPOMETRI
Tinggi badan : 171 cm
Berat badan : 50 Kg

Status gizi : Gizi baik


BB/ U : persentil 50%
TB/U : persentil 25%
BB/TB : persentil 90%

KURVA PERTUMBUHAN

BB/U: persentil 50%

TB/U: persentil 25%

KURVA PERTUMBUHAN

BB/TB%: 90%

PEMERIKSAAN SISTEMATIS
Kepala : normosefali, rambut warna hitam, distribusi merata
Mata : pupil bulat isokor, refleks cahaya langsung +/+, reflex cahaya
tidak langsung+/+, konjungtica anemis -/-, sclera ikterik -/ Hidung : bentuk normal, septum deviasi (-), nafas cuping hidung -/-,
sekret -/ Telinga : normotia +/+, nyeri tekan tragus (-), serumen -/-, sekret -/ Mulut : mukosa mulut tidak hiperemis
Bibir : bibir merah muda, tidak kering, sianosis (-), trismus (-),
Lidah : normoglosia, warna merah muda, lidah kotor (-), tremor (-)
Tenggorok : faring tidak hiperemis, granular (-)
Leher : trakea lurus ditengah, tidak teraba pembesaran kelenjar
getah bening, kelenjar tiroid tidak teraba membesar, retraksi
suprasternal (-)

THORAKS
1. Paru
Inspeksi : Bentuk dada
normal, simetris dalam
keadaan statis maupun
dinamis, retraksi sela iga
(-), pernafasan
torakoabdominal
Palpasi : Fremitus baik
simetris, tidak ada nyeri
tekan
Perkusi : Sonor di seluruh
lapangan paru
Auskultasi : Suara napas
vesikuler, rhonki -/-,
wheezing -/-

2. Jantung
Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat

Palpasi : Iktus cordis teraba pada sela iga 4


linea midklavikularis kiri
Perkusi : Batas atas jantung di ICS II linea
parasternal kiri.

Batas kiri jantung di ICS IV, linea


midclavicula kiri.

Batas kanan jantung di ICS IV, linea sternal


kanan.

Auskultasi : BJ I/II murni reguler, murmur


(-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi : Bentuk abdomen datar.
Palpasi
: Distensi (-), nyeri tekan (+) ulu
hati, hepar dan lien tidak teraba
Perkusi : Timpani di seluruh lapang perut
Auskultasi : Bising usus (+)

Extremitas
Ekstremitas superior : Akral hangat, deformitas
(-), Edema -/- , CRT < 2 detik
Ekstremitas Inferior : Akral hangat, deformitas
(-), Edema -/- , CRT < 2 detik.
Tulang belakang : tidak tampak kelainan
tulang belakang
Anus dan Rektum: tidak ditemukan iritasi
Kulit: kulit tidak kering dan keriput, turgor kulit
baik, warna kulit sawo matang,

LABORATORIUM 16 FEBRUARI 2016


Darah Rutin
Hemoglobin
: 14.0 g/dL (13,0-18,0)
Jumlah Leukosit
: 11.100/L(4.000-10.000)
Hematokrit
: 45,0% (40-50)
Jumlah Trombosit : 307.400 L (150-450)
Kesan: leukositosis

RINGKASAN

Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun datang ke IGD RS


dengan keluhan muntah 10 kali sejak Lima jam SMRS, muntah
berisi makanan yang pasien makan. Keluhan disertai dengan nyeri
perut di ulu hati. Satu hari smrs pasien demam. pasien memiliki
riwayat sakit maag, pasien juga punya kebiasaan telat makan dan
tidak suka makan sayur. Keluhan diare sebelumnya disangkal.
Pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis.

DIAGNOSIS KERJA
Gastritis
Gizi

baik
leukositosis

PENATALAKSANAAN
Rehidrasi IVFD KAEN 3B 30 tpm
Ranitidin 3x50 mg
Omeprazole 40 mg 1x1/2 ampul
Antasida 3x2 tab
Paracetamol 500 mg 3x1 tab

PROGNOSIS
Ad Vitam
: dubia ad bonam
Ad Fungsionam : dubia ad bonam
Ad Sanationam : dubia ad bonam

17 februari 2016
S : Muntah setiap kali makan dan
minum, nyeri ulu hati, demam,
lemas
O : KU: TSS Kes: CM
HR: 90x RR: 20x
T : 38,3 C
o

18 februari 2016
S : Mencret 12 kali, mencret berisi air, warna
hijau, nyeri tekan pada kandung kemih,
nyeri ulu hari berkurang
O : KU: TSS
HR: 90x

TD:100/60mmHg
Abd: turgor baik,BU: (+),NT ulu
hati(+)
A : gastritis
P:
Rehidrasi IVFD KAEN 1B 30 tpm
Ranitidin 3x50 mg
Omeprazole 1x1/2 ampul
Sukralfat 3x1 cth
Antasida 3x2 tab
Paracetamol 3x1 tab
Cotrimoxazole 2x2 cth

Kes: CM
RR: 20x

T : 38,3oC
TD:100/60mmHg
Mata

: cekung (-)

Bibir

: kering (-)

Abdomen: turgor baik, bising usus (+),


NTsuprapubis(+)
A: gastritis
P:
Terapi lanjut
Metronidazole 3x1tab
Zinkid 20 mg 1x1 tab
Rencana cek ul

LABORATORIUM 18 FEBRUARI
2016
Makroskopis urin
Warna
: kuning (kuning)
Kejernihan : jernih (jernih)
Berat jenis : 1.025 (1.0021.030)
pH: 0,5
protein urin : negatif (negatif)
reduksi urin : negatif (negatif)
keton urin
: negatif (negatif)
darah samar: negatif (negatif)
bilirubin : negatif (negatif)
urobilinogen urin :0,2 (0,1-1,0)
nitrit : negatif (negatif)
lekosit
: negatif(negatif

Mikroskopis urin

lekosit

silinder

: 0-1 (<3)
:0-1 (<5)

: negatif (negatif)
epitel

eritrosit

: positif (<7/Lp)

Kristal

: negatif (negatif)

Bakteri

: negatif (negatif)

Kesan: dalam batas normal

19 februari 2016
S : Pasien mencret 4 kali,
nyeri di ulu hati berkurang,
nyeri supra pubis, masih
demam.
O : KU: TSS Kes: CM
HR: 90x RR: 20x
T : 39,0oC
TD:100/60mmHg
Mata : cekung (-)
Bibir: kering (-)
Abdomen: turgor baik, bising
usus (+), NTsuprapubis(+)
A: Gastritis + leukositosis
+ gizi baik + diare cair
akut tanpa dehidrasi
P: Terapi lanjut

20 februari 2016
S : Demam, nyeri pindah ke perut kanan bawah,
mencret
O : KU: TSS
HR: 90x/m

Kes: CM
RR:20x/m

Suhu: 37,0oC
TD:100/60mmHg
Abdomen: bising usus (+), nyeri tekan
Mc.Burney (+), Rovsing sign (+), Blumberg
sign (+), Psoas Sign (-), Obturator sign (-)
A: Gastritis + leukositosis + gizi baik +
diare cair akut tanpa dehidrasi + susp.
Apendisitis akut perforasi
P: Terapi lanjut
Cotrimoxazole ganti ceftriaxone 2x1 gr
Metronidazole 3x500 mg (iv)
Konsul dr.SpBA
Cek h2tl
hitung jenis leukosit
pt/aptt
Elektrolit
Albumin
ketorolak 3x30 mg

21 februari 2016
S : nyeri perut kanan bawah(+), demam
(-), muntah (-), diare (-), lemas (+), tgl
22 operasi
O : KU: TSS Kes: CM
HR: 90x/m RR:20x/m
Suhu: 37,0oC
TD:100/60mmHg
Abdomen: sda
A: suspek apendisitis akut perforasi
P: Terapi lanjut
Ketorolak stop ganti novalgin 3x300mg
Cetirizine 2x10 mg tab

LABORATORIUM 21 FEBRUARI
2016
Darah rutin
Hemoglobin: 13.1 g/dL (13,0-18,0)
Leukosit: 12.210 L (4,00-10,00)
Hematokrit: 41.1% (40-50)
Trombosit: 291.200 L (150-450)

Homeostasis
Protrombin time : 16,7 detik (1219)
INR: 1.10
PT kontrol: 15,7 detik(12,3-18,9)
ApTT: 34,9 detik (27-43)
ApTT kontrol: 36,8 detik (27-43)

Elektrolite
Natrium: 135 mEq/L (135-150)

Kalium: 3,2 mEq/L (3,6-5,5)


Klorida: 99 mEq/L (94-111)

Fungsi Liver

Albumin: 3,02 g/dL (3,5-5,2)

Kesan: leukositosis dan hipoalbumin

22 februari 2016
S :nyeri perut (+), demam (-), muntah (-),
diare (-), lemas (+), puasa pukul 03.00
wib
O : KU: TSS Kes: CM
HR: 90x/m

RR:20x/menit

Suhu: 37,0oC
TD:100/60mmHg
Abdomen: sda
A : suspek apendisitis akut perforasi
+ leukositosis + hipoalbumin
P:
Operasi
Instruksi post op
RL 2200cc/24 jam
Inj ceftriaxone 2x1 gr
Inj metronidazole 3x500 mg
Inj novalgin 3x500 mg
Inj transamin 3x500 mg
Ranitidin 3x50 mg

laporan operasi didapatkan tampak sekum


adhesi derajat 4 yaitu sekum melekat
sampai ke cavum douglasi, apendiks tidak
terlihat namun keluar pus 5 cc.

23-24 februari 2016


S : Demam (-), BAB (-), flatus (+),
miring kanan dan miring kiri (+)
O :KU: TSS Kes: CM
HR: 90x/m

RR:20x/m

Suhu: 36,9oC
TD:100/60mmHg
Abdomen: luka bekas operasikering,
terpasang drain , peristaltik (+)
A: Apendisitis akut perforasi
P: Terapi lanjut
Diet bubur saring

25 februari 2016
S : nyeri luka bekas operasi
berkurang
O: KU: TSS Kes: CM
HR: 90x/menit RR:20x/menit
Suhu: 36,3oC
TD:100/60mmHg
Abdomen: sda
A: Apendisitis akut perforasi
P
Rl 1000 cc 14 tpm
Ceftriaxone 2x1 gr
Ranitidin 3x50 mg
Metronidazole 3x500 gr

GASTRITIS
AKUT

HARI 1: Muntah, nyeri ulu hati, demam

DIAGNOSIS
Anamnesis: nyeri ulu hati kadang-kadang
dampai muntah
Pemeriksaan penunjang:

Endosopi:

eritema, eksudatif, flat erosion, raised


erosion, perdarahan, edematous rugae.
Histopatologi: degradasi epitel, hiperplasia foveolar,
infiltrasi netrofil, inflasmasi sel mononuklear, folikel
limphoid, atrofi intestinal metaplasia, hiperplasia sel
endokrin, kerusakan sel parietal.

DIARE CAIR AKUT TANPA


DEHIDRASI

DIARE CAIR AKUT TANPA


DEHIDRASI

Diare adalah buang air besar dengan


konsistensi lebih lunak atau cair, yang
terjadi lebih dari atau sama dengan 3 kali
dalam 24jam.
Diare akut: diare yang
dalam
mencret 12berlangsung
kali berisi air
kehijauan
waktu kurang dariberwarna
14
hari
keadaan umm baik
pasien sada
mata tidak cekung
keinginan untuk minum
normal
turgor kembali segera.

Tanpa dehidrasi: keadaan umum baik, cm,


rasa haus normal, turgor kembali cepat

TERAPI DIARE CAIR AKUT TANPA


DEHIDRASI

Jumlah cairan yang diberikan setiap habis


buang air besar adalah sebagai berikut:
Anak

usia < 1 tahun : 50-100 ml


Anak usia 1-5 tahun : 100-200 ml
Anak usia 5-12 tahun : 200-300 ml
Dewasa : 300-400 ml

TERAPI DIARE CAIR AKUT TANPA


DEHIDRASI
Pemberian zink
usia 6 bulan sampai dengan 5 tahun
diberikan 20 mg per hari selama 10-14 hari
Pemberian antibiotik
Cotrimoxazole 50 mg/kgBB/ hr, dibagi 2
dosis, selama 5 hari

APENDISITIS

APENDISITIS
Apendisitis merupakan peradangan pada
apendiks
Apendisitis terdiagnosa hanya 1% sampai 8%
dari seluruh pasien anak-anak yang datang ke
instalasi gawat darurat
Apendisitis sumbatan lumen

Hiperplasia
Limfoid
massa

folikel

feses
benda asing atau parasit
ulserasi pada mukosa dengan infeksi bakteri.

MANIFESTASI KLINIS APENDISITIS


AKUT
Tanda awal: nyeri mulai dari epigastrium dan
regio umbilikus disertai mual dan anoreksia
Nyeri pindah ke kanan bawah dan menunjukkan
tanda rangsangan peritoneum lokal dititik
mc.burney
Demam 37,5-38,5 0C.
Konstipasi atau diare.
leukositosis ringan

DIAGNOSIS APENDISITIS
Total skore pada kasus:
8 sesuai gejala
apendisitis

DIAGNOSIS APENDISITIS
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang:

Ultrasonografi

( USG)
Computed Tomografi (CT) scan
Pemeriksaan leukosit

Hari keenam perawatan

APENDISITIS PERFORASI

APENDISITIS PERFORASI
Komplikasi utama apendisitis
Dapat berkembang menjadi peritonitis
Terjadi setelah 24 jam setelah awitan nyeri
Demam 37,7 atau lebih
Nyeri tekan abdomen yang kontinyu
Leukositosis (leukosit >18.000 sel/m3)