Anda di halaman 1dari 14

Terapi Latihan

(ROM, Strengthening, Stretching)

Tujuan

Mencegah disabilitas sekunder ok


immobilisasi lama
Koreksi disabilitas yang ada
Ambulasi dini

Tujuan

umum:

Khusus:

Mempertahankan fleksibilitas otot, sendi,


dan jaringan, sesuai ROM
Mempertahankan & memperbaiki kekuatan
dan daya tahan

Latihan ROM
mencegah

kekakuan sendi, kontraktur

sendi
Mulai latihan sedini mungkin
Indikasi:
setiap

keadaan dengan immobilisasi lama


kekakuan/kontraktur sendi

Kontraindikasi
Radang

akut di daerah sendi


Fraktur sekitar sendi

Dilakukan

dengan 3 macam cara

ROM pasif (pada MMT 0-1)


Pasien

tidak mampu menggerakkan sendiri


Dibantu oleh orang lain

ROM Aktif (pada MMT 3-5)


Pasien

mampu menggerakkan sendiri

ROM aktif assistive


Pasien

menggerakkan sendiri dibantu oleh anggota


geraknya yang sehat

Strengthening
Indikasi:

kelemahan otot
Syarat dapat dilakukan Strengthening:
MMT > 3
Kegunaan:

Mempertahankan kapasitas fungsional


Prevensi dan recovery
Meningkatkan sport performance

Kontra

indikasi

kekuatan otot <2


Penyakit otot
Radang akut
Fraktur yang belum sembuh
Pasien kelainan jantung hati2 terhadap
latihan isometrik

Kelompok otot mana yang butuh dilatih?


Bagaimana sumber energy utama dari otot
yang akan dilatih?
Apa jenis gerakan utama otot yang akan dilatih?
Apa kerusakan utama dan bagian mana yang
paling penting diperbaiki terlebih dahulu?
Apa kebutuhan spesifik dari kekuatan otot,
hipertropi, ketahanan, kekuatan, kecepatan,
agility, flexibelity, body compotition, balance,
dan koordinasi?

kerja otot

Kontraksi isometrik

Kontraksi isotonik

Otot berkontraksi tanpa menghasilkan gerakan


statik, bila pasien tidak dapat mentoleransi
gerakan sendi berulang
Otot berkontraksi menghasilkan gerakan
Dinamik, beban konstan
Latihan isotonik Berguna u/ meningkatkan
kekuatan otot, daya tahan, dan power.

Kontraksi isokinetik

Tahanan disesuaikan untuk mencapai kontraksi


isotonik
Penguatan otot lebih efisien

Teknik

Latihan sedini mungkin setelah keadaan


memungkinkan
Dapat dilakukan isometrik, isotonik,
isokinetik
Prinsip latihan = High Resistance, Low
Repetition
10 gerakan ROM: 10 detik , tiap kelompok
otot 2x sehari

Latihan

Aktif resistif

Latihan yang dilakukan pasien dengan


melawan tahanan yang diberikan oleh
tenaga medis atau alat mekanis
PRE(Progressive resistance exercise) :
latihan penguatan isotonik dinamik
dengan beban yang ditingkatkan
bertahap

Adaptasi fisiologis resistance


training
Nervous

system adaptation
Muscle enlargement
Muscle fiber conversion
Increase enzim that associated with ATP
Body compositional change
Endocrine system adaptation
Adaptation to connective tissue, bone, and
cartilage
Peak oxygen compsumption

Rotation of push/pull exercises for total


body sessions
Rotation of upper/lower body exercise for
total body session
Large muscle before smaller ones
Multiple joint exercise before single-joint
exercises
Most intense exercise preformed before
least intense

stretching
Untuk

meningkatkan flexibilitas dan ROM sendi


3 teknik:

Ballistic,dengan gerakan cepat


statik, dengan ditahan 15-60 detik
Propioceptive neuromuscular facilitation, dengan
koktraksi-relaksasi untuk meningkatkan ambang batas
nyeri

Kontraktur

ringan dilakukan 20-30menit


Kontraktur berat dilakukan 30 menit atau lebih
dikombinasikan dengan proper positioning
3-10 ROM tiap sendi, 2x/hari