Anda di halaman 1dari 15

Konsiderasi Anestesi Pada Pasien

Hipothyroid

Tim Pediatrik

Anamnesa

Identitas pasien :
Nama :An. A
Umur : 2 tahun

Keluhan utama : sulit BAB sejak umur 6 bulan

Pasien sulit BAB sejak umur 6 bulan,


Perut tidak kembung, Mual muntah (-)
Demam (-), batuk (-), pilek (-),

Pasien dengan penyakit penyerta hipothyroidism yang


diakibatkan oleh hemiagenesis thyroid kanan, pasien telah
mendapatkan therapi hormon thyroxin (Na-L-thyroxin 1
x20mcg) sejak umur 4 bulan. Saat ini pasien ditemukan
dalam kondisi euthyroid

Pasien didiagnosa ada celah bilik jantung saat umur 2 bulan,


namun sudah menutup saat umur 1 tahun

Pemeriksaan Fisik

Ku : CM BB : 8,6 kg
Nadi
: 102 x/menit
Respirasi : 24 x/min,
SpO2
: 99% dengan udara bebas
Suhu
: 36,7 C
Jalan napas : sulit dinilai
Thoraks: bentuk & gerak simetris
pulmo: rhonki -/-, wheezing -/-, suara napas vesikular
cor : normal, murmur (-)
Abdomen : distensi (-), tidak tegang, BU (-)
Extrimitas : akral hangat, udem (-),

Laboratorium
Hb
Ht
(3/8)

Leuko

Tr

SGOT SGPT

13,4

41

15.90
0

435.00
0

46

18

PT

INR

aPTT

Na

Ca

GDS

14,1

1,06 31,6

135

4,9

5,4

109

Pemeriksaan Penunjang
Rontgen Thoraks :

3/8
Bronchopneumonia
bilateral,
kardiomegali
dengan corakan
bronchovascular
bertambah

Pasien dengan Status Fisik ASA II


Rencana tindakan Anestesi umum

Rencana Anestesi
Preoperatif
Informed consent tentang tindakan anestesi
umum, puasa preoperatif dan manajemen nyeri
pasca operasi dan ruang rawat pasca operasi.
Puasa mulai pukul 03.00
IVFD RL 30cc/jam
Obat Na-L thyroxin dilanjutkan

Pre Induksi
Pasien diberikan oksigenasi
Dipasang monitor tekanan darah, EKG, SpO2 dan
Temp
Radiant warmer,

Induksi
Diberikan preoksigenasi, diberikan fentanyl 15 mcg lalu
diberikan propofol 20 mg, dibuka sevoflurane 4vol%,
setelah pasien tertidur. Jalan napas dikuasai diberikan
atracurium 4 mg. kemudian Dilakukan intubasi dengan ETT
no 4.
Maintenance dengan sevoflurane 2-3 vol%. O2:Air=50:50%.

Post operatif
Analgetik post op dengan
paracetamol 4x150 dan kaltrofen
supp 25 mg

Hipotiroidisme
Spektrum gambaran klinik hipotiroidisme sangat
lebar, mulai dari keluhan cepat lelah atau mudah
lupa sampai gangguan kesadaran berat (koma
miksedema). Gejala yang sering dikeluhkan cepat
lelah, tidak tahan dingin, berat badan naik,
konstipasi, gangguan siklus haid dan kejang otot
Selain pengaruhnya yang dominan pada sistem
kardiovaskular, hipotiroidisme juga mempengaruhi
pemberian obat-obat anestesi akibat peningkatan
atau penurunan bersihan dan volume distribusi obat
pada kondisi hipometabolisme

Beberapa risiko yang berhubungan dengan prosedur operasi


pada pasien dengan hipotiroidisme adalah sebagai berikut :
1. Pemberian obat-obat premedikasi dan anestesi Akibat adanya
gangguan metabolisme dan bersihan obat dihati dan ginjal,
pasien dengan hipotiroidisme memiliki sensitivitas yang
meningkat terhadap obat-obatan (anestesi, perioperatif).
2. Periode pemulihan kesadaran memanjang, penekanan fungsi
respirasi dan fase hipotensi yang juga memanjang.
3. Intraoperatif Adanya kelainan jantung memprediksi timbulnya
risiko hipotensi dan gagal jantung lebih sering.
4. Mengatasi infeksi Jarangnya gejala demam mengakibatkan
diagnosis terlambat dan pemberian terapi untuk infeksi yang
juga terlambat.