Anda di halaman 1dari 45

BAB V

ANALISIS
MASALAH

TAHAP ANALISIS
Tahap Analyze merupakan tahap ketiga dalam
program peningkatan kualitas Six Sigma.

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
ANALISIS
1. Pembuatan Diagram Pareto
Berdasarkan data unit cacat Front Leg CL 430
selama bulan Desember 2010 sampai Januari 2011
yaitu :
- Total unit cacat pada bagian sisi samping
bergelombang = 94 unit
- Total unit cacat dari enam jenis cacat yang ada =
316 unit

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
ANALISIS
Perhitungan persentase jenis cacat untuk bagian
sisi samping bergelombang selama bulan Desember
2010 - Januari 2011 adalah sebagai berikut :

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
ANALISIS
Data persentase perhitungan jenis cacat sebagai
berikut :
NO.

JENIS CACAT

DESEMBER
(UNIT)

JANUARI
(UNIT)

TOTAL
(UNIT)

PERSENTASE (%)

Retak

56

38

94

29.75

Dekok

34

26

60

18.98

Gores

27

28

55

17.40

Formalin Kering

40

10

50

15.83

Gelembung

12

20

32

10.13

Salah Potong

18

25

7.91

Total

187

129

316

100

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
ANALISIS

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
ANALISIS
2. Pembuatan Diagram Fish Bone (Diagram Sebabakibat)

TAHAP IMPROVE
Tahap Improve merupakan tahap perbaikan
penyebab timbulnya cacat pada Front Leg CLP 430.
Tahap perbaikan dalam improve dilanjutkan dengan
menggunakan metode 5W + 1H

TAHAP CONTROL
Merupakan tahap akhir dalam proyek peningkatan
kualitas Six Sigma, digunakan untuk mengetahui
peningkatan kualitas terhadap produk yang cacat.

LANGKAH-LANGKAH TAHAP CONTROL


1. Pengukuran data hasil implementasi

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
2. Perhitungan Peta Kendali p

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
3. Perhitungan Batas Kendali Front Leg CLP 430

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
Jumlah produksi Front Leg CLP 430 = 6582 Unit
Jumlah cacat adalah = 107 unit
Sehingga, perhitungan batas kendali untuk Front Leg CLP 430 adalah :
Berdasarkan TA

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
Setelah menghitung batas kendali maka dilakukan
pembuatan Peta Kendali p berdasarkan hasil
perhitungan diatas untuk mengetahui dalam batas
kendali atau tidak. Untuk mengetahui data tersebut
dalam batas kendali atau tidak dapat digunakan
program Minitab.

Gambar Peta Kendali p menggunakan Minitab

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
4. Pembuatan Diagram Pareto Hasil Implementasi
Dimaksudkan untuk mengetahui besarnya
perubahan penurunan jumlah cacat dan juga
perubahan urutan jenis cacatnya dibandingkan
dengan sebelum implementasi.
Pembuatan Diagram Pareto hasil implementasi
berdasarkan data unit cacat Front Leg CLP 430
selama bulan Februari bulan Maret 2011, yaitu :
Total Unit Cacat Retak = 30 Unit
Total Unit Cacat Dari 6 Jenis Cacat Yang Ada =
107 Unit

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
Rumus menghitung persentase dari hasil
implementasi berdasarkan data unit cacat Front Leg
CLP 430 setelah perbaikan.

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
5. perhitungan persentase jenis cacat

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
Setelah menghitung persentase dan total unit
cacat, maka dilakukan pembuatan Pareto Chart
berdasarkan hasil perhitungan diatas untuk
menentukan jenis cacat yang akan dijadikan
prioritas penanganan masalah

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
6. Perhitungan Kapabilitas Hasil Implementasi
Cp digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat
suatu output process berada dalam nilai spesifikasi
terget kualitas yang telah ditetapkan sebelumnya.
Nilai rata-rata bagian yang cacat selama bulan
Februari-Maret 2011 yaitu :
P bar = 0,016391
Kemudian dari nilai p bar tersebut hitung Cp, yaitu :
1. Persentase proporsi cacat = p bar x 100%
Persentase proporsi cacat = 0,016391 x 100 % =
1,6391

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
2.Hitung = 1 Hitung = 1 - = 0,9918045
Nilai Z tabel 0.9918045
3. Nilai z(0.9918045) = 2.40
4. Cp =
Cp = = 0.8
Setelah diketahui nilai Cp = 0,8 maka dapat diartikan
bahwa kapabilitas proses masih perlu perbaikan,
karena nilai Cp < 1. sehingga dapat ditarik kesimpulan
bahwa kapabilitas proses hasil implementasi pada lini
Front Leg CLP 430 masih perlu perbaikan

LANGKAH-LANGKAH TAHAP CONTROL


7. Perhitungan DPMO

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
8. Perhitungan COPQ Hasil implementasi
Perhitungan dilakukan berdasarkan biaya repair dan
reorder untuk komponen yang cacat. Pada produksi
Front Leg CLP 430 biaya yang dikeluarkan akibat
kualitas yang buruk (COPQ) selama bulan februarimaret 2011 sebagai berikut :

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
COPQ pada bulan februari
Jumlah cacat retak = 18 unit
Harga satuan reorder MDF dan PVC sheet
= Rp.87.000
Jadi, total COPQ = jumlah cacat x harga satuan
= 18 x 87.000
= Rp. 1.566.000

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
COPQ pada bulan Maret
Jumlah cacat retak = 12 unit
Harga satuan reorder MDF dan PVC sheet
= Rp.87.000
Jadi, total COPQ = jumlah cacat x harga satuan
= 12 x 87.000
= Rp. 1.044.000

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL

LANGKAH-LANGKAH TAHAP
CONTROL
Dari perhitungan COPQ dari bulan Februari-Maret
2011, dapat diketahui besarnya biaya yang
dikeluarkan sebesar :

Dari tabel diatas , biaya yang dikeluarkan akibat


kualitas yang buruk selama bulan Februari-Maret
2011 sebesar Rp 3.927.000,Rata-rata perhari= Rp 3.927.000,= 3.927.000,- / 33
= Rp 119.000,- / Hari

PERBANDINGAN PROSES
BERDASARKAN DATA
SEBELUM DAN SESUDAH
IMPLEMENTASI

1. Perbandingan Urutan Prioritas


Cacat Berdasarkan Diagram Pareto
Sebelum & Sesudah Implementasi
Sebelum Implementasi
Sesudah Implementasi
Bulan Desember 2010-Januari
Bulan Februari-Maret 2011
2011
No

Jenis Cacat

Total (Unit)

No

Jenis Cacat

Total (Unit)

Retak

94

Retak

30

Dekok

60

Dekok

22

Gores

55

Gores

22

Formalin Kering

50

Formalin Kering

13

Gelembung

32

Gelembung

12

Salah Potong

25

Salah Potong

Total

107

Total

316

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa urutan


pertama adalah cacat retak yang menjadi fokus
penanganan pada proyek perbaikan kualitas Six
Sigma.
Jumlah cacat retak sebelum implementasi sebesar :
94 unit dan setelah implementasi jumlah cacatnya
menjadi 30 unit. Sehingga terjadi penurunan jumlah
cacat sebesar 64 unit. Total keseluruhan cacat
untuk Front Leg CLP 430 sebelum implementasi
sebesar 316 unit dan setelah implementasi jumlah
keseluruhan cacat menjadi 107 unit.

2. Melakukan Uji Proporsi


Untuk menunjukkan adanya penurunan jumlah
produk cacat antara sebelum dan sesudah
implementasi, maka dilakukan uji proporsi ; dimana
P1 = Proporsi sebelum perbaikan
P2 = Proporsi sesudah perbaikan
1. Ho : P1 = P2
2. H1 : P1 > P2
3. = 0,05
4. Derah kritis : Z > Z() : Z > 1,645 (berdasarkan
Tabel Z pada lampiran)

2. Melakukan Uji Proporsi


(Lanjutan)
5. Perhitungan

2. Melakukan Uji Proporsi


(Lanjutan)
6. Kesimpulan
Berdasarkan hasil perhitungan uji proporsi dapat
diketahui bahwa (Zhitung = 11,1828 ) > (Ztabel = 2,4) ,
maka H0 ditolak. Dapat dikatakan bahwa proporsi
cacat sebelum implementasi lebih besar daripada
setelah implementasi.

3. Perbandingan Kapabilitas Proses


Sebelum dan Sesudah Implementasi

4. Perbandingan DPMO Sebelum


dan Setelah Implementasi

5. Perbandingan Level Sigma

6. Perbandingan COPQ Sebelum


dan Sesudah Implementasi