Anda di halaman 1dari 24

Referat

TETANUS
PEMBIMBING;
Dr. KURNIAWAN EKO WIBOWO, Sp.B, M.Biomed
OLEH :
SHINTA WULANDHARI

Pendahuluan
Tetanus (lockjaw) adalah suatu toksemia
akut yang disebabkan oleh neurotoksin
yang dihasilkan oleh Clostridium tetani
ditandai dengan spasme otot yang
periodic dan berat
Tetanus disebut juga dengan Seven Day
Disease.

Definisi
Tetanus adalah Gangguan neurologis yang
ditandai dengan meningkatnya tonus otot
dan spasme, yang disebabkan oleh
tetanospasmin, suatu toksin protein yang
kuat yang dihasilkan oleh Clostridium
tetani

Etiologi
Penyakit ini disebabkan oleh
Clostridium
tetani,
merupakan
basil
Gram
positif anaerob.
Bakteri ini nonencapsulated
dan berbentuk spora, yang
tahan panas, pengeringan
dan desinfektan

Patofisiologi..
C. tetani masuk ke tubuh melalui luka
Suasana anaerob menyebabkan pertumbuhan
spora dan produksi toksin dalam darah dan limfa
Toksin bekerja dalam sistem saraf pusat, saraf
perifer dan saraf simpatis
Toksin tetanus menghambat inhibisi dari
neurotransmiter sehingga otot menjadi spasme

Epidemiologi
Di negara yang telah maju seperti Amerika
Serikat kejadian tetanus yang dilaporkan
telah menurun secara substansial sejak
pertengahan 1940 karena meluasnya
penggunaan imunisasi terhadap tetanus

Cont
Namun berbeda dengan yang terjadi di negara
berkembang seperti Indonesia, insiden dan angka
kematian akibat tetanus masih cukup tinggi, hal
ini disebabkan karena tingkat kebersihan masih
sangat kurang, mudah terjadi kontaminasi,
perawatan luka yang kurang diperhatikan,
kurangnya
kesadaran
masyarakat
akan
pentingnya kebersihan dan kekebalan terhadap
tetanus.

Manifestasi klinik
Karakteristik tetanus
Kejang bertambah berat selama 3 hari pertama,
dan menetap selama 5 -7 hari.
Setelah 10 hari kejang mulai berkurang
frekuensinya

Setelah 2 minggu kejang mulai hilang.

Cont..
( trismus, lockjaw ) karena spasme Otot masetter.
( opistotonus , nuchal rigidity )
Risus sardonicus.
Gambaran Umum yang khas berupa badan kaku
dengan opistotonus, tungkai dengan eksistensi,
lengan kaku dengan mengepal, biasanya
kesadaran tetap baik.
Karena kontraksi otot yang sangat kuat, dapat
terjadi asfiksia dan sianosis, retensi urin, bahkan
dapat terjadi fraktur collumna vertebralis ( pada
anak ).

Ada tiga bentuk tetanus yang dikenal secara


klinis, yakni:
Localited tetanus (Tetanus Lokall)
Cephalic Tetanus
Generalized tetanus (Tetanus
umum)

Tetanus lokal (lokalited Tetanus)


Pada lokal tetanus dijumpai adanya kontraksi otot
yang persisten, pada daerah tempat dimana luka
terjadi
Lokal tetanus ini bisa berlanjut menjadi
generalized tetanus, tetapi dalam bentuk yang
ringan dan jarang menimbulkan kematian.

Chepalic Tetanus
Cephalic tetanus adalah bentuk yang jarang dari
tetanus. Masa inkubasi berkisar 1 2 hari yang
berasal dari otitis media kronik luka pada daerah
muka dan kepala, termasuk adanya benda asing
dalam rongga hidung
dicirikan oleh lumpuhnya saraf kranial VII paling
sering terlibat. Tetanus Ophthalmoplegic ialah
tetanu

Generalized Tetanus
Bentuk ini yang paling banyak dikenal
Trismus merupakan gejala utama yang sering
dijumpai ( 50 %),
Gejala lain berupa Risus Sardonicus (Sardonic
grin) yakni spasme otot-otot muka, opistotonus
( kekakuan otot punggung), kejang dinding perut

Grade tetanus Cole dan Youngman (1969)


Grade 1 (ringan)

Grade 2 (sedang)

Grad 3 (berat)

Masa inkubasi
lebih dari 14 hari.
Period of onset > 6
hari
Ttrismus positif
tapi tidak berat
Sukar makan dan
minum tetapi
disfagi tidak ada
Lokalisasi
kekakuan dekat
dengan luka

Masa inkubasi 1014 hari


Period of onset 3
hari atau kurang
Trismus dan disfagi
ada
Kekakuan umum
terjadi dalam
beberapa hari
tetapi dispnoe dan
sianosis tidak ada

Masa inkubasi < 10


hari
Period of onset < 3
hari
Trismus dan
disfagia berat
Kekakuan umum
dan gangguan
pernapasan
asfiksia, ketakutan,
keringat banyak
dan takikardia.

Diagnosis
1.Gejala klinik
- Kejang tetanic, trismus, dysphagia, risus
sardonicus ( sardonic smile ).
2. Adanya luka yang mendahuluinya. Luka
adakalanya sudah dilupakan.
3. Kultur: C. tetani (+).
4. Lab : SGOT, CPK meninggi serta dijumpai
myoglobinuria.

Diagnosa Banding

Penatalaksanaan umum
Merawat dan membersihkan luka sebaik-baiknya
Diet cukup kalori dan protein
Isolasi untuk menghindari rangsang luar seperti
suara dan tindakan terhadap penderita
Oksigen, pernafasan buatan dan trachcostomi
bila perlu.
Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.

Obat- obatan
Antibiotika
Antibiotika ini hanya bertujuan membunuh bentuk
vegetatif dari C.tetani, bukan untuk toksin yang
dihasilkannya.
Anti tetanus toksin
Tetanus toksoid
Antikonvulsan

Komplikasi
Pada saluran pernapasan
Pada kardiovaskular
Pada tulang dan otot

Prognosis..
Dipengaruhi oleh beberapa factor :
Masa inkubasi
Umur
Period of onset
Panas
Pengobatan
Ada tidaknya komplikasi
Frekusensi kejang

Pencegahan..
Namun sampai pada saat ini pemberian
imunisasi
dengan
tetanus
toksoid
merupakan satu-satunya cara dalam
pencegahan
terjadinya
tetanus.
Pencegahan dengan pemberian imunisasi
telah dapat dimulai sejak anak berusia 2
bulan, dengan cara pemberian imunisasi
aktif ( DPT atau DT )

TERIMA KASIH