Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN KASUS

MORBILI
LIMFADENITIS TB

Oleh :

Muthiah Muchlis
10542 0207 10
Pembimbing :
dr. Hushaema Syam, Sp.A
STASE ANAK RS TK. II PELAMONIA
DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2015
PENDAHULUAN
Tuberkulosis (TB) dan campak masih menjadi masalah yang
menonjol di Indonesia. Bahkan Indonesia menduduki
peringkat ketiga sebagai negara dengan jumlah kasus TB
terbanyak di dunia. 1
Lebih dari 4000 orang meninggal perhari karena penyakit
yang disebabkan oleh TB di seluruh dunia. TB juga
merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian pada
anak di negara berkembang. 1,2
Begitupun dengan kasus campak. Campak cukup endemik
pada sebagian besar dunia. Campak sangat menular, sekitar
90% kontak keluarga yang rentan mendapat penyakit. 1
Morbili sangat menular, sekitar 90% kontak keluarga yang
rentan mendapat penyakit tersebut. 5
LAPORAN KASUS
A. IDENTITAS PASIEN
Nama : An. M. R
No. Register RS : 20 24 34
Tanggal Lahir: 10-02-2000
Umur : 15 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl. Garuda Aslob
Tanggal MRS : 20 Januari - 2015
Ruangan : Dahlia

B. IDENTITAS ORANG TUA


Ayah
Nama : Basri
Umur : 46 tahun
Pekerjaan : TNI AD
Ibu
Nama : Nur Syam
Umur : 43 tahun
Pekerjaan : IRT
ANAMNESIS

Tipe Anamnesis : Alloanamnesis dan Autoanamnesis


Keluhan utama : Demam
Riwayat penyakit sekarang : Anak laki-laki masuk
rumah sakit diantar oleh keluarganya dengan keluhan
demam yang sudah dialami sejak 3 hari yang lalu,
demam dirasakan terus menerus dan timbul mendadak.
Pasien juga mengeluhkan batuk berlendir (+), mual (+),
muntah (+), nyeri perut (+) sejak 3 hari yang lalu. 1 hari
sebelum diantar ke rumah sakit, pasien mengeluhkan
timbul bintik-bintik kemerahan pada seluruh wajah dan
dada. BAB : Normal, BAK : Normal. Makan dan Minum
menurun. Riwayat Thyphoid beberapa bulan lalu. Pasien
tidak memiliki riwayat ke luar kota sebelumnya.
Riwayat Penyakit Sebelumnya : Limfadenitis TB (fase
pengobatan)
Riwayat Penyakit dalam Keluarga : Tidak ada
anggota keluarga yang menderita penyakit sama dengan
pasien.
Riwayat Kehamilan, Kelahiran, serta Tumbuh
kembang : Pasien dikandung cukup bulan dan ibunya
sering memeriksakan diri ke bidan selama masa
kehamilan. Ibunya tidak pernah mengalami kelainan
selama masa kehamilan. Pasien lahir spontan, cukup
bulan, langsung menangis, tidak terdapat badan biru
maupun kuning saat lahir. Berat badan lahir panjang
badan Ibu tidak ingat. Pasien mendapat ASI ekslusif
sampai usia 6 bulan. Riwayat imunisasi lengkap (+). Saat
ini pasien makan tiga kali sehari. Pasien makan nasi
dengan berbagai lauk setiap harinya. Pasien tumbuh
seperti anak seusianya, termasuk aktif bermain. Saat ini
pasien berusia 15 tahun dan telah masuk kelas 3 SMP.
STATUS IMUNISASI
Status Belum 1 2 3 Tidak Tahu
imunisasi Pernah
Campak

Polio

Difteri

Tetanus

BCG
PEMERIKSAAN FISIS

Keadaan Umum : Sakit sedang/ Composmentis/gizi


normal
Status Gizi : Normal -2SD sampai dengan 1SD
Berat Badan : 46 kg
Umur : 15 tahun
Tinggi Badan : 160 cm
IMT : 17,96 Kg/m2
Tanda Vital
Nadi : 144 x/menit
Pernafasan : 40 x/mnt (Takipnea)
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Suhu : 38,3 oC
KEPALA LEHER
o Rambut : Hitam, lurus, tidak o Deviasi trachea (-)
mudah di cabut o Pembesaran KGB (+)
o Sklera ikterus (-) o Pembesaran kelenjar thyroid (-)
o Conjungtiva : Anemis (-), merah
(+)
o Bengkak pada wajah (-)
o Edema palpebra (-)
o Sianosis (-)
o Lidah kotorTHORAKS
(-) CARDIOVASCULAR
Inspeksi : Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
o Simetris kanan dan kiri Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
o Deformitas thoraks (-) Perkusi :
o Retraksi (-), pernapasan cuping o Batas jantung kiri, linea midclavicularis
hidung (-) sinistra
Palpasi : o Batas jantung kanan, linea parasternalis
o Massa (-) dekstra
o Sela iga kanan dan kiri Auskultasi :
Perkusi : o Bunyi jantung I dan II murni regular
o Sonor hemithoraks kanan dan kiri o Bising (-)
ABDOMEN EKSTREMITAS
Inspeksi : o Scoliosis (-), Gibbus (-)
o Datar, mengikuti gerakan napas
o Acites (-)
Palpasi :
o Hepar dan lien tidak teraba
o Massa Tumor (-)
o Nyeri tekan (-)
Perkusi : Tymphani (+)
Auskultasi : Peristaltik (+), kesan normal

DIAGNOSIS KERJA DIAGNOSIS BANDING


o Morbili o Demam dengue
o Lympadenitis TB o Demam thyphoid

PENATALAKSANAAN PEMERIKSAAN PENUNJANG


o IVFD RL Pemeriksaan Lab.:
o Ondansentron 1 amp/ extra o DR
o Paracetamol infus 500 mg/iv/8 jam o Widal
o Difenhidramin syrup 3x2 C
o Betafort syrup 2x1 C
Tanggal
Perjalanan Penyakit Instruksi Dokter
Dan TTV
KU : Lemas IVFD RL 20 tpm
S : Demam (+), menggigil (-), kejang Paracetamol infus 500
(-), batuk (-), flu (-), lendir (-), mual mg/iv/8 jam
(-), muntah (+) 1 kali tadi pagi, sakit Difenhidramin syrup 3x2 C
kepala (-), sakit perut (-). Betafort syrup 2x1 C
21 Jan 2015 Nafsu makan : berkurang Bedak salicyl
N : 100x/menit
Nafsu minum : baik OAT RHZE lanjut : 1x3
P : 28 x/menit
S : 37,5 oC
BAB : Normal Rifampicin 150 mg
TD:120/80 mmHg BAK : Normal Isoniazid 75 mg
O : Paru : BP : Vesicular Pyrazinamid 400 mg
4 BT : Rh -/-, Wh -/-
Etambutol 275 mg
CV : BJ I/II Murni reguler
Bising (-)
Abd : Peristaltik (+) kesan normal
Rumple Leed Test : (-)
Kulit : ruam kemerahan
HASIL LABORATORIUM
Jenis Hasil Satuan Nilai normal

RBC 5,59 106/mm3 4,00-5,40

HGB 13,1 g/dl 10,3-15,7

HCT 37,1 % 32,0-44,0

MCV 66 um3 73-89

MCH 23,5 Pg 24,0-31,0

MCHC 35,3 g/dl 32,0-36,0

PLT 261 103/mm3 150-450

WBC 3,1 103/mm3 4,8-10,8

LED 54 mm/jam 0-10


Tanggal
Perjalanan Penyakit Instruksi Dokter
Dan TTV
KU : Lemas IVFD RL 20 tpm
S : Demam (-), menggigil (-), kejang (-), batuk (+), Paracetamol infus 500 mg/iv/8 jam
flu (+), lendir (+), mual (-), muntah (-), sakit kepala Histapan 2x1 tab
22 Jan - 2015 (-), sakit perut (-). Betafort syrup 2x1 C
Nafsu makan : berkurang Lavidryl syrup 3x2 C
N : 100x/menit Nafsu minum : baik Isprinol syrup 2x1 C
P : 28x/menit BAB : Normal Bedak salicyl
S : 36,4 oC
BAK : Normal OAT RHZE

O : Paru : BP : Vesicular

BT : Rh -/-, Wh -/-

CV : BJ I/II Murni reguler


5
Bising (-)
Abd : Peristaltik (+) kesan normal
Kulit : ruam kemerahan bertambah
disertai rasa gatal dan perih
KU: Membaik IVFD RL 20 tpm
Demam (-), menggigil (-), kejang (-), nyeri kepala (+), Paracetamol infus 500 mg/iv/8 jam
Pusing (+), batuk (+), lendir (-), sesak (-), mual (-), Histapan 2x1 tab
muntah(-), nyeri perut (-).
Betafort syrup 2x1 C
23 Jan 2015 Nafsu Makan : Berkurang
Lavidryl syrup 3x2 C
N : 92x/menit Nafsu Minum : Baik
Isprinol syrup 2x1 C
P : 24 x/menit BAB : normal
Bedak salicyl
S : 36,6 oC BAK : normal
OAT RHZE
O : Paru : Bp : Vesicular
6 B t : Rh -/-, Wh -/-
Tanggal
Perjalanan Penyakit Instrkusi Dokter
Dan TTV
Ku: Membaik Aff infus
Demam (-), menggigil (-), kejang (-), nyeri kepala (+), Histapan 2x1 tab
Pusing (-), batuk (+), lendir (-),mual (-), muntah(-), nyeri Betafort syrup 2x1 C
perut (-).
24 Jan - 2015
Lavidryl syrup 3x2 C
Nafsu Makan : Berkurang
N : 92x/menit P : 24 Isprinol syrup 2x1 C
Nafsu Minum : Baik
x/menit Bedak salicyl
BAB : Hari ini belum BAB
S : 36,3oC Yudafit 1x1 tab
BAK : Baik, warna teh
OAT RHZE
O : Paru : Bp : Vesicular

B t : Rh -/-, Wh -/-
7
CV : Bj 1 dan 2 Murni reguler
Bising (-)
Abd : Peristaltik (+) kesan normal
Kulit : ruam hiperpigmentasi
S : Demam (-), menggigil (-), kejang (-), nyeri kepala (-), Aff infus
Pusing (-), batuk (+), flu (-), lendir (+), sesak (-), mual (-), Histapan 2x1 tab
muntah(-), nyeri perut (-), nyeri tenggorokan (+) Betafort syrup 2x1 C
Nafsu Makan : baik
25 Jan - 2015
Lavidryl syrup 3x2 C
Nafsu Minum : Kuat
N : 100x/menit P : Isprinol syrup 2x1 C
BAB : normal
24 x/menit Bedak salicyl
BAK : normal
S : 36,5oC Yudafit 1x1 tab
O : Paru : BP : Vesicular
OAT RHZE
BT : Rh -/-, Wh -/-
8 Boleh pulang
CV : BJ I/II Murni reguler
Bising (-)
Abd : Perislatltik (+) kesan normal
PEMBAHASAN

Definisi : Morbili suatu penyakit akut


menular di tandai 3 stadium, (1) stadium
inkubasi sekitar 10 12 hari dengan sedikit,
jika ada, tanda tanda, atau gejala gelaja,
(2) stadium prodromal dengan bercak kolpik
pada mukosa bukal dan faring, demam
ringan sampai sedang, konjungtivitis ringan,
koryza, dan batuk yang semakin berat. Dan
(3) stadium akhir dengan ruam makuler yang
muncul berturut- turut pada muka, tubuh,
lengan dan disertai oleh demam tinggi. 5,6
Etiologi : Virus campak merupakan
virus RNA family paramyxoviridae
dengan genus Morbilivirus.
Epidemiologi : Di Indonesia menurut
survei kesehatan rumah tangga
tahun2001, campak menduduki urutan
ke-5 dari 10 macam penyakit utama
pada bayi (0,7%) dan urutan ke-5 dari
10 macampenyakitutamapadaanak-
anakumur1-4tahun(0,77%). Umur
terbanyak menderita campak adlah
<12 bulan, diikuti kelompok umur 1-4
tahun dan 5-14 tahun. 6
MANIFESTASI KLINIS
1. Stadium Kataral (prodromal)
2. Stadium Erupsi
3. Stadium Konvalesensi
LABORATORIUM
Hasil laboratorium untuk Morbilli berdasarkan
sumber:
EmedicineTahun 2009
Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan serologi (measles complement
fixation(CF) or Hemaglutinasi Inhibisi antibody)
positif dan kultur virus untuk diagnosa pasti9
Nelson Ilmu Kesehatan Anak:
Konfirmasi laboratorium jarang diperlukan
Pemeriksaan darah lengkap: leucopenia,
limfositosis relative dan kadarglukosa normal. 8
Terapi
Terapi yang diberikan pada kasus ini
bersifat suportif dan simptomatis.
IVFD RL
Paracetamol Infus
Difenhidramin
Betafort Syrup
Lavidryl Syrup
Bedak Salicyl
Pemeriksaan Fisis
Pembesaran Kelenjar Limfe (+)
FNAB :
Fisik/aspirat: Benjolan pada regio colli lateral kiri
dan kanan, teraba beberapa, berpaket, diambil
pada lateral kiri, terbesar ukuran diameter 2 cm,
mobil, permukaanrata, aspirat putih kemerahan.
Mikroskopik :Sediaan menunjukkan sebaran padat
sel-sel radang limfohistiositik, plasma sel, ada
yang berkelompok diantara populasi limfois,
tampak sel-sel epiteloid histiositik, sel-sel spindel
matriks fibrous, latar belakang massa
debrisnekrosis dengan sel-sel eritrosit.
Kesimpulan :LIMFADENITIS KRONIK
GRANULOMATOSA DENGAN KAUSA TB
Klasifikasi Tuberkulosis :
1. TB Paru
2. Tuberkulosis Ekstra Paru
. TB di luar paru dibagi berdasarkan pada tingkat
keparahan penyakit, yaitu :
. TB di luar paru ringan
. Misalnya : TB kelenjar limfe, pleuritis eksudativa
unilateral, tulang (kecuali tulang belakang), sendi
dan kelenjar adrenal.
. TB diluar paru berat
. Misalnya : meningitis, millier, perikarditis,
peritonitis, pleuritis eksudativa bilateral, TB tulang
belakang, TB usus, TB saluran kencing dan alat
kelamin. 13
.
Gejala klinik
Gejala klinik tuberkulosis dapat dibagi menjadi 2
golongan, yaitu gejala respiratorik (atau gejala
organ yang terlibat) dan gejala sistemik. 13
1. Gejala respiratorik
batuk = 3 minggu
batuk darah
sesak napas
nyeri dada
2. Gejala sistemik
Demam
gejala sistemik lain: malaise, keringat malam,
anoreksia, berat badan menurun. 13
Gejala tuberkulosis ekstra paru
tergantung dari organ yang terlibat,
misalnya pada limfadenitis
tuberkulosa akan terjadi pembesaran
yang lambat dan tidak nyeri dari
kelenjar getah bening, pada
meningitis tuberkulosa akan terlihat
gejala meningitis, sementara pada
pleuritis tuberkulosa terdapat gejala
sesak napas & kadang nyeri dada
Terapi
Obat Anti Tuberkulosis (OAT)
Obat yang dipakai:
Jenis obat utama (lini 1) yang digunakan adalah:
Rifampisin
INH
Pirazinamid
Streptomisin
Etambutol
Kombinasi dosis tetap (Fixed dose combination)
Kombinasi dosis tetap ini terdiri dari :
Empat obat antituberkulosis dalam satu tablet, yaitu rifampisin 150 mg,
isoniazid 75 mg, pirazinamid 400 mg dan etambutol 275 mg dan
Tiga obat antituberkulosis dalam satu tablet, yaitu rifampisin 150 mg,
isoniazid 75 mg dan pirazinamid 400 mg
Jenis obat tambahan lainnya (lini 2)
Kanamisin
Kuinolon
Obat lain masih dalam penelitian ; makrolid, amoksilin + asam klavulanat
Derivat rifampisin dan INH 13