Anda di halaman 1dari 38

Laporan Kasus:

Oligohidroamnion
Dokter Pembimbing:
dr Rusmaniah, Sp.OG
Koas:
Dimas Hervian Putera
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Kandungan
Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2015
Identitas Pasien
Nama : Ny. S
Umur : 35 tahun
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 12 Mei 1980
Alamat :Jl. Pancong Rt 01/02 Kel. Sukapura.
Kec. Cilincing, Jakarta Utara
Agama : Islam
Pekerjaan : IRT
Pendidikan terakhir : SLTA
Status Pernikahan : Menikah
Nama Suami : Tn. R
Masuk RS : 24 November 2015
Anamnesis
Keluhan utama
Pasien datang dengan keluhan belum juga merasakan mulas atau
keluar cairan seperti melahirkan padahal riwayat usia kehamilan
telah mencapai lebih dari 40 minggu. Dari anamnesis didapatkan
HPHT 4 februari 2015 dengan taksiran persalinan 11 november 2015.
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien menyangkal adanya riwayat penyakit jantung, hipertensi,
asma, dan diabetes mellitus.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien belum pernah mengalami keguguran sebelumnya atau dirawat
di rumah sakit dalam waktu yang lama dan tidak pernah memiliki
riwayat penyakit menular seksual sebelumnya.
Anamnesis
Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengaku tidak ada anggota keluarga yang memiliki
riwayat penyakit diabetes mellitus, hipertensi, ataupun asma.
Riwayat Pernikahan
Pasien mengatakan ini adalah pernikahan pertama, hingga saat
ini masih menikah dan telah menikah selama 11 tahun.
Riwayat Haid
Haid pertama usia 14 tahun, teratur, tidak sakit, lama haid 7
hari, jumlah haid cukup banyak, Siklus 28 hari.
Riwayat Operasi
Pasien menyangkal pernah mengalami operasi
Anamnesis
Riwayat Persalinan

Riwayat pengobatan
Pasien menyangkal mengkosumsi obat obatan yang tidak disarankan
selama masa kehamilan ini.
Anamnesis

Riwayat alergi
Pasien menyangkal memiliki alergi terhadap makanan, debu,
cuaca, dan lain-lain
Riwayat psikososial
Pasien mengaku memiliki pola makan istirahat yang teratur,
namun pola olah raga tidak teratur. Pasien juga menyangkal
mengkonsumsi rokok, obat, atau alkohol.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Tidak Tampak sakit
Kesadaran : Composmentis E:4 M:6 V:5 = 15
Tekanan darah : 120/70 mmHg
Suhu : 36,5oC
Pernapasan : 18 kali/menit
Nadi : 80 kali/menit
Tinggi badan : 148 cm
Berat badan : 54 kg
Rambut : Bersih
Mata : Konjungtiva anemis (+/+) , Sklera ikterik (-/-)
Mulut : Mukosa bibir lembab
Gigi : gigi caries (-), perdarahan gusi (-)
Pemeriksaan Fisik
Leher : pembesaran kelenjar tiroid (-), pembesaran KGB (-)
Dada : Cor : Bunyi jantung I & II regular (+), murmur (-). gallop
(-)
Pulmo : Vesikuler (+/+), wheezing (-/-). Ronkhi (-/-)
Payudara : Simetris, Puting susu menonjol, Colostrum (-)
Abdomen : Membesar sesuai usia kehamilan, Striae gravidarum (-),
Linea nigra (-), Tinggi fundus uteri 32 cm, bising usus (+)
Vagina : Pengeluaran pervaginam darah, (-),Lendir, (-), Fluor albus
(-), cairan (-)
Ekstremitas : Odema (-/-), Simetris, akral hangat (+/+), CRT < 2 detik
Pemeriksaan Obstetri
Pemeriksaan Leopold
Leopold I : Pada fundus uteri teraba lunak, bundar, TFU 34 Cm
Leopold II : Pada sisi kanan teraba kaku, datar dan sulit digerakan,
DJJ dengan menggunakan Doppler 135 140 x / menit
Pada sisi kiri teraba kecil, posisi tidak merata
Leopold III : Bagian bawah janin sudah masuk ke PAP
Leopold IV : Penurunan kepala 1/5
Pemeriksaan Dalam : Serviks tebal, pembukaan 0, ketuban intak,
lender (-) darah (-)
Rencana Pemeriksaan

Pemeriksaan lab
USG
Evaluasi tanda tanda persalinan
Pemeriksaan penunjang
Laboratorium
Diagnosis

G3P2A0 Gravid 41-42 Minggu +


Oligohidroamnion Janin presentasi
kepala tunggal hidup
Rencana tatalaksana

-InduksiPersalinan dengan menggunakan oksitosin


10 IU dalam 500 cc RL dengan kecepatan infus 20
tetes/ menit
- Evaluasi tanda tanda persalinan
-APN
Prognosis

Quo ad Vitam : ad Bonam


Quo ad Functionam : ad Bonam
Follow up
Laporan persalinan

APN dilaksanakan tanggal 24 November 2015

Terapi post APN :


Asam Mefenamat 500mg 3x1
Cefadroxil 500mg 2x1
Follow up post persalinan
PENDAHULUAN

Oligohidramnion didefinisikan sebagai cairan amnion yang kurang dari 500 cc,
hal ini dialami oleh 5 8% wanita hamil.

Sekitar 12% wanita yang masa kehamilannya melampaui batas waktu


perkiraan lahir (usia kehamilan 42 minggu) juga mengalami oligohidramnion,
karena jumlah cairan ketuban yang berkurang hampir setengah dari jumlah
normal pada masa kehamilan 42 minggu.

Semakin awal oligohidramnion terjadi pada kehamilan, semakin buruk


prognosisnya. Jika terjadi pada trimester II, 80-90% akan mengakibatkan
mortalitas.
Definisi
Cairan ketuban atau cairan amnion adalah cairan yang memenuhi rahim.
Cairan ini ditampung di dalam kantung amnion yang disebut kantung ketuban
atau kantung janin.

Cairan ketuban diproduksi oleh buah kehamilan, yaitu sel-sel trofoblas,


kemudian akan bertambah dengan produksi cairan janin, yaitu air seni janin.
Sejak usia kehamilan 12 minggu, janin mulai minum air ketuban dan
mengeluarkannya kembali dalam bentuk air seni.
Anatomi dan Fisiologi Cairan Ketuban
Embriologi Cairan Ketuban
Volume Cairan Ketuban

Aterm: 800ml / antara


400-1500ml
Kandungan Cairan Ketuban

Urin janin mengandung lebih banyak urea, kreatinin, dan asam urat
dibandingkan plasma
Terdapat sekitar 38 komponen biokimia dalam cairan amnion
Faktor pertumbuhan epidermis (epidermal growth factor, EGF) dan factor
pertumbuhan mirip EGF
Beberapa penanda (tumor marker)
Fungsi Cairan Ketuban

Pergerakan Janin
Bantalan benturan dari luar
Agen protektif janin (anti bakteria patogen)
Mempermudah proses persalinan
Faktor diagnostik kelainan janin
Distribusi Cairan Ketuban
Kelainan Cairan Ketuban

Hidramnion (polihidramnion)
Air ketuban berlebihan, diatas 2000 cc. Dapat mengarahkan kecurigaan adanya
kelainan kongenital susunan saraf pusat atau sistem pencernaan, atau gangguan
sirkulasi, atau hiperaktifitas sistem urinarius janin.

Oligohidramnion
Air ketuban sedikit, dibawah 300 cc, umumnya kental, keruh, berwarna kuning
kehijauan
Definisi Oligohidramnion

Oligohidramnion adalah suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari


normal, yaitu kurang dari 300 cc.
Definisi lainnya menyebutkan sebagai AFI yang kurang dari 5 cm. Karena VAK
tergantung pada usia kehamilan maka definisi yang lebih tepat adalah AFI
yang kurang dari presentil 5 ( lebih kurang AFI yang <6.8 cm saat hamil cukup
bulan)
Epidemiologi Oligohidramnion

5 - 8% wanita hamil memiliki cairan ketuban terlalu


sedikit. Olygohydramnion dapat terjadi kapan saja selama
masa kehamilan, walau pada umumnya sering terjadi di
masa kehamilan trimester terakhir. Sekitar 12% wanita
yang masa kehamilannya melampaui batas waktu
perkiraan lahir (usia kehamilan 42 minggu) juga
mengalami olygohydrasmnion, karena jumlah cairan
ketuban yang berkurang hampirsetengah dari jumlah
normal pada masa kehamilan 42 minggu
Etiologi Oligohidramnion

Oligohidramnion terjadi akibat absorpsi yang kurang


selama masa kehamilan atau kehilangan cairan yang
berlebihan, hal ini dapat diakibatkan oleh pecahnya
ketuban dini atau penurunan produksi amnion.

Dikutip dari Jeffcoate et al,


The Canadian Medical
Association Journal
Faktor Resiko Oligohidramnion

Anomali kongenital ( misalnya : agenosis


ginjal,sindrom patter ).
Retardasi pertumbuhan intra uterin.
Ketuban pecah dini ( 24-26 minggu ).
Sindrom pasca maturitas
Manifestasi Klinis Oligohidramnion

Uterus tampak lebih kecil dari usia kehamilan dan tidak ada
ballotemen.
Ibu merasa nyeri di perut pada setiap pergerakan anak.
Sering berakhir dengan partus prematurus.
Bunyi jantung anak sudah terdengar mulai bulan kelima dan terdengar
lebih jelas.
Persalinan lebih lama dari biasanya.
Sewaktu his akan sakit sekali.
Bila ketuban pecah, air ketuban sedikit sekali bahkan tidak ada yang
keluar
Diagnosis dan Pemeriksaan Oligohidramnion

diagnosis oligohidramnion dapat dilihat dari kecurigaan


pada tinggi fundus uteri lebih rendah dibandingkan yang
diharapkan pada usia gestasi, pada pemeriksaan
ultrasongorafi ditemukan jumlah cairan amnion < 300 cc,
tidak adanya ukuran kantong amnion vertikal > 2 cm ,
pada usia kehamilan tertentu AFI ditemukan < 95
persentile sedangkan pada usia kehamilan aterm AFI <
5cm.
Diagnosis dan Pemeriksaan
Oligohidramnion
Penatalaksanaan Oligohidramnion

Pra persalinan :
Pola hidup sehat, gizi seimbang
Antenatal teratur
Minum air lebih banyak

Mendekati persalinan :
Indikasi induksi
Jika terlalu sedikit, inform consent untuk SC
Penatalaksanaan Oligohidramnion

Pada suatu jurnal trial klinis, Pemberian cairan infus pada


ibu dengan oligohydramnion akan meningkatkan jumlah
cairan amnion secara signifikan.
Prognosis Oligohidramnion

Semakin awal oligohidramnion terjadi pada


kehamilan, semakin buruk prognosisnya

Jika terjadi pada trimester II, 80-90% mortalitas


Komplikasi Oligohidramnion

Gawat Janin
Infeksi
IUGR
Resiko Keguguran
Resiko lahir prematur
Resiko IUFD
Resiko cacat pada janin