Anda di halaman 1dari 34

Muhammad Ario Bagus Baskoro

03007168
35 % dari seluruh populasi menderita nyeri
leher
10 % dari populasi orang dewasa.
Leher bersifat mobile dengan jumlah 40
persendian tulang, ligamentum, otot
membrane synovial.
Karena mobile, ia rentan terhadap trauma
maupun degenerasi.
Namun 80% kasus kelainan dari leher bersifat
asimtomatis.
Cervical spine terdiri atas 7
vertebra dan 8 saraf servikal
Fungsi utama leher adalah
menghubungkan kepala
dengan tubuh
Stabilitas kepala tergantung
pada 7 buah vertebra
servikal.
Gerakan leher dimungkinkan
karena adanya berbagai
pensendian, facet joint yang
ada di posterior memegang
peranan penting
Sepertiga gerakan fleksi
dan ekstensi dan
setengah dari gerakan
laterofleksi terjadi pada
sendi atlantooccipitalis
(dasar tengkorak dengan
VC1).Sendi atlantoaxialis
(VC1-VC2) memegang
peranan pada 50%
gerakan rotational. VC2
hingga VC7 memegang
peranan pada dua per
tiga gerakan fleksi dan
ekstensi, 50% gerakan
rotasi dan 50% gerakan
laterofleksi.
Delapan saraf servikal
berasal dari medulla spinalis
segmen servikal
7 saraf servikal keluar dari
medula spinalis di atas
vertebra yang bersangkutan,
namun saraf servikal ke 8
keluar dari medulla spinalis
di bawah VC7 dan di atas
VTh1 serta costa pertama
Saraf-saraf ini memberikan
layanan saraf sensorik pada
tubuh bagian atas dan
ekstremitas superior
berdasarkan pola dermatom
Saraf Innervasi motorik Refleks

VC 3-5 Diafragma

VC5 otot deltoid, biceps

VC6 ekstensor wrist, abduktor dan ekstensor


thumb

VC 5-6 biceps, brachioradialis

VC7 triceps, fleksor wrist, ekstensor jari

VC 6-7 Tricpes

VC8 fleksor jari

VTh1 otot-otot intrinsik tangan


Nyeri leher adalah suatu sindrom atau keadaan yang
disebabkan oleh iritasi atau kompresi pada radiks saraf
servikal. Sindrom ini ditandai dengan adanya rasa
nyeri pada leher (tengkuk) yang dijalarkan ke bahu
dan lengan sesuai radiks yang terkena. Rasa nyeri yang
dijalarkan disebut nyeri radikuler (rasa nyeri
berpangkal pada tempat perangsangan dan menjalar
ke daerah persarafan radiks yang terkena,sesuai
dengan kawasan dermatom).
1. Degeneratif
2. Traumatic
3. Inflamasi
4. Terjepitnya syaraf
5. ketegangan otot
Traumatic
Whiplash Injury
cedera yang relatif umum yang terjadi
pada leher seseorang mengalami
kekuatan percepatan-perlambatan
mendadak
paling sering dari kecelakaan kendaraan
bermotor
disebabkan oleh kecelakaan kendaraan
bermotor di mana mobil orang yang
dinaiki tersebut sedang tidak bergerak,
dan tiba tiba ditabrak oleh kendaraan
dari belakang
diskus dapat rusak oleh pemisahan dari
bagian anterior sementara sendi
zygapophyseal bisa terimpaksi, otot
pendukung, tendon dan ligamentum
dari leher lebih mudah terciderai, yang
melukai radiks secara langsung.
Degeneratif
Spondylosis Cervicalis
- diawali dengan
pembentukan
osteophyte pada
korpus vertebra. Facet
joint secara perlahan
juga akan terkena.
- Degenerasi pada
diskus intervertebralis
menyebabkan
berkurangnya
tingginya diskus
radiculopathy
Gejala:
Nyeri yang awalnya difus,
lebih terlokalisir jika ada radix
yang terlibat.
Adanya ketidaknyamanan
dan pembatasan pergerakan
leher
Kekakuan leher
hilangnya fungsi sensorik
leher
myelopathy
dysphagia, vertigo dan
gangguan visual
insufisiensi vertebrobasiler
dikarenakan oleh kompresi
atau atheroma
Nyeri kepala daerah oksipital
lebih sering terkena.
Inflamasi
Rheumatoid Arthritis Servikal
- Terjadi proses destruktif
atau erosif pada daerah
persendian atlanto aksial
dari tulang belakang
- Peradangan pada
sinovium di persendian itu
menyebabkan erosi tulang
dan kerusakan ligamen
sekitarnya.
- Ligamentum transversal
posterior dapat robek dan
sendi rusak Tidak stabil
Spondilolisthesis
Nyeri di dasar
tengkorak sangat
sering sekali
dikarenakan saraf
yang keluar dari
tengkorak dan bagian
atas leher sedang
teriritasi atau terjepit.
Tekanan pada
pembuluh darah dapat
menyebabkan
penglihatan kabur dan
mungkin bisa
terpengaruh dengan
gerakan tertentu dari
kepala dan leher.
Ankylosing Spondylitis
- peradangan kronis
dari tulang belakang
dan sendi-sendi
sacroiliac dan
servikal.
- dapat menyebabkan
perlengketan
bersama-sama (fusi)
dari tulang - tulang
vertebrae
Ankylosing
- Menyebabkan
hilangnya mobilitas
leher
nyeri dan kekakuan
pada pagi hari yang
timbul pelan pelan
dan diperberat saat
aktivitas dengan
berkurangnya mobilitas
pada leher
hilangnya lordosis
normal pada leher
Defisit neurologis dapat
terjadi dikarenakan
meningkatnya
kerentanan vertebra
terhadap trauma.
Radikulopathy
- Radikulopathy akut
biasanya disebabkan oleh
trauma atau prolapse diskus
pada pasien muda dan
terjadi pada setinggi
servikal
- Radikulopati yang di
sebabkan oleh spondylosis
biasanya mempengaruhi
daerah radix servikal
bagian tengah dan bawah
dan terjadi pada pasien
pasien tua
- Radikulopati kronis timbul
karena tumor.
nyeri dan kelainan sensorial
dermatomal di daerah leher,
bahu dan lengan atas.
Nyeri bersifat neuropathic,
dengan rasa terbakar atau
tertusuk tusuk yang menetap
Gejala bisa diperburuk dengan
menekan pada daerah bahu
yang terkena, seperti
mengangkat barng barang
berat
bisa diperberat dengan
meningkatkan tekanan
intratekal, contohnya batuk,
bersin, maneuver Valsava
penyempitan pada foramen
intervertebralis
Repetitive Strain Injury (Overuse
Syndrome)
disebabkan oleh gerakan
berulang dari bagian tertentu
dari tubuh.
Terjadi pada pasien yang
selalu:
Melakukan tindakan berulang
terus menerus
Dalam posisi yang tetap dalam
jangka waktu yang lama
Melakukan tinkadan monoton
yang membosankan
Melakukan tindakan yang dimana
sudah menyebabkan gejala pada
orang lain
Saat menilai keluhan nyeri leher, selalu ingat:
Struktur anatomis yang terlibat
Proses patologis
Asal mula nyeri
Pengaruh psikologis
durasi dan lama timbulnya, terutama sehabis
kejadian,
sifat dan perioditas proses patologiknya.
Lokasi dan penjalaran bersama dengan faktor
yang memperberat maupun memperingan
struktur anatomi yang terlibat.
Riwayat penyakit dahulu menggambarkan
kaitan dengan penyakit yang lain.
Bahasa tubuh dari pasien dan cara
menyampaikan keluhannya efek
psikologisnya,
Berdirikan tegap si pasien dengan membuka
baju. Lihat:
Postur
Kulit dan rambut
Otot
Kuku
Sendi
Syaraf
Spurling test/ Tes
Provokasi/tes
kompresi
foraminal
posisi leher
diekstensikan dan
kepala dirotasikan
ke salah satu sisi,
kemudian berikan
tekanan ke bawah
pada puncak kepala
positif bila terdapat
nyeri radikuler ke
arah ekstremitas
ipsilateral sesuai
arah rotasi kepala
Tes distraksi kepala
akan menghilangkan
nyeri yang diakibatkan
oleh kompresi
terhadap radiks syaraf.
Hal ini dapat
diperlihatkan bila
kecurigaan iritasi
radiks syaraf lebih
memberikan gejala
dengan tes kompresi
kepala walaupun
penyebab lain belum
dapat disingkirkan.
Tindakan Valsava
tekanan intratekal
dinaikkan
bila terdapat proses desak
ruang di kanalis vertebralis
bagian cervical, maka
dengan di naikkannya
tekanan intratekal nyeri
radikuler.
pasien disuruh mengejan
sewaktu ia menahan
nafasnya (+) nyeri
radikuler yang berpangkal
di leher menjalar ke lengan
X foto servikal 3 posisi : AP, lat dan odontoid
(open mouth view)
CT Scan dari basis cranii sampai torakal atas
(T1-2), potongan axial 1 mm
MRI untuk mengevaluasi medulla spinalis
Medikamentosa
Jenis obat-obatan yang banyak digunakan biasanya
dari golongan salisilat atau NSAID
Ibuprofen 400 mg, tiap 4-6 jam (PO)
Naproksen 200-500 mg, tiap 12 jam (PO)
Fenoprofen 200 mg, tiap 4-6 jam (PO)
Indometacin 25-50 mg, tiap 8 jam (PO)
Kodein 30-60 mg, tiap jam (PO/Parentral)
Vit. B1, B6, B12
Fisioterapi
1) Traksi
dilakukan apabila dengan istirahat keluhan nyeri tidak
berkurang atau pada pasien dengan gejala yang berat
dan mencerminkan adanya kompresi radiks saraf
2) Cervical collar
- Pemakaian cervical collar lebih ditujukan
untuk proses imobilisasi serta mengurangi
kompresi pada radiks saraf, walaupun belum
terdapat satu jenis collar yang benar-benar
mencegah mobilisasi leher.
Thermoterapi
Thermoterapi dapat juga digunakan untuk
membantu menghilangkan nyeri.
Operasi
ditujukan pada keadaan yang disebabkan kompresi
terhadap radiks saraf atau pada penyakit medula
spinalis yang berkembang lambat serta melibatkan
tungkai dan lengan