Anda di halaman 1dari 51

Pembimbing:

Dr. Etty, Sp.A

Elisabeth Janice R
11.2016.163
Aktif Pasif
 Alami  Alami
 Buatan  Buatan
Bakteri Virus

Live Campak OPV


BCG
Attenuated Varicella MMR
Typhoid Oral
Vaccine Rotavirus

DTP Influenza
Inactive Pneumokokus IPV
Vaccine HiB Hepatitis B
Typhoid Vi Hepatitis A
 Cek identitas dan vaksin

 Informed consent

 KIPI vaksinasi sebelumnya

 Rutin pediatrik

 Asupan nutrisi, miksi, defekasi, tidur

 Pertumbuhan dan perkembangan

 Jadwal vaksinasi berikutnya


 Pemeriksaan umum

 Pemeriksaan khusus

• Mencari kontraindikasi

• Bekas vaksinasi terdahulu

• Lokasi yang akan dikerjakan


 Vaksin + pelarut khusus

 Termos, Ice-packed, Es batu

 Peralatan vaksinasi

 Alat penanganan kedaruratan

 Buku pencatatan
Gambar Alur Kerja Vaksinator
Cool Box
Vademicum Bio Farma Jan.2002

Jenis Vaksin Suhu Penyimpanan Umur Vaksin

BCG +2 s/d +8°C 1 tahun


-15°s/d -25°C 1 tahun
DPT +2° s/d +8°C 2 tahun
Hepatitis B +2° s/d +8°C 26 bulan
TT +2° s/d +8°C 2 tahun
DT +2° s/d +8°C 2 tahun
OPV +2° s/d +8°C 6 bulan
-15° s/d -25°C 2 tahun
Campak +2° s/d +8°C 2 tahun
-15° s/d -25°C 2 tahun
 Mencatat paparan panas kumulatif yang berlebihan

A  vaksin ini dapat digunakan

B  vaksin ini harus segera digunakan

C vaksin ini jangan digunakan lagi

D  vaksin ini jangan digunakan lagi

 Batch Number  Dicatat dibuku imunisasi anak


 Cuci tangan dengan antiseptik
 Baca nama vaksin dan Teliti kondisi vaksin
 Kocok: penggumpalan, perubahan warna
 Alat suntik
 Encerkan dan ambil vaksin sebanyak dosis
 Ukuran jarum: ketebalan otot bayi / anak
 Pasang dropper polio dengan benar
 Bicara pada bayi dan anak  Tetesan: dosis, hati-hati
dimuntahkan
 Tentukan lokasi penyuntikan
 Penekanan bekas suntikan
 Posisi bayi / anak
 Membuang alat suntik
 Desinfeksi
bekas
 Pegang, peregangan kulit,
 Penulisan tanggal
cubitan vaksinasi di kolom yang
 Penyuntikan: dosis, sudut, sudah disediakan
cara
 Bayi baru lahir: diberi sukrosa dilidahnya

 Spray pendingin (etil klorid) = EMLA

 Krim EMLA (Eutetic Mixture of Local Anesthesia) 1

jam sebelum penyuntikan, efek sampai 24 jam

 Lidocaine topikal: 10 menit sebelum disuntik


 Dipeluk menghadap pengasuh (chest to chest)
 Otot yang akan disuntik: lemas (relaks)
 Tungkai: sedikit rotasi ke dalam
 Lengan: sedikit fleksi pada sendi siku
 Metode Z tract
 Jarum disuntikan dengan cepat
 Bila suntikan >1 kali, disuntikan bersamaan
Intramuskular di paha mid-anterolateral
 Neonatus
 kurang bulan / BBLR : 5/8 inch (15,8 mm)
 cukup bulan : 7/8 inch (22,2 mm)
 1 – 24 bulan : 7/8 – 1 inch (22,2-25,4 mm)

Intramuskular di deltoid
 >2 tahun (tergantung ketebalan otot)
7/8 – 1,25 inch (22,2 -31,75 mm)
 Usia sekolah dan remaja: 1,5 inch (38,1mm)
Subcutaneous
e.q. measles, mumps,
rubella, varicella

Oral Intramuscular
e.q. polio e.q. hepatitis A and B, DTP

Intradermal
e.q. BCG
Aman bagi:
Yang disuntik, Penyuntik, dan Lingkungan
Alat suntik
 Spuit disposable dipakai ulang
 Hanya mengganti jarum
 Tidak dibersihkan, langsung disterilkan
 Hanya dengan desinfektan
 Membakar jarum di api
 Merebus dalam panci terbuka
 Menyentuh ujung jarum
 Menekan luka berdarah dengan jari
 Membawa / meletakkan alat suntik bekas
sembarangan
 Menyentuh atau mencabut jarum suntik
 Menutup kembali (recapping) jarum suntik
 Mengasah jarum bekas
 Memilah-milah tumpukan jarum bekas
 Tidak ada alat / obat gawat darurat
 Dibakar dalam insinerator
khusus (suhu 600 - 1100° C)
 Dibakar dalam lubang atau drum
 Digiling
 Milling atau shreeding
 Serbuk masih infeksius

Tidak aman bagi lingkungan :


Meninggalkan alat suntik bekas sembarangan
Inaktif
Virus
0, 5 mL, IM

1  12 jam setelah lahir


2  1 bulan setelah ke-1
3  3-5 bulan setelah ke-2 Isi:
4  Booster setelah 5 tahun Purified HBsAg
Aluminum Hydroxide Gel
Thimerosal
KIPI:
• Reaksi lokal ringan dan KI:
sementara • Reaksi anafilaktik vaksin
• Demam ringan 1-2 hari Hep B sebelumnya (yeast)
Hidup
Dilemahkan
Virus
2 tetes, PO
1  Lahir / kunjungan pertama (Polio 0)

Calon Jemaah haji dan umroh usia <15 tahun


Isi:
Poliomyelitis tipe 1,2,3
KI: strain sabin
Demam, Muntah, Diare, Radioterapi,
Obat penurun daya tahan tubuh, KIPI:
Diare ringan
Kanker, HIV, Alergi pada vaksin polio
Inaktif
Virus

Salk 0,5mL, IM
1  Usia 2 bulan
2  Usia 4 bulan KIPI:
Syok anafilaktik
3  Usia 6 bulan
4  Usia 18-24 bulan
5  Usia 5-6 tahun (Saat masuk sekolah)
OPV IPV
Pemberian mudah dan Disuntikan
murah

Menimbulkan kekebalan Efektif untuk pencegahan


humoral dan lokal pada usus

Tidak tahan lama Vaksin lebih tahan lama dari


sabin
BCG Hidup
Bakteri

Dilemahkan

Bacillus Calmette Guerin


Isi:
Mycobacterium Bovis
0,05 mL, IK- Pangkal
lengan atas kanan
1  0-3 bulan
Uji Mantoux -
KIPI:
KI: Immunocompromised, Jaringan parut
Pengobatan steroid, HIV Limfadenitis
Bakteri
Inaktif
Difteri, Tetanus,
Pertusis
1  Usia 2 bulan
2  Usia 4 bulan 0,5 mL, IM
3  Usia 6 bulan
4  1 tahun setelah ke-3
5  Booster usia 5 tahun
KIPI: Demam ringan dan reaksi lokal
KI:
• Riwayat alergi berat
• Encephalopati
• Demam tinggi
Bakteri
Inaktif

PRP-T, 0,5 mL, IM


KI:
Usia 2, 4, 6 bulan Demam, Infeksi akut,
Diulang usia 15-18 bulan Riwayat alergi
Usia 1-5 tahun  1x
Usia >6 tahun  2x KIPI:
Demam, bengkak
kemerahan, nyeri di
tempat suntik 1-3 hari

•Mencegah infeksi Hemophilus influenzae tipe B


(meningitis, septisemia, selulitis, artritis)
Inaktif
PCV-13 dan PPV-23,
5mL, IM

PCV23:
• Usia 2, 4, 6 bulan, dan diulang usia 12-15 bulan
• Bayi BBLR, diberikan setelah usia kronologik 6-8
minggu, tanpa memperhatikan umur kehamilan

KIPI:
Eritema, nyeri tempat suntik (<48 jam), Demam,
Gelisah, Pusing
PPV-23 PCV-13
T-Cell Independent Antigen T-Cell Dependent (Memory cell)

Imunogenik pada >2 tahun Imunogenik pada <2 tahun

Indikasi: Umur >2 tahun, Indikasi: Anak sehat (2 bulan –


risiko tinggi 5 tahun), dan anak risiko tinggi
Imunitas jangka pendek, Imunitas jangka panjang,
respon booster - respon booster +
Hidup
Virus Dilemahkan

Monovalen P(8)G1, oral


1  Usia 6-14 minggu
2  interval min 4 minggu

Pentavalen, oral
1  Usia 6-12 minggu
2 dan 3 interval 4-10 minggu

KIPI:
Diare, Muntah, Demam
Inaktif

Virus
IM
<3 tahun 0,25 ml
≥3 tahun0,5 ml
Usia <9 tahun  2x, interval min 4 minggu
Usia ≥9 tahun  1x, diulang tiap tahun
KIPI:
Bengkak, Nyeri dan kemerahan di
tempat suntikan, Demam, dan Pegal
KI:
Riwayat anafilaksis, respon alergi, demam akut berat
Virus
Hidup
Dilemahkan
0,5 mL, SK
1  9 bulan
2  24 bulan
3  6 tahun

KI:
Demam tinggi, Pengobatan imunosupresif, Hamil,
Riwayat alergi

KIPI:
Demam (>39,5°C), Kejang demam, Ruam
Hidup
Virus Dilemahkan

0,5 mL, SK (lengan kiri atas)

Usia 12-18 bulan (min interval 6 bulan dengan


imunisasi campak)

Diulang pada usia 5 tahun


KI:
Alergi gelatin atau Neomycin, Pengobatan
imunosupresif, Alergi berat, Demam akut

KIPI:
Malaise, Demam, Ruam (1 minggu setelah imunisasi)
Bakteri
Inaktif

Capsular Vi Polysacharide 0,5 mL, IM

Usia >2 tahun, diulang setiap 2-3 tahun

KIPI:
KI:
Demam, Pusing, Sakit kepala,
Demam, Riwayat alergi,
Nyeri sendi dan otot tempat
Penyakit akut
suntikan
Virus
Hidup
Dilemahkan
0,5 mL, SK
≥ 1 tahun  1x
≥ 13 tahun 2x, interval 1-2 bulan
KIPI:
Bengkak dan kemerahan, Demam, papula-vesikel
dan lenting ringan
KI:
Demam tinggi, defisiensi imun seluler, Alergi
neomisin
Usia 10-26 tahun
Bivalen: 0,1, dan 6 bulan
Tetravalen: 0,2,6 bulan

0.5 mL, IM deltoid


KIPI:
Nyeri pada lokasi penyuntikan, Sakit kepala, Mual,
dan Demam
< 48 jam < 30 hari

- Anafilaksis - Kejang

- Syok - Meningitis

- Ensefalopati

- Trombositopenia
 Induksi vaksin

 Provokasi vaksin

 Kesalahan

 Koinsidensi
Hep B:
• Individu yang belum divaksin mendapat 3 dosis
• Usia 11-15 tahun (dewasa)  Antar 2 dosis 4 bulan

Rotavirus:
• 1  Usia maksimal adalah <15 minggu
• Dosis terakhir  Usia maksimal adalah 8 bulan

DTaP:
• 5  Tidak diperlukan bila dosis 4 usia ≥4 tahun
Hib
• Bila pemberian pertama usia 12-14 bulan
• Vaksin 1 usia 7-11 bulan, 2 diberikan 4 minggu dan
vaksinasi 3 usia 12-15 bulan (8 minggu dari vaksin 2)
• Vaksin <12 bulan dan 2 diberikan 12-14 bulan, 3
diberikan 8 minggu dari vaksin 2
• Usia ≥15 bulan belum tervaksin diberikan hanya 1
dosis
Pneumokokus
• 1 dosis untuk semua usia 24-59 bulan yang tidak di
vaksinasi lengkap sesuai usia

MMR
• 2 dosis pada usia sekolah dan remaja (interval min
4 minggu)

Varicella
• 2 dosis pada usia 7-18 tahun yang belum
diimunisasi (interval 4 minggu)
HPV
• Usia 13-18 tahun yang sebelumnya belum di vaksin

IPV
• 6 bulan pertama pada individu beresiko terpapar
virus polio liar
• ≥ 4 dosis sebelum usia 4 tahun, tambahan pada
usia 4-6 th dan sekurangnya 6 bulan setelah
vaksin sebelumnya
• OPV dan IPV sebagai 1 serial, total 4 dosis tanpa
mempedulikan usia
 Imunisasi penting untuk menurunkan kejadian
penyakit yang mudah terjadi pada bayi dan anak

 Ibu dan anak harus mengikuti, memahami tujuan dan


keuntungan program imunisasi yang dianjurkan oleh
Departemen Kesehatan