Anda di halaman 1dari 24

PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

PERAN MAHASISWA

Andreas Budi Kristanto


1. Menurut anda ?

2. Apa yg
harusnya anda
lakukan?
Korupsi
Pengertian PAK
 Pendidikan anti korupsi  usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan proses
belajar mengajar yg kritis thd nilai-nilai
anti korupsi.
 PAK bukan sekedar transformasi
pengetahuan (kognitif) , namun juga
menekankan upaya pembentukan karakter
(afektif) dan kesadaran moral dlm
melakukan perlawanan (psikomotor) thd
perilaku koruptif.
Dasar Hukum
 UU No. 28 Tahun 1999 tentang
Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan
Bebas Dari KKN
 UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun
2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi
 UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
MENGAPA MEMBERIKAN
PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI
Secara umum pendidikan ditujukan untuk
membangun kembali pemahaman yang
benar dari masyarakat mengenai korupsi,
meningkatkan kesadaran masyarakat
(awarenees) terhadap segala potensi
tindak korupsi yg terjadi, tidak melakukan
tindak korupsi sekecil apapun, dan berani
menentang tindak korupsi yang terjadi.
Menurut Wijoyanto (2010)

1. Pendekatan Pengacara (Lawyer


Approach)
2. Pendekatan Bisnis
3. Pendekatan pasar atau Ekonomi
(Market or Economist Approach)
4. Pendekatan Budaya (Cultural
Approach)
Korupsi
 Korupsi sesungguhnya sudah lama ada terutama sejak
manusia pertama kali mengenal tata kelola
administrasi. Kebanyakan kasus  tidak lepas dari
kekuasaan, birokrasi maupun pemerintahan.
 Kata “korupsi” berasal dari bahasa latin “corruptio”
(Fockema Andrea:1951) atau “coruptus” (Webster
Student Dictionary:1960). Corruptio berasal dari kata
“corrumpere” suatu bahasa latin yang lebih tua. Dari
bahasa latin teb kemudian dikenal istilah “corruption,
corrupt” (Inggris), “corruption” (Perancis) dan
“corruptie/korruptie” (Belanda).
Korupsi
 Korupsi ialah perbuatan yang buruk seperti pengertian
penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan
sebagainya (Poerwadarminta : 1976).
 Sedangkan pengertian korupsi menurut UU No 31
Tahun 1999 jo UU No.20 tahun 2001 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi adalah
perbuatan setiap orang baik pemerintahan maupun
swasta yang melanggar hukum melakukan perbuatan
memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi
yang dapat merugikan keuangan negara.
Korupsi
 Korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary
crime) yang dapat mendatangkan kerugian bagi
kehidupan bangsa dan bernegara, serta mengganggu
stabilitas perekonomian negara.
 Saat ini korupsi sudah merebak di hampir seluruh lapisan
masyarakat dan seolah-olah sudah menjadi
kebiasan/sebuah budaya masyarakat Indonesia,
sehingga tidak mengherankan apabila negara seringkali
mengalami kerugian finansial yang cukup signifikan.
3 tingkatan KORUPSI
Material benefit
(Mendapatkan keuntungan material yang bukan
haknya melalui kekuasaan)

Abuse of power
(Penyalahgunaan kekuasaan)

Betrayal of trust
(Pengkhianatan kepercayaan)
Pengkhianatan terhadap kepercayaan
(betrayal of trust)
• penghianatan merupakan bentuk korupsi
paling sederhana
• Semua orang yang berkhianat atau
mengkhianati kepercayaan atau amanat
yang diterimanya adalah koruptor.
• Amanat dapat berupa apapun, baik materi
maupun non materi (ex: pesan, aspirasi rakyat)
• Anggota DPR yang tidak menyampaikan
aspirasi rakyat/menggunakan aspirasi untuk
kepentingan pribadi merupakan bentuk korupsi
Penyalahgunaan kekuasan untuk mendapatkan
keuntungan material (material benefit)
• Penyimpangan kekuasaan untuk mendapatkan
keuntungan material baik bagi dirinya sendiri
maupun orang lain.
• Korupsi pada level ini merupakan tingkat
paling membahayakan karena melibatkan
kekuasaan dan keuntungan material.
• Ini merupakan bentuk korupsi yang paling
banyak terjadi di indonesia
Unsur-unsur yang dapat menentukan
sesuatu dapat dianggap sebagai
korupsi
1. Melawan hukum
2. Memperkaya diri sendiri/orang lain
3. Merugikan keuangan/ perekonomian
negara
MERUGIKAN KEUANGAN/ PEREKONOMIAN
NEGARA

1. Korupsi menghambat pembangunan &


kegiatan usaha di Indonesia
2. Setiap kegiatan perekonomian harus
melewati “pintu-pintu” korupsi
3. Perkembangan kegiatan usaha terhambat,
pengangguran makin banyak, harga barang
& jasa menjadi melambung
4. Pendidikan dan kesehatan sangat mahal
Persepsi Hukum
 perbuatan melawan hukum;
 penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau
sarana;
 memperkaya diri sendiri, orang lain, atau
korporasi;
 merugikan keuangan negara atau perekonomian
negara;
Pengertian lain

 memberi atau menerima hadiah atau janji


(penyuapan);
 penggelapan dalam jabatan;

 pemerasan dalam jabatan;

 ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai


negeri/penyelenggara negara);
 menerima gratifikasi (bagi pegawai
negeri/penyelenggara negara).
Persepsi Politik

Dalam arti yang luas, korupsi


atau korupsi politis adalah
penyalahgunaan jabatan resmi
untuk keuntungan pribadi
Ekonomi?

Mark up
Penggelapan

dll
Pemberantasan Korupsi

Koordinasi
supervisi
monitor
Penyelidikan
Penyidikan
Penuntutan
dan pemeriksaan di sidang
pengadilan
dengan peran serta
masyarakat
UU No. 30 Tahun 2002

 Pasal 3
Komisi Pemberantasan Korupsi adalah lembaga
negara yang dalam melaksanakan tugas dan
wewenangnya bersifat independen dan bebas
dari pengaruh kekuasaan manapun.
Pasal 4
Komisi Pemberantasan Korupsi dibentuk dengan
tujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna
terhadap upaya pemberantasan tindak pidana
korupsi.
UU No. 30 Tahun 2002

 Pasal 5
Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya,
Komisi Pemberantasan Korupsi berasaskan pada
:
a. kepastian hukum;
b. keterbukaan;
c. akuntabilitas;
d. kepentingan umum; dan
e. proporsionalitas.
TERIMA KASIH