Anda di halaman 1dari 16

Pusat Laba dan Harga Transfer

Kelompok 5 :
Almaliyana (RRC1C016011)
Ela Febriyani (RRC1C016033)

Fakultas Ekonomi Bisnis Univesitas Jambi


PUSAT LABA
PENGERTIAN PUSAT LABA
Ketika kinerja finansial suatu pusat tanggung jawab diukur dalam ruang
lingkup laba (yaitu selisih antara pendapatan dan beban), maka pusat ini
disebut sebagai pusat laba (profit center)
KONDISI KONDISI DALAM MENDELEGASIKAN TANGGUNG
JAWAB LABA
Banyak keputusan manajemen melibatkan usulan untuk
meningkatkan beban dengan harapan bahwa hal itu akan
menghasilkan peningkatan yang lebih besar dalam pendapatan
penjualan. Keputusan semacam ini disebut sebagai pertimbangan
biaya pendapatan (expense/revenue trade off). Tambahan beban
iklan adalah salah satu contohnya. Untuk dapat mendelegasikan
keputusan trade off semacam ini dengan aman ke tingkat manajer
yang lebih rendah, maka ada dua kondisi yang harus dipenuhi
1. Manajer harus memiliki akses ke informasi relevan yang
dibutuhkan dalam membuat keputusan serupa
2. Harus ada semacam cara untuk mengukur efektivitasnya suatu
trade off yang dibuat oleh manajer.
MANFAAT PUSAT LABA
Menjadikan unit organisasi sebagai pusat laba dapat memberikan manfaat sebagai
berikut :
• kualitas keputusan akan meningkat karna keputusan tersebut dibuat oleh para
manajer yang paling dekat dengan titik keputusan.
• Kecepatan dari pengambilan keputusan operasional dapat meningkat karena
tidak perlu mendapat persetujuan terlebih dahulu dari kantor pusat.
• Manajemen kantor pusat bebas dari pengambilan keputusan harian sehingga
dapat berkonsentrasi pada hal hal yang lebih luas.
• Manajer karena tunduk pada hanya sedikit batasan dari korporat, lebih bebas
untuk menggunakan imajinasi dan inisiatifnya.
• Karena pusat laba serupa dengan perusahaan independen, maka pusat laba
memberikan tempat pelatihan yang sempurna bagi manajemen umum.
• Kesadaran laba (profit consciousness) dapat ditingkatkan karena para manajer
yang bertanggung jawab atas laba akan selalu mencari cara untuk meningkatkan
labanya.
• Pusat laba memberikan informasi yang siap pakai bagi manajemen puncak (top
management) mengenai profitabilitas dari komponen komponen individual
perusahaan.
• Karena keluaran (output) yang dihasilkan telah siap pakai, maka pusat laba sangat
responsif terhadap tekanan untuk meningkatkan kinerja kompetitifnya.
KESULITAN DENGAN PUSAT LABA
Selain manfaat, pusat-pusat laba juga dapat menimbulkan beberapa kesulitan
yaitu sebagai berikut :
• Pengambilan keputusan yang terdesentralisasi akan memaksa manajemen
puncak untuk lebih mengandalkan laporan pengendalian manajemen dan
bukan wawasan pribadinya atas suatu operasi, sehingga mengakibatkan
hilangnya pengendalian.
• Jika manajemen kantor pusat lebih mampu dan memiliki informasi yang
lebih baik daripada manajer pusat laba pada umumnya, maka kualitas
keputusan yang diambil pada tingkat unit akan berkurang.
• Perselisihan dapat meningkat karena adanya argumen-argumen mengenai
harga transfer yang sesuai, pengalokasian biaya umum (common cost)
yang tepat, dan kredit untuk pendapatan yang sebelumnya dihasilkan
secara bersama-sama oleh dua atau lebih unit bisnis.
• Unit-unit organisasi yang pernah bekerja sama sebagai unit fungsional
akan saling berkompetensi satu sama lain.
• Divisonalisasi dapat mengakibatkan biaya tambahan karena adanya
tambahan manajemen, pegawai, dan pembukuan yang dibutuhkan, dan
mungkin mengakibatkan duplikasi tugas disetiap pusat laba.
• Para manajer umum yang kompeten mungkin saja tidak ada dalam
organisasi fungsional karena tidak adanya kesempatan yang cukup bagi
untuk mengembangkan kompetensi manajemen umum.
• Mungkin ada terlalu banyak tekanan atas profitabilitas jangka pendek
dengan mengorbankan profitabiltas jangka panjang.
• Tidak ada sistem yang sangat memutuskan untuk memastikan bahwa
optimalisasi laba dari masing-masing pusat laba akan mengoptimalkan
laba perusahaan secara keseluruhan.
UNIT BISNIS SEBAGAI PUSAT LABA

Hampir semua unit bisnis diciptakan sebagai pusat laba karena manajer yang
bertanggungjawab atas unit bisnis tersebut memiliki kendali atas
pengembangan produk, proses produksi, dan pemasaran. Namun demikian
wewenang seorang manajer unit bisnis dibatasi dengan berbagai cara seperti
yang tercermin dalam desain dan operasi pusat laba. Batasan-batasan atas
wewenang unit bisnis antara lain sebagai berikut :
1. Batasan dari unit bisnis lain
2. Batasan dari manajemen korporat , dikelompokkan lagi menjadi 3 yaitu :
* Batasan yang timbul dari pertimbangan-pertimbangan strategis.
* Batasan yang timbul karena adanya keseragaman yang diperlukan.
* Batasan yang timbul dari nilai ekonomis sentralisasi.
PUSAT LABA LAINNYA

Contoh-contoh pusat laba lainnya selain unit-unit bisnis, yaitu sebagai


berikut :
1. Unit-unit fungsional, yaitu :
* Pemasaran
* Manufaktur (Produksi)
* Unit pendukung dan pelayanan
2. Organisasi lainnya
MENGUKUR PROFITABILITAS
Terdapat dua jenis pengukuran profitabilitas yang digunakan dalam
mengevaluasi suatu pusat laba, yaitu sebagai berikut :
1. Ukuran kinerja manajemen
2. Ukuran kinerja ekonomis

JENIS-JENIS UKURAN KINERJA


Kinerja ekonomis suatu pusat laba selalu diukur dari laba bersih
( pendapatan yang tersisa setelah dikurangi seluruh biaya, termasuk
porsi yang pantas untuk biaya overhead korporat yang dialokasikan ke
pusat laba). Kinerja manajer suatu pusat laba dapat dievaluasi
berdasarkan lima ukuran profitabilitas, yaitu sebagai berikut :
1. Margin kontribusi
2. Laba langsung
3. Laba yang dapat dikendalikan
4. Laba sebelum pajak
5. Laba bersih
HARGA TRANSFER
TUJUAN PENENTUAN HARGA TRANSFER
Tujuan penentuan harga transfer antara lain adalah sebagai berikut :
1. Memberikan informasi yang relevan kepada masing-masing unit
bisnis untuk menentukan imbal balik yang optimum antara biaya
dan pendapatan perusahaan.
2. Menghasilkan keputusan yang selaras dengan cita-cita, artinya
sistem penentuan harga transfer harus dirancang sedemikian rupa
sehingga keputusan untuk meningkatkan laba unit bisnis juga akan
meningkatkan laba perusahaan.
3. Membantu pengukuran kinerja ekonomi dari unit bisnis individual.
4. Sistem penentuan harga transfer haru mudah dimengerti dan
dikelola.
METODE PENENTUAN HARGA TRANSFER

Harga transfer merupakan nilai yang diberikan atas suatu transfer barang
atau jasa dalam suatu transaksi dimana salah satu dari kedua pihak yang
teribat adalah pusat laba. Prinsip dasar penentuan harga transfer adalah
bahwa harga transfer sebaiknya serupa dengan harga yang akan
dikenakan seandainya produk tersebut dijual ke konsumen luar atau dibeli
dari pemasok luar. Dua keputusan yang harus diambil, ketika unit-unit
bisnis (pusat laba) di suatu perusahaan membeli dan menjual produk ke
satu sama lain, yaitu :
a. Keputusan sourching
b. Keputusan harga transfer
METODE PENENTUAN HARGA TRANSFER
A. Harga transfer berdasarkan harga pasar
Kondisi-kondisi yang harus terpenuhi jika metode harga transfer
berdasarkan harga pasar digunakan dalam penetuan harga transfer antar
pusat laba yaitu :
1. Orang-orang yang kompeten.
2. Atmosfer yang baik.
3. Harga pasar.
4. Kebebasan memperoleh sumber daya.
5. Metode tersebut merupakan metode yang optimal jika pusat laba
penjual data menjual seluruh prooduknya kedalam maupun keluar
perusahaan begitu pula dengan pembeliannya.
6. Informasi penuh.
7. Negosiasi.
B. Harga transfer berdasarkan biaya
Jika harga kompetitif tidak tersedia, maka harga transfer dapat ditentukan
berdasarkan biaya ditambah laba. Dua keputusan yang harus dibuat dalam
metode penetuan harga transfer berdasarkan biaya yaitu :
1. Keputusan menentukan besarnya biaya.
2. Keputusan menghitung markup laba. Ada dua keputusan dalam
menghitung markup laba yaitu :
* Apa dasar markup laba
* Tingkat laba yang diperbolehkan
PENENTUAN HARGA JASA UNIT STAF KORPORAT

Ada dua jenis transfer, berkaitan dengan pembebanan pada unit


bisnis atas jasa-jasa yang disediakan oleh unit staf korporat, yaitu :
1. Untuk jasa korporat yang harus diterima oleh unit bisnis penerima
dimana unit bisnis penerima dapat mengendalikan jumlah jasa
yang digunakan, paling tidak secara parsial.
2. Untuk jasa korporat yang dapat diputuskan oleh unit bisnis,
apakah akan digunakan atau tidak.
PELAKSANAAN KEBIJAKAN HARGA TRANSFER

Pelaksanaan dari kebijakan harga transfer yang sudah dipilih antara


lain sebagai berikut :
a. Negosiasi
b. Arbitrase dan penyelesaian konflik
c. Klasifikasi produk
Credit : Kelompok 5