Anda di halaman 1dari 36

EPIDEMIOLOGI

INFEKSI HIV/AIDS
Dr. M. Atoillah I., dr., MKes
Apa itu AIDS
Acquired
Immune
D eficiency
S yndrome
Kumpulan gejala yang disebabkan Menurunnya
sistem kekebalan tubuh
Apa penyebab AIDS

H uman
Immunodeficiency
Virus
HIV/AIDS
 Merupakan kumpulan gejala yang
merusak kekebalan tubuh manusia
 Perkembangannya sangat cepat sekali
terutama di negara berkembang
 Melakukan tes HIV merupakan satu-
satunya cara untuk mengetahuinya
 Tidak gejala yang khas untuk
mengetahuinya
HIV dan AIDS...
 HIV: Human Immunodeficiency Virus,
adalah virus menyerang dan bertahap
merusak sistem immunitas badan dan
berkembang menjadi AIDS.

 AIDS: Acquired Immune Deficiency


Syndrome adalah sekumpulan tanda
atau gejala berat dan kompleks yang
disebabkan oleh penurunan respon
immunitas tubuh.

 “HIV tidak sama dengan AIDS”


HIV dan AIDS tidak sama
AIDS muncul setelah 7 – 10 tahun setelah infeksi
HIV , saat
sistem kekebalan tubuh kita mulai
rusak karena HIV
Karena sistem kekebalan tubuh
melemah, beberapa infeksi dapat
masuk

Menyebabkan penyakit semakin parah


Perkembangan AIDS di Dunia
 Secara umum jumlah Orang Dengan HIV/AIDS
(ODHA) terus meningkat di seluruh dunia, kecuali
Karibia.
 Secara global, terdapat infeksi baru sebesar 5 juta
kasus pada tahun 2005.
 Jumlah ODHA di seluruh dunia telah mencapai level
tertinggi (dengan perkiraan 40,3 juta), melampaui
jumlah 37,5 juta yang diestimasikan pada tahun 2003.
 Lebih dari 3 juta orang meninggal karena penyakit
akibat AIDS pada tahun 2005, dari jumlah tersebut
lebih dari 500.000 adalah anak-anak.
Perkembangan AIDS di Indonesia

 Pertama kali kasus ditemukan tahun


1987
 Perkembangan tajam mulai tahun 1993
 Jumlah kasus infeksi HIV sampai bulan
September 2007 mencapai 5.094 kasus
 60% kasus adalah usia produktif bangsa
 Jumlah penderita HIV/AIDS di Jawa Timur
merupakan jumlah tertinggi di Indonesia.
Sementara yang drop out atau yang
berhenti mengonsumsi obat antiretroviral
(ARV) di Jawa Timur mencapai 55 persen
dari total jumlah penderita.
Bagaimana HIV menular?
HIV terdapat dalam HIV menular melalui:
sebagian cairan tubuh:
 Darah  Hubungan seks
 Air mani  Pakai jarum suntik
 Cairan vagina bergantian
 Air susu ibu (ASI)  Menerima transfusi
darah
 Dari ibu-ke-bayi
Faktor terkait dengan penularan
secara seksual
 Ada atau tidaknya infeksi alat kelamin
 Jenis aktivitas seks
 Risiko aktivitas seks yang memungkinkan
terjadi perlukaan atau pendarahan
 Ada atau tidaknya darah
 Faktor lain
Faktor terkait dengan penularan
melalui kontak darah
 Penggunaan kembali jarum suntik dan
tabungnya
 Penggunaan bersama perlengkapan
menyuntik seperti :
air, sendok dan filter
 Darah atau produk darah
yang terinfeksi
 Perlengkapan bedah
Faktor terkait dengan penularan
dari Ibu ke Anak
 Jumlah virus dari Ibu yang positif
 Tahapan HIV dari Ibu yang
bersangkutan
 Pemberian ASI
 Kelahiran melalui vagina
Tidak menular melalui...

Bersalaman, berpelukan
Berciuman
Batuk, bersin

Memakai peralatan rumah tangga

Gigitan nyamuk
Mandi, berenang
Tahapan infeksi HIV
Diare kronis

Wasting syndrom
Pneumocystis Carinii
Herpes Zoster
Oral Thrush
110101
Non Hodgkin’s Lymphoma
Status HIV
Satu-satunya cara untuk mengetahui
status HIV adalah melalui tes darah yang
jenisnya antara lain :

 Rapid test
 Elisa
 Western Blood
Kesimpulan
 Tingkat penularan HIV terus meningkat
pada masyarakat yang terpantau
 Perilaku penularan HIV tidak berkurang
secara bermakna sehingga
mempengaruhi epidemi
 Sudah terasa peningkatan kebutuhan
upaya dukungan dan pengobatan bagi
ODHA yang membutuhkannya
Mengurangi Resiko Penularan

 Bagi yang belum aktif melakukan kegiatan seksual:


tidak melakukan hubungan seks sama sekali
 Bagi yang sudah aktif melakukan kegiatan seksual:
melakukan seks mitra tunggal, mengurangi mitra
seks, menggunakan kondom, segera mengobati PMS
kalau ada
 Hanya melakukan transfusi darah yang bebas HIV
 Mensterilkan alat-alat yang dapat menularkan:
jarum suntik, tindik, tatto dll
 Ibu yang terinfeksi HIV perlu mempertimbangkan
lagi untuk hamil
PENCEGAHAN HIV/AIDS
 Menerapkan informasi pada diri
sendiri
 Berperilaku bertanggung jawab
 Menyebarkan informasi tentang AIDS
kepada orang lain
 Mendukung kegiatan pencegahan
AIDS di lingkungannya

Kita bisa kena AIDS tapi kita bisa mencegahnya


 Menggunakan kondom untuk seks yang
HIV dapat dicegah melalui
penetratif
 Tidak berbagi jarum suntik dan
perlengkapan menyuntik
 Perawatan HIV bagi ibu yang positif,
mengganti ASI dengan susu formula jika
memungkinkan.
 Menapis darah dan produk darah