Anda di halaman 1dari 21

Bahan

Pencemar
MERCURY

Herlin Harlianah
NIM 201703200
Pengertian bahan pencemar

Bahan pencemar adalah zat, partikel,


organisme ataupun perilaku yang dpat
menimbulkan pencemaran lingkungan yang
secara langsung maupun tidak langsung
mengurangi kualitas lingkungan hidup
lanjutan
Secara sifat, bahan pencemar/polutan dibedakan
menjadi 4, yaitu:
• polutan Fisik; yaitu polutan yang fisiknya
mencemarkan lingkungan. Contohnya: pecahan
botol, pecahan keramik, besi tua.
• polutan Kimiawi; yaitu polutan yang berbentuk
senyawa kimia baik senyawa sintetis maupun
yang alami, yang karena konsentrasinya cukup
tinggi sehingga dapat menimbulkan pencemaran.
Contohnya: gas CO, CO2, SO4, logam Pb
(timbal), Merkuri.
lanjutan

• polutan Biologis; yaitu polutan yang


berbentuk makhluk hidup yang dapat
menimbulkan pencemaran. Contohnya:
bakteri E.Coli, tumbuhan gulma.
• polutan Sosial Budaya; yaitu polutan yang
dapat berbentuk perilaku yang tidak
sesuai dgn norma sosial budaya setempat
Bahan pencemar yang akan
dibahas
• Merkuri atau yang juga disebut air raksa
(Hg) adalah salah satu jenis logam yang
banyak ditemukan di alam dan tersebar
dalam batu-batuan, biji tambang, tanah,
air dan udara sebagai senyawa anorganik
dan organik

Cinnabar (HgS)
Merkuri
• Merkuri merupakan salah satu dari unsur
kimia yang mempunyai nama
Hydrargyrum yang berarti perak cair. NA =
80 dengan bobot atom (MR=200,59)
Air Raksa (Merkuri, Hg)

• Sifat fisik
– Hydragyros (bahasa Yunani)
– Menguap di suhu ruangan
– Konduktor listrik yang baik
– Tidak membasahi kaca
– Tidak larut dalam air, kecuali asam nitrat
– Hampir semua logam bersenyawa kecuali
besi dan platinum
7
Sumber bahan pencemar

• Sumber pencemaran yang masuk ke


badan perairan dibedakan atas
pencemaran yang disebabkan oleh alam
(polutan alamiah) dan pencemaran karena
kegiatan manusia –(polutan antropogenik).
Penggunaan

• Medis
– Peralatan medis: tensimeter, termometer, pacemakers.
– Farmasi: antiseptik, vaksinasi.
– Dental amalgam
• Industri
– Peralatan scientific, listrik, cat, pigmen, tatoo, pestisida,
insektisida, fungisida, baterai, kembang api. Lampu
– Pertambangan emas dan perak 9
Pajanan
• Digunakan dalam bentuk
– Murni
– Anorganik
– Organik (alkilmerkuri)
• Penggunaan merkuri lebih berisiko di
institusi pendidikan, laboratorium, RS,
Praktik drg  pengetahuan tentang
toksisitas merkuri <<< di bandingkan di
industri

10
Mekanisme Patogenitas

• Mekanisme keracunan merkuri di dalam tubuh belum


diketahui dengan jelas. Kerusakan tubuh yang
disebabkan oleh merkuri pada umumnya bersifat
permanen, masing-masing komponen merkuri
mempunyai perbedaan karakteristik yang berbeda
seperti daya racunnya, distribusi, akumulasi pada
pengumpulan dan waktu retensinya(penyimpanan) di
dalam tubuh.(Widaningrum, Miskiyah dan Suismono,
2007).
lanjutan

• Apabila suatu komponen merkuri berada dalam jumlah


yg cukup, maka akan beracun thd tubuh. Merkuri
dapat berpengaruh terhadap tubuh karena dpt
menghambat kerja enzim & menyebabkan kerusakan
sel. Sifat membran dari dinding sel akan rusak karena
pengikatan dengan merkuri, sehingga aktivitas sel
dapat terganggu. Kondisi yang akut dapat
menyebabkan kerusakan perut dan usus, gagal
kardiovaskular(jantung dan pembuluhnya) dan gagal
ginjal akut yang dapat menyebabkan kematian.
Penyakit/gangguan kesehatan yang ditimbulkan
Keracunan Akut

Inhalasi uap atau debu konsentrasi tinggi


Acute interstitial pneumonitis
Bronchitis
Bronchiolitis
Konsentrasi cukup tinggi
Sesak dan nyeri di dada, sulit bernafas, batuk
Rasa logam , mual muntah, nyeri perut, diare
Sakit kepala
Albuminuria
Bisa menyebabkan kematian
Setelah 3 -4 hari
Kelenjar saliva bengkak, gingivitis timbul garis merkuri
Gejala GE dan nefitis
15
Keracunan Akut

Penyakit Minamata atau Sindrom Minamata adalah sindrom


kelainan fungsi saraf yang disebabkan oleh keracunan akut air raksa.

Gejala-gejala sindrom ini seperti kesemutan pada kaki dan tangan,


lemas-lemas, penyempitan sudut pandang dan degradasi kemampuan
berbicara dan pendengaran. Pada tingkatan akut, gejala ini biasanya
memburuk disertai dengan kelumpuhan, kegilaan, jatuh koma dan
akhirnya mati.
Keracunan Kronis
• Inhalasi, ingesti, dan diperberat absorbsi kulit
• Gejala timbul beberapa minggu – tahun setelah
terpajan
• Pajanan tinggi
– Gejala mulut (kelenjar saliva bengkak, gingivitis)
– Ginjal, GE, dan sistem respirasi
• Pajanan rendah
– Gejala patoneurologis atau psikopatologis
– Gejala paling sering: tremor, gangguan kepribadian,
kelainan gusi

18
Absorpsi, Distribusi dan Ekskresi

• 80% absorpsi melalui inhalasi


• Larut dalam lemak
• Efek kumulatif dan deposit (tu. Otak,
ginjal dan hepar)
• Ekskresi melalui ginjal
• Dapat melalui sawar plasenta dan ASI
• T½ sekitar 50-70 hari
19
Kadar merkuri

• Kadar merkuri dalam darah (populasi normal sampai 9


ug/100ml)
• Panduan bagi pekerja terpajan merkuri anorganik (dalam darah)
– Normal < 10 ug/l
– Absorpsi meningkat > 50 ug/l
– Tanda bahaya > 100 ug/l
– Timbul gejala keracunan > 300 ug/l
• Bila terpajan Hg organik > 50 ug/l sudah berbahaya

20
TERIMA KASIH