Anda di halaman 1dari 16

Kelainan Lekosit Non

Maligna

Prof. Dr. dr. J.B. Suparyatmo Sp.PK-K


Bagian Patologi Klinik FK UNS Surakarta
A. Kelainan Lekosit Non Maligna

Variasi Lekosit
Kelainan Lekosit Kwalitatif
Kelainan Sistem Makrofag
Langerhans cell histiositosis
Mononukleosis Infeksiosa

B. Malignansi Hematologik

Leukemia, Polisitemia Vera, Mielofibrosis,


Limfoma
Diskrasia Plasma Sel
Beberapa Pengertian

Lekopenia = Penurunan jumlah Lekosit


Granulositopenia = Penurunan granulosit
( Netrofil, Eosinofil, dam Basofil)
Netropenia = Penurunan jumlah Netrofil
Agranulositosis = Granulosit tidak dijumpai
dalam darah tepi (Netropenia berat)
Lekositosis = Peningkatan jumlah Lekosit.
Netrofilia, Eosinofilia, Basofilia, Limfositosis =
( Absolut / Relatif – tergantung meningkat / tidaknya jumlah absolut
Lekosit)
Netropenia
Aloimun / Isoimun Neonatal N
IgG – Ab ( Maternal ) ↔ Netrofil Sp.Ag (Paternal ).
Rentan Infeksi
Netropenia berat, Sumsum tulang, normoseluler dgn Staf &
Segmen 

Autoimune netropenia
• N-Ab: - meningkatkan netrophil turn-over
- menekan produksi netrofil

• Systemic Lupus Erythematosus


• Rheumatoid arthritis
• Folty syndrome
• Sjorgen Syndrome
Netropenia
Drug Induce Netropenia
• Mekanisme : - Efek toxis obat atau proses imun
Contoh : Analgesik, Anti Inflamasi, Anti Mikroba, dll.

• Temuan = Fever Myalgia, sakit menelan.


Netropenia berat,
Peningkatan Promielosit (Sutul)
Netropenia oleh sebab Infeksi

Infeksi berat = Adesi Lekosit pada endotel meningkat,


Peningkatan penggunaan Lekosit di tempat Infeksi

Infeksi Kronik = Terjadi sequestrasi di Lien dan Supresi


sumsum tulang.

( TBC, Tiphoid, Malaria )


Netrofilia

Peningkatan produksi
Peningkatan pelepasan “ Storage Pool “ – Sirkulasi
Pelepasan sel : marginating pool – circulating pool
Penurunan masuknya sel ke jaringan

Kelainan dengan netrofilia :

• Excercise dan emosi / stress :  peningkatan epinefrin dan cortisol


• Rokok
• Bakteriemia atau septic shock ( gram negative )
• Cancer : “ colony stimulating factor “
Reaksi lekemoid

Sive : Leukemoid blood picture


Lab : Mirip lekemia lekosit meningkat, left
shift
Penyakit terkait : Infeksi, intoksikasi , maliqnansi,
perdarahan / hemolisa berat
Diagnosa : * Bone Marrow Puncture (BMP)
* Biopsi hati / Limfonodi
* Pengecatan khusus / sito kimia
Reaksi lekemoid
1. Netrofilia absolute dengan sedikit blast
Hodgkin disease
Carcinoma dengan infeksi ( c mammae, c plumo )
Alcoholic fatty liver
Glomerulonefritis akut
Dermatitis herpetiformis
Rematoid arthritis akut
2. Mirip Chronic Myelocytic Leukemia ( CML )
Lab : Lekositosis dengan shift : mielosit (+), promielosit (+),
blast (+)
Tumor metastase ke tulang
TBC disertai infeksi lain
Epstein Barr Virus (anak) yang persistan
Reaksi lekemoid

Diagnosa : Pengecatan ALP, Vit B 12 serum, BMP dan Philadelphia


chromosom.

3. Mirip Acute Myeloblastic leukemia ( AML )

Lab : - Netropenia, left shift, sumsum tulang lebih banyak


sel mature ( myelosit )
- Ada fase lekopenia akibat “ Exhausted marrow “
- Down’s syndrome ( bayi )
 “ transient acute leukemia “
= pseudoleukemia
Reaksi lekemoid
4. Mirip CLL ( Chronic Lymphocytic Leukemia )

Lab : - Limfositosis dengan mayoritas limfosit mature


- Pertusis ( anak ) , dermatitis herpetiformis, ca lambung,
ca mammae, TBC millier

Diagnosa : faktor umur, splenomegali, adenopati

5. Mirip Acute Lymphoblastic Leukemia ( ALL )

Lab : Limfositosis dengan dominasi sel mononuklear


Mirip dengan infectious mononucleosis
Eosinofil
Eosinofilia ( > 0.7 x 10 9/Ul

Causa :

1. Alergi : Asma, urticaria, rokok , dll


2. Penyakit kulit : Dermatitis, herpetiformis
3. Parasit
4. Loeffler’s syndrome
5. Pulmonary infiltration with eosinophilia (PIE)
6. Tropical Eosinofilia
7. Malignansi
dll
Loeffler’s syndrome

- Syndrome yang terjadi pada “ cutaneus larva


migrant “ atau “ Creeping eruption “
- Etiologi : larva dari Ancylostoma brasilienses
Lab : Eosinofilia dalam darah tepi ( 50% )

Pulmonary Infiltration With Eosinophilia (PIE)

Kronik sering relaps, batuk, dispnoe, fever, malaise


Causa : oleh berbagai infeksi  TBC, jamur, pneumoni oleh virus
/ bacteri, bronchiectasis parasit dll
Tropical Eosinophilia
India dan Asia Tenggara
Klinik mirip asma bronchiale
Causa : parasit / microfilaria yang menimbulkan hiperimun
x-foto : mirip TBC milier
Lab : lekositosis dengan eosinofilia berat (  60 x 10 9/L )

Eosinofilopenia
Merupakan respon terhadap proses inflamasi
Marginasi / destruksi intra vaskuler atau migrasi ke jaringan
oleh “ chemotactic factor “
Hambatan terhadap eosinophil release di sumsum tulang
Supresi terhadap eosinophilopoiesis
Mononucleosis Infeksiosa
Causa
Virus Ebstein, Barr virus, cytomegalo virus dan virus lain ( HIV,
Herpes simplex II, varicella zoster, hepatitis A atau B , rubella
Toxoplasma gondil

Laboratorium
• Hematologi
Limfositosis ( 10% )  10% atypical lymphocyte (T) :
Downey I, II, III
• Serologi : pemeriksaan antibodi terhadap virus tersangka
• Kimia Klinik : fungsi hati