Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN KASUS

Seorang wanita, 56 tahun, merupakan kiriman dari dokter spesialis penyakit dalam dengan diagnosis
anemia berat. Hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan HB 4,7; hematokrit 15,1; leukosit 7,4;
trombosit 190. Karena kondisi pasien anemia berat, dokter tersebut mengirim ke laboratorium
untuk dilakukan pemeriksaan gambaran darah tepi.

JAWABAN KASUS
GAMBARAN MORFOLOGI

GDT dengan cat Wright Giemza pembesaran 10x10

Dalam pembacaan gambaran darah tepi (GDT) terlihat :


Eritrosit : poikilositosis, normokrom, anisositosis, ditemukan mikrositik, tear’s drop dan formasi
rouleoux, eritroblast (+)
Leukosit : jumlah normal, limfosit plasmasitoid (+)
Trombosit : jumlah normal, penyebaran merata

DIAGNOSA LABORATORIUM DAN SARAN


Darah tepi menunjukkan anemia kronik disertai dengan formasi rouleoux dan limfosit plasmasitoid,
curiga ke arah Multiple Myeloma (MM).
Saran : pemeriksaan Protein Elektroforesis dan Bone Marrow Puncture.
BMP dengan cat Wright Giemza pembesaran 10x10

Dalam pembacaan gambaran sumsum tulang :


 Eritrosit : tampak formasi rouleoux
 Leukosit : tampak plasmasitoid limfosit
 Trombosit : pada pembesaran 10x10 megakariocyte mudah ditemukan
 Seluleritas : tampak sel plasma double lobulated

Hasil pemeriksaan protein elektroforesis terlampir.

Diagnosis : gambaran sumsum tulang dan protein elektroforesis menyokong Multiple Myeloma.

ULASAN

DAFTAR BACAAN