Anda di halaman 1dari 43

Problema Geriatri

dr Budi Enoch SpPD

1
Problema geriatri

SOP RSUD dr Abdul Aziz


Dr Budi Enoch SpPD
Singkawang
beberapa yang sering didapat

• Instabilitas
• Dementia
• Dehidrasi
• Immobilisasi
• Inkontinensia urine
INSTABILITAS DAN JATUH
Defenisi

• Ketidakmampuan seseorang untuk


mempertahankan pusat kekuatan
anti-gravitasi tubuh pada dasar
penyangga tubuh saat berdiri
Anamnesa Subjektif

• perasaan seperti mau jatuh desertai


atau tanpa adanya pusing, vertigo
atau rasa bergoyang
• rasa tidak percaya diri untuk
melakukan mobilisasi
• ada riwayat jatuh
Anamnesa Objektif

• factor resiko intrinsic : gangguan


penglihatan / pendengaran, gangguan
persendian, gangguan musculoskeletal,
dementia dan gangguan syaraf
Pemeriksaan fisik

• atrofi otot ekstremitas bawah (qudricep


femoris)
• gangguan sendi dileher, genu atau
panggul
• hemiparese
• plantar fasciitis
• hipertensi, koagulopati, tremor parkinson
• Pemeriksaan Penunjang : tergantung
komorbid
Tindakan umum

– Tirah baring, posisi ½ duduk kalau ada


sesak
– Oxygen 2-4 L / mnt
– Nutrisi parenteral
– pasang DC dan NGT
– fisioterapi
– nutrisi cair 6 x 250 cc
Terapi medikamentosa

–Infus kristaloid sesuai kebutuhan


(NaCl 0,9%, Dx 5%, RL)
–Antibiotik yang ’Kidney friendly’
–Roboransia (po atau infus)
• Konsultasi UPF Syaraf untuk menilai
keadaan neurologist atau CVD
• Indikasi perawatan inap
– Komorbid yang mengancam jiwa
– Tidak bisa dirawat dirumah karena
adanya ulkus dekubitus, artritis berat,
fraktur
• Lama perawatan inap : tergantung
penatalaksanaan
• Outcome : penderita bisa berjalan baik
dengan alat pembantu atau sendiri
DEHIDRASI
Defenisi :
Berkurangnya cairan tubuh total,
dapat berupa hilangnya air lebih
banyak dari Na (dehidrasi
hipertonik), atau hilangnya air
sama dengan Na (isotonic
SKOR/DERAJAT DEHIDRASI BERDASARKAN
WHO 2008
UntukmenilaiderajatDehidrasi (kekurangancairan) dapat digunakanskor WHO dibawahini:

SKOR
Yang dinilai
1 2 3
Keadaanumum Baik Lesu/haus Gelisah, lemas,
mengantuk
hingga syok
Mata Biasa Cekung Sangatcekung
Mulut Biasa Kering Sangatkering
Pernapasan < 30 x/menit 30-40 x/menit > 40 x/menit
Turgor Baik Kurang Jelek
Nadi < 120 x/menit 120-140 x/menit > 140 x/menit
Skor: 6 : tanpa dehidrasi
7 – 12 : dehidrasi ringan-sedang
≥ 13 : dehidrasi berat
14
Anamnesa

• riwayat asupan yang kurang


• kehilangan cairan berlebih melalui
keringat, nafas (takhipnu), muntah,
diare
• jumlah ekskresi urine < 30 cc / jam
Pemeriksaan fisik :

• apatis, aktifitas menurun, kelemahan


badan
• turgor kulit menurun, lidah kering
Laboratorium

• Hematokrit meningkat
• Rasio ureum kreatinin < 2,5
• Kadar Na plasma > 145 mMol / L
• BJ urine meningkat, BJ plasma >
280 mmol / L
• EKG : mungkin aritmia karena
gangguan elektrolit
Tindakan umum

–Tirah baring posisi terlentang


–Pasang O2 low flow ( 2 L / mnt )
–Infus cairan kristaloid
–Pasang DC
–Pasang NGT untuk nutrisi cair per
oral
• Fisioterapi
Rehidrasi
– Rehidrasi sesuai dengan kebutuhan
– Cairan yang dibutuhkan : TBW saat ini X kadar Na
140
– TBW saat ini adalah 50% x BB (laki) atau 45% x BB
(wanita)
– Basic cairan diberi air per oral / NGT : 30 cc / kgBB /
24 jam atau perinfus
– RL untuk dehidrasi isotonic
– DX 5% untuk dehidrasi hipertonik
– Nacl 0,9% untuk dehidrasi hipotonik
• Pemeriksaan penunjang : Kadar Na,
Bicnat, K, BJ plasma setiap hari
selama dehidrasi
• Indikasi perawatan : ya
• Lama perawatan : 5 – 6 hari kalau
tidak ada komplikasi, atau sampai
pasien mau makan peroral
• Outcome : pasien terehidrasi, kadar
elektrolit normal, makan per oral
cukup
DEMENTIA
Defenisi
Sindroma yang ditandai oleh menurunnya daya
ingat ditambah penurunan fungsi kognitif lain
sehingga mengganggu kemampuan melakukan
aktivitas hidup dasar sehari hari yang berakibet
gangguan hubungan interpersonal, fungsi social
disertai gejala BPSD (behavioral and
psychological symptom of dementia) atau disebut
perubahan perilaku dan kepribadian.
Anamnesa
• penurunan daya ingat
• gangguan kognitif minimal satu dari : kesulitan
berbahasa, kesulitan mengenali benda, kegagalan
melakukan aktivitas, gangguan fungsi eksekutif,
disorientasi (waktu, tempat, orang)
• perubahan perilaku / kepribadian seperti : depresi,
bergerak tanpa tujuan (wandering / pacing),
pertanyaan berulang (mannerism)
• perubahan aktivitas hidup dasar
• gangguan hubungan interpersonal dan social
• pada demensia Alzheimer terjadi penurunan berbagai
fungsi kognitif secara perlahan tapi progresif
• pada demensia vaskuler (paska stroke) terjadi dalam
waktu 3 bulan sesudah event vaskuler, ditemukan
juga faktor resiko stroke
Pemeriksaan fisik

• kebersihan berkurang / kotor


• turgor menurun karena intake
kurang, bisa malnutrisi
• depresi, bisa hiperaktif / agresif
• bab dan bak tidak terkontrol
Laboratorium :
– PCV meningkat, hipoalbuminemi, BJ
plasma meningkat, BJ urine meningkat,
gangguan elektrolit
– Pemeriksaan status mental : MMSE (
Mini Mental State Examination )
– Pemeriksaan status Neuro-psikologik :
ADAS-COG (Alzheimer’s Disease
Assessment Scale Cognitif)
– Pemeriksaan lain tergantung komorbid
Tindakan umum
• berobat jalan, kecuali kalau ada indikasi
• penyampaian informasi yang benar kepada
keluarga
• latihan orientasi realitas
• rehabilitasi
• dukungan keluarga (dan dukungan pada
keluarga)
• manipulasi lingkungan
• membuat program harian untuk pasien
• reminiscence
• terapi musik, psikoterapi.
• Modifikasi perilaku
• jaminan nutrisi yang optimal
Terapi medikamentosa
• Pemberian obat ditujukan untuk target gejala
tertentu dengan pembatasan waktu
– dementia ringan sedang
• Donepezil 5 – 10 mgr vesp
• Rivastigmin 2 x 1,5 mgr / hr dc (dosis
effektif 6-12 mgr / hr)
• Galantamin dosis awal 2 x 4 mgr selama 4
minggu, kemudian 2 x 8 minimal 4 minggu
dan dapat dianikan bertahap sampai dosis
maks 24 mgr / hari
– dementia berat : terutama modalitas non
farmakologik
• - Resperidon, Sertralin, Haloperidol sesuai
dengan gerjala
• Indikasi perawatan : kalau penderita
tidak dapat melakukan aktifitas dasar
harian & komorbid
• Lama perawatan : tergantung
penatalaksanaan dan komorbid
• Konsultasi : pada bagian psikiatri
(kalau bisa Psikiater Geriatri)
• Outcome : penderita bisa melakukan
aktivitas dasar harian
IMMOBILISASI
Defenisi
Ketidakmampuan dan
ketidakmauan untuk bergerak pada
orang usia lanjut yang disebabkan
oleh gangguan fisik, mental,
psikhologis dan lingkungan
Merupakan satu tanda dari
Geriatric Giant Syndrome
Penyebab utamanya gangguan
muskulo-skeletal dan neurogikal
physical disability
Pemeriksaan fisik

• Apatis dan lemah badan


• Penurunan BB, atrofi otot
• Bisa dengan gejala depresi, luka
dekubitus, kontraktur, inkontinensia
• Mungkin dengan gejala infeksi paru atau
saluran kemih, fraktura, arthritis
• Pemeriksaan penunjang :
tergantung komorbid
• PCV menurun, hipoalbuminemi,
gangguan elektrolit
• Waktu protrombin menurun,
fibrinogen meningkat
• Foto thorak : PPOK ? Pnemoni ?
Tindakan umum

–Tirah baring, posisi ½ duduk kalau


ada sesak
–Oxygen 2-4 L / mnt
–Nutrisi parenteral
–pasang DC dan NGT
–fisioterapi
• penanganan ulkus dekubitus (vide
SOP penanganan ulkus dekubitus
Terapi medikamentosa

–Infus kristaloid sesuai


kebutuhan (NaCl 0,9%, Dx 5%,
RL)
–Antibiotik yang ’Kidney friendly’
–Roboransia (po atau infus)
Indikasi perawatan

– Komorbid yang mengancam jiwa


– Tidak bisa dirawat dirumah karena
adanya ulkus dekubitus, artritis berat,
fraktur
• Lama perawatan : tergantung
penatalaksanaan
• Outcome : penderita bisa berjalan baik
dengan alat pembantu atau sendiri
INKONTINENSIA URINE
Defenisi
Keluarnya urine yang tidak
terkendali sehingga menimbulkan
masalah hygiene dan sosial
Anamnesa
• Bentuk akut biasanya disertai nyeri waktu kencing,
gangguan kesadaran, vaginitis atropikan, obat
diuretic, skibala, prolaps uteri dan masalah
psikologis
• Bentuk persisten
• tipe urgensi, sering berkemih ( > 8 kali / hari) yang
tidak tertahankan.
• tipe stress, karena tekanan intra-abdomen yang
tinggi seperti batuk, bersin, dan tertawa
• tipe overflow, tekanan intravesikal meningkat
karena ada masa menekan
• tipe fungsional, keluar urine sebelum sampai ke
toilet karena gangguan berjalan
• suka ada komplikasi berupa dekubitus, depresi,
jatuh dan isolasi sosial
Pemeriksaan fisik

• hygiene kurang dan bau pesing


• gangguan berjalan, fraktur ? sequele
stroke ?
• gangguan kognitif sampai demensia
• ulkus dekubitus dan luka lecet pada
tungkai
Tindakan umum

–Tirah baring
–Pasang DC
–Nutrisi cair 6 x 250 cc po
–Nutrisi parenteral kalau perlu
–Fisioterapi
–Operasi kalau ada masa yang
menekan
• Tindakan medikamentosa
• 2.1. Rehidrasi sesuai dengan kebutuhan
• 2.2. α agonist pada tipe stress (hati hati
pemberian)
• Pemeriksaan penunjang : sesuai
komorbid
• Indikasi perawatan : kalau terdapat
dehiudrasi, komorbid mengamjam jiwa
dan tidak sanggup dirawat dirumah
• Lama perawatan : tergantung
penatalaksanaan
• Outcome : keluhan berkurang
TERIMA KASIH

43