Anda di halaman 1dari 16

Terletak di kwardan kanan atas

abdomen
Anatomi Hati
Fungsi Hati
• Filter darah.
• Membentuk empedu, suatu zat yang membantu pencernaan lemak.
• Memproses dan mengikat lemak pada pengangkutnya(protein) termasuk
kolestrol, gabungan lemak dan protein disebut lipoprotein (chylomycron,
VLDL, LDL, HDL), menyimpan gula dan membantu tubuh untuk
mengangkut dan menghemat energi.
• Membuat protein-protein penting, seperti kebanyakan yang terlibat pada
pembekuan darah.
• Memetabolisme banyak obat-obatan seperti barbiturates, sedative, dan
amhetamines.
• Menyimpan besi, tembaga, vitamin A dan D, dan beberapa dari vitamin B.
• Membuat protein-protein penting seperti albumin yang mengatur
pengangkutan cairan di dalam darah dan ginjal.
• Membantu mengurai dan mendaurulang sel-sel darah merah
Jika hati menjadi radang atau terinfeksi, maka
kemampuannya untuk melaksanakan fungsi-
fungsi ini jadi melemah. Penyakit hati dan
infeksi-infeksi adalah disebabkan oleh suatu
kondisi yang bervariasi termasuk infeksi virus,
serangan bakteri, dan perubahan kimia atau
fisik didalam tubuh
Definisi. . . .

Hepatitis adalah keadaan radang/cedera pada hati, sebagai


reaksi terhadap virus, obat atau alkohol (Ptofisiologi untuk
keperawatan, 2000;145)
Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus
disertai nekrosis dan inflamasi pada sel-sel hati yang merupakan
kumpulan perubahan klinis , biokimia, serta seluler yang khas. (
Brunner & Suddarth .2001:1169).
Zat kimia dari obat

Hepatitis Autoimun

Alkohol
Beberapa penyakit ataupun gangguan
metabolisme tubuh dapat menyebabkan
komplikasi pada hati.

virus hepatitis
Tipe A Tipe B Tipe C Tipe D Tipe E

Metode Fekal-oral Parenteral, Parenteral, Parenteral, Fekal-oral


Transmisi melalui seksual, jarang perinatal,
orang lain perinatal seksual, memerlukan
perinatal koinfeksi
dengantipe
B.

Keparahan asimtomatik parah Menyebar Peningkatan Sama


luas, dapat insiden dengan D
berkembang kronis dan
sampai gagal hepar
kronis. akut.

Sumber Darah, feses, Darah, saliva, Terutama Melalui Darah.


Virus saliva semen, melalui darah Feses,
sekresi darah Saliva
vagina
Tanda dan gejala
• Jaundice atau kekuningan kulit
• Urin yang coklat seperti teh
• Mual
• Hilang selera makan
• Kehilangan atau kenaikan berat tubuh yang abnormal
• Muntah
• Diare
• Warna tinja (feces)yang pucat
• Nyeri abdomen (perut) pada bagian kanan atas perut
Masa Tunas
Virus A : 15-45 hari ( rata-rata 25 hari).
Virus B : 40-180 hari ( rata-rata 75 hari )
Virus non A dan non B : 15-150 hari ( rata-rata 50 hari )

Fase Pre Ikterik


Keluhan umumnya tidak khas . keluhan yang disebabkan infeksi virus
berlangsung sekitar 2-7 hari .

Fase Ikterik
Urine berwarna seperti teh pekat, tinja berwarna pucat, penurunan suhu
badan disertai bradikardi. Ikterus pada kulit dan sklera yang terus
meniningkat pada minggu I, kemudian menetap dan baru berkurang setelah
10-14 hari

Fase Penyembuhan
Dimulai saat menghilangnya tanda-tanda ikterus, rasa mual, rasa sakit ulu hati,
disertai bertambahnya nafsu makan .
Pemeriksaan pigmen
Pemeriksaan protein
• bilirubun serum total
• protein totel serum
• bilirubin urine
• albumin serum
• urobilinogen urine
• HbsAG
• urobilinogen feses

Radiologi Pemeriksaan serum transferase


• foto rontgen abdomen dan transaminase
• AST atau SGOT
Pemeriksaan tambahan
• ALT atau SGPT
• laparoskopi
• biopsi hati • LDH Amonia serum
Terapi medis yang biasa diberikan pada penderita penyakit hepatitis
diantaranya adalah :

• Penderita penyakit hepatitis harus menjalani istirahat di tempat tidur saat


mengalami fase akut.
• Tidak ada larangan spesifik terhadap makanan tertentu bagi penderita
penyakit hepatitis Sebaiknya semua makanan yang dikonsumsi pasien
mengandung cukup kalori dan protein.
• Penderita penyakit hepatitis diberi obat untuk mengatasi peradangan yang
terjadi di hati.
Tidak setiap pasien denga hepatitis virus akan mengalami perjalanan

penyakit yang lengkap. Sejumlah kecil pasien meperlihatkan kemunduran

klinis yang cepat , adapun komplikasi yang dapat terjadi pada klien hepatitis

adalah ensefalopati hepatic terjadi pada kegagalan hati berat yang oleh

akumulasi amonia serta metabolik toksik merupakan stadium lanjut

ensefalopati hepatic. Kerusakan jaringan parenkim hati yang meluas akan

menyebabkan serosis hepatis, penyakit ini banayak ditemukan pada

alkoholik.
W