Anda di halaman 1dari 13

KB ALAMI

Abstinence
• Metode ini mengharuskan pasangan tidak coitus
• Efektif mencegah kehamilan 100%
• Mencegah penularan STD (Sexual Transmitted disease
Withdrawal / Coitus Interuptus
• Menarik penis dari vagina sebelum terjadinya ejakulasi
• Kefektifan 80% ( 1 dari 5 wanita yang menjalani metode inimengalami
kehamilan)
Fertility Awarness Method
• Pada metode ini wanita harus mengetahui masa subur
• Saat masa subur tidak boleh melakukan CO atau menggunakan
barrier
• Efektifitas 91 %
• Terdapat 3 metode :
1. Rhytm method (metode kalender)
2. Temperatur basal
3. Mukus serviks (metode ovulasi)
1. Rhytm method (metode kalender)
• Menggunakan prinsip hormonal
• Efektif 53-80%
• Membutuhkan masa pencatatan di kalender
2. Temperatur basal
• Membutuhkan pencatatan suhu basal setiap bangun tidur ( suhu basal naik berarti ovulasi)
• Keefektifan 98%
• Nagka kegagalan 15%
3. Mukus serviks (metode ovulasi)
• 6 hari sebelum ovulasi mucus serviks dipengaruhi esterogen sehingg amenjadi jernih dan elatis.
Pada kondisi ini diperkirakan seorang wanita dalam masa subur dan tidak boleh melakukan CO
• Angka kegagalan 20% membutuhkan effort dan pengetahuan
barier
1. Spermisid
• Bahan kimia yang akan membunuh spermatozoa didalam vagina
• Beberpa macam sediaan : gel,film, foam dan supositoria
• Bila digunakan tunggal efektifitas 76% dan akan menigkat biloa
dgunakan bersama dengan alat conntrasepsi lainnya contonya
kondom
• Keuntungannya : tidak ada komplikasi berat pada kesehatan, mudah
digunakan dan dibawa
• Kelemahan ; mungkin dapat menyebabkan iritasi dan tidak
memproteksi diri dari hiv
barier

2. Kondom pria
• Metode barrier yang digunakan secara umum dan efektif jika
dignakan secara tepat
• Bahan kondom yang berasal dari latex dan polyurethane selain dapat
mencegah kehamilan dapat juga mencegah penyebaran STD termasuk
HIV
• Efektifitas 86-97% dan bila dikombinasi dengan spermisid akan
menjadi 99%
barier
3. Kondom wanita
• Sebagai alternative kondom pria
• Bahan kondom berasal dari poliuretan
• Secara fisik diinsersikan kedalam vagina
• Pada pemakaian sempurna efektifitasnya bisa mencapai 95%
barier

4. Diagfragma
• Barier lateks diletakkan didalam vagina selama intercourse
• Membutuhkan seorang dokter untuk menginsersikan
• Membutuhkan spermisisd gel sebelum diinsersi
• Diinsersikan maks 18 jam sebelum intercourse dan dapat digunakam
24 jam
• Tidak memproteksi STD
• Efektifitas 94%
barier
5. Servical cap
• Barier latext diinsersikan ke dalam vagina
• Caps diletakkan disekitar serviks menggunakan suction
• Bisa ditinggalkan dalam tubuh dengan total waktu 48 jam
• Dan harus diletakkan pada tempatnya 6 jam setelah intercourse
• Efektifitas pemakaian sempurna 91%
• Kelmahan bias mengiritasi vagina dan reaksi alergi
Metode Amenorhea Laktasi
1. “Reaksi” isapan (suckling) bayi yang intensif dan terus
menerus mengganggu sekresi GnRH
2. Sekresi ireguler GnRH mengganggu pelepasan hormon FSH
dan LH
3. Penurunan FSH dan LH mengganggu perkembangan
ovarium dan menekan ovulasi
Keuntungan Kontrasepsi MAL
1. Efektifitas tinggi (98%)
2. Tidak mengganggu
KB metode lain harus dipilih bila tidak terpenuhi 3 kriteria
senggama
utama MAL
3. Tanpa biaya
1. Ibu belum mendapat haid
4. Sumber asupan gizi yang
2. Menyusui secara EKSKLUSIF
terbaik dan sempurna untuk
3. Bayi usia kurang dari 6 bulan
tumbuh kembang bayi yang
optimal