Anda di halaman 1dari 41

Tugas Kimia Klinik II

Oleh :
Wa Ode Musfira Yuniar Aingkum
GLIKOLISIS
 Pengertian Glikolisis
Glikolisis merupakan proses pengubahan glukosa menjadi
dua molekul asam piruvat dengan menghasilkan ATP dan
NADH. Glikolisis terjadi pada sel mikroorganisme,
tumbuhan, dan hewan melalui 10 tahap reaksi. Proses ini
terjadi di sitoplasma dengan bantuan 10 jenis enzim yang
berbeda.
Gambar Proses Glikolisis
Metabolisme glukosa disel darah merah
dibagi menjadi 2 :
 Glikolisis
 glikogenesis
GULA DARAH
Pemeriksaan Gula Darah
 Pengertian Tes Glukosa
Pemeriksaan gula darah atau tes glukosa darah adalah tes yang
bertujua untuk mengukur jumlah glukosa (gula) dalam darah.
Pemeriksaan ini terutama dilakukan untuk memeriksa diabetes
tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional, di mana kadar
gula darah seseorang meningkat. Dalam beberapa kasus,
pemeriksaan gula darah juga dapat digunakan untuk menguji
hipoglikemia, ketika kadar gula darah terlalu rendah.
Macam-macam Pemeriksaan Darah
1. Glukosa darah sewaktu diabetes yang terjadi selama kehamilan (diabetes
Tes gula darah sewaktu adalah pemeriksaan gula gestasional). Tes ini juga bisa dilakukan setelah hamil
darah yang dilakukan kapanpun tanpa jika wanita memiliki kadar gula darah tinggi selama
menghiraukan kapan terakhir kali makan. kehamilan. TTGO juga bisa digunakan untuk
Umumnya, cek gula darah macam ini diterapkan mendiagnosis prediabetes atau diabetes pada orang
terhadap para penderita diabetes dengan tujuan sehat.
untuk mengontrol gula darah. 5. Hemoglobin A1c (HbA1c) atau
.Tes gulag darah puasa glikohemoglobin

Sesuai dengan namanya, Anda sudah bisa Tes gula Tes ini mengukur seberapa banyak glukosa (gula)
darah puasa adalah pemeriksaan gula darah yang yang menempel pada sel darah merah. Tes HbA1c
dilakukan pada pasien yang telah berpuasa selama 8- biasanya dilakukan pada penderita diabetes untuk
10 jam. Ada juga tes gula darah puasa yang dilakukan mengetahui seberapa baik ia dapat mengontrol
setelah pasien berpuasa selama 14 jam. penyakitnya dalam dua sampai tiga bulan terakhir.
Dari hasil tes tersebut, dokter juga dapat
3.Tes gula darah 2 jam setelah makan menentukan apakah obat diabetes Anda perlu
Tes gula darah jenis ini adalah cek gula darah yang diganti. Hasil tes HbA1c juga dapat memberi tahu
dilakukan 2 jam setelah pasien makan. Pemeriksaan berapa kadar rata-rata gula darah Anda. Tes HbA1c
gula darah ini biasa disebut juga tes gula darah post- juga dapat digunakan pada orang sehat untuk
prandial (PP). Sekedar informasi bahwa pemeriksaan mendiagnosis apakah ia menderita diabetes atau
gula darah post-prandial susah distandarisasikan. tidak.
4.Tes toleransi glukosa
merupakan serangkaian tes yang dilakukan setelah
Anda minum cairan manis yang mengandung gula.
Tes ini biasanya digunakan untuk mendiagnosis
ALAT PEMERIKSAAN GULA DARAH

 Jarum tes darah model pulpen


 Easy touch GCU
 Nesco multicheck
 Accu-check active kit
 Hematology analyzer
KOLESTEROL
Apa itu kolesterol ?
 Kolesterol adalah metabolit yang mengandung lemak
sterol yang ditemukan pada membran sel dan
disirkulasikan dalam plasma darah.
 Kolesterol penting untuk pembentukan membran sel,
vitamin D, asam empedu dan berbagai hormon lainnya.
Fungsi Kolesterol
 Kolesterol dalam tubuh mempunyai fungsi yang penting,
diantaranya adalah
 Sebagai pelindung otak, 11 % dari berat otak adalah kolesterol.
 Bersama zat gizi lainnya kolesterol dan sinar matahari
membentuk vitamin D.
 Merupakan zat esensial untuk membran sel.
 Merupakan bahan pokok untuk pembuatan garam empedu yang
diperlukan untuk pencernaan makanan.
 Bahan baku pembentukan hormon steroid, misalnya
progesterone dan estrogen pada wanita, testosteron pada laki-
laki.
 Untuk mencegah penguapan air pada kulit
 Membawa lemak keseluruh tubuh melalui peredaran darah.
Jenis-jenis Kolesterol
 High Dinsity Lipoprotein (HDL) merupakan jenis kolesterol baik yang sangat
dibutuhkan oleh tubuh. Bukan hanya itu saja, jenis kolesterol satu ini juga bisa
digunakan untuk menghancurkan kolesterol LDL di arteri. Cara kerja kolesterol HDL
yaitu membawa kolesterol LDL yang ada di hati menujuke hati untuk dihancurkan.
 Low Dinsity Lipoprotein (LDL) sering disebut sebagai jenis kolesterol jahat. Karena
kadar kolesterol LDL memiliki peranan dalam penumpukan plak sehingga menebal,
bisa menyumbat arteri sebab terjadinya tumpukan lemak yang keras, dan mengurangi
fleksibelitas dari pembuluh darah. Apabila di dalam blok arteri terjadi gumpalan atau
penyempitan bisa mengakibatkan penyakit stroke atau serangan jantung mendadak.
 VLDL (very low-density lipoprotein) mengandung sedikit protein. Tujuan utama
VLDL adalah untuk mendistribusikan trigliserida yang diproduksi oleh hati Anda.
Kolesterol VLDL dalam jumlah tinggi dapat mengakibatkan penumpukan kolesterol
dalam arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
 Trigleserida adalah jenis lemak tubuh yang digunakan untuk menyimpan dan
memberikan energi pada otot. Hanya terdapat dalam jumlah yang sedikit pada darah.
Memiliki tingkat trigliserida yang tinggi dapat meningkatkan peluang risiko penyakit
jantung yang lebih tinggi dibandingkan dengan memiliki tingkat LDL tinggi
. Macam-macam Pemeriksaan Kolesterol
1. Metode Lieberman – Burchad
 Prinsip : kolesterol dengan asam asetat anhidrida dan asam
sulfat pekat membentuk warna hijau kecoklatan. Absorben
warna ini sebanding dengan kolestrol dalam sampel.
 Metode kolorimetri langsung dengan reagen Lieberman –
Burchad penyerapan chromaphores yang dihasilkan dari
kolesterol dan ester kolestrol berbeda. Ester kolesterol
menghasilkan warna yang lebih benyak dibandingkan dengan
kolesterol non ester dan mempunyai bias 10 – 15 % ketika
analisa dilakukan berdasarkan standart kolesterol non ester.
Metode ini memerlukan kerja keras disebabkan karena ester
kolesterol harus dihidrolisa dan kolestrol diekstraksi. Tujuan
ekstrsksi ini mencegah adanya zat-zat pengganggu yang akan
mempengaruhi hasil,
 contohnya hemoglobin dan billirubin.
Metode CHOD – PAP

 Prinsip : kolesterol ditemukan setelah hidrolisa enzimatik


dan oksidasi. Indikator quinoneimine terbentuk dari
hydrogen peroksida dan 4 aminianypyrine dengan adanya
phenol peroksidase.
 Reaksi : Kolesterol ester Kolesterol ester kolesterol ester+asamlemak
Hidrolase
Kolesterol + O2 Kolesterol kolesterol-one-one-H2O2
Oksidase
2H2O2 + phenol + 4-aminophenazon perioksidase
quinoneimine dye + 2H2O2 Metode
 Metode ini (enzimatis) memperlihatkan linearitas yang baik sampai
dengan 500 mg/dl. Sample dengan nilai yang lebih dari 500 mg/dl
harus dianalisis ulang setelah pengenceran dengan Natrium klorida
(NaCl). Tahap reaksi awal metode enzimatis adalah hidrolisis ester
kolesterol untuk membentuk kolesterol bebas. Tahap berikutnya
adalah tahap oksidasi yang menggunakan oksigen untuk menghasilkan
hydrogen peroksida (H2O2), melalui pembentukan oksidasi
berwarna yang direduksi. Faktor yang mengganggu pada pemeriksaan
adalah pada sampel yang keruh, lipemik, ikterik, atau mengalami
hemolisis. Billirubin menyebabkan interferensi negative dalam
metode enzimatis karena billirubin bereaksi dengan H2O2 sehingga
mengurangi jumlah peroksida yang tersedia untuk membentuk
komplek berwarna. Billirubin juga menimbulkan gangguan langsung
karena penyerapannya ada di sekitar 500 nm. Gangguan ini dapat
dikurangi dengan mengukur konsumsi oksigen secara elektrokimia.
Metode Modifikasi Dari Reaksi Zank dan Modifikasi
Dari Klungsoyr

 Prinsip : Alkohol yang digunakan untuk mengendapkan


protein dan membebaskan alkohol dari esternya. Reaksi
warna timbul dengan mereaksikan kolesterol dengan
ferichoride, warna yang timbul ditentukan secara
fotometri / kalorimetri.
ASAM URAT
Pengertian asam urat
 Asam urat adalah penyakit dari sisa metabolisme zat purin
yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi. Purin
sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan
makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan
kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin
ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut,
maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita.
Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin.
Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh
yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.
Biasanya asam urat menyerang pada usia lanjut, karena
penumpukan bahan purin ini.
Ada tiga tahapan penyakit asam urat berdasarkan tingkat
keparahannya, yaitu:
 Tahap pertama. Pada tahap ini kadar asam urat sudah naik di
dalam darah, tetapi belum ada gejala asam urat yang muncul. Bisa saja
Anda tidak akan pernah merasakan gejala asam urat. Biasanya, orang
yang mengalami hal ini, baru akan merasakan gejala asam urat
pertama kali setelah ia terserang penyakit batu ginjal.
 Tahap kedua. Saat memasuki tahap kedua, maka kadar asam urat
yang terlalu tinggi tersebut telah membentuk kristal-kristal yang
biasanya terjadi pada bagian jari kaki. Dalam tahap ini, Anda baru akan
merasakan nyeri dan sakit pada sendi, tetapi hal ini tidak akan
berlangsung lama. Selang beberapa waktu kemudian, Anda baru akan
mengalami gejala asam urat lainnya dengan intensitas dan frekuensi
yang semakin sering.
 Tahap ketiga. Di tahap ketiga ini, gejala asam urat tak kunjung
hilang dan kristal-kristal asam urat yang terbentuk tidak hanya
menyerang satu sendi saja. Bahkan, dalam tahap ini akan muncul
gumpalan-gumpalan zat tersebut yang sudah mengkristal di bawah
kulit. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri yang lebih parah dan dapat
merusak tulang-tulang rawan.
Jenis pemeriksaan asam urat
 Tes cairan sendi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara
mengambil cairan sendi yang bengkak menggunakan jarum
suntik.
 Tes darah. Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah jumlah
asam uratnya tinggi atau tidak di dalam darah.
 Tes urin. Selain melakukan tes darah, zat kimia ini akan dilihat
kadarnya di dalam urin Anda. Bila tidak normal, maka Anda
sangat mungkin mengalami asam urat.
 Rontgen dengan sinar-X. Penderita asam urat perlu
melakukan rontgen untuk melihat lebih jauh penyebab
peradangan yang terjadi pada sendi.
 CT-scan. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi di mana lokasi
tumpukan kristal berada, meskipun tidak menimbulkan gejala.
Pemeriksaan Fungsi
Ginjal
Apa itu pemeriksaan fungsi ginjal ?
 Pemeriksaan fungsi ginjal adalah adalah prosedur
pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui seberapa
baik ginjal bekerja dan untuk mendeteksi adanya gangguan
pada organ tersebut. Pada pemeriksaan fungsi ginjal, darah
dan urine pasien akan diambil untuk kemudian diamati di
laboratorium.
Penyebab gangguan faal ginjal atau
penyakit pada ginjal
 Penyakit umum/sistemik, seperti diabetes mellitus,
hipertensi, kolesterol tinggi dan dislipidemia, Kadar asam
urat tinggi (hiperuricemia, gout).
 Penyakit infeksi seperti TBC, Malaria, Hepatitis,
Preeklamsia, dan obat-obatan.
 Kehilangan cairan banyak secara mendadak, seperti pada
muntaber, perdarahan, atau luka bakar.
Jenis-jenis pemeriksaan fungsi ginjal
 Jenis pemeriksaan fungsi ginjal ada dua yaitu :
 Pemeriksaan fungsi ginjal yang rutin dilakukan
 Pemeriksaa fungsi ginjal yang sifatnya tambahan.
 Jenis-jenis pemeriksaan fungsi ginjal yang rutin  Sedangkan pemeriksaan fungsi ginjal tambahan, di
dilakukan adalah: antaranya adalah:
 Tes urine, untuk mengetahui adanya protein  Tes kandungan albumin dalam darah.
dan darah dalam urine yang menandakan  Tes rasio albumin-kreatinin.
penurunan fungsi ginjal.
 Tes kandungan elektrolit dalam darah dan urine.
 Ureum atau blood urea nitrogen (BUN),
yaitu tes untuk menentukan kadar urea nitrogen  Bersihan kreatinin (CCT) dan protein dalam
dalam darah yang merupakan zat sisa dari urine 24 jam.
metabolisme protein dan seharusnya dibuang  Biopsi ginjal.
melalui ginjal.  Sistoskopi dan ureteroskopi.
 Kreatinin darah, yaitu tes untuk menentukan
kadar kreatinin dalam darah. Kreatinin
merupakan zat sisa hasil pemecahan otot yang
akan dibuang melalui ginjal. Kadar kreatinin yang
tinggi dalam darah dapat menjadi tanda adanya
gangguan pada ginjal.
 Glomerulo filtration rate (GFR), yaitu tes
untuk melihat kemampuan ginjal dalam
menyaring zat sisa metabolisme dari dalam
tubuh.
Pemeriksaan fungsi hati
Apa itu pemeriksaan fungsi hati ?
 Pemeriksaan fungsi hati atau lebih dikenal dengan liver
panel atau liver function test adalah sekelompok tes darah
yang mengukur enzim atau protein tertentu di dalam
darah Anda. Tes fungsi hati umumnya digunakan untuk
membantu mendeteksi, menilai dan memantau penyakit
atau kerusakan hati.
Jenis-Jenis pemeriksaan fungsi hati
 Tes serum glutamat piruvat transaminase dengan baik, dapat ditandai dengan konsentrasi
(SGPT) atau alanin transaminase (ALT). Tes albumin yang lebih rendah dari normal.
ini mengukur kadar enzim SGPT di dalam darah.  Tes bilirubin. Bilirubin merupakan produk sisa
Pada kondisi normal, enzim SGPT terkandung di penghancuran sel darah merah, yang dihasilkan oleh
dalam sel-sel hati dan hanya sedikit terdapat di hati. Bilirubin akan dibentuk oleh hati dan dibuang
dalam darah. Jika sel-sel hati mengalami kerusakan, melalui saluran pencernaan bersama feses. Jika hati
enzim SGPT akan terlepas dari sel-sel hati ke dalam atau liver mengalami kerusakan, maka pembuangan
darah, sehingga kandungan enzim tersebut di dalam bilirubin akan terhambat sehingga menyebabkan
darah akan mengalami kenaikan. kenaikan kadar bilirubin dalam darah.
 Tes serum glutamat oksaloasetat  Tes alkali fosfatase. Alkali fosfatase (ALP)
transaminase (SGOT) atau aspartat merupakan enzim yang biasanya ditemukan di
aminotransferase (AST). Tes ini mengukur empedu, kantung empedu, dan hati. Jika hati atau
kadar enzim SGOT di dalam darah. Hampir sama kantung empedu mengalami gangguan atau
dengan enzim SGPT, pada kondisi normal, enzim kerusakan, konsentrasi enzim ALP akan mengalami
SGOT dapat ditemukan pada kadar rendah di dalam kenaikan.
darah. Akan tetapi jika terjadi kerusakan liver, maka
kadar enzim SGOT di dalam darah akan mengalami  Tes gamma-glutamyl transferase. Gamma-
peningkatan. glutamyl transferase (GGT) merupakan enzim yang
ditemukan di berbagai organ tubuh, namun
 Tes albumin. Albumin merupakan protein yang konsentrasinya paling tinggi terdapat di hati. GGT
diproduksi khusus oleh hati. Albumin dalam darah akan meningkat bila terjadi kerusakan di hati atau
berfungsi untuk memberikan nutrisi bagi jaringan, saluran empedu.
mencegah kebocoran cairan dari pembuluh darah,
dan membantu transportasi hormon, vitamin dan
senyawa lain di dalam darah. Hati yang tidak bekerja
PEMERIKSAAN FUNGSI JANTUNG
 Pemeriksaan jantung adalah pemeriksaan yang
dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan
terjadinya gangguan pada jantung, atau sebagai
pencegahan penyakit jantung.
 Pemeriksaan jantung sangat dianjurkan untuk dilakukan
oleh seseorang yang memiliki gejala penyakit jantung,
seperti mudah terasa lelah, jantung berdebar, nyeri dada,
sesak napas, atau pembengkakan pada kedua tungkai dan
perut.
Pemeriksaa Jantung
 Untuk mendapatkan diagnosis terkait kondisi jantung, bisa
menjalankan satu atau serangkaian tes. Langkah pertama
yang dilakukan adalah bertanya tentang gejala yang dialami
pasien, serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya.
Hal tersebut ditanyakan karena penyakit jantung bisa
terkait dengan faktor genetik. Kemudian akan diperiksa
jantung pasien, misalnya denyut dan bunyi jantung.
 Setelah pemeriksaan fisik dilakukan, lalu pasien disarankan
untuk menjalani tes darah. Beberapa Tes darah untuk
penyakit jantung yaitu :
1. CK/CPK (Creatin Posfo Kinase)
 reatin Posfo Kinase merupakan senyawa protein yang terposforisasi dan menjadi
katalisator transfer posfat ke ADP (Energi). Enzim ini berkonsentrasi tinggi di Otot
Jantung dan Otot Rangka. Enzim ini juga berada dalam Otak,tapi konsentrasinya
rendah. Kadarnya meningkat dalam serum 6 jam setelah infrak, mencapai puncaknya
16-24 jam, Kembali ke normal setelah 72 jam.
 Nilai Normal :
 Pria : 5-35 Ug/ml atau 30 -180 IU/L
 Wanita: 5-25 Ug/ml atau 25-150 IU/L
 Anak Laki-laki :0-70 IU/L
 Anak Wanita: 0-50 IU/L
 Kondisi-kondisi yang Dapat Meningkatkan Kadar enzim CK :
 Peningkatan 5x atau lebih dari nilai normal : Infrak jantung, polimiositis, distropia
muskularis duchene
 Peningkatan ringan/sedang (2-4X nilai normal): Kerja berat, trauma, tindakan beedah,
injeksi , miopati allkoholika, Infark miocard/iskemik berat, Infark paru/edeme paru
 Dengan hipitiriodisme : Psikosis akut,
2. Tes brain natriuretic peptides (BNP)
 BNP juga merupakan jenis protein yang dihasilkan oleh
jantung dan pembuluh darah. Protein ini bertanggung
jawab dalam mengatur aliran darah dan membuat
pembuluh darah lebih rileks. Nah, ketika memang ada
gangguan kesehatan jantung, maka jantung akan
mengeluarkan BNP lebih banyak ke dalam pembuluh
darah.
 Biasanya, tes ini menjadi pendeteksi adanya gagal jantung
atau penyakit jantung lainnya. Bagi Anda yang pernah alami
serangan jantung, maka pemeriksaan ini akan dianjurkan
untuk dilakukan secara rutin.
3. Tes lipoprotein (a)

 Lipoprotein (a) atau Lp (a) adalah salah satu jenis dari


kolesterol jahat (LDL). Kadar Lp (a) di dalam tubuh
sebenarnya tergantung dengan genetik yang Anda bawa,
faktor lingkungan tak begitu memengaruhi.
 Jadi, ketika memang kadar Lp (a) tinggi, maka bisa dibilang
Anda berisiko mengalami gangguan kesehatan jantung
akibat genetik. Biasanya, pemeriksaan ini dianjurkan bagi
orang yang memiliki anggota keluarga yang pernah terkena
penyakit jantung.
4. CKMB (Creatin Kinase label M dan B)

 . CKMB (Creatin Kinase label M dan B)


 Jenis enzim yang terdapat banyak pada jaringan terutama otot,
Miocardium, dan Otak. Ada 3 jenis isoenzim kretin kinase dan
duberi label M (Musculus) dan B (Brain), yaitu :
 Isoenzim BB : banyak terdapat di Otak
 Isoenzim MM: Banyak terdapat di otot
 Isoenzim MB : Banyak terdapat di Miocardium bersama MM
 Otot bergaris berisi 90% MM dan 10% MB
 Otot jantung berisi 60%MM dan 40% MB
 Nilai Normal: Kurang dari 10 IU/L
 Kondisi-kondisi yang meningkatan enzim CKMB : Terjadi pada angina
pertosis, operasi jantung, iskemik jantung, miokarditis, hipokalemia,
debrifilasi jantung
 Peningkatan enzim CKMB dalam serum menjadi indikator
terpercaya adanya kerusakan jaringan pada jantung
5. Tes kolesterol
 Kadar kolesterol menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada jantung
atau tidak. Ada tiga jenis tes kolesterol yang akan dilakukan yaitu:
 Kolesterol total
 Tes ini melihat kadar kolesterol total yang ada di dalam tubuh. Semakin
tinggi jumlahnya, maka kian tinggi juga risiko Anda terkena penyakit jantung.
Jika Anda sehat, maka kolesterol harus berada di bawah 200 mg/dL.
 Low-density lipoprotein (LDL)
 Biasanya, jenis kolesterol ini disebut dengan kolesterol jahat, karena bisa
menyebabkan pembuluh darah tersumbat jika terlalu banyak jumlahnya di
dalam tubuh. Normalnya, kolesterol jahat harus kurang dari 130 mg/dL.
 High-density lipoprotein (HDL)
 Kebalikannya, HDL disebut dengan kolesterol baik karena memiliki cara
kerja yang bertolak belakang dengan LDL. HDL membantu menjaga
pembuluh darah agar tidak tersumbat akibat LDL. Maka itu, sebaikya kadar
HDL yang harus dimiliki adalah lebih dari 40 mg/dL (untuk pria) dan lebih
dari 50 mg/dl (untuk wanita).
Selain tes darah, di bawah ini adalah jenis-jenis pemeriksaan
lanjutan lainnya yang dapat disarankan untuk pasien :

1. Elektrokardiogram (EKG)
 Elektrokardiogram (EKG) Ini termasuk dalam pemeriksaan standar
untuk mengukur aktivitas elektrik otot jantung. Pemeriksaan EKG
berlangsung cepat dan tidak menimbulkan sakit. Para ahli
menganggap EKG adalah cara efektif untuk menilai kondisi jantung.
 Elektrokardiografi (EKG) adalah tes singkat untuk merekam aktivitas
listrik jantung menggunakan elektroda yang tersambung dengan
mesin EKG. Tes ini dilakukan pada pasien yang menunjukkan gejala
nyeri dada, gangguan pernapasan, mudah lelah, dan gangguan irama
jantung. Prosedur EKG hanya berlangsung sekitar 10 menit.
 Orang yang punya faktor risiko penyakit jantung perlu melakukan tes
ini paling tidak setahun sekali," kata Andrew M.Freeman, direktur
pencegahan penyakit kardiovaskular di American College of
Cardiology's.
2. CT scan jantung

 CT scan jantung adalah pemeriksaan yang menggunakan radiasi


sinar-X, untuk mengetahui beberapa gangguan pada jantung,
seperti penyakit jantung bawaan, bekuan darah di jantung, plak
lemak pada arteri koroner, dan kelainan katup jantung.
Pemeriksaan ini berlangsung sekitar 10 menit.
3. MRI jantung
 MRI jantung adalah pemeriksaan dengan menggunakan medan
magnet dan gelombang radio, untuk mengetahui kondisi jantung
dan pembuluh darah di sekitarnya. Pemeriksaan ini dapat
mendeteksi kelainan jantung, penyakit jantung koroner, gagal
jantung, kelainan katup jantung, dan perikarditis. Pemeriksaan
dengan MRI bisa berlangsung selama 30-90 menit.
4. Ekokardiografi

 Ekokardiografi adalah tes yang menggunakan gelombang


suara untuk melihat kondisi jantung dan katup jantung.
Pada gambar yang dihasilkan gelombang suara, bisa terlihat
bila ada bekuan darah, cairan pada membran tipis
berbentuk kantong yang melapisi jantung (perikardium),
atau gangguan pada pembuluh darah arteri terbesar
(aorta). Tes ini umumnya berlangsung kurang dari 1 jam.
TERIMA KASIH