Anda di halaman 1dari 26

Geothermal 1-2

Oleh : Nurul Aflah ST., M.Sc


Geothermal (Panas Bumi )….?
 Energi panas bumi adalah energi panas yang terdapat dan
terbentuk di dalam kerak bumi. Temperatur di bawah kerak bumi
bertambah seiring bertambahnya kedalaman. Suhu di pusat bumi
diperkirakan mencapai 5400 °C.

 Menurut Pasal 1 UU No.27 tahun 2003 tentang Panas Bumi, Panas


Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air
panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya
yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu
sistem Panas Bumi dan untuk pemanfaatannya diperlukan proses
penambangan.
GEOTHERMAL ENERGY RESOURCES

STEAM
CAP
STEAM

HOT WATER

HEAT SOURCE
SKEMA PEMANFAATAN ENERGI GEOTHERMAL KE ENERGI LISTRIK

LAM
PENGERTIAN DAN PEMANFAATAN ENERGI GEOTHERMAL
CITRA SATELIT PROSPEK SEULAWAH

Keterangan
: Jaringan Listrik Existing
: Jalan Utama
PETA LOKASI
A B
95° 30' 00" BT 95° 50' 00" BT

Selata Malaka
Lampanah

G. Buntung

G. Mueh
05° 35' 00" LU

Lambada

G. Seulawah
Ds. Sukamakmur
G. Seupeung G. Seulawah Inong
Sukamulia Biang Pentek

N
BANDA ACEH
Seulawah

Mangeue MEDAN
0 300 km

Lamtamat PEKANBARU

Madat PADANG
JAMBI

Bunga PALEMBANG

C D
MODEL TENTATIF PROSPEK SEULAWAH

G. Seulawah Agam
A Rim Kaldera 980C Suka Makmur B
Lambada
Lamteuba
+1KM 970C

Over Burden Vulk.


Cap rock Vulk./Sed.
0KM
Margin
? Reservoir
Sedimen
T. res: 2500C

-1KM

10 km 8 6 4 2 0 km 2 4 6 km

Berdasarkan :
- Data Geofisika Schlumberger
- Data geokimia Air panas
- Data geology
Manifestasi Panas Bumi
 1.Mata air panas,
dapat terbentuk dalam beberapa tingkatan mulai dari
rembesan hingga menghasilkan air dan uap panas yang dapat
dimanfaatkan secara langsung (pemanas ruangan / rumah
pertanian atau air mandi) atau penggerak turbin listrik dan
yang paling penting adalah bahwa dengan menghitung /
mengukur suhunya dapat diperkirakan besaran keluaran
energi panas (thermal energy output) dari reservoir di bawah
permukaan.
Manifestasi Panas Bumi
2. Sinter silika,
berasal dari fluida hidrotermal bersusunan alkalin dengan
kandungan cukup silika diendapkan ketika fluida yang
jenuh silika amorf mengalami pendinginan dari 100 oC ke
50°C. Endapan ini dapat digunakan sebagai indikator yang
Intik bagi keberadaan reservoir bersuhu > 175oC
Manifestasi Panas Bumi
3. Fumarol.
Uap panas (vapour) yang keluar melalui celah-celah dalam
batuan dan kemudian berubah menjadi uap air (steam),
yang umumnya mengandung gas SO2 yang relatif tinggi
serta gas CO2.
Manifestasi Panas Bumi
4.Steaming Ground. Uap air yang keluar dalam jumlah
sedikit melalui pori dalam tanah atau batuan yang
kenampakannya hanya berupa uap putih dan hangat dan
tidak tidak terdengar bunyi dari tekanan uap yang tinggi
seperti pada fumarol.
Manifestasi
Panas Bumi
Gambar manifestasi mud
pools

5. Mud pools .
Kolam lumpur yang
kenampakannya sedikit
mengandung uap dan gas CO2,
tidak terkondensasi, umumnya
fluida berasal dari kondensasi
uap. Penambahan cairan
lumpur uap menyebabkan gas
CO2 keluar.
Manifestasi Panas Bumi
6. Mata Air Panas/Hangat (Hot/ Warm Spring)

 Mata air panas/hangat juga merupakan salah satu petunjuk


adanya sumber dayapanasbumi di bawah permukaan. Mata
air panas/hangat ini terbentuk karena adanya aliran air
panas/hangat dari bawah permukaan melalui rekahan-
rekahan batuan.Istilah “hangat” digunakan bila temperatur
air lebih kecil dari 50oC dan istilah“panas” digunakan bila
temperatur air lebih besar dari 50 0C.
Manifestasi Panas Bumi
7. Kolam Air Panas (Hot Pools)
Adanya kolam air panas di alam juga merupakan salah satu petunjuk adanya sumber

daya panasbumi di bawah permukaan. Kolam air panas ini terbentuk karena adanya

aliran air panas dari bawah permukaan melalui rekahan-rekahan batuan. Pada

permukaan air terjadi penguapan yang disebabkan karena adanya perpindahan panas

dari permukaan air ke atmosfir. Panas yang hilang ke atmosfir sebanding dengan

luas area kolam, temperatur pada permukaan dan kecepatan angin.

Kolam air panas dibedakan menjadi tiga, yaitu:

􀀔 kolam air panas yang tenang (calm pools)

􀀔 kolam air panas yang mendidih (boiling pools)

􀀔 kolam air panas yang bergolak (ebulient pools).


Kolam Air Panas di Lapangan Orakei Korako,
New Zealand (Photo: Yanfidra, 1995)
Manifestasi Panas Bumi
8. Telaga Air Panas (Hot Lakes)
 Telaga air panas pada dasamya juga kolam air panas,
tetapi lebih tepat dikatakan telaga karena luasnya daerah
permukaan air. Umumnya istilah telaga dipakai bila luas
permukaannya lebih dari 100 m2. Telaga air panas sangat
jarang terdapat di alam karena telaga air panas terjadi
karena hydrothermal eruption yang sangat besar.
 Contohnya adalah danau Waimangu di New Zealand.
Manifestasi Panas Bumi
9. Geyser ,

 Geyser didefinisikan sebagai mata air panas yang menyembur ke


udara secara intermitent (pada selang waktu tak tentu) dengan
ketinggian air sangat beraneka ragam, yaitu dari kurang dari satu
meter hingga ratusan meter.
Selang waktu penyemburan air (erupsi) juga beraneka ragam, yaitu
dari beberapa
detik hingga beberapa hari. Lamanya air menyembur ke pemukaan
juga sangatberaneka ragam, yaitu dari beberapa detik hingga
beberapa jam. Geyser merupakan manifestasi permukaan dari sistim
dominasi air.
Manifestasi Panas Bumi Geyser
 TERJADINYA SISTIM PANASBUMI
 Secara garis besar bumi ini terdiri dari tiga lapisan utama
yaitu kulitbumi (crust), selubung bumi (mantle) dan inti
bumi (core). Kulit bumi adalah bagian terluar dari bumi.
Ketebalan dari kulit bumi bervariasi, tetapi umumnya kulit
bumi di bawah suatu daratan (continent) lebih tebal dari
yang terdapat di bawah suatu lautan.
 Di bawah suatu daratan ketebalan kulit bumi umumnya
sekitar 35 kilometer
 sedangkan di bawah lautan hanya sekitar 5 kilometer.
Batuan yang terdapat pada
 lapisan ini adalah batuan keras yang mempunyai density
sekitar 2.7 - 3 gr/cm3.
 Pada dasarnya sistim panas bumi terbentuk sebagai hasil
perpindahan panas dari suatu sumber panas ke
sekelilingnya yang terjadi secara konduksi dan secara
konveksi. Perpindahan panas secara konduksi terjadi
melalui batuan, sedangkan perpindahan panas secara
konveksi terjadi karena adanya kontak antara air dengan
suatu sumber panas. Perpindahan panas secara konveksi
pada dasarnya terjadi karena gaya apung (bouyancy). Air
karena gaya gravitasi selalu mempunyai kecenderungan
untuk bergerak kebawah, akan tetapi apabila air tersebut
kontak dengan suatusumber panas maka akan terjadi
perpindahan panas sehingga temperatur air menjadilebih
tinggi dan air menjadi lebih ringan. Keadaan ini
menyebabkan air yang lebih panas bergerak ke atas dan air
yang lebih dingin bergerak turun ke bawah, sehingga
terjadi sirkulasi air atau arus konveksi.
KLASIFIKASI POTENSI ENERGI PANASBUMI
SNI 13-5012-1998

Tingkat Metoda/
Klasifikasi Keluaran
Penyelidikan kegiatan
1. Peta geologi tinjau dan
sebaran manifestasi
2. Suhu fluida di
Sumber Daya I. Penyelidikan Studi literatur Permukaan
dan tinjauan 3. Suhu bawah
Spekulatif Pendahuluan lapangan permukaan
(estimasi)
4. Potensi sumber daya
spekulatif

1. Geologi 1. Peta geologi


2. a) Peta anomali unsur
2. Geokimia kimia
II. Penyelidikan
3. Geofisika b) Tipe fluida dan
Sumber Daya c) Sistem panasbumi
Hipotesis Pendahuluan (Pemetaan)
3. Peta geofisika
Lanjutan 4. Geohidrologi
4. Peta hidrologi
&
5. Potensi sumber daya
hidrologi hipotesis
Tingkat
Klasifikasi Metoda/ Kegiatan Keluaran
Penyelidikan
1.a) Peta geologi rinci
1. Geologi : b) Peta zona ubahan
a. permukaan c) Peta struktur geologi
d) Peta indeks bahaya
b. bawah geologi
permukaan e) Penampang batuan
2. Geokimia : sumur
landaian suhu
a. permukaan
2.a) Peta anomali kimia
III. b. bawah b) Metode hidrologi
Cadangan
Penyelidikan permukaan 3.a) Peta anomali kimia
Terduga
Rinci 3. Geofisika b) Sifat fisis batuan dan
fluida
a. pemetaan sumur landaian suhu
b. pendugaan 4.Sumur landaian suhu
c. logging 5.Model panasbumi
tentatif
(landaian suhu) 6.Saran lokasi titik bor
4. Pengeboran eksplorasi
Landaian Suhu 7.Potensi Cadangan
Terduga
Tingkat Metoda/
Klasifikasi Keluaran
Penyelidikan Kegiatan
1. Pengeboran 1. Sumur eksplorasi
eksplorasi 2. a) Model geologi bawah
permukaan
2. Geologi
IV. Pengeboran b) Zona ubahan
Eksplorasi 3. Pengujian 3. Sifat fisis dan kimia sumur
sumur 4. Model panasbumi tentatif
(geokimia, 5. Potensi sumur eksplorasi
Cadangan
geofisika)
Mungkin
1. a) Potensi cadangan
mungkin
b) Pemanfaatan langsung
V. Prastudi atau
Evaluasi potensi
Kelayakan tidak langsung
2. Rencana pengembangan
Tingkat
Klasifikasi Metoda/ Kegiatan Keluaran
Penyelidikan
1. Pengeboran 1. Sumur delineasi
2. Model panasbumi
VI. Pengeboran eksplorasi
3. Potensi sumur
delineasi tambahan 4. Karakteristik reservoir
2. Pengujian sumur
1. Potensi cadangan
terbukti
1. Evaluasi 2. a) Rancangan sumur
produksi dan injeksi
cadangan
Cadangan VII. Studi b) Rancangan pemipaan
(simulasi) sumur produksi
Terbukti Kelayakan
2. Perancangan c) Rancangan sistem
Teknis pembangkit listrik
3. Layak atau tidak layak
untuk dikembangkan
1. Pengeboran 1. Sumur pengembangan
VIII. Pengeboran sumur 2. Kapasitas produksi
Pengembangan pengembangan lapangan
panasbumi (ton/jam)
2. Pengujian sumur