Anda di halaman 1dari 69

KEBIJAKAN

PROGRAM YANKESTRADKOM

Dr. PUTU MELAYA, MPH


TUJUAN PEMBELAJARAN

SETELAH MEMPELAJARI MATERI,


PESERTA MAMPU MEMAHAMI KEBIJAKAN
PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL
DI PUSKESMAS
MATERI KULIAH

1. DASAR KEBIJAKAN PROGRAM


YANKESTRADKOM
2. POSISI YANKESTRADKOM
3. KONSEP INTEGRASI YANKESTRADKOM
4. SENTRA P3T
5. PENGOBAT TRADISIONAL (LOKAL)
6. PEMECAHAN REKOR MURI PIJAT
1. DASAR KEBIJAKAN
PROGRAM YANKESTRADKOM
UNDANG-UNDANG DASAR RI 1945
Pasal 28 huruf H :
Setiap Warga Negara mempunyai Hak yang sama
untuk mendapat Pelayanan Kesehatan untuk
mencapai
Derajat kesehatan yang setinggi-tingginya

UU NO.17 TAHUN 2007


TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG
NASIONAL TAHUN 2005-2025

DITUANGKAN KEDALAM RPJMN (LIMA TAHUNAN)


UNTUK MENINGKATKAN SDM YANG BERKUALITAS DAN BERDAYA SAING,
MAKA PEMERINTAH MENYELENGGARAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
YG DIARAHKAN PADA PENINGKATAN KESADARAN, KEMAUAN DAN
KEMAMPUAN HIDUP SEHAT BAGI SETIAP ORANG AGAR DERAJAT
KESEHATAN MASYARAKAT YANG SETINGGI TINGGINYA DAPAT TERWUJUD
5
VISI dan MISI Kemkes RI
VISI
“Masyarakat Sehat
yang mandiri dan Berkeadilan”
MISI
1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk
swasta dan masyarakat madani.
2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan
menjamin tersedianya upaya kesehatan yang
paripurna, merata, bermutu, dan berkeadilan.
3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan
sumberdaya kesehatan.
4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.
KOMITMEN NASIONAL
1.AMANAT PRESIDEN PADA GELAR KEBANGKITAN JAMU 2008 :
al. Membangun Pengintegrasian Jamu Kedalam Sistem
Pelayanan Kesehatan yang Berlaku.
2.Amanat UURI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,
Yankestrad bagian dari 17 Jenis Pelayanan Kesehatan.
3.Kebijakan Obat Tradisional Nasional/Kotranas (Kepmenkes
No.381 tahun 2007)
4.Terbentuknya Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan
Tradisional, Alternatif dan Komplementer, Permenkes 1144
Tahun 2010 tentang Struktur Organisasi dan Tatakerja
Kemkes RI.
5.Saintifikasi Jamu (Permenkes No.003 tahun 2010)
6.Dukung Back to Nature dan Pertumbuhan Ekonomi
7.Undang-Undang No.29 Tahun 2004 ttg Praktik Kedokteran
15/01/2020 7
KOMITMEN INTERNASIONAL
• WHO Regional Meeting on the Use of Herbal Medicine in PHC, di
Rangoon, Maret 2009 menghasilkan : kesepakatan penggunaan
Herbal Medicine di Yankesdas
• 2nd Conference on Traditional Medicine in ASEAN Countries di
Hanoi Vietnam, 2010 menghasilkan : kesamaan pandangan negara
ASEAN perlunya “Integration of Traditional Medicine into the
National Health Care Systems ”.
• 3rd Conf.on Traditional Medicine in ASEAN Countries di Solo 31 Okt-
2 Nov 2011, menghasilkan “Tawangmangu Declaration”, sepakat
Penggunaan Obat Tradisional yang berdasarkan Evidence Base di
Fasyankes.
• 4th Conf.on Traditional Medicine in ASEAN Countries di Kuala
Lumpur 24-30 Nov 2012 menghasilkan kesepakatan
mengembangkan berbagai training dan workshop serta kerjasana
dg perguruan tinggi dlm sistem pendidikan TM
KOMITMEN INTERNASIONAL
• The 5th ASEAN Conference on Traditional Medicine in ASEAN
Countries, 8-11 Agustus 2014 menghasilkan kesepakatan:
1. meningkatkan kapasitas nakes dan nakestrad melalui diklat
2. mempromosikan dan mengintegrasikan obat tradisional ke
dalam sistem kesehatan nasional
3. menguatkan kapasitas untuk penelitian obat yang aman,
bermanfaat, bermutu dan berkualitas
UU NO.36 TH 2009
TENTANG KESEHATAN
17 UPAYA KESEHATAN
(Ps 48 ayat 1 UU 36/2009 ttg Kesehatan)
1. PELAYANAN KESEHATAN
2. PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL
3. PENINGKATAN KESEHATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT
4. PENYEMBUHAN PENYAKIT DAN PEMULIHAN KESEHATAN
5. KESEHATAN REPRODUKSI
6. KELUARGA BERENCANA
Pasal 47 : Up.Kes diselengg dalam
Bentuk keg dg pendekatan Promotif,
7. KESEHATAN SEKOLAH
Preventif, Kuratif dan Rehab yang
8. KESEHATAN OLAHRAGA dilaks sec TERPADU, MENYELURUH
9. PELAYANAN KESEHATAN PADA BENCANA dan BERKESINAMBUNGAN
10. PELAYANAN DARAH
11. KESEHATAN GIGI DAN MULUT
12. PENANGGULANGAN GANGGUAN PENGLIHATAN DAN GANGGUAN PENDENGARAN
13. KESEHATAN MATRA
14. PENGAMANAN DAN PENGGUNAAN SEDIAAN FARMASI DAN ALAT KESEHATAN
15. PENGAMATAN MAKANAN DAN MINUMAN
16. PENGAMANAN ZAT ADIKTIF, DAN/ATAU
17. BEDAH MAYAT
11
UU NO 36/2009 TENTANG KESEHATAN

• Ps 59 Ayat (1) :
Yankestrad terbagi menjadi yankestrad
Ketrampilan dan ramuan

• Ps 59 Ayat (2):
Yankestrad dibina & diawasi o/ Pemerintah
Agar dapat dipertanggung jawabkan
keamanan & manfaatnya serta tdk
bertentangan dengan norma agama

12
UU NO 36/2009 TENTANG KESEHATAN (1)

• Ps. 60 Ayat 1 :
Setiap orang yang melakukan yankestrad yang
menggunakan alat & teknologi harus mendapat
izin dari lembaga kesehatan yang berwenang

• Ps 60 Ayat 2 :
Penggunaan alat dan teknologi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) harus dapat dipertanggung
jawabkan manfaat dan keamanannya serta tidak
bertentangan dengan norma agama dan
kebudayaan masyarakat

13
UU NO 36/2009 TENTANG KESEHATAN (2)

• Ps 61:1 Masyarakat diberi kesempatan yang se-luas2nya


untuk mengembangkan, meningkatkan dan
menggunakan yankestrad yang dapat
dipertanggungjawabkan manfaat & keamanannya

• Ps 61:2 Pemerintah mengatur dan mengawasi yankestrad


dengan didasarkan pada keamanan, kepentingan
dan perlindungan masyarakat

14
UU NO 36/2009 TTG KESEHATAN (3)

Ps 100 Ayat 1 :
Sumber obat tradisional yg sdh terbukti berkasiat dan aman
digunakan dlm pencegahan, pengobatan, perawatan,
dan/atau pemeliharaan kesehatan tetap dijaga
kelestariannya

Ps 100 Ayat 2 :
Pemerintah menjamin pengembangan dan pemeliharaan
bahan baku obat tradisional

15
UU NO 36/2009 TTG KESEHATAN (4)
Ps 101 Ayat 1 :
Masyarakat diberi kesempatan yg seluas-luasnya untuk
mengolah, memproduksi, mengedarkan, mengembangkan,
meningkatkan, dan menggunakan obat tradisional yg dpt
dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya

Ps 101 Ayat 2 :
Ketentuan mengenai mengolah, memproduksi,
mengedarkan, mengembangkan, meningkatkan, dan
menggunakan obat tradisional diatur dengan Peraturan
Pemerintah

16
UU NO 36/2009 TTG KESEHATAN (5)
Ps 178 : Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan
pembinaan terhadap masyarakat dan terhadap
setiap penyelenggara kegiatan yang berhubungan
dengan sumber daya kesehatan di bidang
kesehatan dan upaya kesehatan

Ps 191 : Setiap orang yang tanpa izin melakukan praktik


yankestrad yang menggunakan alat & teknologi
sehingga mengakibatkan kerugian harta benda,
luka berat atau kematian dipidana dengan pidana
penjara paling lama 1 tahun atau denda paling
banyak 100 juta rupiah

17
PP NO.103 TH 2014 TTG
PELAYANAN KESEHATANTRADISIONAL
SISTEM PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL
JENIS AREA UPAYA PENDAFTARAN TEMPAT
NO SDM KEILMUAN PENDIDIKAN
YANKESTRAD KESEHATAN & PERIZINAN PELAYANAN

1 Yankestrad Penyehat Empirik, Informal PROMOTIF & STPT (terdaftar) Panti Sehat
Empiris Tradisional harus sesuai Non formal PREVENTIF
(HATTRA) dengan
(utk praktik
pendekatan berkelompok)
biokultural

2 Yankestrad Tenaga Biokultural & Formal PROMOTIF. STRTKT & Fasilitas


Komplementer Kesehatan biomedis, (minimal D3) PREVENTIF SIPTKT
Tradisional terbukti KURATIF (sesuai
Pelayanan
(NAKESTRAD) secara ilmiah REHABILITATIF perizinan nakes) Kesehatan
Tradisional

3 Yankestrad NAKESTRAD + Kombinasi IDEM IDEM STR & SIP Fasilitas


Integrasi NAKES LAIN yankes dan
yankestrad pelayanan
kesehatan

19
UU NO. 36 TAHUN 2014
TENTANG TENAGA KESEHATAN
Pasal 11
TENAGA KESEHATAN DIKELOMPOKKAN KE DALAM :
a. tenaga medis;
b. tenaga psikologi klinis;
c. tenaga keperawatan;
d. tenaga kebidanan;
e. tenaga kefarmasian;
f. tenaga kesehatan masyarakat;
g. tenaga kesehatan lingkungan;
h. tenaga gizi;
i. tenaga keterapian fisik;
j. tenaga keteknisian medis;
k. tenaga teknik biomedika;
l. tenaga kesehatan tradisional; dan
m. tenaga kesehatan lain.
JENIS NAKESTRAD :
Jenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok
Tenaga Kesehatan tradisional sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf l terdiri atas tenaga
kesehatan tradisional ramuan dan tenaga kesehatan
tradisional keterampilan.
REGULASI PENDUKUNG
YANG LAIN
1. PERMENKES NO.90 TAHUN 2013 TENTANG SP3T
2. PERMENKES NO.8 TAHUN 2014 TENTANG PELAYANAN
KESEHATAN SPA
3. KEPMENKES NO.1076 TAHUN 2003 TENTANG
PENYELENGGARAAN PENGOBATAN TRADISIONAL
4. PERMENKES NO.1109 TAHUN 2007 TENTANG
PENYELENGGARAAN PENGOBATAN KOMPLEMENTER-
ALTERNATIF DI FASYANKES
5. PERMENKES NO.544 TAHUN 2008 TENTANG
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
PELAYANAN PUBLIK DILINGKUNGAN DEP.KES. (PTA)
6. PERMENKES NO.2358 TAHUN 2011 TENTANG
ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA
TEKNIS DI BIDANG KESEHATAN TRADISIONAL
MASYARAKAT
7. PERMENKES NO.002 TAHUN 2012 TENTANG TATA
LAKSANA BKTM DAN LKTM
8. PERMENKES NO.1186 TAHUN 1996 TENTANG
PEMANFAATAN AKUPUNKTUR DI FASYANKES
9. PERDIRJEN BINA GIZI DAN KIA
NO: 01.01/BI.4/4051/2011 TGL 2 -12-2011 TENTANG
PEDOMAN PENYELENGGARAAN SALON KECANTIKAN
DI BIDANG KESEHATAN
10. PERDIRJEN BINA GIZI DAN KIA
NO.HK 01.01/BI.4/336/2012 TGL 27 JANUARI2012
TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN
YANKESTRAD KETERAMPILAN
11. PERDIRJEN BINA GIZI DAN KIA
NO.HK 01.01/BI.4/4050/2011 TGL 2 DESEMBER 2011
TENTANG PEDOMAN PEMBINAAN PENGOBATAN
Individu sehat
akan lebih sehat
Sakit akan kembali
sehat
2. POSISI YANKESTRADKOM
PELAYANAN KESEHATAN
(WHO)

MODERN MEDICINE TRAD. MEDICINE


Disebut juga : Disebut juga :
• Allophatic • Komplementer
• Alternatif
• Konvensional
• Non Konvensional
• Biomedisin
• Oriental Medicine
• Scientific medicine
• Holistik
• Western medicine • Alamiah/Natural 29
KEBIJAKAN WHO TENTANG KESTRAD

SEMULA :
TRADITIONAL AND COMPLENTER ALTERTIF
MEDICINE (TCAM)

DIRUBAH MENJADI :
TRADITIONAL AND COMPLEMENTER MEDICINE
(T&CM)

30
KLASIFIKASI BATTRA
(Pasal 59 ayat 1 UU 36/2009)

Dikelompokkan berdasarkan metode


yang dominan digunakan

RAMUAN KETERAMPILAN
MANUAL ALAT/TEKNOLOGI MENTAL/O.FIK

Battra Battra Battra Battra


Battra
Pijat urut, Reiki, Qigong,
Jamu SPA terapi Shiatsu, Akupunktur, Kebatinan/
Gurah, Sinshe Tuina, Patah Chiropraksi, Spiritual, tenaga
Homoeopath Terapi Api/ tulang, Battra bekam, dalam,
Aromaterapi sengat Refleksi, Penata- paranormal,
kecantikan Hipnoteraphi
Akupresur
31
RENSTRA KEMKES 2015-2019
No INDIKATOR 2015 2016 2017 2018 2019

1. Prosentase Puskesmas 15% 25% 45% 60% 75%


yang menyeleggarakan
kesehatan tradisional

32
DEFINISI OPERASIONAL

PUSKESMAS YANG MENYELENGGARAKAN KESEHATAN


TRADISIONAL TERHADAP MASYARAKAT DI WILAYAH KERJANYA
YANG MEMENUHI SALAH SATU KRITERIA DI BAWAH INI :
1. PUSKESMAS YG MEMILIKI TENAGA KESEHATAN SUDAH DILATIH
YANKES TRADISIONAL
2. PUSKESMAS YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN ASUHAN MANDIRI
KESEHATAN TRADISIONAL RAMUAN DAN KETERAMPILAN
3. PUSKESMAS YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN PEMBINAAN
MELIPUTI PENGUMPULAN DATA KESTRAD, FASILITASI
REGISTRASI/PERIZINAN DAN BIMBINGAN TEKNIS SERTA
PEMANTAUAN YANKESTRAD DAN KOMPLEMENTER

33
TAHAP PENGEMBANGAN
INTEGRASI
NORMATIF DLM SISTEM
YANKES
FORMATIF (Pola Intergrasi)
INFORMATIF •TERBUKTI SCR ILMIAH
•AMAN
(Pola Toleransi) •MANFAAT (Bermanfaat, Aman dan
Dapat dipertggjwbkan) DIKEMBANGKAN
•RASIONAL
•STANDAR BAKU TERSENDIRI
(Uji Coba dlm
RAMUAN •(Obat, Cara Pengobatan, (Pola Tersendiri)
Jar. Yankes)
•TRANSFE Kurikulum Pelatihan,
RABALE Fasilitas Kesehatan
KETRAMPILAN
(scr empiris)
TUPOKSI
SENTRA P3T
1,PENAPISAN
WAJIB IZIN IZIN
2,PENDIDIKAN •Standar masukan (tenaga,
PELATIHAN DAFTAR/ (Dinkes Kab/Kota) – sarana yg aman dan bersih serta
3.PELAYANAN DALAM STPT STPT/SIPT dana)
4.JARINGAN (Dinkes Standar proses: •Standar proses :
INFORMASI Kab/Kota)
DAN - Tindakan sesuai -Tindakan sesuai
DOKUMENTA dengan standard dengan standar
SI (JID) Standar keluaran: •Standard keluaran
- Efek samping - Efek samping
- Komplikasi 34 - Komplikasi
- Kematian - Kematian
BAGAIMANA POSISI HERBAL
INDONESIA ?

59,12 % penduduk Indonesia


menggunakan ramuan tradisional
(jamu) untuk memelihara
kesehatannya
95,6% mengakui ramuan
tradisional yg digunakan sangat
bermanfaat bagi kesehatan 35
PROSES INTEGRASI YANKES TRADKOM

INTEGRASI
YANKES
TIMUR
BARAT
(KONVENSIONAL) (NON KONVENSIONAL)
EVIDENCE BASED EVIDENCE BASED BUKTI EMPIRIS
HILIR HULU
WESTERN/MODERN KESTRAD TERUJI KESTRAD
DOKTER DOKTER Plus
(Fas Kes) (Fas Kes)

MASYARAKAT MASYARAKAT
-UKBM -UKBM
-BATTRA PENAPISAN -BATTRA
- KAJI
- UJI
- LIT

JEJARING LITBANG
(termasuk SP3T/BKTM/LKTM)
36
PROGRAM YANKESTRAD
AKUPRESUR
AKUPRESUR (1)
• Adalah Suatu cara pengobatan dengan pemijatan
pada titik tertentu dipermukaan tubuh untuk
memelihara kesehatan dan meningkatkan
kebugaran
• Akupresur merupakan cara pengobatan yang aman,
bermanfaat dan dapat dilakukan sendiri secara
mandiri.
• Akupresur dilakukan dengan cara penekanan pada
titik tertentu dipermukaan tubuh, batas kekuatan
tekanan ditentukan sampai terasa ngilu pada lokasi
tekanan
AKUPRESUR (2)
• Jumlah tekanan sebanyak 30 s/d 40 kali
• Penekanan dapat dilakukan dengan anggota
gerak misalnya: jari tangan, telapak tangan,
siku, tumit atau alat bantu lain yang berujung
tumpul
PELAYANAN KUPRESUR DI PUSKESMAS
1. GANGGUAN SESAK NAFAS (ASMA) (===== KELUHAN PASIEN ANAK
2. BATUK PILEK (COMMON COLD)
3. PERUT KEMBUNG (DISPEPSIA)
4. GANGGUAN NAFSU MAKAN (ANOREKSIA)
5. MENGOMPOL (ENURESIS)
6. GANGGUAN NYERI HAID (DISMENORHEA) (======= KELUHAN PASIEN WANITA
7. MUAL PADA IBU HAMIL (EMESIS GRAVIDARUM)
8. PERAWATAN SETELAH MELAHIRKAN (POST PARTUM CARE)
9. GANGGUAN NYERI KEPALA SEBELAH (MIGRAIN) (==== KELUHAN PASIEN UMUM
10. NYERI OTOT (MYALGIA)
11. NYERI GIGI
12. MUAL (NAUSEA)
13. SEMBELIT (KONSTIPASI)
14. GANGGUAN SUSAH TIDUR (INSOMNIA)
15. RELAKSASI OTOT
16. PEMULIHAN SEHABIS SAKIT
17. NYERI LUTUT
3. KONSEP INTEGRASI
YANKESTRADKOM
PASIEN DATANG K
O
N
PEMERIKSAAN & DIAGNOSA OLEH DOKTER
S
( Penegakan Diagnosa Tetap secara Konvensional)
E
P
Pilihan terapi yang diberikan dokter:
• Konvensional saja I
• Konvensional +Yankes Tradisional (komplement) N
• Murni Yankes Tradisional (alternatif) T
E
G
Terapi dapat diberikan oleh: R
• Dokter yg telah memiliki sertifikat kompetensi A
• Tenaga kesehatan yg mendapat pelatihan khusus S
dibidang Tradkom (dalam pengawasan dokter) I
AKUPRESUR AKUPUNKTUR

RAMUAN HERBAL
4. SENTRA PENGEMBANGAN DAN
PENERAPAN PENGOBATAN
TRADISIONAL (SP3T)
SENTRA PENGEMBANGAN DAN
PENERAPAN PENGOBATAN TRADISIONAL
(Sentra P3T)
Sesuai Permenkes No.90 Tahun 2013)
SENTRA P3T

Suatu wadah untuk melakukan penapisan


melalui proses pengkajian, penelitian dan
atau pengujian terhadap metode
pelayanan kesehatan tradisional yang
sedang berkembang dan/atau banyak
dimanfaatkan oleh masyarakat
SENTRA P3T MEMPUNYAI TUGAS (1)
1. Melakukan penapisan melalui pengkajian, penelitian,
dan/atau pengujian terhadap bahan metode,
bahan/obat tradisional dan alat kesehatan tradisional
yang sedang berkembang dan /atau banyak
dimanfaatkan oleh masyarakat
2. Menyelenggarakan yankestrad dlm rangka
mendukung upaya penapisan
3. Menjadi simpul JID berbagai metode yankestrad di
Provinsi sekaligus sebagai bagian dari JID yankestrad
pada tingkat nasional
4. Menggali kearifan lokal (local wisdom) yg sdh
memiliki bukti empiris dlm mengatasi masalah
kesehatan di wilayah provinsi 47
SENTRA P3T MEMPUNYAI TUGAS (2)
5. Memberikan informasi teknis kepada Dinas Kesehatan
Provinsi/Kabupaten/Kota tentang keamanan dan
manfaat suatu pelayanan kesehatan tradisional, dan
6. Memberikan pembekalan prinsip-prinsip kerja yang
aman serta sesuai dengan kaidah-kaidah bersih dan
sehat kepada pengobat tradisional atas permintaan
Dinas Kesehatan

48
JUMLAH SP3T YANG TERBENTUK
DI INDONESIA

s/d 2010 2011 2012 2013 2014


1
1. SUMATERA UTARA 1. DI ACEH 1. KEPRI
2. DKI JAKARTA 2. BENGKULU 1. SULBAR TAHUN INI YG
3. JAWA BARAT 2. LAMPUNG 3. KALBAR 2. MALUT TERBENTUK
4. JAWA TENGAH :
4. KALSEL 3. NTT
5. DI YOGYAKARTA 3. BABEL 1. GORONTAL
6. JAWA TIMUR 5. PAPUA 4. PAPUA BRT O
7. BALI 4. BANTEN 6. SUMSEL
8. NUSA TENGGARA 7. SULSEL YANG BELUM :
BARAT 5. KALTENG 8. JAMBI 2. KALTARA
9. MALUKU 9. SULTENG
10. SULAWESI UTARA 6. KALTIM 10 RIAU
11. SULAWESI
11 SUMBAR
TENGGARA

11 17 28 32 33/34
5. PENGOBAT TRADISIONAL (LOKAL)
(Permenkes No.1076 Tahun 2003)
TUJUAN

1. MEMBINA UPAYA PENGOBATAN TRADISIONAL


2. MEMBERIKAN PERLINDUNGAN KEPADA
MASYARAKAT
3. MENGINVENTARISASI JUMLAH PENGOBAT
TRADISIONAL, JENIS DAN CARA
PENGOBATANNYA

DIT BINA KESEHATAN KOMUNITAS 51


KLASIFIKASI JENIS BATTRA
Sesuai Kepmenkes No.1076 Tahun 2003 :
1. KETERAMPILAN
2. RAMUAN
3. PENDEKATAN AGAMA
4. SUPRANATURAL
Catatan :
• Sesuai UU No.36 Th.2009 dibagi 2 :
KETERAMPILAN DAN RAMUAN
• Saat ini permenkesnya sedang proses revisi
DIT BINA KESEHATAN KOMUNITAS 52
PENGOBAT TRADISIONAL
(SESUAI KEMENKES 1076)

1. SEMUA PENGOBAT TRADISIONAL


YANG MEMBERIKAN PELAYANAN
KEPADA MASYARAKAT WAJIB
DIBERIKAN STPT/SIPT

2. PEMERINTAH MEMBINA
PENGEMBANAGAN PENGOBATAN
TRADISIONAL YG ADA DI MASYARAKAT

53
6. PEMECAHAN
REKOR MURI PIJAT
KEGIATAN KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF :

1. KONFERENSI NASIONAL PENGEMBANGAN HERITAGE SPA INDONESIA,


HOTEL GRAND INNA SANUR BEACH, 8 MEI 2014
2. PEMECAHAN REKOR MUSEUM REKOR INDONESIA (MURI) UNTUK PEMIJATAN
SERENTAK OLEH 1000 (SERIBU) ORANG TERAPIS
DI PANTAI SANUR BALI, 9 MEI 2014
Kompas, Sabtu
21 Juni 2014
MARI KITA TINGKATKAN KOORDINASI
DAN WUJUDKAN PELAYANAN KESEHATAN
TRADISIONAL AKUPRESUR YANG AMAN DAN
BERMANFAAT DI PUSKESMAS