Anda di halaman 1dari 20

Kelompok 3

asuhan keperawatan pada klien harga diri rendah


AFIF GHARIZA (1801002)
DWI LESTARI (1801018)
DEWI WULAN CAHYANI (1801016)
ECHA SECONDELLA FARREL FADHILLA (1801022)
ELIANA RAMADIAH (1801024)
MUHAMMAD IKHSAN (1801036)
HENI KURNIA PUTRI (1801029)
Fitri Dwiana (1801072)
okta Widya Misma Citra (1801043)
putri Yunita Sari (1801045)
Ridho Armansyah (1801050)
silvia Nur Anggraini (1801054)
titis Januar Fitri (1801061)
Uni Arfida (1801063)
Yuniar (1801036)
Pengertian
Harga diri (self esteem) merupakan salah
satu komponen dari konsep diri. Harga diri
merupakan penilaian pribadi berdasarkan
seberapa baikperilaku sesuai dengan ideal
diri. (Stuart, 2009).
RENTANG RESPON
Respon Adaptif
Aktualisasi Diri

Konsep Diri
Posiitif

Harga Diri Rendah

Respon Maladaptif Keracunan Identitas

Depersonalisasi
Komponen konsep diri

⚫ Citra tubuh Kumpulan sikap individu yang disadari dan tidak


disadari terhadap tubuhnya.
⚫ Ideal diri Persepsi individu tentang bagaimana dia seharusnya
berperilaku terhadap standard, aspirasi, tujuan atau nilai personal
tertentu.
⚫ Harga diri Penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh
dengan menganalisis seberapa sesuai perilaku dirinya dengan ideal
diri
⚫ Performa peran Serangkaian pola perilaku yang diharapkan oleh
lingkunagan sosial berhubungan dengan fungsi individudi berbagai
kelompok sosial
⚫ Identitas pribadi Prinsip pengorgnisasian kepribadian yang
bertanggung jawab terhadap kesatuan, kesinambungan, konsisten
dan keunikan individu.
PROSES TERJADINYA MASALAH HARGA DIRI RENDAH

Harga diri (Stuart & Lairaia, 2005) berasal dari dua sumber utama yaitu diri
sendiri dan orang lain. Faktor yang mempengaruhi harga diri yang berasal dari
diri sendiri seperti kegagalan yang berulang kali, kurang mempunyai tanggung
jawab personal, ketergantungan padaorang lain dan ideal diri yand tidak
realistis. Sedangkan yang berasal dari orang lain adalah penolakan orang tua,
harapan orang tua yang tidak realistic. Harga diri ini didapat ketika merasa
dicintai, dihormati dan ketika seseorang dihargai dan dipuji.
Faktor predisposisi

Faktor biologis
▪ Neuroanatomi : Struktur otak yang mungkin mengalami gangguan
pada pasien depresi dan skizopenia sehingga pasien mengalami
masalah harga diri rendah kronis
▪ Neurotransmiter : gangguan pada struktur otak, apabila
dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan alat- alat tertentu
kemungkinan akan ditemukan ketidakseimbangan
neurotransmiter diotak. Neurotransmiter adalah kimiawi otak
yang ditransmisikan oleh satu neuron ke neuron lain ( stuart
& Larala, 2005).
Faktor predisposisi
Faktor psikologis
⚫ Harga diri rendah situasional merupakan pengembangan persepsi
negatif tentang dirinya sendiri pada suatu kejadian (NANDA,
2011). Jika lingkungan tidak memberi dukungan positif atau justru
menyalahkan individu, dan terjadi secara terus menerus akan
mengakibatkan individu mengalami harga diri rendah kronis.
⚫ Harga diri rendah juga merupakan komponen episode Depresi
mayor, dimana aktifitas merupakan bentuk hukuman atau
punishment (Stuart & Larala, 2005). Harga diri rendah
merupakan suatu kesedihan atau perrasaan duka
berkepanjangan (Stuart & Sundeen 2009).
Faktor predisposisi
Faktor sosial dan kultural
▪ Secara sosial status ekonomi sangat mempengaruhi proses
terjadinya harga diri rendah. Dimana dalam kehidupan sehari – hari
anak tumbuh kembang ditiga tempat, yaitu dirumah (keluarga),
disekolah (lembaga pendidikan), dan lingkungan masyarakat
sosialnya.
▪ Lingkungan keluarga, sekolah ataupun pergaulan sosialnya
kondusif (membuat pengaruh baik), maka perkembangan jiwa/
kepribadian anak akan kearah yang baik dn sehat akan semakin
besar. Sebaliknya bila lingkungan tersebut tidak kondusif maka
akan beresiko terganggunya perkembangan jiwa/ kepribadian anak.
Faktor presipitasi
⚫ Seluruh faktor predisposisi yang dialami pasien akan menimbulkn
harga diri rendah setelah adanya faktor predisposisi yang berasal
dari dalam diri sendiri ataupun dari luar, antara lain ketegangan
peran, konflik peran, peran yang tidak jelas, peran berlebihan,
perkembangan transisi, situasi transisi peran dan traansisi peran
sehat sakit (Stuart & Larala, 2005).
TANDA DAN GEJALA HRD

Tanda dan gejala FISIK


⚫penurunan energi
⚫Lemah
⚫agitasi,
⚫penurunan libido,
⚫insomnia/hypersomnia,
⚫peningkatan penurunan nafsu makan,
⚫ anoreksia,
⚫sakit kepala
⚫Tanda dan gejala kognitif
▪ Bingung
▪ Kurang memori dalam waktu panjang/pendek
▪ Kurangnya perhatian
▪ Merasa putus asa
▪ Merasa tidak berdaya
▪ Merasa tidak berharga/berguna
Tanda dan Gejala perilaku
⚫Kurang aktifitas dan menurunnya aktifitas
yang menyenangkan
⚫Menarik diri.
⚫Kurang sosialisasi/kurang keterampilan
bersosialisasi
⚫Merusak diri (mencederai diri) / resiko bunuh
diri
Tanda dan Gejala afek(emosional)
▪ kemarahan
▪ kecemasan
▪ rasa kesal
▪ murung
▪ ketidakberdayaan
▪ keputusasaan
▪ kesepian dan kesedihan
▪ merasa berdosa
▪ kurang motovasi.
Penilaian stressor

Apapun masalah dalam konsep diri


dicetuskan oleh stressor psikologis,
sosiologis, atau fisiologis. Elemen yang
penting adalah persepsi pasien tentang
ancaman.
Sumber koping

⚫Aktivitas olahraga dan aktivitas diluar rumah


⚫Hobi dan kerajinan tangan
⚫Seni yang ekspresif
⚫Kesehatan dan perawatan diri
⚫Pendidikan dan pelatihan
⚫Pekerjaan, vokasi/posisi
⚫Bakat tertentu
⚫Kecerdasan
⚫Imajinasi dan kreativitas
⚫hubungan interpersonal
Mekanisme koping
Pertahanan jangka pendek
▪ Aktivitas yang memberikan pelarian sementara dari krisi identitas diri
▪ Aktivitas yang memberikan identitas pengganti sementara
▪ Aktivitas sementara yang menggunakan atau meningkatkan perasaan diri yang tidak tertentu

Pertahan jangka panjang


⚫ Penurunan identitas
⚫ Identitas negative

pertahanan ego
▪ penggunaan fantasi,
▪ disiasati,
▪ isolasi
▪ , proyeksi,
▪ pengalihan (displacement),
▪ splitting,
▪ berbalik marah terhadap diri sendiri dan amuk.
POHON MASALAH
Effect Isolali sosial

Core Problem
Harga diri
rendah

Cause
Koping individu tidak
effektif
Pengkajian
Pengumpulan data :
• Aspek fisik
• Aspek perilaku
• Aspek emosional
• Aspek kognitif

Analisis data :
• Data subjektif
• Data objektif
Diagnosa keperawatan
⚫Harga Diri Rendah.
Intervensi dan implementasi

Terapi individu : Terapi komunitas :


Assertive community therapy (SAK.FIKUI; 2014
⚫ terapi kognitif,
⚫ CBT,
⚫ gestall,
⚫ penghentian pikiran

Terapi kelompok :
⚫ logoterapi,
⚫ terapi supportif

Terapi keluarga :
⚫ Terapi sistim keluarga,
⚫ psikoedukasi