Anda di halaman 1dari 28

GAGAL JANTUNG

(CHF)
DEFINISI

Gagal jantung adalah keadaan patofisiologis ketika


jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi
kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan.
1.2 EPIDEMIOLOGI

. Kematian akibat penyakit kardiovaskuler khususnya decompensasi


cordis adalah 27 %. Sekitar 3 - 20 per 1000 orang mengalami decompensasi
cordis, angka kejadian decompensasi cordis meningkat seiring pertambahan
usia (100 per 1000 orang pada usia di atas 60 tahun).
ETIOLOGI
Penyakit
Katub Hipertensi Iskemik
jantung

Kardiomiopati
dilatasi aritmia metabolik

infeksi inflamasi toksin

Penyakit
Penyakit
neoplasma Jantung
bawaan pericard
2.2 KLASIFIKASI
Manifestasi klinis
Anamnesa
O Sesak ngongsrong jika beraktifitas
O Sesak ketika berbaring
O Sering terbangun ketika tidur karena sesak
O Pembengkakkan ekstremitas
O Nyeri perut tidak spesifik
Pemeriksaan fisik
O Sianosis
O Perkusi paru pekak
O Rhonki basah halus
O Wheezing
O S3 gallop
O Peningkatan JVP
O Edem ekstremitas
PEMERIKSAAN PENUNJANG
O Pemeriksaan Laboratorium Rutin
O EKG
O Radiologi
O Pemeriksaan biomaker
O Pemeriksaan noninvasiv
DIAGNOSIS
PENATALAKSANAAN
O Penatalaksanaan penderita dengan gagal jantung
meliputi penalaksanaan secara non farmakologis dan
secara farmakologis.
Non Farmakologis :
O Diet (hindarkan obesitas, rendah garam 2 g pada gagal jantung
ringan dan 1 g pada gagal jantung berat, jumlah cairan 1 liter pada
gagal jantung berat dan 1,5 liter pada gagal jantung ringan.
O Hentikan rokok
O Hentikan alkohol pada kardiomiopati. Batasi 20-30 g/hari pada
yang lainnya.
O Aktivitas fisik (latihan jasmani : jalan 3-5 kali/minggu selama 20-
30 menit atau sepeda statis 5 kali/minggu selama 20 menit dengan
beban 70-80% denyut jantung maksimal pada gagal jantung ringan
dan sedang).
O Istirahat baring pada gagal jantung akut, berat dan eksaserbasi
akut.
Farmakologi

Terapi farmakologik terdiri atas ; panghambat ACE,


Antagonis Angiotensin II, diuretik, Antagonis
aldosteron, β-blocker, vasodilator lain, digoksin, obat
inotropik lain, anti-trombotik, dan anti-aritmia
Gambar 4. Algoritma Penatalakasanaan CHF
2.10 PROGNOSA
O Meskipun penatalaksanaan pasien dengan gagal jantung telah sangat
berkembang, tetapi prognosisnya masih tetap jelek, dimana angka mortalitas
setahun bervariasi dari 5% pada pasien stabil dengan gejala ringan, sampai
30-50% pada pasien dengan gejala berat dan progresif.
O Prognosisnya lebih buruk jika disertai dengan disfungsi ventrikel kiri berat
(fraksi ejeksi< 20%), gejala menonjol, dan kapasitas latihan sangat terbatas
konsumsi oksigen maksimal < 10 ml/kg/menit), insufisiensi ginjal sekunder,
hiponatremia, dan katekolamin plasma yang meningkat.
O Sekitar 40-50% kematian akibat gagal jantung adalah mendadak. Meskipun
beberapa kematian ini akibat aritmia ventrikuler, beberapa diantaranya
merupakan akibat infark miokard akut atau bradiaritmia yang tidak
terdiagnosis.
KASUS
Identitas
O Nama : Tn K
O Usia : 73 th
O Jenis kelamin : laki-laki
O Alamat : Jetis – mojokerto
O Tanggal masuk : 6 juli 2019
O Tanggal periksa : 6 juli 2019
Anamnesa
O Keluhan Utama : sesak

O RPD : CHF, PPOK


O Riwayat penyakit sekarang:
dan HT
Pasien datang dengan keluhan
sesak. Sesak dirasakan sejak
sore hari dan semakin parah O RPO : mendapat obat
ketika malam hari. Sesak
memberat ketika berbaring. Jika dari Sp.P dan Sp.J
tidur pasien lebih nyaman
menggunakan bantal yang
tinggi. Pasien juga susah O RPS : dahulu pasien
berbicara akibat sesak. merokok
Sebelumnya pasien juga batuk
sejak pagi hari. Tidak ada
demam, nyeri perut dan mual.
Pemeriksaan Fisik
O TTV : KU : lemah O Thorak :
TD : 160/100
N : 110 x/menit O Inspeksi : Simetris,
RR : 40 x/menit retraksi (-), deformitas
O K/L :
O Kepala : normocephali
(-)
O Mata : konjungtiva palpebral inferior O Palpasi : SF kanan = SF
pucat (-/-), sklera ikterik (-/-)
O Telinga : normotia, serumen (-/-)
kiri
O Hidung : NCH (-), sekret (-) O Perkusi: Sonor (+/+)
O Mulut : sianosis (-), mukosa bibir
lembab (+) O Auskultasi : Ves (+/+),
O Leher : pembesaran KGB (-), JVP R-2 rh basah kasar (+/+),
cmH2O
wh(+/+)
Pemeriksaan Fisik
O Cardio:
O Inspeksi : Ictus cordis tak tampak
O Palpasi: Ictus teraba di ICS V 4 jari lateral
midclavikula sinistra
O Perkusi : Batas jantung atas ICS III linea
midclavikula sinistra, Batas jantung kiri di ICS V
anterior axillary line sinistra, Batas jantung kanan di
ICS IV linea parasternalis dekstra
O Auskultasi: Bunyi jantung S1 S2 tunggal, irregular
(+), gallop (-), murmur (-)
Pemeriksaan Fisik
O Abdomen
Inspeksi : simetris, distensi (-)
Auskultasi: peristaltik (+), Normal
Palpasi : soepel, nyeri tekan (-), hepar/lien/renal tidak teraba
Perkusi : timpani
O
Ekstremitas:
O Ekstremitas superior : sianosis (-/-), edema (-/-), pucat (-/-),
akral dingin (-/-), parese (-/-), CRT < 2 detik
O Ekstremitas inferior : sianosis(-/-), edema (-/-), pucat (-/-),
akral dingin (-/-), parese (-/-), CRT < 2 detik
Pemeriksaan Penunjang
O Laboratorium O Laboratorium
Hb : 15,7 Natrium : 147,98
hemoglobin : 47,4
Kalium : 4,01
trombosit : 166.000
leukosit : 15.700 Chlorida : 104,57
SGOT : 39,0 Calcium : 8,45
SGPT : 20,0
ureum : 16,8
kreatin : 1,57
asam urat : 5,25
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Penunjang
Diagnosa
O CHF
O Pneumonia
O PPOK
Terapi
O IVFD PZ 500cc/24jam
O Minum oral 600cc/24jam
O Diet TKTP 1900 kkal/hari
O Injeksi Furosemid 1-0-0
O Amiodarone ½-0-0
O ISDN 3x5mg
O Bioprexum 5mg-0-0
O Qten 1-0-0
O Spinorolactone 25mg-0-0
Pemeriksaan Penunjang
TERIMA KASIH