NAMA KELOMPOK
1.Oktavianus dje lali laru
2.Maria Ernestin
3. Martinus Yandri
4.Agnes Aprlia Du,a Selfi
Perancangan jaringan Nirkabel
A. Site Survey/Survey Lapangan
Tujuan dari survey lapangan adalah memetakan lokasi tertentu dengan menentukan
penempatan peralatan nirkabel yang disesuaikan dengan sifat, interferensi, serta
jangkauan frekuensi radio agar dapat mengimplementasikan jaringan nirkabel
dengan baik. Site survey merupakan langkah yang sangat penting dalam
mengimplementasikan jaringan nirkabel. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan
dalam melakukan kegiatan site survey antara lain
1. Menentukan koordinat Access Point
Cara mudah memulai kegiatan site survey adalah mengambil koordinat area
tertentu yang memerlukan jangkauan access point. Pilih bagian sudut
ruangan, lalu pasangkan sebuah access point. Survey jangkauannya hingga titik terjauh
dari access point, kemudian tandai titik tersebut. Kemudian, pindahkan access point
yang semula disimpan di sudut ruangan ke titik yang telah kita beri tanda sebelumnya.
Kegiatan ini mungkin perlu memindahkan access point beberapa kali supaya dapat
menetapkan lokasi terbaik. Setiap memutuskan lokasi terbaik access point, coba
berpindah ke sudut yang berbeda dan mengulangi proses seperti diatas. Di dalam
sebuah ruang yang sederhana, dapat mengulangi kegiatan di atas hingga empat kali.
Jika ingin pengguna tidak kehilangan sinyal ketika berpindah dari satu sel ke sel lainnya,
maka kita perlu merancang agar antar sel dapat saling membentuk irisan (overlap).
2. Menentukan Pemilihan Channel
Ada 3 channel yang digunakan dalam overlapping. Perbedaan channel
ini dimaksudkan agar tidak terjadi suatu bentuk interferensi yang
mungkin terjadi akibat perpaduan frekuensi yang sama pada suatu
wilayah tertentu. Supaya menghasilkan data rate yang maksimal, kita
dapat menggunakan ketiga channel tersebut. Dengan menggunakan
channel yang non-overlapping, maka access point tidak akan saling
berinterferensi satu dengan lainnya.
3. Menentukan Data Rate
Sebaiknya, kita mengetahui data rate minimum yang akan digunakan.
Data rate yang ditetapkan akan mempengaruhi hasil site survey yang kita
lakukan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan
site survey antara lain:
1.Proses dilakukan dengan metode trial and error.
2.Umumnya, pengalaman akan sangat berperan.
3.Koordinasi antar sesama engineer sangat diperlukan.
4.Umumnya, solusi site survey lebih dari satu.
4. Memperkirakan Noise
Telepon, pemancar video, bluetooth, alat monitor bayi, dan bahkan microwave
ovens bersaing dengan jaringan data nirkabel untuk penggunaan sangat
terbatas 2,4 GHz band. Sinyal tersebut, serta jaringan nirkabel lokal lainnya,
dapat menimbulkan masalah besar terutama untuk sambungan nirkabel link
jarak jauh. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat anda gunakan
untuk mengurangi penerimaan sinyal yang tidak diinginkan.
A. Meningkatkan penguatan antena pada kedua sisi dari sambungan
point-to-point. Antena tidak hanya untuk menambah penguatan
sambungan, tetapi mereka cenderung meningkat arah penangkapan
sinyal dan menolak noise yang ada sekitar sambungan. Dua parabola
dengan penguatan tinggi yang diarahkan satu sama lain akan menolak
noise dari arah yang berada di luar jalur sambungan.
B. Gunakan beberapa antenna sektoral jangan menggunakan
omnidirectional. Dengan menggunakan beberapa antenna sektoral,
anda dapat mengurangi noise yang diterima di titik distribusi. Dengan
membedakan kanal yang digunakan pada setiap sektoral, anda juga
dapat meningkatkan bandwidth yang tersedia untuk klien anda.
B.Topologi Jaringan
Nirkabel
Pada jaringan nirkabel terdapat 3 macam topologi
yaitu IBSS, BSS, dan ESS.
1. Independent Basic Service Sets (IBSS)
IBSS atau Ad-hoc adalah topologi WLAN yang
menghubungkan antara beberapa klien dari nirkabel tanpa
menggunakan access point. Beberapa klien nirkabel yang
berkomunikasi dengan model IBSS memiliki beberapa
kelemahan. Jika semakin banyak kliennya maka prosesnya
akan menjadi lambat yang disebabkan oleh keterbatasaan
dari perangkat nirkabel client.
Topologi IBSS mirip dengan model point to point dan
juga point to multipoint pada jaringan kabel LAN namun
bedanya tidak adanya sebuah terminal (access point)
seperti halnya switch pada LAN yang berfungsi untuk
membuat perangkat-perangkat nirkabel klien saling
terhubung. Kelemahan lain adalah karena tidak adanya
access point maka nirkabel client tidak bisa mengatur
prioritas dari perangkat mana yang harus didahulukan. Hal
ini menyebabkan tabrakan atau collusion yang tentu dapat
membuat komunikasi jadi lambat.
2. Basic Service Sets (BSS)
BSS adalah kumpulan dari perangkat nirkabel yang
terhubung satu sama lain dengan perantaraan sebuah
perangkat access point. Perangkat access point
berfungsi sebagai terminal pusat, semua klien nirkabel
harus terhubung dahulu dengan access point sebelum
berkomunikasi dengan klien yang lain. Pada klien
WLAN harus beroperasi menggunakan mode
Infrastructure Basic Service Set, jika tidak maka tidak
bisa berkomunikasi dengan access point. BSS lebih
bagus dari topologi IBBS.
3. Extended Service Sets (ESS)
Extended Service Sets (ESS) adalah kumpulan
dari beberapa topologi BSS. Pada topologi ESS
terdapat lebih dari satu access point (AP), access
point - access point dalam topologi ESS
terhubung satu sama lain melalui port uplink.
Alasan utama dipakainya model topologi ini
adalah untuk memperluas daya jangkau AP dan
juga karena meningkatnya beban yang mesti
dilayani oleh satu AP.
C.KONDISI CHANNEL
Berdasarkan gambar di atas, kita bisa melihat bahwa interferensi channel
akan terhindar jika kita menggunakan aturan +5 atau -5 dengan frekuensi
yang sudah digunakan. Sebagai contoh, channel 6 tidak akan overlapping
dengan channel 1 atau channel 11.
Contoh penerapan aturan +5 atau -5 ini misalnya pada saat kita akan
mengkonfigurasikan sebuah access point, ternyata disekitar kita sudah ada
access point milik orang lain. Sebelum menentukan channel yang akan kita
gunakan di access point kita, cari tahu terlebih dahulu channel yang
digunakan oleh access point tetangga kita. Pengguna bisa menggunakan
aplikasi netstumbler untuk mesin Windows ataupun Airodumping untuk
mesin Linux. Jika ternyata tetangga kita menggunakan channel 8 pada
access point-nya, maka channel yang dapat digunakan pada access point
adalah channel 3 atau channel 13.
D.INTERFERENSI
Interferensi atau gangguan yang ada pada nirkabel lebih
banyak karena menggunakan media publik yang dapat
digunakan oleh siapa saja.
1. Teknik Mengatasi Interferensi
Pada operasional infrastruktur WI-Fi di outdoor, salah
satu tantangan yang cepat atau lambat tapi pasti akan kita
hadapi access point bersama adalah berkurangnya
throughput, karena tingginya interferensi dan noise. Sinyal
yang kuat tidak cukup menjamin reliabilitas pada sebuah
penerima wireless broadband. Sinyal level harus secara
konsisten jauh lebih besar dari pada noise yang diterima di
penerima.
Dengan 84 Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ kata
lain, perbandingan antara sinyal kepada noise, Signal To Noise
Ratio (SNR) harus setinggi mungkin. Untuk memperoleh SNR
yang tinggi, ada dua kondisi yang harus penuhi sekaligus
yaitu:
a. Sinyal yang diterima oleh pesawat penerima harus lebih
tinggi dari sensifitas penerima.
b. Level noise di input penerima harus lebih rendah dari sinyal
yang masuk. Noise didefinisikan sebagai “segala sesuatu yang
bukan sinyal yang kita inginkan”.
2. Memaksimalkan Level Sinyal yang
Diterima
Kita sebenarnya mempunyai kemampuan
mengontrol secara langsung proses untuk
memaksimalkan sinyal yang diterima. Beberapa
prosedur standar yang biasa digunakan adalah :
a. Link Budget - daya pancar yang cukup, sensifitas penerima,
dan penguatan antena yang cukup untuk mengatasi loss di
kabel coax dan free space.
b. Line Of Sight - jalur LOS harus tanpa hambatan/penghalang
dari ujung ke ujung.
c. Fresnel Zone - harus cukup daerah yang bebas tidak ada
halangan.
d. Installation - pastikan antena dipasang dengan aman dan
benar, arah yang benar, konektor yang diisolasi tahan air,
menggunakan konektor dan coax yang baik.
3. Meminimalisasi Interferensi Dan Noise
Kita biasanya tidak punya kemampuan
mengatur/mengontrol sumber noise atau interferensi.
Beberapa sumber noise adalah :
a. Natural noise – noise dari atmosfir dan galaksi.
b. Manmade noise – sinyal RF yang diambil dari antena. Termasuk
oven microwave, telepon cordless dan indoor WI-FI serta
beberapa peralatan medical/kedokteran.
c. Receiver noise – noise yang dihasilkan oleh rangkaian internal
penerima.
d. Interferensi jaringan lain – interferensi yang disebabkan oleh
jaringan nirkabel lain yang bekerja pada band yang sama.
e. Interferensi jaringan kita sendiri – terjadi jika kita
menggunakan frekuensi yang sama lebih dari satu kali,
menggunakan channel yang tidak mempunyai cukup jarak/spasi
antar channel atau menggunakan urusan frekuensi hopping
yang tidak benar.
f. Interferensi dari sinyal out of band – disebabkan oleh sinyal yang
kuat di luar frekuensi band yang kita gunakan, misalnya,
pemancar AM, FM atau TV, pager.
E.RANGKUMAN
Site Survey
Site Survey RF merupakan proses yang dilakukan oleh surveyor. Tujuannya
adalah memetakan lokasi tertentu dengan menentukan penempatan peralatan
nirkabel yang disesuaikan dengan sifat, interferensi, serta jangkauan (coverage)
frekuensi radio agar dapat mengimplementasikan jaringan nirkabel dengan baik.
Topologi Jaringan Nirkabel
Pada jaringan nirkabel terdapat 3 macam topologi yaitu:
1. Independent Basic Service Sets (IBSS)
2. Basic Service Sets (BSS)
3. Extended Service Sets (ESS)
Kondisi Channel
Perangkat WLAN bekerja dengan gelombang elektromagnetik, sehingga
perangkat ini akan beroperasi pada frekuensi tertentu. Karena akan digunakan
oleh pengguna secara luas, maka frekuensi yang dipilih adalah frekuensi yang
sudah digratiskan yaitu frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz.
Interferensi
Untuk mengatasi interferensi pada frekuensi ada
beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu:
1. Memaksimalkan Level Sinyal yang Diterima
2. Meminimalisasi Interferensi Dan Noise
3. Strategi Mengalahkan Interferensi
Demikian presentasi kami
kami kelompok 4 mengucapkan terima kasih semoga Bermanfaat
sukses ujiannya