UNDANG-UNDANG
KESELAMATAN KERJA
Lembaran Negara No. 1 Tahun 1970
(Tambahan Lembaran Negara No. 1918)
JON RAKHMAD A,
SH, MH
BIODATA
JON RAHMAD A, SH, MH
- S1 ILMU hUKUM (SH) ;
- S2 (MH)
Universitas Islam Riau
- Disnaker Prop Riau – PPNS
Hp : 082283519697
WA : 082283519697
LATAR BELAKANG
1. VEILIGHEIDS REGLEMENT 1910 (VR 1910, Stbl No. 406)
sudah tidak sesuai lagi
2. Perlindungan tenaga kerja tidak hanya di industri/
pabrik
3. Perkembangan teknologi/IPTEK serta kondisi dan
situasi ketenagakerjaan
4. Sifat refresif dan polisional pada VR. 1910 sudah tidak
sesuai lagi
Perbedaan
VR 1910 vs UU 1/1970
VR 1910 UU 1/70
- Ruang lingkup :
Pabrik dan - Ruang lingkup :
bengkel Tempat kerja
- Sifat : Repressive - Sifat : Preventive
PENGERTIAN
Secara Etimologis :
Memberikan upaya perlindungan yang ditujukan agar tenaga
kerja dan orang lain di tempat kerja selalu dalam keadaan
selamat dan sehat dan agar setiap sumber produksi perlu
dipakai dan digunakan secara aman dan efisien
Secara Filosofi :
Suatu konsep berfikir dan upaya nyata untuk menjamin kelestarian
tenaga kerja dan setiap insan pada umumnya beserta hasil karya
dan budaya dalam upaya mencapai adil, makmur dan sejahtera
Secara Keilmuan :
Suatu cabang ilmu pengetahuan dan penerapan yang
mempelajari tentang cara penanggulangan kecelakaan di
tempat kerja
DASAR HUKUM
Pasal 5, 20 dan 27 ayat (2) UUD 1945
Pasal 86, 87 Paragraf 5 UU Ketenagakerjaan
UU No.1 Tahun 1970
Peraturan Pelaksanaan
Peraturan Khusus PP; Per.Men ; SE;
DASAR HUKUM
UUD 1945
Pasal 27 ayat (2) :
Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
UU No.13 Tahun 2003
tentang
Ketenagakerjaan
UU Ke-TK-an (baru)
Paragraf 5
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pasal 86
(1) Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh
perlindungan atas :
a. keselamatan dan kesehatan kerja;
b. moral dan kesusilaan; dan
c. perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia
serta nilai-nilai agama.
(2) Untuk melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan
produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya
keselamatan dan kesehatan kerja.
(3) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
dilaksanakan.
Pasal 87
(1) Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
yang terintegrasi dengan sistem manajemen
perusahaan
(2) Ketentuan mengenai penerapan sistem
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
dengan Peraturan Pemerintah
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
TUJUAN (considerants) Memberikan perlindungan
atas keselamatan
- Tenaga kerja
- Orang lain
- Sumber-sumber produksi
dapat dipakai secara aman dan efisien
Untuk melaksanakan tujuan dengan melalui :
1. Kampanye
2. Pemasyarakatan
3. Pembudayaan
BAB I ISTILAH
Pasal 1
(1) Tempat Kerja
1. Ruangan / Lapangan
2. Tertutup / Terbuka
3. Bergerak / Tetap
Unsur Tempat Kerja Ada
1. Pengurus
2. Sumber Bahaya
3. Usaha
RUANG LINGKUP
Psl. 2 Tempat kerja
di udara
di darat,
dalam tanah,
permukaan air,
dalam air,
SYARAT-SYARAT K3
Dengan peraturan perundangan ditetapkan
Psl.
Psl.33
syarat syarat keselamatan kerja untuk :
a. mencegah dan mengurangi kecelakaan;
b. mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran;
c. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan;
d. mbri kesempatan / jalan menyelamatkan diri pd waktu
kebakaran / kejadian-kejadian lain yg berbahaya;
e. memberi pertolongan pada kecelakaan;
f. memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja;
g. mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar
luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap,
gas, hembusan angin, cuaca, sinar radiasi, suara dan
getaran;
h. mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit
akibat kerja baik fisik maupun psikis, peracunan,
infeksi dan penularan.
i. memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai;
j. menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik;
k. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup;
l. memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban;
m. memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan,
cara dan proses kerjanya;
n. mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang,
tanaman atau barang;
o. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan;
p. mengamankan & memperlancar pekerjaan bongkar muat,
perlakuan dan penyimpanan barang;
q. mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya;
r. menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan
yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.
Undang - Undang No. 1
tahun 1970 12/12/23
UNDANG UNDANG
NO 1 TH 1970
KESELAMATAN
KERJA
PASAL 5 (1)
PEGAWAI PENGAWAS DAN AHLI
KESELAMATAN KERJA DITUGASKAN
MENJALANKAN PENGAWASAN LANGSUNG
TERHADAP DITAATINYA UNDANG UNDANG
INI DAN MEMBANTU PELAKSANAANYA
Dituntut profesional dan memiliki kompetensi :
• memahami peraturan dan standar teknik K3 yang luas,
• ahli mengidentifikasi sumber bahaya dan
• ahli membuat rekomendasi syarat K3 sesuai standar
KEWAJIBAN PENGURUS
Pasal 8
-Pemeriksaan kesehatan badan,kondisi
mental dan kemampuan tenaga kerja :
Baru
Yang hendak dipindah ke tugas lain
(yang berpotensi bahaya)
Berkala min satu tahun sekali
- Oleh Dokter perusahaan (yang dibenarkan oleh Menteri)
Pasal 9 Pembinaan
Menjelaskan dan menunjukkan pada tenaga kerja baru :
Kondisi dan bahaya di tempat kerja
Semua pengaman dan alat perlindungan yang diharuskan
Menyediakan APD
Menjelaskan cara dan sikap bekerja aman
Mempekerjakan setelah yakin memahami K3
Melakukan pembinaan
pencegahan kecelakaan
pemberantasan kebakaran
peningkatan K3
pemberiaan P3K
Wajib memenuhi dan mentaati syarat K3
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Pasal 10
P2K3
( PANTIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)
Fungsi
Wadah kerjasama peningkatan bidang K3
antara :
- Pihak perusahaan (managemen)
- Pihak pekerja
Susunan
Diatur dan tetapkan oleh Menteri
Peraturan pelaksana Permen No.
04/Men/1987
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Pasal
Pasal11
11
Kewajiban
Kewajibanmelaporkan
melaporkankecelakaan
kecelakaankerja
kerja
•• Pengurus
Pengurus wajib
wajib melaporkan
melaporkan
kecelakaan
kecelakaan yang
yang terjadi
terjadi di
di tempat
tempat
kerja
kerja
•• Tata
Tata cara
cara Pelaporan
Pelaporan diatur
diatur oleh
oleh
Peraturan
Peraturan Perundangan
Perundangan Permen
Permen No.
No.
03/Men/1998
03/Men/1998
Pasal 12
Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja
Kewajiban
Kewajiban
••Memberikan
Memberikan
Hak
Hak
keterangan •• Meminta
Meminta pengurus
pengurus
keterangan pada
pada
Pegawai untuk
untuk melaksanakan
melaksanakan
Pegawai Pengawas
Pengawas
••Memakai Syarat
Syarat K3
K3
Memakai APD
APD
••Memenuhi ••Menyatakan
Menyatakan
Memenuhi dan
dan
mentaati keberatan,
keberatan, jika
jika syarat
syarat
mentaati syarat
syarat K3
K3
K3
K3 belum
belum terpenuhi
terpenuhi
Pasal 13
Perlindungan terhadap orang lain
Kewajiban
Kewajiban menggunakan
menggunakanAPD
APD
yang
yang ditetapkan
ditetapkan
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Pasal 14
Kewajiban Pengurus
• Menempelkan UU No. 1 Tahun 1970
• Memasang gambar dan bahan pembinaan K3
• Menyediakan secara cuma-cuma APD dan
petunujuk K3 untuk tenaga kerja dan orang
lain
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Pasal 14
Kewajiban Pengurus
• Menempelkan UU No. 1 Tahun 1970
• Memasang gambar dan bahan pembinaan K3
• Menyediakan secara cuma-cuma APD dan
petunujuk K3 untuk tenaga kerja dan orang
lain
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970 - 1
PERATURAN ORGANIK
• secara sektoral
• pembidangan teknis
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970 - 2
MGT SDM
BAHAN
LINGKUNGAN KERJA
AMAN Prod’s
FAKTOR
PERALATAN TEMPAT KERJA SEHAT
PENYEBAB
SIFAT PEKERJAAN
PROSES PRODUKSI
CARA KERJA KECELAKAAN
ANALISIS
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970 - 3
• Secara sektoral
- PP No. 19/1973
- PP No. 11/ 1979
- Per.Menaker No. 01/1978
K3 Dalam Penebangan dan Pengaangkutan
Kayu
- Per.Menaker No. 01/1980
K3 Pada Konstruksi Bangunan
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970 - 4
• Pembidangan Teknis
- PP No. 7/1973 - Pestisida
- PP No. 11/ 1975 - Keselamatan Kerja Radiasi
- Per.Menaker No. 04/1980 - APAR
- Per.Menaker No. 01/1982 - Bejana Tekan
- Per.Menaker No. 02/1983 - Instalasi Alarm
Kebakaran Otomatik
- Per.Menaker No. 03/1985 - Pemakaian Asbes
- Per.Menaker No. 04/1985 - Pes. Tenaga & Prod.
- Per.Menaker No. 05/1985 - Pes. Angkat &
Angkut
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970 - 5
• Pembidangan Teknis
- Per.Menaker No. 04/1998 - PUIL
- Per.Menaker No. 02/1989 - Instalasi Petir
- Per.Menaker No. 03/1999 - Lif Listrik
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970 - 6
• Pendekatan SDM
- Per.Menaker No. 07/1973 - Wajib Latih Hiperkes
Bagi Dokter Perusahaan
- Per.Menaker No. 01/1979 - Wajib Latih Bagi
Paramedis
- Per.Menaker No. 02/1980 - Pemeriksaan
Kesehatan Tenaga Kerja
- Per.Menaker No. 02/1982 - Syarat dan
Kwalifikasi Juru Las
- Per.Menaker No. 01/1988 - Syarat dan
Kwalifikasi Oparetor Pesawat Uap
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970 - 7
• Pendekatan SDM
- Per.Menaker No. 01/1979 - Syarat dan
Kwalifikasi Operator Angkat dan Angkut
- Per.Menaker No. 02/1992 - Ahli K3
- Kep.Menaker No. 407/1999 - Kompetensi
Tehnis Lif
- Kep.Menaker No. 186/1999 - Pengorganisasian
Penanggulangan Kebakaran
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970 - 8
•Pendekatan Kelembagaan
dan Sistem
- Per.Menaker No. 04/1987 - P2K3
- Per.Menaker No. 04/1995 - Perusahaan Jasa K3
- Per.Menaker No. 05/1996 - SMK3
- Per.Menaker No. 186/1999 - Pelaporan Kecelakaan
BAGAIMANA KONDISI
PELAKSANAAN K3 DI TEMPAT
KERJA ????????
Undang - Undang No. 1
tahun 1970
STATISTIK
Di Indonesia
th 2011 (per November 2011, sumber : Jamsostek)
Jumlah kasus kecelakaan kerja : 77.623 kasus
Sebagai Perbandingan
Fatalities per 100.000 pekerja per tahun
Indonesia : 20
Malaysia : 8,5
Thailand : 8,9
Singapura : 3,5
Jepang : 2,5
Uni Eropa : 1,5
Cause of accidents
Statistically …….. more than 80 % of past OSH accidents are
caused primary by Unsafe Human Behaviour
Kondisi
K3 belum mendapatkan perhatian yang memadai dari semua pihak
dan tingkat kepedulian masyarakat relatif rendah
Total angkatan kerja 117,40 juta (BPS, Agustus 2011) yang bekerja
baik sektor formal maupun informal 109,7 juta
Pendidikan
s/d SD : 54,2 juta org
SMTP : 20,7 juta org
SMK : 8,86 juta org
SMTA : 17,11 juta org
Akademi : 3,17 juta org
Universitas : 5,65 juta
Jumlah pengangguran 7,7 juta (Agustus, 2011)
Sebagian besar angkatan kerja/tenaga kerja tidak memahami haknya
untuk mendapatkan perlindungan K3
Q&A