Anda di halaman 1dari 8

REKONSTRUKSI PEMAHAMAN ISLAM

Luqman Junaidi Gajah Tunggal, 17-11-2011

keduanya, maka kalian takkan pernah tersesat selamanya. Keduanya adalah Al-Quran dan Sunah utusannya.

. . dua perkara yang, jika kalian berpegang teguh pada Kutinggalkan

Sumber Ajaran Islam

al-Quran adalah kitab suci yang menjadi pegangan utama. Semua umat Islam sepakat secara aklamatif tentang keautentikan alQuran. Tidak ada keragaman versi Al-Quran.

Sunah yang diwariskan Nabi tersebar dalam sejumlah kitab. Perbedaan aliran meniscayakan perbedaan penilaian terhadap kitab yang berisi kodifilkasi sunah. Waspadai antara sunah yang memang berasal dari Rasulullah, dengan tradisi bernafaskan Islam yang diwariskan secara turun-temurun.

Kesalahan dalam Memahami Ajaran Islam


Banyak orang yang memahami ajaran Islam secara parsial, sehingga melahirkan tindakan yang menyimpang. Pemahaman yang keliru ini lahir dari kesalahan dalam memahami ayat-ayat Al-Quran dan Hadis. Ajaran Islam yang banyak disalahpahami adalah ajaran tentang jihad (perjuangan), marital, yurisprudensi, perlakuan terhadap wanita, sistem politik, dan lain sebagainya. Perlu rekonstruksi yang radikal dalam memahami Islam, agar praktik beragama kaum Muslimin sesuai dengan ajaran Islam yang lurus dan luhur.

KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM 1. Aktual dan Relevan


Ajaran Islam selalu aktual di setiap masa, serta relevan dengan setiap kedadaan. Pada zaman klasik, ajaran Islam terbukti berhasil menciptakan peradaban yang cemerlang. Pada zaman modern, ayat-ayat al-Quran dan hadis tetap sejalan dengan nafas kekinian. Al-Quran ternyata merangkum semua teori dalam segala bidang ranah ilmu pengatahuan. Dari yang bersifat scientifikaplikatif sampai yang sosial teoritis.

2. Universal
Ajaran Islam bisa diterapkan di semua tempat, oleh semua etnis, dan pada berbagai budaya. Perbedaan kultur, tradisi, adatistiadat, serta bahasa beragam penduduk di muka bumi, ternyata bisa disatukan di bawah ajaran Islam. Dalam semangat budaya minang: Adat basandi syara, syara basandi kitabullah.

3. Humanis
Ajaran Islam sangat sesuai dengan semangat humanisme. Ayat dan hadis yang mengupas persoalan sosial (muamalah bainan nas) lebih banyak dari yang membahas masalah ibadah. Ajaran Islam sangat akomodatif terhadap kekurangan dan kelemahan yang merupakan sifat dasar manusia. Dalam hadis, Orang yang baik bukan yang tak pernah salah, tapi yang langsung sadar dan bertobat ketika berbuat salah.

4. Adil dan Bijaksana


Ajaran Islam menjunjung tinggi keadilan. Dengan menerapkan syariat Islam, supremasi hukum pasti tegak dan dihormati. Hukum-hukum dalam agama Islam terbukti mampu meredam dan mengurangi tindak kejahatan. Walaupun begitu, hukum Islam tetap bijaksana dalam memutuskan hukuman bagi orang yang bersalah.

5 Toleran dan Inklusif


Ajaran Islam mengedepankan semangat toleransi, dan tidak eksklusif untuk kalangan tertentu saja. Berbeda dengan agama Yahudi yang hanya bisa dianut oleh Bani Israel, atau sektesekte keagamaan lain yang aksesnya sangat terbatas. Bila ada aliran dalam Islam yang bersifat eksklusif, berarti aliran tersebut tidak sejalan dengan ajaran Islam.