Anda di halaman 1dari 17

TENSILE STRUCTURE (STRUKTUR TENDA)

Struktur tenda merupakan struktur yang menggunakan bidang sebagai pembentuk ruang dengan tali sebagai elemen penarik dan perentang tenda. Tenda dan tali berfungsi sebagai penahan gaya tarikan. Perlu dukungan elemen lain yang akan menerima gaya desakan yaitu tiang atau pelengkung, yang bentuknya beragam sesuai dengan gaya tarik yang bekerja pada tali dan tenda.

A. SEJARAH Ketika manusia masih nomaden, fungsi tenda sebagai tempat beristirahat memiliki fungsi penting (kira-kira 10.000 tahun yang lalu). Tempat tinggal yang dikenal pertama di luar gua adalah buluh dan lumpur yang mulai muncul di sekitar Mediterania dan tenda dari jangat dan tulang di daerah dingin di Eropa Timur. Model tempat tinggal ini dibangun oleh budaya berburu seperti Cro-Magnons, yang menggantikan manusia Neanderthal di Eropa. Meskipun sulit untuk saat ini dalam cara apapun yang tepat, pondok tenda terlihat pada lukisan gua 10.000 hingga 20.000 tahun dan mungkin kembali setidaknya 35.000 tahun. Satu tenda di situs Molodova, Rusia, diperkirakan malah muncul sekitar 40.000 SM. Untuk suku-suku terpencil dan masyarakat nomaden, tenda digunakan sebagai rumah. Untuk prajurit di lapangan, tenda adalah tempat p e n a m p u n g a n s e d e r h a n a . A l e x a n d e r A g u n g memiliki tenda pernikahan tergantung dari lima puluh 301

kaki kolom dari perak dan emas, cukup besar untuk rumah 100 sofa dan menjadi tuan rumah 9.000 teman-teman pengantin pria (yang juga kebetulan menikah, untuk semen hubungan antara Makedonia dan Persia). Atapnya kubah:tenunan, dicat, dan di dalam brokat dengan matahari, bulan, bintang, dan semua tanda-tanda dan dewa langit. Kemudian disebut Kemah Kosmos atau Kemah Dunia Alexander, diadopsi oleh Nero dan oleh kaisar Bizantium sebagai simbol kekaisaran, direplikasi dalam desain kamar tahta mereka Di Cina, Marco Polo diterima dalam "Tenda Besar Khan," dihiasi kaya dan tuan-Nya, Kubilai Khan," cukup besar untuk menutup seribu orang." Jadi bentuk struktural tenda merupakan yang paling primitif dari manusia lahir sebagai suatu kebutuhan mendesak yang kemudian berkembang sesuai dengan fungsinya masingmasing sesuai dengan kebudayaan yang bersangkutan dan tingkat kemajuan masyarakat setempat pula. Sampai masanya beberapa penemu meneliti keadaan yang cocok bagi tenda untuk kegiatan sehari-hari. Horst Berger, seorang insinyur yang sedikit banyak terlibat dalam desain struktur tenda, baru-baru ini menulis bahwa material dan teknologi telah maju secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, ia juga menemukan kekurangan dari struktur ini, yaitu sifat sementara dan kerentanan yang terkait dengan kata-kata dan tenda kain mengaburkan fakta bahwa struktur tesis lebih aman dan lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan sistem konvensional. Namun kelebihannya juga banyak karena mereka berbobot praktis dan memberikan perlindungan terus menerus. Kulit fleksibel kedap air. Kompleksitas struktur kain mempunyai dimensi yang menyembunyikan konfigurasi kulvilinear yang sederhana, mendasari kemampuan untuk membawa beban. Kesederhanaan ini membuat membran terlihat dari gambar yang benar dari aliran kekuatan sendiri. Untuk struktur kain. Arsitektural dan fanction struktural adalah satu dan sama. Sebagai enggineering, hasil dan arsitektur tidak dapat dipisahkan. Dan pemahaman tentang struktur merupakan alat desain yang penting, karena hubungan erat antara tampilan visual dan perilaku structual tersebut dan pemahaman ini tidak sulit untuk dikembangkan. Mengamati struktur-struktur ini adalah cara terbaik untuk mulai dapat merancang mereka" (Berger, 1985). Cara lain untuk mengembangkan pemahaman intuitif bentuk yang sesuai untuk tenda adalah untuk bereksperimen dengan model skala menggunakan kain, stertchydouble-merajut ringan didukung oleh lengkungan,

tikar, atau string. Pada skala bangunan bagaimanapun, minimal stetch yang diinginkan kain tenda dipilih untuk ketahanan mereka untuk meregangkan bawah beban (antara kualitas lain). Tiga-dimensi di representasikan dalam model oleh kain streched dibangun pada skala penuh dengan menyesuaikan bentuk dan lokasi panel individual sebelum perakitan. Teknik ini juga digunakan dalam desain dan konstruksi kapal layar untuk memastikan bentuk aerodinamis yang benar. Dalam struktur tenda kontemporer, model komputer tiga dimensi yang digunakan untuk merencanakan bentuk tenda dan stabilitas (serta longeity).

B. PRINSIP UMUM 1. Aksi Dasar Untuk struktur-struktur yang mendapat kestabilannya dari gaya-gaya pra-tegang eksternal, penerapan prinsip desain yang mengharuskan tarik permukaan harus dipertahankan, pada umumnya mengandung arti bahwa gaya pra-tegang harus besar dan atau kelengkungannya pada permukaan harus dipertahankan besar. Daerah yang luas dan datar pada permukaan membran, biasanya dihindari, karena untuk ini dibutuhkan gaya pra-tegang relatif besar untuk mempertahankan luas tersebut apabila beban normal bekerja padanya. Luasan datar harus dihindari dengan cara memperhatikan geometri eksak dari permukaan cangkang. Penggunaan model biasanya berguna untuk mempelajari hal tersebut pada taraf desain pra-rencana. Besar gaya pra-tegang yang diberikan untuk menstabilkan tidak boleh menyebabkan tegangan membran melebihi kapasitas material yang digunakan. Untuk struktur berbentang lebar, biasanya membran terdiri atas jaring kabel baja berjarak dekat yang mampu memikul gaya pra-tegang relatif besar. Masalah desain yang kritis pada membran kulit bertegangan adalah kondisi tumpuan atau tepinya. Penggunaan tumpuan titik, misalnya, dapat menyebabkan terjadinya tegangan lokal yang sangat besar pada membran di titik pertemuan membran dan tumpuan.

Struktur tenda sebagai kanopi pada pintu masuk Terminal Keberangkatan Schiphol Airport, Amsterdam, Belanda

2. Struktur Pneumatis Pneumatic Structure merupakan salah satu sistem struktur yang termasuk dalam kelompok Soft Shell. Structure yang memiliki ciri khas semua gaya yang terjadi pada membran-nya berupa gaya tarik. Pada Pneumatic, gaya tarik terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara di dalam struktur pneumatic dengan tekanan udara diluar struktur ini. Pneumatic Structure dibagi dalam dua kelompok besar yaitu Air Inslated Structure dan Air Supported Structure. Dari kedua kelompok ini masing-masing dikembangkan dari sisi; olah bentuk yang bermacam-macam, fungsinya dalam sebuah bangunan, bahkan kini telah dikembangkan secara vertikal. Pneumatic Structure pada mulanya hanya dikembangkan sebagai bidang penutup atap dan untuk bangunan berbentang lebar, sekarang mulai dipikirkan untuk memikul beban lantai pada bangunan bertingkat sedang (Medium Rise Building). Mencermati perkembangan pneumatic structure sebagai sistem struktur yang memiliki bentuk dan sistem kerja yang khas ini, sangatlah menarik. Walaupun pengembangannya tidak secepat sistem struktur lain yang lebih sederhana, namun sistem struktur ini ternyata menarik perhatian untuk dikembangkan karena kekhasannya prinsip kerjanya dan bentuknya yang inovatif. Struktur pneumatis biasanya digunakan untuk konstruksi pneumatis khusus yang digunakan pada gedung.

Ada dua kelompok utama pada struktur pneumatis: a. Struktur yang ditumpu udara (air supported structure) Air Suppoerted Structure disebut juga Single Membrane Structure karena hanya menggunakan satu lapis membrane dan membutuhkan tekanan udara yang rendah (Low Pressure System). Ciri-ciri dari sistem Air Supported Structure ini adalah membutuhkan sedikit perbedaan tekanan udara untuk mengangkat membran-nya. Tekanan udara yang dibutuhkan sekitar 2-20 Psf (pon per feet) di atas tekanan atmosfir. Besarnya tekanan udara ini direncanakan berdasar kondisi angin, ukuran struktur, kekedapan udara (perembesan udara melalui membran, tipe dan jumlah jendela/pintu, dsb). Tekanan udara pada sistem ini mempunyai pengaruh terhadap geometri membran. Memperbesar radius kurvatur (lengkung) akan menambah kekuatan membran, pengurangan kekuatan membran (membrane force) dapat dilakukan dengan mereduksi kurva tur melalui penggunaan kabel atau kolom tarik. Pada umumnya Air Supported Structure ini dirancang untuk dapat mengantisipasi pengaruh angin, mengingat beban angin paling besar pengaruhnya, maka sedapat mungkin gaya kritis angin harus diketahui untuk menentukan besaran tegangan membrane dan gaya pada angkutnya. Berdasarkan perhitungan: T = (P1.R)/2, (dimana T = Tegangan pada membrane, P1 = Tekanan udara di dalam dan R = radius kurvatur), terjadi sebuah kontradiksi pemborosan, oleh karena itu didapat tinggi kubah optimum adalah: 20% terhadap bentang, bila tidak menggunakan struktur dasar yang kaku, dan 6% terhadap bentang, bila menggunakan struktur dasar yang kaku, untuk menahan gaya positif. Sistem struktur ini membutuhkan angkur pengikat membran ketanah dan membutuhkan sistem pencegah kebocoran. Air Supported Structure mampu mencapai bentang lebih besar dibandingkan dengan Air inflated Structure. Struktur yang ditumpu udara terdiri atas satu membran (menutup ruang yang beguna secara fungsional) yang ditumpu oleh perbedaan tekanan internal kecil. Struktur yang digelembungkan udara di tumpu oleh kandungan udara bertekanan yang menggelembungkan elemen-elemen gedung. Volume internal udara gedung tetap sebesar tekanan udara.

Gambar 1. Struktur yang ditumpu udara (air supported structure) Sumber : Schodeck, 1980 b. Struktur yang digelembungkan udara (air inflated structure) Air Inflated Structure disebut pula Double Membrane Structure dan membutuhkan tekanan udara yang lebih besar dibandingkan dengan Air Supported Structure sehingga sering disebut juga dengan nama High Pressure System. Tekanan udara pada sistem ini hanya diberikan pada strukturnya bukan pada space bangunannya, sehingga pemakai bangunan tidak berada dalam tekanan udara. Dari sebab itu sistem ini lebih bebas dipakai sebagai penutup space, karena tidak membutuhkan air lock dan peralatan lain agar struktur ini tetap berdiri. Elemen dari sistem ini lebih berlaku sebagai elemen rigid (kaku), sehingga lebih tahan terhadap tekuk maupun lendutan (momen) dibandingkan dengan sistem Air Supported Structure. Sistem struktur ini membutuhkan tekanan udara sebesar 2-100 Psi (0,2 7 Atm) besarnya sekitar 100 sampai 1000 kali dibandingkan sistem Air Supported Structure. Karena membutuhkan tekanan udara yang besar, maka dibutuhkan material membran yang kuat dan kedap udara. Secara prinsip dapat digunakan untuk elemen batang (Tubular System) dan elemen bidang (Dual Wall System), Perilaku struktur dengan sistem ini sangat kompleks, sehingga sampai sekarang belum diketahui prosedur perancangan yang tepat.

Gambar 2. Struktur yang digelembungkan udara (air inflated structure) Sumber : Schodeck, 1980

Struktur yang digelembungkan udara mempunyai mekanisme pikul beban yang lain. Udara yang ditekan digunakan untuk menggelembungkan bentuk-bentuk (misalmya pelengkung, dinding, atau kolom) yang digunakan untuk penutup gedung. Ada dua jenis utama dari struktur yang digelembungkan udara yang banyak digunakan, yaitu struktur rib tergelembung dan struktur dinding rangkap. Untuk mendapat kestabilan, struktur yang digelembungkan udara biasanya memerlukan tekanan tekanan yang lebih besar dari pada yang dbutuhkan oleh struktur yang di tumpu udara. Hal ini karena tekanan internal tidak dapat langsung digunakan untuk mengimbangi beban eksternal, tetapi harus digunakan untuk memberi bentuk pada struktur. Pada umumnya, sistem struktur yang ditumpu udara dapat mempunyai bentang lebih besar daripada struktur yang digelembungkan. Proteksi Terhadap Kebakaran Satu hal sangat penting untuk diproteksi dari struktur pneumatik, selain kebocoran bidang membran yang mengakibatkan tekanan udara berkurang dan struktur tidak dapat bekerja dengan semestinya, adalah penanggulangan terhadap bahaya kebakaran. Hal yang harus perlu diperhatikan dalam pemikiran tentang bahaya kebakaran adalah sebagai berikut:

Bahan dari membran terbuat dari bahan sintetik, thermoplastik alami dan memiliki titik lebur yang rendah. Semua bahan tersebut mudah terbakar. Kestabilan struktur pneumatik dipengaruhi oleh membran-nya yang harus selalu dalam keadaan kedap udara, terkontrol dan mendapat cukup tekanan udara sesuai kebutuhan
7

Runtuhnya membran akan mengubah konfigurasi bentuk bangunan. Kebocoran udara dapat dihalangi dengan melokalisir keruntuhan. Penurunan ruang bebas bangunan dapat menambah konsentrasi asap dari satu kasus kebakaran dengan konsekuensi penurunan jarak pandang dalam bangunan. Jalan masuk dan keluar untuk pemakai bangunan harus selalu dalam kondisi terkontrol dan terawat. Karena jalan ini merupakan jalan terpenting untuk mengevaluasi para pemakai bangunan. Tidak direncanakannya pintu darurat untuk keluar dengan sistem air lock dapat menambah jumlah lubang-lubang kebocoran pada membran dan mempercepat keruntuhan struktur ini. Sistem pencegah kebakaran aktif merupakan tindakan yang dapat mencegah keruntuhan yang parah dari struktur. Efektifitas proteksi dari sprinkler banyak dipengaruhi oleh perubahan geometri bangunan.

Dari pemahaman dasar tentang struktur pneumatik dari sisi bahan material pendukungnya, kelemahankelemahannya, maka perencanaan sistem pemadam kebakaran dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain:

Memberi lapisan Polyurethane foam, untuk melapisi bidang-bidang membran sehingga tidak mudah terbakar oleh api. Pemilihan bahan membran yang memiliki titik lebur yang tinggi seperti; Campuran Polyethylene dan PVC memiliki titik lebur antara 100o 150o C, Polyethylene 341oC dan Polyvinyl chloride 391oC Merencanakan penempatan sprinkler dan memberi partisi pelindung pada sisi di dalam bangunan dekat membran.

3. Struktur Jaringan Dan Tenda Untuk struktur-struktur yang mendapat kestabilannya dari gaya-gaya prategang eksternal, penerapan prinsip desain yang mengharuskan tarik permukaan harus dipertahankan luas tersebut apabila beban normal bekerja padanya. Besar gaya prategang yang diberikan untuk menstabilkan tidak boleh menyebabkan tegangan membran melebihi kapasitas material yang digunakan. Untuk struktur berbentang besar, biasanya membran terdiri atas jaring kabel baja berjarak dekat yang mampu memikul gaya prategang relatif besar. 4. Struktur Membrane Tenda
8

Struktur jaring merupakan struktur yang menggunakan jaring dari talitali/kabel-kabel sebagai struktur dan pembentuk ruang dilengkapi dengan bahan penutup ruang (misal tekstil, kaca, fiber).(Salvadory 1986) Jaring dan membrane tenda sebagai pembentuk ruang dengan tali sebagai elemen penarik dan perentang tenda. Untuk struktur-struktur yang mendapat kestabilannya dari gaya-gaya prategang eksternal, penerapan prinsip desain yang mengharuskan tarik permukaan harus dipertahankan, pada umumnya mengandung arti bahwa gaya prategang harus besar dan atau kelengkungan pada permukaan harus dipertahankan besar. Daerah yang luas dan datar pada membran biasanya dihindari karena untuk ini dibutuhkan gaya prategang relatif besar untuk mempertahankan luas tersebut apabila beban normal bekerja padanya. Perlu diingat bahwa apabila sag kabel mendekati nol, maka gaya tarik kabel akan menjadi besar tak hingga. Sebaliknya, gaya prategang yang sangat besar diperlukan untuk mempertahankan kabel pada konfigurasi sag nol dibebani. Fenomena umum yang sama juga terjadi pada struktur kulit bertegangan. Luasan datar harus dihindari dengan cara memperhatikan geometri eksak dari permukaan cangkang. Penggunaan model biasanya berguna untuk mempelajari hal tersebut pada taraf desain prarencana. Besar gaya prategang yang diberikan untuk menstabilkan tidak boleh menyebabkan tegangan membran melebihi kapasitas material yang digunakan untuk struktur berbentang besar, biasanya membran terdiri atas jaring kabel baja berjarak dekat yang mampu memikul gaya prategang relatif besar. Masalah desain yang kritis pada membran kulit bertegangan adalah kondisi tumpuan atau tepinya, penggunaan tumpuan titik, misalnya dapat menyebabkan terjadinya teganggan lokal yang sangat besar pada membran di titik pertemuan membran dan tumpuan. Ada syarat khusus yang perlu diperhatikan untuk mengatasi hal ini.

C. PROSES KONSTRUKSI STRUKTUR TENDA

Di bawah ini adalah proses konstruksi struktur tenda menurut spesifikasi struktur tenda yang dikeluarkan oleh Eide Industries, Inc. 1. Pre-fabrikasi Membran Hal yang pertama dilakukan sebelum konstruksi adalah proses pembuatan membran. Membran dibuat dalam pabrik membran yang terstandarisasi. Pertama-tama, pada lembaran membran dicetak pola-pola yang diinginkan menggunakan CNC (Computer Numerical Controller) Plotter. CNC Plotter ini adalah plotter yang dapat terhubung dengan CAD Program sehingga cetakan dapat disesuaikan dengan desain. (Wikipedia, 2011) Setelah pola dicetak, membran dipotong menggunakan pemotong laser dan dilengkapi dengan lubang-lubang tertentu sesuai desain membran tersebut. Di samping itu, dibuat pula joint atau sambungan khusus untuk membran tersebut dengan menggunakan proses produksi pabrik yang terstandarisasi. Setelah setiap komponen diproduksi, membran dan kelengkapannya dikemas dan dikirim menuju lokasi konstruksi. 2. Konstruksi Proses konstruksi struktur tenda terdiri dari persiapan lahan, pemancangan pondasi dan struktur pendukung, penyusunan, pemasangan dan penarikan, pengujian, dan pengevaluasian. Persiapan lahan dilakukan untuk membersihkan lahan yang akan dibangun sebelum dilakukan konstruksi. Kemudian setelah lahan disiapkan, dilakukan pemancangan pondasi dan struktur pendukung seperti tiang-tiang, sambungan, dan kabel. Setelah itu barulah dilakukan penyusunan membran, pemasangan, dan penarikan membran. Proses penyusunan dan penarikan ini harus diawasi serta dilakukan atas persetujuan ahli struktur yang bertanggung jawab. Di samping itu juga harus dilakukan dalam cuaca yang paling tenang agar kerusakan pada saat pemasangan dan penarikan dapat diminimalisir. Setelah memban ditarik, dilakukan pengaturan tarikan agar tidak terjadi kelebihan tarikan pada titik-titik tertentu. Dan terakhir, dilakukan pengujian, pengevaluasian dan pelaporan mengenai proses konstruksi yang telah dilakukan.

10

D. PRINSIP GAYA Dasar mekanisme pikul beban pada struktur membran adalah tarik. Membran yang memikul beban tegak lurus terhadap permukaannya dapat mengalami deformasi secara tiga dimensi (bergantung pada kondisi tumpuan dan pembebanannya) dan memikul beban secara tarik (gaya tarik pada-bidang / inplane yang terjadi pada permukaan membran). Aksi pikul beban ini serupa dengan gaya yang terjadi pada sistem kabel menyilang. Selain tegangan tarik, terjadi juga gaya tegangan geser tangensial pada struktur membran, yang diasosiasikan dengan torsi yang secara normal terjadi pada permukaan lengkung. Kedua jenis tegangan ini bekerja sama dalam memikul beban.

Tiang-tiang utama penarik kabel struktur tenda pada Millenium Dome di North Greenwich, London, Inggris Seperti halnya pada jaringan kabel, tekstil sebagai material yang fleksibel, akan sangat efektif diberi gaya prategang bila bentuk geometri nya adalah lengkung ganda antiklastis atau bentuk pelana. Frei Otto dalam riset nya memperkenalkan teknik form finding yang banyak dipakai oleh para arsitek. Form finding adalah proses untuk menemukan bentuk struktur yang optimal, yaitu struktur yang bentuknya akan memberikan kondisi paling efisien dari segi penggunaan bahan konstruksinya. Kondisi ini dapat kita peroleh apabila material konstruksi hanya mengalami tarik pada bidangnya (membran), tanpa adanya tegangan-tegangan akibat momen lentur.

11

Gambar. Sama halnya pada jaringan kabel, apalikasi teknik prategang pada struktur membran dengan bentuk lengkung ganda antiklastis menghasilkan sistem struktur yang stabil dan kaku.\ Terdapat beberapa cara dasar untuk menstabilkan membran. Rangka penumpu dalam yang kaku, misalnya, dapat digunakan, atau dapat juga penstabilan dengan menggunakan pra-tegang pada permukaan membran. Hal ini dapat dilakukan baik dengan memberikan gaya eksternal yang menarik membran, maupun dengan menggunakan tekanan internal apabila membrannya berbentuk volume tertutup. Contoh pemberian pra-tegang yang menggunakan gaya eksternal adalah struktur tenda. Akan tetapi ada pula tenda yang tidak mempunyai permukaan yang
12

benar-benar ditarik oleh kabel sehingga dapat bergerak apabila dibebani. Sekalipun dapat memikul beban angin normal, banyak permukaan tenda yang dapat bergetar sebagai akibat efek aerodinamika dari angin kencang. Karena itulah tenda banyak digunakan sebagai struktur sementara, bukan sebagai struktur permanen. Sekalipun demikian, kita dapat memberi pra-tegang pada membran dengan memberikan gaya jacking yang cukup untuk menegangkan membran pada berbagai kondisi pembebanan. Biasanya, membran itu diberi tegangan dalam arah tegak lurus di seluruh permukaannya. Tekstil yang dikategorikan sebagai material ringan sering diidentifikasikan sebagai material dengan massa jenis yang kecil. Dalam Konteks struktur ringan lebih tepat bila massa jenis ini kita korelasikan dengan kekuatan dari material tersebut, yang kita sebut sebagai angka panjang putus, yaitu panjang terukur dari material tersebut yang dalam keadaan tergantung akibat berat sendirinya sampai menjadi putus. Tabel. Panjang Putus beberapa material, khususnya untuk Struktur Ringan (5) Material Steel Al-alloy Steel cable Polyesterfibre Glasfiber Aramidfibre Massa Jenis (g/cm3) 7.85 2.70 7.85 1.38 2.50 1.42 1.77 1.33 2.4 2.7 Tegangan Putus (N/mm2) 520 360 23 94 96 190 Panjang Putus (km) 7 13

Dari tabel di atas dapat dibandingkan dua material yang sering digunakan untuk struktur ringan, yaitu kabel baja dan polyesterfibre (tekstil). Polyesterfibre dengan massa jenis yang kecil mempunyai panjang putus 4 kali lebih panjang dari pada kabel baja. Tidak heran, bila dalam perkembangan struktur ringan, saat ini banyak digunakan material tekstil. Yang umum digunakan adalah polyesterfibre dengan lapisan PVC (Polyvinyl Chlonde), Teflon atau Silicon. Perkembangan teknologi terbaru dari bahan tekstil adalah digunakannya tekstil type polyesterftbre dengan lapisan PVC yang tahan terhadap debu/kotoran dan sistem penenunan yang tahan terhadap sobekan. Hal ini menjadikan material tekstil sebagai bahan yang tahan terhadap cuaca (durability) lebih lama.

13

E. JENIS TENDA

1. Internal masts Tiang terdapat di dalam membran, dimana tiang menompang membran. Tiang penyangga menopang di tepi tenda dengan percabangan yang menyatu di titik tiang utama.

2.Internal Arch Tidak menggunakan tiang, tetapi menggunakan struktur lengkung untuk menompang membran. Dengan kabel suspensi tiang penyangga terletak di tepi dan pembagian beban seperti pada kabel dengan menggunakan kabel suspensi.

3.External Masts Menggunakan tiang tetapi tidak untuk di topang pada tengah membran namun di ujung tepinya.

F. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN STRUKTUR TENDA 1. Kelebihan struktur tenda

14

a. struktur ini bisa digunakan untuk membuat bentukan-bentukan mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks b. Tahan terhadap temperatur ekstrim c. Bentuk konstruksi yang menarik
d. Sifat disesuaikan untuk memenuhi persyaratan tertentu - tidak mudah

terbakar, tahan terhadap sinar UV, buram untuk transparan, membersihkan diri, dll e. Hal ini dapat mencakup rentang lebih dari 15 meter jika diperkuat dengan anyaman kain atau kabel. f. Daur ulang g. Ekologis efisien penggunaan bahan h. Tinggi tingkat pra-fabrikasi i. Rendah biaya transportasi dan penyimpanan 2. Kelemahan struktur tenda
a. Sangat peka terhadap efek aerodinamika sehingga mudah mengalami getaran

dan tidak dapat menahan beban vertikal


b. Struktur Fabric memiliki kekakuat yang sedikit atau tidak ada.

c. Hilangnya ketegangan berbahaya bagi stabilitas struktur dan jika tidak dipelihara secara teratur akan menyebabkan kegagalan struktur. d. Susah untuk mengendalikan air dari struktur sistem terbuka. G. STUDI KASUS Music Pavilion di Sun Valley Bangunan ini merupakan bangunan yang berfungsi sebagai Music Hall. Konsep bangunan ini terinspirasi oleh tatanan alam dan berfungsi sebagai tempat berkumpul suatu komunitas tertentu dalam sebuah acara. Struktur bangunan terdiri dari struktur permanent dan non permanent. Struktur permanen pada bangunan ini terletak pada bagian panggung, dan bagian fasilitas penunjangnya. Struktur non permanent terletak pada atap bagian depan yang terbuat dari membrane. Pada musim dingin, atap ini tidak difungsikan, sedangkan pada musim panas, atap berfungsi untuk menaungi pavilion. Kombinasi antara struktur permanent dan non permanent memberikan satu keunikaan tersendiri dari bangunan ini.
15

Interior Music Pavilion

Eksterior Music Pavilion

Bentuk tenda Music Pavilion

16

Analisis Kelengkungan Jenis struktur membrane yang digunakan merupakan struktur tenda, dengan pendukung tiang lengkung. Terletak pada sambungan antara struktur permanent dan non permanent pada atap.

Analisis tumpuan pada struktur bangunan Music Pavilion Sun Valley Tumpuan pada struktur membrane bangunan Sun Valley Pavillion, menggunakan tumpuan titik deskret dengan titik tertinggi pada bidang lengkung. Sedangkan titik terendahnya di hubungkan dengan kabel menuju ke kolom. Gaya pra tegang pada membrane di peroleh dengan menarik membrane dari titik tertinggi ke titik terendahnya (jacking).

17