Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini, kualitas kesehatan bangsa Indonesia semakin mengkhawatirkan. Padahal, kesehatan merupakan suatu prasyarat menuju Indonesia sehat dan untuk mewujudkan salah satu tujuan nasional seperti yang telah termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu memajukan kesejahteraan umum. Untuk memajukan kesejahteraan umum, diperlukan sumber daya manusia (bangsa) yang berkualitas terutama dibidang kesehatan.

Menyadari bahwa tercapainya tujuan pembangunan nasional merupakan kehendak dari seluruh rakyat Indonesia, dan dalam rangka menghadapi makin ketatnya persaingan bebas pada era globalisasi, upaya peningkatan kualitas kesehatan bangsa harus dilakukan. Dalam hal ini, peranan keberhasilan pembangunan

kesehatan sangat menentukan. Bangsa yang sehat bukan saja akan menunjang keberhasilan program pendidikan, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan bangsa.

Dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan bangsa, diperlukan usaha dari pemerintah dan masyarakat agar pembangunan nasional dapat tercapai. Khusus untuk Pemerintah sebagai penyelenggara negara dan pengambil kebijakan di bidang kesehatan, maka yang perlu dilakukan saat ini dan kedepan adalah ; kemudahan akses layanan kesehatan, keterjangkauan masyarakat terhadap pembiayaan kesehatan, serta bersikap proaktif untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat.

1
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

Untuk mencapai keinginan tersebut diatas, maka diperlukan pula peran masyarakat , lembaga-lembaga swadaya masyarakat, lembaga-lembaga pendidikan berbasis kesehatan dan juga tidak kurang pentingnya adalah kepedulian generasi muda untuk turut serta dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan bangsa. Dengan semangat yang luar biasa, diharapakan kepada generasi muda mampu meningkatkan kualitas bangsa dengan menyumbangkan pikiran dan tenaga mereka agar pembangunan nasional yang dikehendaki bangsa Indonesia dapat tercapai.

1.2

Rumusan Masalah

1. 2. 3. 4.

Bagaimana kualitas kesehatan bangsa saat ini? Apa keterkaitan antara kualitas kesehatan terhadap keadaan bangsa? Apa saja penyebab terjadinya penurunan kualitas kesehatan bangsa ? Bagaimana usaha pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan bangsa ?

5.

Bagaimana peran para generasi muda dalam meningkatkan kualitas kesehatan bangsa ?

1.3

Tujuan Penulisan

1. 2. 3.

Mengetahui kualitas kesehatan bangsa saat ini. Mengetahui keterkaitan antara kualitas kesehatan terhadap keadaan bangsa. Mengetahui penyebab-penyebab terjadinya penurunan kualitas kesehatan bangsa.

4.

Mengetahui usaha pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan bangsa.

5.

Mengetahui peranan para generasi muda dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan bangsa .

2
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

1.4

Metode Penulisan

Metode penulisan makalah ini yaitu dengan cara mengumpulkan informasiinformasi dari literatur-literatur yang berkaitan dengan pembahasan makalah baik bersumber dari buku maupun internet.

3
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Kesehatan dan Bangsa


Kesehatan adalah kondisi umum dari seseorang dalam semua aspek.

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pada saat penciptaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 1948, kesehatan didefinisikan sebagai "suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan. Pada tahun 1986, WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa kesehatan adalah "sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan hidup kesehatan adalah konsep positif menekankan sumber daya sosial dan pribadi, serta kemampuan fisik." Secara keseluruhan kesehatan dicapai melalui kombinasi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial, yang bersama-sama sering disebut sebagai Segitiga Kesehatan. Bangsa secara umum diartikan sebagai kesatuan orang-orang yang sama asal keturunan, adat, agama, dan historisnya. Bangsa adalah sekelompok besar manusia yang memiliki cita-cita moral dan hukum yang terikat menjadi satu karena keinginan dan pengalaman sejarah dimasa lalu serta mediami wilayah suatu negara. Mengenai makna atau pengertian bangsa, banyak tokoh atau ahli ketatanegaraan yang mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut : 1. Ernest Renan

4
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

Sebagai ilmuwan Prancis, Ernest Renan berpendapat bahwa bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup bersama dengan perasaan kesetiakawanan yang agung. 2. F. Ratzel Seorang ahli dari Jerman ini berpendapat bahwa sebuah bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat atau keinginan tersebut muncul

karena adanya perasaan kesatuan antara manusia dan lingkungan tempat tinggalnya. 3. Hans Kohn Ilmuwan dari Jerman ini berpendapat bahwa bangsa adalah buah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah. 4. Jalobsen dan Limpan Berpendapat bahwa bangsa adalah suatu kesatuan budaya dan kesatuan politik (culture unity and political unity). 5. Otto Bauer Ilmuwan dari Jerman ini berpendapat bahwa pengertian bangsa adalah sekelompok manusia yang mempunyai kesamaan karakter atau sifat, karena adanya persamaan nasib.

Dari pendapat-pendapat tersebut, masih banyak lagi tentang pengertian bangsa, yaitu bangsa adalah rakyat yang telah mempunyai kesatuan tekad untuk membangun masa depan bersama, dengan cara mendirikan suatu negara yang akan mengurus terwujudnya aspirasi dan kepentingan bersama secara adil.

2.2

Kualitas Kesehatan Bangsa Saat Ini


Kualitas kesehatan bangsa Indonesia saat ini semakin mengkhawatirkan

dikarenakan adanya berbagai masalah kesehatan. Masalah-masalah kesehatan tersebut antara lain peningkatan berbagai penyakit infeksi, peningkatan penyakit degeneratif dan penyakit yang muncul akibat dampak dari bencana alam baik karena

5
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

banjir besar, air pasang dan gempa bumi. Selain itu masalah penyakit busung lapar akibat kelaparan dan kurang gizi serta kejadian luar biasa (KLB) diare juga masih dilaporkan dari beberapa daerah di Indonesia. Infeksi Tuberkulosis khususnya TBC paru juga masih menjadi masalah utama. Indonesia masih termasuk dari beberapa negara dunia dengan jumlah kasus terbanyak TBC. Demam berdarah Dengue (DHF) masih menjadi endemis dan kasusnya selalu ditemukan sepanjang tahun terutama dikota-kota besar. Penyakit malaria yang

sebenarnya insidens sudah sangat berkurang, dalam beberapa tahun belakangan ini dilaporkan kasusnya meningkat kembali. Peningkatan kembali kasus malaria pada beberapa daerah di Indonesia dihubungkan dengan kondisi lingkungan yang buruk disertai pemanasan global yang saat ini sedang terjadi. Pemanasan global yang berakibat temperatur bumi yang meningkat menyebabkan kondisi yang baik buat nyamuk pembawa penyakit malaria untuk hidup. Kelaparan yang melanda beberapa daerah juga salah satu faktor ditemukannya kasus-kasus kurang gizi sampai busung lapar yang terjadi tidak saja di daerah-daerah pulau luar Jawa tetapi juga daerah-daerah di pulau Jawa bahkan ironis anak-anak Balita dengan gizi kurang akibat asupan yang kurang masih ditemukan di Ibukota Jakarta. Bencana alam baik dampak langsung karena adanya global warming (pemanasan global) maupun karena kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana mengakibatkan terjadinya kerusakan dan kehilangan harta benda dari masyarakat kita. Selain penyakit infeksi ternyata penyakit degeneratif juga semakin banyak ditemukan di negara kita. Penyakit diabetes melitus, obesitas, dislipidemia, stroke, penyakit jantung koroner insidens juga semakin meningkat. Peningkatan penyakit degeneratif ini berhubungan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan yang cenderung mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan kurang melakukan aktifitas olah raga. Selain itu juga keengganan untuk mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran sesuai yang dianjurkan yaitu 5 porsi setiap hari.

6
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

Indonesia saat ini menghadapi masalah kesehatan modern dan masalah kesehatan tradisional. Masalah kesehatan modern seperti obesitas, diabetes mellitus, penyakit jantung koroner,dislipidemia (kadar kolesterol darah yang tinggi). Masalah kesehatan tradisional seperti TBC, kelaparan, diare. Belum lagi penyakit infeksi baru seperti flu burung jumlah kasus dan jumlah kematiannya juga cukup besar di Indonesia. Sehingga secara khusus Indonesia menjadi sorotan badan dunia akibat penyakit flu burung ini. Selain kedua kelompok penyakit besar di atas saat ini pun kita sering mendengar keracunan makanan yang terjadi ditengah masyarakat. Pemakaian bahan dan zat beracun yang digunakan didalam makanan dan minuman kita serta beredarnya obat palsu yang menambah buruk kondisi kesehatan masyarakat kita. Memburuknya kualitas kesehatan bangsa saat ini juga dikarenakan adanya beberapa permasalahan lain, yaitu kualitas, pemerataan, dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang masih rendah. Kualitas pelayanan menjadi kendala karena tenaga medis sangat terbatas dan peralatan kurang memadai. Dari sisi jumlah, rasio tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk yang harus dilayani masih rendah. Keterjangkauan pelayanan terkait erat dengan jumlah dan pemerataan fasilitas kesehatan. Pada tahun 2002, untuk setiap 100.000 penduduk hanya tersedia 3,5 Puskesmas. Itu pun sebagian penduduk, terutama yang tinggal daerah terpencil, tidak memanfaatkan Puskesmas karena keterbatasan sarana transportasi dan kendala geografis. Pelindungan masyarakat di bidang obat dan makanan masih rendah. Dalam era perdagangan bebas, kondisi kesehatan masyarakat makin rentan akibat meningkatnya kemungkinan konsumsi obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan. Ketersediaan, mutu, keamanan obat, dan perbekalan kesehatan masih belum optimal serta belum dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat. Selain itu, obat asli Indonesia (OAI) belum sepenuhnya dikembangkan dengan baik meskipun potensi yang dimiliki sangat besar.

7
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

Perilaku masyarakat juga sering tidak mendukung hidup bersih dan sehat. Hal ini dapat terlihat dari meluasnya kebiasaan merokok, rendahnya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, tingginya prevalensi gizi kurang dan gizi lebih pada balita, serta kecenderungan meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS, penderita

penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif (Napza), dan kematian akibat kecelakaan. Melihat kondisi kesehatan masyarakat kita saat ini memang komitmen pemerintah harus tinggi. Selayaknya masalah kesehatan juga turut menjadi perhatian. Untuk mengatasi kesehatan ini komitmen pemerintah juga harus tinggi dan harus menjadikan masalah kesehatan sejajar dengan masalah lain seperti masalah politik, ekonomi dan keamanan.

2.3

Keterkaitan antara Kualitas Kesehatan terhadap Keadaan Bangsa


Tujuan Bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD

1945 alenia keempat adalah melindungi Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta untuk menjalankan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakan pembangunan nasional secara terarah, terencana dan berkesinambungan. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan sosial dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Kesehatan bukanlah segalanya dalam pembangunan suatu bangsa, tetapi

kesehatan adalah salah satu faktor awal yang menentukan kualitas suatu bangsa. Kesehatan memiliki pengaruh penting diberbagai bidang, diantaranya bidang ekonomi dan sosial. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

8
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

Saat ini, kualitas kesehatan bangsa mengalami penurunan. Memburuknya kualitas kesehatan bangsa dapat mengakibatkan terjadinya perubahan dibidang sosial dan ekonomi. Akibat dari perubahan tersebut, maka bangsa sekarang menghadapi tantangan-tantangan baru, diantaranya: 1. Pola penyakit yang semakin kompleks Indonesia saat ini berada pada pertengahan transisi epidemiologi dimana penyakit tidak menular meningkat drastis sementara penyakit menular masih menjadi penyebab penyakit yang utama. Kemudian saat ini penyakit kardiovaskuler (jantung) menjadi penyebab dari 30 persen kematian di

Jawadan Bali. Indonesia juga berada diantara 10 negara dengan penderita diabetes terbesar di dunia. Disaat bersamaan, penyakit menular dan bersifat parasit menjadi penyebab dari sekitar 22 persen kematian. Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia juga lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan negara tetangga.Satu dari dua puluh anak meninggal sebelum mencapai usia lima tahun dan seorang ibu meninggal akibat proses melahirkan dari setiap 325 kelahiran hidup.Perubahan yang diiringi semakin kompleksnya pola penyakit yang merupakan tantangan terbesar bagi sistem kesehatan di Indonesia. 2. Tingginya ketimpangan regional dan ekonomi dalam sistem kesehatan

Di banyak propinsi, angka kematian bayi dan anak terlihat lebih buruk dibandingkan dengan situasi dibeberapa negara Asia termiskin. Kelompok miskin mendapatkan akses kesehatan yang paling buruk dan umumnya mereka sedikit mendapatkan bantuan tenaga medis yang terlatih dalam proses melahirkan. Kematian anak sebelum mencapai usia lima tahun dari keluarga termiskin mencapai sekitar empat kali lebih tinggi dibandingkan anak dari keluarga terkaya. Tingginya tingkat terkena penyakit, baik yang disebabkan oleh penyakit menular dan tidak menular , telah mengurangi kemampuan

9
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

orang miskin untuk menghasilkan pendapatan , dan hal ini berdampak pada lingkaran setan kemiskinan.

3.

Menurunnya kondisi dan penggunaan fasilitas kesehatan publik serta kecenderungan penyedia utama fasilitas kesehatan beralih ke pihak swasta

Angka penduduk

yang diimunisasi mengalami penurunan semenjak

pertengahan 1990, dimana hanya setengah dari anak-anak di Indonesia yang diimunisasi. Indonesia bahkan telah tertinggal dibandingkan dengan negaranegara seperti Filiphina dan Bangladesh. Program kontrol penyakit tuberkulosis (TB) diindikasikan hanya mengurangi kurang dari sepertiga penduduk yang diperkirakan merupakan penderita baru tuberkulosis. Secara keseluruhan, pengunaan fasilitas kesehatan umum terus menurun dan semakin banyak orang Indonesia memilih fasilitas kesehatan yang disediakan oleh pihak swasta ketika mereka sakit. Di sebagian besar wilayah Indonesia,

sektor swasta mendominasi penyediaan fasilitas kesehatan dan saat ini terhitung lebih dari dua pertiga fasilitas ambulans yang ada disediakan oleh pihak swasta. Juga lebih dari setengah rumah sakit yang tersedia merupakan rumah sakit swasta, dan sekitar 30-50 persen segala bentuk pelayanan kesehatan diberikan oleh pihak swasta (satu dekade yang lalu hanya sekitar 10 persen). Dalam masalah kesehatan kaum miskin cenderung lebih banyak menggunakan staf kesehatan non-medis, sehingga angka pemanfaatan rumah sakit oleh kaum miskin masih amat rendah.

4.

Pembiayaan kesehatan yang rendah dan timpang

Pembiayaan kesehatan saat ini lebih banyak dikeluarkan dari uang pribadi, dimana pengeluaran kesehatan yang harus dikeluarkan oleh seseorang mencapai sekitar 75-80 persen dari total biaya kesehatan dan kebanyakan pembiayaan kesehatan ini berasal dari uang pribadi yang dikeluarkan ketika

10
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

mereka memanfaatkan pelayanan kesehatan. Secara keseluruhan, total pengeluaran untuk kesehatan di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga (US $ 16 per orang per tahun pada 2001). Hal ini disebabkan oleh rendahnya pengeluaran pemerintah maupun pribadi untuk kesehatan.

Lebih lanjut, cakupan asuransi amat terbatas, hanya mencakup pekerja di sektor formal dan keluarga mereka saja, atau hanya sekitar sepertiga penduduk dilindungi oleh asuransi kesehatan formal. Meski demikian mereka yang telah diasuransikan pun masih harus mengeluarkan sejumlah dana pribadi yang cukup tinggi untuk sebagian besar pelayanan kesehatan. Akibatnya kaum miskin masih kurang memanfaatkan pelayanaan kesehatan yang dibiayai oleh pemerintah. Dampaknya, mereka menerima lebih sedikit subsidi dana pemerintah untuk kesehatan dibandingkan dengan penduduk yang kaya. Sebanyak 20 persen penduduk termiskin dari total penduduk menerima kurang dari 10 persen total subsidi kesehatan pemerintah sementara seperlima penduduk terkaya menikmati lebih dari 40 persen.

5.

Desentralisasi menciptakan tantangan dan memberikan kesempatan baru

Saat ini, pemerintah daerah merupakan pihak utama dalam penyediaan fasilitas kesehatan. Jumlah pengeluaran daerah untuk kesehatan terhadap total pengeluaran kesehatan meningkat dari 10 persen sebelum desentralisasi menjadi 50 persen pada tahun 2001. Hal ini dapat membuat pola pengeluaran kesehatan menjadi lebih responsif terhadap kondisi lokal dan keragaman pola penyakit. Akan tetapi hal ini akan berdampak juga pada hilangnya skala ekonomis, meningkatnya ketimpangan pembiayaan kesehatan secara regional dan berkurangnya informasi kesehatan yang penting.

11
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

6.

Angka penularan HIV/AIDS meningkat namun wabah tersebut sebagian besar masih terlokalisir

Diperkirakan sekitar 120.000 penduduk Indonesia terinfeksi oleh HIV/AIDS, dengan konsentrasi terbesar berada di propinsi dengan penduduk yang sedikit (termasuk Papua) dan di kota kecil maupun kota besar yang terdapat aktifitas industri, pertambangan, kehutanan dan perikanan. Virus tersebut menyebar lebih lambat dibandingkan dengan yang diperkirakan sebelumnya. Akan tetapi penularan virus tersebut meningkat pada kelompok yang berisiko tinggi, yaitu penduduk yang tidak menerapkan perilaku pencegahan terhadap virus tersebut, seperti menggunakan kondom pada aktivitas seks komersial atau menggunakan jarum suntik yang bersih dalam kasus pecandu obat-obatan.

Tantangan-tantangan diatas dapat dijawab dengan cara memperbaiki kualitas kesehatan bangsa. Jika kualitas kesehatan bangsa dapat diperbaiki atau ditingkatkan, maka pelaksanaan pembangunan bangsa diberbagai bidang, khususnya bidang ekonomi dan sosial akan dapat berjalan dengan baik.

2.4

Penyebab Terjadinya Penurunan Kualitas Kesehatan Bangsa


Penyebab menurunnya kualitas kesehatan bangsa sebenarnya disebabkan oleh

tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab merusak lingkungan dan tidak peduli akan pentingnya kesehatan dalam memajukan pembangunan bangsa. Akibat ulah mereka, kondisi kesehatan bangsa Indonesia menjadi terganggu. Terjadi pencemaran lingkungan yang mengakibatkan kualitas kesehatan bangsa menurun. Pencemaran-pencemaran lingkungan tersebut diantaranya : 1. Pencemaran Air

12
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

Pencemaran air dikarenakan keadaan kuman yang menumpang dalam air, yaitu apabila agen atau bahan kimia yang menumpang dalam air dalam konsentrasi yang cukup tinggi untuk dapat menyebabkan gangguan kesehatan atau penyakit. Kondisi tercemar : 1. Sumber air seperti sungai, sumur gali, sumur pompa, dan penampungan air hujan yang dicemari kotoran manusia, limbah pabrik, bengkel dan lain lain. 2. Sumur gali, sumur pompa dan sumber air bersih lain menjadi tempat perindukan vektor karena kurang perawatan. 3. Sanitasi seperti saluran drainase yang tidak baik dan tercemari oleh sampah. 4. Sumber air baku untuk air PDAM yang kotor. 2. Pencemaran Udara

Keadaan pencemaran udara adalah kegiatan yang mengakibatkan penurunan kualitas udara yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Sumber pencemaran udara : 1) Kegiatan industri. 2) Kegiatan transportasi. 3) Kegiatan perkantoran. 4) Kegiatan perumahan. 5) Kegiatan alam : kebakaran hutan, gunung meletus, dan gas alam beracun.

3.

Pencemaran Makanan atau Minuman

Pencemaran makanan adalah dimana agen penyakit baik fisik,biologi dan kimia terdapat dalam makanan dan minuman yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan atau penyakit. Kondisi pencemaran makanan atau minuman terjadi pada saat :
1) Sebelum pengolahan makanan. 2) Tahap pengolahan, penyimpanan, dan pengankutan makanan.

13
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

4.

Pencemaran Vektor Pencemaran karena vektor adalah terjadinya penularan penyakit melalui binatang yang dapat jadi perantara penularan penyakit tertentu. Kondisi pencemaran vektor penyakit :

1) Perubahan lingkungan fisik seperti pertambangan, industri dan pembangunan perumahan yang mengakibarkan berkembang biaknya vektor penyakit. 2) Sistem penyediaan air bersih dengan perpipaan yang belum menjangkau seluruh penduduk sehingga masih diperlukan container untuk penyediaan air. 3) Sistem drainase permukiman dan perkotaan yang tidak memenuhi syarat sehingga menjadi tempat perindukan vektor. 4) Sistem pengelolaan sampah yang belum memenuhi syarat menjadikan sampah menjadi sarang vektor. 5) Penggunaan pestisida yang tidak bijaksana dalam pengendalian vektor penyakit secara kimia beresiko timbulnya keracunan dan pencemaran lingkungan serta resistensi vektor. Selain pencemaran lingkungan, pola makan orang Indonesia yang sulit diubah dan para perokok berat termasuk penyebab memburuknya kualitas kesehatan bangsa. Widjaja Lukito, dokter spesialis gizi klinik yang juga sekertaris anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang kesejahteraan rakyat menjelaskan bahwa pola makan orang Indonesia yang sangat berhubungan erat dengan etnik, faktor tradisional, cara penyajian, dan segi ekonomi membuat makanan yang dikonsumsi minim serat dan tidak sehat. "Ini yang membuat penyakit degeneratif semakin banyak kasusnya. Sebab kita sangat sulit mengubah meal patterns orang Indonesia. Bayangkan saja food compotition kita saja tidak pernah berubah, kalau pun berubah hanya seputaran itu-itu saja. Tidak berkembang. Bila memang ingin melakukan perubahan setidaknya para ahli di Indonesia, seperti ahli jantung, ahli gizi dan nutrisi semua harus duduk bersama membicarakan ini" kata Widjaja.

14
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

Perokok berat akan menderita penyakit demensia alzheimer tidak hanya merampas daya ingat. Perjalanan penyakit menjadi makin parah karena sering kali terjadi perubahan perilaku, seperti jadi agresif, gelisah, suka keluyuran, halusinasi, gangguan tidur, dan meyakini pikiran-pikiran yang keliru. Pada kasus lebih lanjut, pasien tidak lagi mengenali keluarga dan lingkungannya, tidak mampu

berkomunikasi maupun mengerjakan hal sederhana seperti makan sendiri. Menurunnya kualitas kesehatan bangsa juga disebabkan karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap rakyat golongan kecil dan pedagang. Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan dibidang pemeliharaan kesehatan seperti askes, taspen, dan jamsostek. Diharapkan kepada pemerintah agar tidak pandang bulu dalam meningkatkan kualitas kesehatan bangsa. Serta diharapkan kepada masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.

2.5

Usaha Pemerintah dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

Peningkatan kualitas kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Peningkatan kualitas kesehatan bangsa harus dipandang sebagai suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan ekonomi, serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Peran Pemerintah sangat diperlukan agar kualitas kesehatan bangsa menjadi lebih baik. Diperlukan upaya-upaya dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan bangsa. Upaya-upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas kesehatan bangsa tersebut dirumuskan dalam beberapa program, antara lain :

1.

Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

15
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

Program ini ditujukan untuk memberdayakan individu, keluarga, dan masyarakat agar mampu menumbuhkan perilaku hidup sehat dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat. Kegiatan pokok yang dilaksanakan dalam program ini antara lain meliputi : 1) Pengembangan media promosi kesehatan dan teknologi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE); 2) Pengembangan upaya kesehatan bersumber masyarakat, (seperti pos pelayanan terpadu, pondok bersalin desa, dan usaha kesehatan sekolah) dan generasi muda;dan 3) Peningkatan pendidikan kesehatan kepada masyarakat. 2. Program Lingkungan Sehat Program ini ditujukan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat melalui pengembangan sistem kesehatan kewilayahan untuk menggerakkan pembangunan lintas sektor berwawasan kesehatan. Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini antara lain meliputi : 1) Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar; 2) Pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan; 3) Pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan;dan 4) Pengembangan wilayah sehat. 3. Program Upaya Kesehatan Masyarakat Program ini ditujukan untuk meningkatkan jumlah, pemerataan, dan kualitas pelayanan kesehatan melalui puskesmas dan jaringannya meliputi puskesmas pembantu, puskesmas keliling dan bidan di desa. Kegiatan pokok yang dilaksanakan dalam program ini antara lain meliputi : 1) Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas dan jaringannya; 2) Pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringannya; 3) Pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial; 4) Peningkatan pelayanan kesehatan dasar yang mencakup sekurangkurangnya promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana,

16
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

perbaikan gizi, kesehatan lingkungan, pemberantasan penyakit menular, dan pengobatan dasar; dan 5) Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan. 4. Program Upaya Kesehatan Perorangan Program ini ditujukan untuk meningkatkan akses, keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan perorangan. Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini antara lain meliputi : 1) Pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin di kelas III rumah sakit; 2) Pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit di daerah tertinggal secara selektif; 3) Perbaikan sarana dan prasarana rumah sakit; 4) Pengadaan obat dan perbekalan rumah sakit; 5) Peningkatan pelayanan kesehatan rujukan; 6) Pengembangan pelayanan dokter keluarga; 7) Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan; dan 8) Peningkatan peran serta sektor swasta dalam upaya kesehatan perorangan.

5. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Program ini ditujukan untuk menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan tidak menular. Prioritas penyakit menular yang akan ditanggulangi adalah malaria, demam berdarah dengue, diare, polio, filaria, kusta, tuberkulosis paru, HIV/AIDS, pneumonia, dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Prioritas penyakit tidak menular yang ditanggulangi adalah penyakit jantung dan gangguan sirkulasi, diabetes melitus, dan kanker. Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini antara lain meliputi : 1) Pencegahan dan penanggulangan faktor resiko; 2) Peningkatan imunisasi 3) Penemuan dan tata laksana penderita; 4) Peningkatan surveilens epidemiologi dan penanggulangan wabah; dan 5) Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit.

17
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

6. Program Perbaikan Gizi Masyarakat Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat terutama pada ibu hamil, bayi dan anak balita. Kegiatan pokok yang dilaksanakan dalam program ini antara lain meliputi : 1) Peningkatan pendidikan gizi; 2) Penanggulangan kurang energi protein (KEP),anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium (GAKY),kurang vitamin A,dan kekurangan zat gizi mikro lainnya; 3) Penanggulangan gizi lebih; 4) Peningkatan surveilens gizi; dan 5) Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi.

7. Program Sumber Daya Kesehatan Program ini ditujukan untuk meningkatkan jumlah, mutu, dan penyebaran tenaga kesehatan, sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan. Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini antara lain meliputi : 1) Perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan. 2) Peningkatan keterampilan dan profesionalisme tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. 3) Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, terutama untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, serta rumah sakit kabupaten/kota. 4) Pembinaan tenaga kesehatan termasuk pengembangan karir tenaga kesehatan, dan 5) Penyusunan standar kompetensi dan regulasi profesi kesehatan.

8. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan Program ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, mutu, keterjangkauan obat dan perbekalan kesehatan termasuk obat tradisional, perbekalan kesehatan rumah tangga, dan kosmetika. Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini antara lain meliputi:

18
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

1) 2) 3) 4)

Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan. Peningkatan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan. Peningkatan mutu penggunaan obat dan perbekalan kesehatan. Peningkatan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan terutama untuk penduduk miskin, dan 5) Peningkatan mutu pelayanan farmasi komunitas dan rumah sakit.

9. Program Pengawasan Obat dan Makanan Program ini ditujukan untuk menjamin terpenuhinya persyaratan mutu, keamanan dan kemanfaatan/khasiat produk terapetik/obat, perbekalan kesehatan rumah tangga, obat tradisional, kosmetika, produk komplemen dan produk pangan dalam rangka perlindungan konsumen/masyarakat. Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini antara lain meliputi: 1) Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya. 2) Peningkatan pengawasan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif (NAPZA). 3) Peningkatan pengawasan mutu, khasiat dan keamanan produk terapetik/obat, perbekalan kesehatan rumah tangga, obat tradisional, suplemen makanan dan produk kosmetika, dan 4) Penggunaan kapasitas laboratorium pengawasan obat dan makanan.

10. Program Pengembangan Obat Asli Indonesia Program ini ditujukan untuk meningkatkan pemanfaatan Indonesia. tanaman obat

Kegiatan pokok yang dilaksanakan dalam program ini antara lain meliputi: 1) Penelitian dan pengembangan tanaman obat. 2) Peningkatan promosi pemanfaatan obat bahan alam Indonesia, dan 3) Pengembangan standardisasi tanaman obat bahan alam Indonesia.

11. Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan

19
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

Program ini ditujukan untuk mengembangkan kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan guna mendukung penyelenggaraan sistem kesehatan nasional. Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program antara lain meliputi: 1) Pengkajian dan penyusunan kebijakan. 2) Pengembangan sistem perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan dan pengendalian, pengawasan dan penyempurnaan administrasi keuangan, serta hukum kesehatan. 3) Pengembangan sistem informasi kesehatan. 4) Pengembangan sistem kesehatan daerah, dan 5) Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat secara kapitasi dan pra upaya terutama bagi penduduk miskin yang berkelanjutan.

12. Program Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Program ini ditujukan untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan sebagai masukan dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan kesehatan. Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini antara lain meliputi: 1) Penelitian dan pengembangan. 2) Pengembangan tenaga peneliti, sarana dan prasarana penelitian, dan 3) Penyebarluasan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan kesehatan.

2.6

Peran Para Generasi Muda dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

Tidak

hanya pemerintah yang turun tangan dalam upaya meningkatkan

kualitas kesehatan bangsa, tetapi para generasi muda sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan bangsa juga harus ikut serta meningkatkan kualitas kesehatan bangsa. Generasi muda khususnya mahasiswa kesehatan diyakini memiliki peran yang sangat penting dalam menyambung tali kesehatan masyarakat Indonesia di masa

20
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

yang akan datang. Dan potensi peran yang besar ini bisa dijadikan semacam cambuk untuk dapat berperan sejak masih kuliah. Ada 3 peran kontributif yang dapat dilakukan para generasi muda demi tercapainya kualitas kesehatan bangsa yaitu sebagai agent of health, agent of change, dan agent of development.

Pertama, generasi muda sebagai agent of health. Seorang agent of health merupakan gardu terdepan dalam membina hubungan yang baik kepada masyarakat. Tentunya dengan tujuan agar masyarakat menjadi lebih peduli dengan kesehatan mereka dan pada akhirnya mereka paham bahwa kesehatan adalah suatu hal yang mahal. Misalnya dengan akses nya yang lebih leluasa dalam bidang kesehatan maka generasi muda akan lebih mudah melakukan berbagai kegiatan yang merangsang masyarakat akan pentingnya kesehatan. Kedua, generasi muda sebagai agent of change. Tentunya kita mengharapkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia terus meningkat . Generasi muda bisa menjadi penggerak perubahan tersebut. Misalnya, dengan pengetahuannya akan bahaya merokok seorang mahasiswa kesehatan mengadakan seminar, kampanye bebas rokok, sampai dengan aksi long march di Hari Tanpa Tembakau sedunia yang jatuh pada 31 Mei. Ketiga, generasi muda sebagai agent of development. Peran ini bersinergi dengan peran agent of change. Setiap usaha yang dilakukan demi menuju perubahan yang lebih baik , dapat terus dipertahankan dan dikembangkan pada masa yang akan datang. Upaya yang dapat dilakukan generasi muda untuk meningkatkan kualitas kesehatan bangsa yaitu dengan cara meningkatan status kesehatan. Upaya meningkatkan kualitas bangsa ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan bayi, anak balita, serta remaja. Upaya ini dilaksanakan melalui posyandu yang kegiatannya antara lain meliputi penyuluhan dan pelayanan gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita melalui kartu menuju sehat

21
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

(KMS), peningkatan penggunaan air susu ibu (ASI), dan pembinaan kebiasaan makanan yang sehat dan bermutu gizi sejak usia dini. Sampai dengan tahun keempat Repelita VI, jumlah posyandu yang melaksanakan kegiatan peningkatan status gizi dan kesehatan telah mencapai 257,0 ribu posyandu, meningkat dari tahun 1993/94 yaitu sebanyak 244,8 ribu posyandu. Upaya peningkatan status gizi sekaligus penurunan angka putus sekolah dan tinggal kelas anak didik SD/MI di pedesaan dilaksanakan melalui Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS). Pada tahun 1996/97 PMT-AS dicanangkan menjadi program nasional yang terpadu dan lintas sektor. Sejalan dengan itu, dilakukan pula kegiatan usaha kesehatan sekolah (UKS) yang meliputi penjaringan masalah kesehatan, pemeriksaan kesehatan dan pencegahan penyakit berupa imunisasi. Disamping itu dilaksanakan pula Pekan

Imunisasi Nasional (PIN) untuk mencapai bebas polio pada tahun 2000 dan sekaligus untuk meningkatkan kesehatan bagi anak balita. Sebagai hasil dari berbagai kegiatan pembinaan anak remaja tersebut di atas, terdapat peningkatan derajat kesehatan serta status gizi yang ditunjukkan oleh semakin menurunnya angka kematian bayi dan prevalensi kurang energi protein (KEP). Angka kematian bayi diperkirakan mengalami penurunan dari 58 per seribu kelahiran pada tahun 1993 menjadi 50 per seribu kelahiran pada tahun 1998.

Demikian pula prevalensi KEP pada anak balita cenderung mengalami penurunan dari sebesar 41,7 persen pada tahun 1992 menjadi 35 persen pada tahun 1995. Upaya lainnya yang dapat dilakukan oleh generasi muda kesehatan masyarakat, yaitu : 1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2) Memberi bayi ASI eksklusif 3) Menimbang balita setiap bulan 4) Menggunakan air bersih

22
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

5) Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun 6) Menggunakan jamban 7) Memberantas jentik di rumah 8) Makan sayur dan buah setiap hari 9) Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10) Tidak merokok di dalam rumah Jika para generasi muda khususnya mahasiswa kesehatan mampu merealisasikan upaya-upaya yang tercantum di atas, maka kualitas kesehatan bangsa Indonesia yang baik akan segera hadir dihadapan bangsa Indonesia.

23
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

BAB III
PENUTUP

3.1

Simpulan

Dari uraian penjelasan di atas, dapat ditarik simpulan bahwa : 1. Kesehatan adalah kondisi umum dari seseorang dalam semua aspek . Bangsa adalah sekelompok besar manusia yang memiliki cita-cita moral dan hukum yang terikat menjadi satu karena keinginan dan pengalaman sejarah dimasa lalu serta mediami wilayah suatu negara . 2. Saat ini, kualitas kesehatan bangsa Indonesia mengalami penurunan. 3. Kesehatan memiliki keterkaitan terhadap keadaan bangsa, antara lain dibidang sosial dan ekonomi. Jika kualitas kesehatan bangsa mengalami penurunan, maka pelaksanaan kemajuan pembangunan bangsa juga akan terganggu. 4. Yang menyebabkan buruknya kualitas kesehatan bangsa antara lain kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan serta kurangnya perhatian pemerintah terhadap keadaan kesehatan masyarakat golongan kecil. 5. Diperlukan upaya pemerintah yang tepat agar kualitas kesehatan bangsa menjadi lebih baik. 6. Generasi muda khususnya mahasiswa kesehatan sebagai agent of health,
agent of change, dan agent of development juga ikut berperan aktif dalam

meningkatkan kualitas kesehatan bangsa.

24
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

3.2

Saran
Hendaknya upaya-upaya meningkatkan kualitas kesehatan bangsa yang telah

diprogramkan pemerintah maupun yang telah direncanakan para generasi muda mampu direalisasikan dengan cepat dan tepat. Jika terealisasikan dengan benar, maka cita-cita bangsa untuk mewujudkan tujuan nasional dapat tercapai.

25
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa

DAFTAR PUSTAKA

Kaelan.2010. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta : PARADIGMA Sumarsono, Cs. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama Presiden Republik Indonesia. Bab 28 Peningkatan Akses Masyarakat Terhadap Kesehatan Yang Berkualitas. Jakarta : 2011 http://www.wikipedia.co.id http://www.sukmamerah.com http://www.nindafithananti.students_blogundip.com http://www.jatim.go.id http://e-health-solusi-perbaikan-kualitas.html http://keslamsel.wordpress.com/2008/07/09/lingan-penyebab-penyakit/
http://banjarmasin.tribunnews.com/read/artikel/2011/10/24/147491/Pola-Makan-OrangIndonesia-Sebabkan-Sakit-Jantunghttp://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2091011-pengertiankesehatan/ http://matulessi.wordpress.com/2010/09/27/pengertian-bangsa/ http://cetak.bangkapos.com/opini/read/36.html http://indonesiapolicybriefs.ide-ide-program-100-hari-:-peningkatan-keadaan-kesehatanindonesia.com

26
Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Bangsa