Anda di halaman 1dari 5

Lo 6.

DONI & RABEL

PENATALAKSANAAN DISPEPSIA
`1. Terapi nonfarmakologi 1. pertahankan berat badan normal atau sehat dan turunkan kelebihan berat badan.individu yang mengalami kegemukan atau kelebihan berat badan lebih mudah mengalami refluks. 2. Hindari konsumsi makanan dalam jumlah yang banyak. Karna akan menyebabkan produksi asam lambung berlebih untuk mencerna mkanan. 3. Singkirkan faktor pemicu. Hindari makan makanan yang berminyak atau makanan yang mengandung lemak,minuman berkafein,pedas,asam, krna jenis ini akan mengurangi kekuatan otot sfingter esofagus bagian bawah. 4. Berhenti merokok.karena merokok akan memperlemah otot sfingter esofagus bagian bawah dan meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks cairan lambung ke esofagus. 5. Jangan makan dalam waktu 3 jam sebelum tidur.upaya ini untuk mengosongkan lambung dan mengurangi produksi asam lambung. 2. Farmakologi Tujuan pemberian obat a. Penggunaan obat untuk hipersekresi dan penetralan asam lambung b. Penggunaan obat yang memperkuat sisitem perlindungan mukosa c. Penggunaan obat yang dapat mencegah senyawa pencetus dan faktor penyebab d. Penggunaan obat untuk menghilangkan nyeri epigastrik e. Penggunaan obat untuk mencegah kekambuhan dan penggunaan obat untuk mencegah komplikasi. 1. Antasida ( 20-150ml/ hari) Antasida akan menetralisir sekresi asam lambung.efeknya adalah peningkatan pH yang mengakibatkan berkurangnya kerja proteolitis dari pepsin. Obat ini mampu mengurangi rasa nyeri di lambung dengan cepat. Obat ini berbentuk tablet kunyah atau cairan suspensi. Efeknya bertahan 20-60 menit bila di minum dengan perut kosong dan sampai 3 jam bila di minum 1 jam seesudah makan. Campuran yang biasanya terdapat dalam antasid antara lain Na bikarbonat ,senyawa magnesium, aluminium,calsium bikarbonat ). Pemakaian obat ini sebaiknya jangan di berikan terus menerus,sifatnya simtomatis,untuk mengurangi nyeri.

Lo 6. DONI & RABEL

2. Obat prokinetik Golongan ini cukup efektif untuk mengobati dispepsia fungsional dan refluks esofagitis dengan mencegah refluks dan memperbaiki bersihan asam lambung.

a. Metoklopramid Mekanisme kerja Merangsang motilitas saluran cerna bagian atas tanpa merangsang sekresi lambung,empedu,dan pankreas.dan meningkatkan tekanan sfingter esofagus bagian bawah dan meningkatkan kecepatan pengosongan lambung. Farmakokinetik Metoklopropamid secara cepat diabsorbsi dengan baik di saluran cerna. Indikasi 1. Refluxs gastroesofagal : metoklopramid mengurangi gejala penyakit dan mengurangi refluxs ke dalam esofagus. Pengobatan untuk penyakit tersebut biasanya di kombinasikan dengan obat obat antagonis H2 reseptor 2. Pencegahan mual muntah terutama pada kehamilan. Efek samping Efek samping yang sering dijumpai yaitu, mengantuk dan kelesuan.efek samping lainnya berupa mulut kering,lesu,cemas. Dosis Sediaaan Tablet 5-10 mg ; injeksi 5 mg/ml dan sirup Dewasa : 10mg diberikan 30 menit sebelum makan dan menjelang tidur malam Anak anak : 0,5 mg /kg BB/hari

b. domperidon mekanisme kerja obat ini menyebabkan tekanan sfingter esofagus bawah,kontraksi yang lama pada duodenum dan pengosongan lambung. Farmakokinetik
2

Lo 6. DONI & RABEL

Obat ini diabsorbsi secara baik bila di berikan per oral,intramuskular atau pun per rektal. Indikasi Dosis Dewasa : 3x20-40mg/hari Anak anak : 0,6 mg/kgBB/hari,di bagidalam 3 dosis Sediaan Tablet 20mg. Sirup. refluks gastroesofagal pencegahan mual muntah pada diare,dispepsia.

c. sisaprid mekanisme kerja obat ini meningkatkan takanan sfingter esofagus bawah,kecepatan pengosongan lambung. Indikasi 1. penyakit refluks gastro-esofagal 2. dispepsia fungsional,dispepsia nonulkus 3. ulkus lambung efek samping pusing,samnolen. Dosis Dispepsia fungsional Dewasa : 3x5-10 mg/hari Anak anak : 3x0,15-0,30 mg/kgBB/hari Sediaan Tablet 5 mg 3.antagonis reseptor H2 Golongan obat ini banyak digunakan untuk mengobati dispepsia organik atau esensial seperti tukak peptik. Dan berkhasiat mencegah produksi asam lambung
3

Lo 6. DONI & RABEL

melalui penghambatan histamin agar tidak menstimulasi sel-sel menghasilkan asam lambung. Tabel 1 golongan obat antagonis reseptor H2 Obat Indikasi dosis simetidin Tukak peptik akut dan kronik Gastritis kronik dengan hipersekresi HCL

roksatidin

ranitidin

Gastritis akut dan kronik dengan daya selective reseptor h2 6 kali lebih baik daripada simetidin Dispepsia akut 2x150 mg Selama 4-6 dan kronik, lanjutan : minggu 1x150 mg Malam hari

Cara,waktu,dan Efek samping lama pemberian 3x200 mg Selama 4 Penekanan ditambah 200 minggu eritropoesisi mg sebelum sampai tidur 200 mg Lanjutan,setiap pansitopenia malam atau neutropenia. Gangguan SSP seperti samnolen halusinasi 75 mg/hari Oral,malam hari disesuaikan selama dengan seminggu bersihan kreatin

Nb : antagonis H2 paling baik di berikan 30 menit sebelum makan dan juga dapat di berikan menjelang tidur untuk mengurangi produksi asam lambung pada malam hari.

4. Penghambat pompa asam ( proton pump inhibitor = PPI)


Penghambat pompa proton seperti omeprazol,iansoprazol atau pantoprazol,bekerja dengan menghambat asamlambung dengan cara menghambat sisitem enzim adenosin trifosfat hidrogen-kalium (pompa proton) dari sel parietal lambung. Penghambat pompa proton merupakan obat jangka pendek yang efektif untuk dispepsia,terutama tukak lambung dan duodenum. Selain itu juga digunakan dalam kombinasi dengan antibiotika untuk eradikasi H pylori.

Lo 6. DONI & RABEL

Tabel 2 Obat omeperazol Indikasi Tukak peptik Dosis 1x120 mg/hari pemberian Efek sam ping

Setiap pagi, Sakit selama 1-2 kepala,diare,nausea,lemas minggu,oral 4 minggu,peroral Oral

lansoprazol pantoprazol

Tukak peptik Tukak peptik

1x30 mg/hari 1x40 mg/hari

5. Obat sitoprotektif Obat ini dapat mencegah atau mengurangi kerusakan mukosa lambung atau duodenum oleh berbagai zat ulserogenik atau zat penyebab nekrosis,tanpa menghambat sekresi atau mnetralakan asam lambung, jadi obat sitoprtektif dapat mencegah kerusakan mukosa lambung . Obat sitoprotektif dapat dibedakn atas : a. Golongan analog prostaglandin 1. Analog PGE1 : misoprostol,rioprostil 2. Analog PGE2 : enprostil,arbaprostil b. Semua nonprostaglandin 1. Karbaneksolon 2. Sukralfat 3. Bismut koloidal 4. Setraksat Mekanisme 1. Meningkatkan aliran darah mukosa lambung-duodenum,dan meningkatkan kemampuan memperbaiki mukosa lambung-duodenum. 2. Meningkatkan sekresi mukus lambung duodenum Efek samping Efek samping dari PGE adalah diare

Referensi : 1. Mims petunjuk kosultasi,2011/2012 2.kumpulan kulyah farmakologi,2009 3. at a gland medicine 4. kapita seleta edisi 3 jilid 1