Anda di halaman 1dari 11

Nilai Waktu Uang

Compounding proses penghitungan nilai mendatang Discounting Proses penghitungan nilai sekarang Implementasi konsep Nilai Sekarang dalam Manajemen Keuangan: 1. Penentuan harga wajar sekuritas. 2. Penetapan kelayakan investasi pada aktiva tetap.

Page 1

1920 suatu barang antik Rp 100 ribu dan tahun 1999 laku Rp 5 milyar... Suatu saham tahun 1994 Rp 7.000 per lembar dan 1998 berharga Rp 125,... Nilai rupiah berubah seiring dengan berjalannya waktu.

NILAI MENDATANG
( FUTURE VALUE / FV)

nilai dari jumlah dana yang ada sekarang, pada suatu tanggal tertentu di masa depan, dengan mengaplikasikan bunga majemuk (compound interest) dalam satu periode waktu tertentu.

Rentang Waktu (Time Lines) alat bantu paling penting dalam analisis TVOM untuk memperoleh gambaran arus kas apa saja yang kira-kira akan terjadi dan sekaligus memecahkan persoalan yang ada.

1
0 = awal tahun ke-1

1 = awal tahun ke-2 atau akhir tahun ke-1 2 = awal tahun ke-3 atau akhir tahun ke-2 3 = awal tahun ke-4 atau akhir tahun ke-3

Page 2

Anggap tingkat bunga nominal 10% pertahun dan besarnya tetap selama 3 tahun ke depan. Jika PT.A menyimpan uang sebesar Rp 100.000.000 pada awal tahun ke-1 saja, berapa uang perusahaan itu pada akhir tahun ke-1, ke-2 dan ke-3? Untuk menjawabnya, tempatkanlah 100.000.000 di angka 0. Gunakan rumus FV atau tabel keuangan A-3 faktor bunga nilai mendatang PVIFk,n = (1+k)-n ! 100.000.000 ? ? ?

0
RUMUS FV

FVn = P x (1+k)n = P X FVIFk,n


FVn = nilai mendatang pada tahun ke-n P = jumlah arus kas masuk atau arus kas keluar k = tingkat bunga n = tahun FVIF = future value interest factor (faktor bunga FV)

Dengan rumus FV, jumlah uang PT.A pada akhir tahun ke-1, ke-2 dan ke-3 adalah: FV1 = 100.000.000 (1+10%)1 = Rp 110.000.000,FV2 = 100.000.000 (1+10%)2 = Rp 121.000.000,FV3 = 100.000.000 (1+10%)3 = Rp 133.100.000,Tabel keuangan FV (Tabel A-3) Lihat tabel A-3. Untuk tingkat bunga 10% dan tahun ke-1, ke-2, ke-3, masingmasing diperoleh angka FVIF sebesar 1,1; 1,21; dan 1,331. Selanjutnya kita kalikan dengan Rp 100.000.000,- sehingga diperoleh hasil Rp 110.000.000 (dari 100.000.000 x 1,1); Rp 121.000.000 (dari 100.000.000 x 1,21) dan Rp 133.100.000 (dari 100.000.000 x 1,331). Page 3

NILAI MENDATANG ANUITAS (FUTURE VALUE ANNUITY/FVA)

Suatu

pembayaran atau penerimaan arus kas dinamakan anuitas jika

mengandung 2 unsur: 1. Jumlah uang yang sama 2. Periode waktu yang sama setahun sekali, 6 bln sekali, dst...

Apakah pembayaran dilakukan pada akhir atau awal tahun?


Ordinasi annuity Anuitas pada akhir tahun atau anuitas biasa. Deffered Annuity Anuitas pada awal tahun atau anuitas jatuh tempo.
ANUITAS BIASA (TERTUNDA)
Contoh Kasus: Saat ini PT.A menyimpan uangnya sebesar Rp 100.000.000 pada setiap akhir tahun, dari akhir tahun ke-1 hingga akhir tahun ke-3. Berapa uang perusahaan itu pada akhir tahun ke-3? Untuk menjawabnya, tempatkanlah Rp 100.000.000 pada angka 1, 2, dan 3. 100.000.000 100.000.000 100.000.000

Gunakan rumus FV untuk menghitung!


FV1-3 = 100.000.000 (1+10%)2 = 121.000.000 FV2-3 = 100.000.000 (1+10%)1 = 110.000.000
Page 4

FV3 = 100.000.000 (1+10%)0 = 100.000.000 Total 331.000.000

RUMUS FV UNTUK ANUITAS BIASA

FVAn = P x (1+k)n 1 = P x FVIFAk,n k


FVAn = nilai mendatang anuitas pada tahun ke-n FVIFA = future value interest factor annuity (faktor bunga FVA)

Maka jumlah uang PT.A di akhir tahun ke-3 adalah: FVA3 = 100.000.000 x (1+10%)3 1 = 100.000.000 x 3,31 10%
= Rp 331.000.000,Tabel keuangan FVA (Tabel A-4) Lihat tabel A-4. Untuk tingkat bunga 10% dan tahun ke-3, diperoleh angka FVIFA sebesar 3,31. Selanjutnya kita kalikan dengan Rp 100.000.000,- sehingga diperoleh hasil Rp 331.000.000 (dari 100.000.000 x 3,31).

Page 5

ANUITAS JATUH TEMPO


Contoh Kasus: PT.A memutuskan untuk menyimpan uangnya sebesar Rp 100.000.000 pada setiap awal tahun, dari awal tahun ke-1, ke-2, ke-3. Berapa uang perusahaan itu pada akhir tahun ke-3? Untuk menjawabnya, tempatkanlah Rp 100.000.000 pada angka 0, 1, dan 3 ! 100.000.000 100.000.000 100.000.000 ?

Dengan menggunakan rumus FV, dapat dihitung sebagai berikut: FV0-3 = 100.000.000 (1+10%)3 = 133.100.000 FV1-3 = 100.000.000 (1+10%)2 = 121.000.000 FV2-3 = 100.000.000 (1+10%)1 = 110.000.000 Total 364.100.000

RUMUS FV UNTUK ANUITAS JATUH TEMPO

FVAn = P x (1+k)n 1 x (1+k) = P x FVIFAk,n x (1+k) k


Besarnya uang PT.A di akhir tahun ke-3: FVA3 = 100.000.000 x (1+10%)3 1 x (1+10%) = Rp 364.100.000,10%

Page 6

Tabel keuangan FVA untuk Anuitas Jatuh Tempo Angka FVIFA pada tabel A-4 harus dikalikan dahulu dengan (1+k). Dalam kasus PT.A, angka FVIFA untuk 10% dan 3 tahun adalah 3,31. Selanjutnya 3,31 x (1+10%) = 3,641. Maka diperoleh hasil Rp 364.100.000 (dari 100.000.000 x 3,641).

NILAI SEKARANG
( PRESENT VALUE / PV) nilai equivalent saat ini dari suatu arus kas di masa yang akan datang.

Contoh Kasus: PT.A akan menerima uang sebesar Rp 133.100.000 pada akhir tahun ketiga mendatang. Bila tingkat bunga 10% pertahun dan besarnya tetap sama selama 3 tahun ke depan, berapa nilai uang sebesar Rp 133.100.000 jika diterima di awal tahun sekarang? Untuk menjawabnya, tempatkanlah 133.100.000 di angka 3 garis waktu:

? 0
RUMUS PV

133.100.000 1 2 3

PVn = P x 1 = P x (1+k)-n = P X PVIFk,n -------(1+k)n


PVn = nilai sekarang pada tahun ke n PVIF = present value interest factor (faktor bunga PV)

Page 7

Dengan rumus PV, nilai sekarang dari Rp 133.100.000 yang akan diterima 3 tahun mendatang dengan tingkat bunga 10% adalah Rp 100.000.000. Diperoleh dari 133.100.000 x (1+10%)-3
Tabel Keuangan PV (A-1) Lihat tabel A-1 ! Untuk tingkat bunga 10% dan tahun ketiga, diperoleh angka PVIF sebesar 0,7513. Selanjutnya kita kalikan dengan Rp 133.100.000. Maka diperoleh hasil Rp 100.000.000 (dari 133.100.000 x 0,7513)

NILAI SEKARANG ANUITAS (PRESENT VALUE ANNUITY/PVA) ANUITAS BIASA (TERTUNDA)


PT.A kini akan menerima uang sebesar Rp 100.000.000 setiap akhir tahun selama 3 tahun berturut-turut. Berapa nilai sekarang (pada awal tahun ke-1) dari anuitas tersebut? Untuk menjawabnya, tempatkanlah Rp 100.000.000 pada angka 1, 2, dan 3 ! ? 0 100.000.000 1 100.000.000 2 100.000.000 3

Dengan menggunakan rumus PV, kita dapat menghitung dengan cara demikian: PV0-1 = 100.000.000 (1+10%)-1 = 90.909.000 PV0-2 = 100.000.000 (1+10%)-2 = 82.645.000 PV0-3 = 100.000.000 (1+10%)-3 = 75.131.000 Total 248.685.000 => 248.690.000

RUMUS PVA UNTUK ANUITAS BIASA

PVAn = P x 1 (1+k)-n = P x PVIFAk,n k


PVAn = nilai sekarang anuitas pada tahun ke n
Page 8

PVIFA = present value interest factor annuity (faktor bunga PVA)

Dengan rumus PVA untuk anuitas biasa, besarnya uang PT.A di awal tahun ke-1: PVA3 = 100.000.000 x 1- (1+10%)-3 = 100.000.000 x 2,4869 10% = Rp 248.690.000,Tabel Keuangan PVA untuk Anuitas Biasa (A-2) Lihat tabel A-2 ! Untuk tingkat bunga 10% dan tahun ketiga, diperoleh angka PVIFA sebesar 2,4869. Selanjutnya kita kalikan dengan Rp 100.000.000. Maka diperoleh hasil Rp 248.690.000 (dari 100.000.000 x 2,4869).

ANUITAS JATUH TEMPO


Contoh Kasus: PT.A kini akan menerima uang sebesar Rp 100.000.000 pada setiap awal tahun selama 3 tahun berturut-turut. Berapa nilai sekarang (pada awal tahun ke-1) dari anuitas tersebut? Untuk menjawabnya, tempatkanlah Rp 100.000.000 pada angka 0, 1 dan 2 !

100.000.000
0 ? PV0

100.000.000
1

100.000.000
2 3

Dengan rumus PV, kita dapat menghitung sebagai berikut: = 100.000.000 (1+10%)0 = 100.000.000 PV0-1 = 100.000.000 (1+10%)-1 = 90.909.000 PV0-2 = 100.000.000 (1+10%)-2 = 82.645.000 Total 273.554.000

RUMUS PVA UNTUK ANUITAS JATUH TEMPO

Page 9

PVAn = P x 1 (1+k)-n x (1+k) = P x PVIFAk,n x (1+k) k


Dengan rumus PVA untuk anuitas jatuh tempo, besarnya uang PT.A pada awal tahun pertama: PVA3 = 100.000.000 x 1 (1+10%)-3 x (1+10%) = Rp 273.550.000 10%
Tabel Keuangan PVA untuk Anuitas Jatuh Tempo Angka PVIFA pada tabel A-2 harus dikalikan dulu dengan (1+k). Dalam kasus PT.A, angka PVIFA untuk tingkat bunga 10% dan tahun ketiga adalah 2,4869. Selanjutnya 2,4869 x (1+10%) = 2,7355. Akhirnya diperoleh jumlah Rp 273.550.000 (dari 100.000.000 x 2,7355).

WAKTU KURANG DARI SETAHUN Rumus FV menjadi:

FVn = P x (1 + k ) nxm = P x FVIFk/m, nxm m


m = 12 bulan / jumlah bulan Misalnya untuk waktu 6 bulan, m = 12/6 = 2. Tingkat bunga k sekarang menjadi k/2, kemudian (1+k/2) dipangkatkan n x 2. TINGKAT BUNGA PERTAHUN BERBEDA Andai sebuah perusahaan mendepositokan kasnya sebesar Rp z pada awal tahun ke-1, dan membiarkannya selama 3 tahun ke depan, uang perusahaan itu pada akhir tahun ke-3 adalah?

Page 10

Rp z 0

k1 1

k2 2

k3 3

FV3 = Rp z x (1 + k1) (1 + k2) (1 + k3)

PEMAJEMUKAN & PENDISKONTOAN YANG KONTINUE Rumus FV menjadi:

FVn = P x ekn
e = bilangan natural, e = 2,7183

Page 11