Anda di halaman 1dari 3

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN KEYAKINAN DIRI (SELF-EFFICACY) DENGAN KREATIVITAS PADA SISWA AKSELERASI

A. Problem Statements Pokok permasalahan dari penelitian ini adalah mengenai kecerdasan emosi dan keyakinan diri yang merupakan faktor-faktor yang sangat penting dalam berjalannya proses pendidikan, dan merupakan tugas orang tua, guru, pihak sekolah, masyarakat dan pemerintah untuk lebih memperhatikan dampak dari kelas Akselerasi bagi siswa berbakat akademik dengan cara menciptakan suasana yang mendukung peningkatan kecerdasan emosi yang baik dan keyakinan diri yang tinggi dengan harapan dapat meningkatkan kreativitas siswa akselerasi. Sehingga rumuana masalah dari penelitian ini adalah Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosi dan keyakinan diri dengan kreativitas pada siswa akselerasi ? B. Research question 1. Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosi dan keyakinan diri dengan kreativitas pada siswa akselerasi? 2. Apakah ada hubungan antara keyakinan diri dengan kreativitas pada siswa akselerasi? 3. Bagaimana tingkat kecerdasan emosi pada siswa akselerasi? 4. Bagaimana tingkat keyakinan diri pada siswa akselerasi? 5. Bagaimana tingkat kreativitas pada siswa akselerasi? 6. Apakah ada sumbangan efektif kecerdasan emosi dan keyakinan diri terhadap kreativitas pada siswa akselerasi? C. Hypothesis Hipotesis terbentuk berdasarkan dari telaah teoritik sebelumnya. Terdapat 2 hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu: 1. Hipotesis mayor Ada hubungan antara kecerdasaan emosi dan keyakinan diri dengan kreativitas pada siswa akselerasi. 2. Hipotesis Minor a. Ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan kreativitas pada siswa akselerasi. Artinya semakin tinggi kecerdasaan emosi maka semakin tinggi pula kreativitas pada siswa akselerasi, dan sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosi maka semakin rendah pula kreativitas pada siswa akselerasi. b. Ada hubungan positif antara keyakinan diri dengan kreativitas pada siswa akselerasi. Artinya semakin tinggi keyakinan diri maka semakin tinggi kreativitas pada siswa akselerasi, dan sebaliknya semakin tinggi keyakinan diri maka rendah pula kreativitas pada siswa akselerasi. D. Sampling Sampel merupakan bagian dari populasi yang dijadikan subjek penelitian (Hadi, 2000). Teknik sampling merupakan cara yang digunakan untuk mengambil sampel (Hadi, 2000). Dalam penelitian ini peneliti tidak menggunakan bentuk sampel dan bentuk teknik sampling apapun karena menggunakan studi populasi. Adapun proses studi populasi tersebut diterapkan pada siswa-siswi kelas X dan XI program akselerasi SMA Negeri 3 Semarang yang berjumlah 34 orang, yang dalam hal ini berfungsi sebagai subjek penlitian. E. Variables

Ada dua jenis variabel yang digunakan dalam penelitian dan berdasarkan judul penelitian ada 3 variabel pokok yang diteliti. Variabel yang domaksud adalah: 1. Variabel tergantung : kreativitas Data tes kreativitas figural dapat dilihat dengan mengkolerasikan figural defergent productivity measure (Torrence Circless Test) dengan figural convergent thinking (word relation) dan dengan verbal divergent thinking. 2. Variabel bebas : a. kecerdasan emosi

Hasil uji normalitas sebaran dari variabel kecerdasan emosi nilai kai kuadrat sebesar 7,029; p = 0,634 (p > 0,05), variabel keyakinan diri kai kuadrat 13,623; p = 0,136 (p > 0,05) dan variabel kreativitas diperoleh nilai kai kuadrat sebesar 7,169; p = 0,620 (p > 0,05) ketiga variabel penelitian memiliki sebaran data normal. b. keyakinan diri

Alasan peneliti menggunakan variabel tergantung dan variabel bebas tersebut karena peneliti berasumsi variabel bebas yaitu kecerdasan emosi dan keyakinan diri akan mempengaruhi variabel tergantung yaitu kreativitas pada siswa akselerasi.
F. Data Analysis Sesuai dengan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dan keyakinan diri dengan kreativitas pada siswa akselerasi, maka teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Dua Prediktor.

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien korelasi R = 0,349, Fregresi = 2,152; p = 0,066. Berdasarkan hasil analisis regresi ditemukan bahwa kolerasi antara kecerdasan emosi dan keyakinan diri (self-efficacy) dengan kreativitas pada siswa akselerasi tidak signifikan (p>0,05). Jadi hipotesis mayor yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dan keyakinan diri (self-efficacy) dengan kreativitas pada siswa akselerasi tidak terbukti. Berdasarkan hasil analisis korelasi lugas diperoleh nilai : rx1y = 0,143; p = 0,288 , yang menujukkan bahwa tidak terdapat kolerasi antara kecerdasan emosi dengan kreativitas atau kecerdasan emosi tidak mempengaruhi kreativitas karena p > 0,05. Selanjutnya analisis kolerasi lugas antara keyakinan diri (self-efficacy) dengan kreativitas adalah rx2y = 0,059; p = 0,370 yang menujukkan bahwa tidak terdapat kolerasi antara keyakinan diri (self-efficacy) dengan kreativitas atau keyakinan diri (self-efficacy) tidak mempengaruhi kreativitas karena p > 0,05. G. Conclusion 1. Tidak ada hubungan antara kecerdasan emosi dan keyakinan emosi dengan kreativitas. Nilai koefisien korelasi R = 0,349, Fregresi = 2,152; p = 0,066 (p > 0,05). 2. Tidak ada hubungan antara kecerdasan emosi dengan kreativitas. Hasil analisis korelasi rx1y = 0,143; p = 0,288 (p < 0,05). 3. Tidak ada hubungan antara keyakinan diri dengan kreativitas. Hasil analisis rx2y = 0,059; p = 0,370 (p < 0,05). 4. Peranan atau sumbangan efektif kecerdasan emosi terhadap kreativitas sebesar 2,046% dan sumbangan efektif keyakinan diri terhadap kreativitas sebesar 10,148%. Total sumbangan efektif sebesar 12,194% yang ditunjukkan oleh nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0,122. Hal ini berarti masih terdapat 87,806% faktor-faktor lain yang mempengaruhi kreativitas di luar variabel kecerdasan emosi dan keyakinan diri misalnya inteligensi, pola asuh orangtua, lingkungan osial dan budaya. 5. Kecerdasan emosi pada subjek penelitian tergolong tinggi ditunjukkan oleh rerata empirik (RE) = 226,912 dan rerata hipotetik (RH) = 180. Keyakinan diri pada subjek penelitian tergolong tinggi ditunjukkan oleh rerata empirik (RE) = 88,260 dan rerata hipotetik (RH) = 186. Rerata empirik (RE) kreativitas = 104,000.