P. 1
Materi 5 - Prakualifikasi Lelang, Dan Kontrak

Materi 5 - Prakualifikasi Lelang, Dan Kontrak

|Views: 145|Likes:
Dipublikasikan oleh Taufik Setiadi
TATA CARA KLARIFIKASI DAN LELANG DOCUMEN
TATA CARA KLARIFIKASI DAN LELANG DOCUMEN

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Taufik Setiadi on Sep 29, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2014

pdf

text

original

ASPEK HUKUM DALAM KONSTRUKSI

Modul 4: Prakualifikasi, Lelang, dan Kontrak Konstruksi

DAFTAR ISI
Prakualifikasi, Lelang, dan Kontrak Konstruksi
1. Jenis-jenis Kerjasama (Kontrak) Konstruksi
1.1 1.2 1.3 Jenis Kontrak Konstruksi menurut Nilai Kontrak Jenis Kontrak Konstruksi menurut Cara Pembayaran (1), (2), (3) Jenis Kontrak Konstruksi menurut Tahapan Pihak-pihak yang Terlibat dan Lingkup Tugasnya (1), (2), (3)

2.

Diagram Alir Pengadaan (Procurement) dan Kontrak

3.

Pengadaan (Procurement): Prakualifikasi (Prequalification)
3.1 3.2 3.3 Kriteria Prakualifikasi (Prequalification) Prosedur Prakualifikasi (Prequalification) Dokumen Prakualifikasi (Prequalification) Prosedur Lelang (Tender/Bidding) Dokumen Lelang (Tender/Bidding) Dokumen Kontrak

4.

Pengadaan (Procurement): Lelang (Tender/Bidding)
4.1 4.2 4.3

Jenis-jenis Kerjasama (Kontrak) Konstruksi JENIS-JENIS KERJASAMA (KONTRAK) KONSTRUKSI Menurut Nilai Kontrak Menurut Cara Pembayaran Menurut Tahapan pihak-pihak yang terlibat&lingkup tugasnya Kontrak dengan biaya tetap (Fixed Price Contract) • Kontrak Lumpsum • Kontrak Harga Satuan (Unit Price) Kontrak biaya ditambah jasa (Cost Plus Fee Contract) • Kontrak Cost plus fixed fee • Kontrak Cost plus sliding fee • Kontrak Cost plus sliding fee berupa bonus atau penalti Pembayaran 100% di muka Kontrak tradisional Kontrak pemilik dan pelaksana konstruksi (owner-builder) Kontrak perencana teknis/desain/perancang & pelaksana konstruksi (design-build) Kontrak perencana teknis/desain/perancang & manajemen konstruksi (design-manager) Kontrak kontraktor umum/utama (general contractor) Kontrak manajemen konstruksi (construction manager) Pembayaran 100% di belakang (Turn Key) Pembayaran bertahap (progress payment) Pembayaran dengan uang muka Pembayaran dengan uang retensi (pembayaran ditahan) Pembayaran dengan uang muka dan uang retensi .1.

semakin kecil biaya. volume pekerjaan dapat berubah Kontrak Harga Satuan (Unit Price)  biaya satuan pekerjaan tetap. Kontrak biaya ditambah jasa (Cost Plus Fee Contract) a. Kontrak Cost plus fixed fee  biaya + jasa yang besarnya ditetapkan terlebih dahulu. Kontrak dengan biaya tetap (Fixed Price Contract) a.  Bila biaya aktual > biaya rencana  penalti . Dapat juga sliding fee berupa bonus atau penalti dimana:  Bila biaya aktual < biaya rencana  bonus c.1 Jenis Kontrak Konstruksi menurut Nilai Kontrak 1. Kontrak Lumpsum  biaya total tetap. b.  Bila nilai biaya nominal jasa tetap disebut Cost plus fixed fee  b.1. biaya total dapat berubah sesuai volume yang dikerjakan 2. semakin besar nilai jasa. Bila nilai jasa berupa % biaya disebut Cost plus % of cost Kontrak Cost plus sliding fee  besarnya jasa bervariasi.

1.2 Jenis Kontrak Konstruksi menurut Cara Pembayaran (1) Pembayaran 100% di belakang (Turn Key) 100% 100% Pembayaran 100% di muka 100% 100% Angsuran Pembayaran 0% 0% 0% 0% Angsuran Pembayaran Kemajuan Prestasi Pekerjaan Kemajuan Prestasi Pekerjaan .

1.2 Jenis Kontrak Konstruksi menurut Cara Pembayaran (2) Pembayaran bertahap (progress payment) 100% Angsuran-5 Angsuran-4 Angsuran-3 Angsuran-2 100% Pembayaran dengan uang muka 100% Angsuran-6 100% Angsuran Pembayaran Angsuran Pembayaran Kemajuan Prestasi Pekerjaan Kemajuan Prestasi Pekerjaan 80% 60% 40% 20% 0% 80% 60% 40% 20% 0% 80% 60% 40% 20% 0% Angsuran-1 Uang Muka 0% .

1.2 Jenis Kontrak Konstruksi menurut Cara Pembayaran (3) Pembayaran dengan uang retensi (pembayaran ditahan) Angsuran-6: Pembayaran dengan uang muka dan uang retensi Angsuran-7: 100% Kemajuan Prestasi Pekerjaan Pengembalian uang retensi 100% Penyerahan-2 Uang Retensi 100% 80% 60% 40% 20% 0% Pengembalian uang retensi 100% Uang Retensi Penyerahan-2 Penyerahan-1 Angsuran Pembayaran Penyerahan-1 60% 40% 20% 0% Kemajuan Prestasi Pekerjaan 80% Angsuran Pembayaran 0% 0% Uang Muka .

6 Subkontraktor Tenaga Kerja Sendiri F.1 F.3. yaitu F.1.4 F.3 Departemen Pelaksana Konstruksi F. F.3 K.6.1 F. F.5.2.5 K. F.4. F. K.1.3.1. Terdapat 6 (enam) hubungan fungsional.4 F.2. dan F. F. Kontrak Pemilik & Pelaksana Konstruksi (Owner Builder) Pemilik Bangunan/Konstruksi F.5. 1 Tenaga Kerja F.6 Kontraktor & Subkontraktor Terdapat 4 (empat) hubungan kontraktual yaitu K.6. Terdapat 6 (enam) hubungan fungsional. yaitu F.2. dan F. 1.3.3 Kontraktor Utama F.4 Departemen Perencanaan Teknis/Desain/ Perancangan F.1. .1. Kontrak Tradisional Pemilik Bangunan/Konstruksi K.1 K.3 Jenis Kontrak Konstruksi menurut Pihak Yang Terlibat dan Lingkup Tugasnya (1) Hubungan kontrak konstruksi dibedakan atas hubungan kontraktual berkaitan dengan pembayaran/imbalan uang dan hubungan fungsional berkaitan dengan lingkup tugasnya.5 K. F. dan K.4. F.4. F. Terdapat 1 (satu) hubungan kontraktual yaitu K.2 Konsultan Perencana Teknis/Desain/ Perancang F.2 F. K.2 2.

1 Konsultan-Kontraktor K.4 Kontraktor Utama F. yaitu F.6.2. F.3.4. F.4 Tenaga Kerja F. K.5 K.2.3 Jenis Kontrak Konstruksi menurut Pihak Yang Terlibat dan Lingkup Tugasnya (2) 3.1.2 F. dan K.4.6 K.1 K.2 Konsultan Manajemen Konstruksi K. Kontrak Perencana Teknis/Desain/ Perencana dan Pelaksana Konstruksi (Design-Build) Pemilik Bangunan/Konstruksi F. dan K.4 Kontraktor Utama F. F. dan F.2 F.3 F. Terdapat 5 (lima) hubungan fungsional.2.2.1. F.7 Subkontraktor Kontraktor Spesialis Terdapat 4 (empat) hubungan kontraktual yaitu K. Terdapat 7 (tujuh) hubungan fungsional. F. K.1.1 K.1 K.1. yaitu F.4.3 4. Terdapat 4 (empat) hubungan kontraktual yaitu K.5. .1. Kontrak Perencana Teknis/Desain/ Perencana dan Manajemen Konstruksi (Design-Manager) Pemilik Bangunan/Konstruksi F.4. F.4 Konsultan Perencana Teknis/Desain/ Perancang F.5.2 K.3. F.3. K.5 F.3 Konsultan Perencana Teknis/Desain/ Perancang F. K. F.3.7. dan F.3 F.

1.2 6. dan K.2. dan F. F.4.1.5 K.3 Kontraktor Utama bertindak selaku Manajemen Konstruksi F. yaitu F.1.3 Subkontraktor Beberapa Kontraktor Spesialis Terdapat 3 (tiga) hubungan kontraktual yaitu K.1 F.1.3 Konsultan Manajemen Konstruksi F. K. F.1 F. dan F. dan K.4 F.3.3 Konsultan Perencana Teknis/Desain/ Perancang F.4.2.4 K.2 K.5. Terdapat 5 (lima) hubungan fungsional.2. F. yaitu F. Terdapat 3 (tiga) hubungan kontraktual yaitu K.2 Konsultan Perencana Teknis/Desain/ Perancang F.1 F.3. . F.1 F. Terdapat 4 (empat) hubungan fungsional. F.2 K.3.3 Jenis Kontrak Konstruksi menurut Pihak Yang Terlibat dan Lingkup Tugasnya (3) Kontrak Professional Construction Manager 5.2. Kontrak Manajemen Konstruksi (Construction Manager) Pemilik Bangunan/Konstruksi K.3. K.1. Kontrak Kontraktor Umum/Utama (General Contractor) Pemilik Bangunan/Konstruksi K.

Pengadaan (Procurement) Prakualifikasi (PK) Lelang (LL) Contoh Calon Penyedia Jasa Pelaksanaan Konstruksi: Calon-calon Kontraktor 1 yang berminat Kontraktor 2 menjadi Kontraktor 3 Penyedia Kontraktor 4 Jasa Kontraktor 5 konstruksi Kontraktor 6 Kontraktor 7 Kontraktor 8 Kontraktor 9 Calon penyedia Ya jasa lulus PK: Kontrak Kontrak Lulus PK ? Tidak Kontraktor 1 Kontraktor 3 Kontraktor 5 Kontraktor 8 Menang LL ? Tidak Ya Pemenang lelang: Kontraktor 3 Calon penyedia jasa tidak lulus PK: Kontraktor 2 Kontraktor 4 Kontraktor 6 Kontraktor 7 Kontraktor 9 Calon penyedia jasa yang Kalah LL: Kontraktor 1 Kontraktor 5 Kontraktor 8 Tanda tangan kontrak .2. Diagram Alir Pengadaan (Procurement) dan Kontrak Pengadaan (Procurement) bertujuan untuk mengadakan berbagai pihak yang berfungsi sebagai penyedia jasa konstruksi pada setiap tahapan proyek konstruksi.

Teknis berkaitan dengan peralatan. dst. . Karakteristik Kualitas (Quality Characteristic) meliputi berbagai aspek antara lain:     Aspek Aspek Aspek Aspek Legal (Hukum)berkaitan dengan aspek legal perusahaan. dll. seleksi. Keuangan berkaitan dengan pemodalan. Sumber Daya Manusia berkaitan dengan eksekutif perusahaan. Prakualifikasi adalah proses penilaian kualitas penyedia jasa konstruksi (kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya) sebelum mengikuti proses lelang. kondisi neraca keuangan. Kualitas penyedia jasa konstruksi (konsultan atau kontraktor) adalah kesesuaian penyedia jasa konstruksi dengan kebutuhan pengguna jasa konstruksi. Pengadaan (Procurement): Prakualifikasi (Prequalification) Kualifikasi penyedia jasa konstruksi ditentukan oleh kualitasnya.3. engineer. bangunan. SDM. dst. dst. dst.

1 Kriteria Prakualifikasi (Prequalification) Karakteristik kualitas yang menjadi kriteria prakualifikasi antara lain:       Legalitas perusahaan. seperti jaminan (bond) dan asuransi. Keuangan perusahaan. Program pemerintah. dst. .3. Kompetensi teknis dan pengalaman perusahaan pada lingkup jasa yang akan ditawarkan. seperti sejarah perselisihan/sengketa. Sumber daya manusia dan lainnya. Kriteria tambahan yang sering digunakan antara lain:   Berkaitan dengan penanganan risiko. Pekerjaan (jumlah dan lingkup) yang sedang dilaksanakan saat prakualifikasi. Dan lain-lain. seperti penggunaan produk dalam negeri. K3.

2 Prosedur Prakualifikasi (Prequalification) Pengumuman prakualifikasi oleh pengguna jasa Pengambilan dokumen prakualifikasi oleh calon penyedia jasa Penilaian Dokumen Prakualifikasi: Lulus? Tidak Ya Pengumuman Calon Penyedia Jasa yang Lulus Prakualifikasi Pemasukan dokumen prakualifikasi oleh calon penyedia jasa Keterangan: Pengumuman Calon Penyedia Jasa yang Gagal Prakualifikasi Dilakukan oleh Pengguna Jasa Konstruksi Dilakukan oleh Penyedia Jasa Konstruksi .3.

dst.  Aspek Sumber Daya Manusia: bidang keahlian dan pengalaman tenaga ahli. Contoh dokumen prakualifikasi antara lain:  Aspek Legal (Hukum): akte pendirian perusahaan. dst. dst.  Aspek Teknis: jenis dan jumlah peralatan. fasilitas yang dimiliki perusahaan.3. likuiditas keuangan perusahaan.3 Dokumen Prakualifikasi (Prequalification) Dokumen prakualifikasi adalah dokumen yang diminta oleh pengguna jasa konstruksi yang berisi informasi mengenai kualitas penyedia jasa konstruksi untuk menentukan kualifikasi penyedia jasa konstruksi.  Aspek Keuangan: modal. . dst.

Pengadaan (Procurement): Lelang (Tender/Bidding) Lelang (tender/bidding). adalah kegiatan menentukan atau memilih penyedia jasa konstruksi (konsultan/kontraktor) oleh pengguna jasa konstruksi. Penentuan atau pemilihan penyedia jasa konstruksi oleh pengguna jasa konstruksi didasarkan pada kriteria lelang. Proposal atau penawaran tersebut dibedakan atas proposal teknis dan proposal biaya. dll.4. seleksi. . Kriteria lelang adalah kriteria yang digunakan pengguna jasa konstruksi untuk menilai proposal atau penawaran yang diajukan oleh calon penyedia jasa konstruksi.

4.1 Prosedur Lelang (Tender/Bidding) Pengumuman lelang oleh pengguna jasa kepada calon penyedia jasa yang lulus prakualifikasi Pengambilan dokumen lelang oleh calon penyedia jasa (peserta lelang) Penyusunan dan pemasukan penawaran oleh peserta lelang Rapat Penjelasan (Aanwijzing) & Kunjungan Lokasi Penilaian Penawaran Peserta Lelang Menang ? Ya Pengumuman Pemenang Lelang Tidak Penandatanganan Kontrak Pemberitahuan peserta lelang yang kalah lelang Keterangan: Dilakukan oleh Pengguna Jasa Konstruksi Dilakukan oleh Penyedia Jasa Konstruksi Dilakukan oleh Pengguna dan Penyedia Jasa Konstruksi .

2 Dokumen Lelang (Tender/Bidding) Contoh dokumen lelang pada pengadaan penyedia jasa pelaksana konstruksi (kontraktor): .Persyaratan lelang .Gambar rencana .Bentuk persyaratan umum kontrak .4.Bill of Quantity Proposal/penawaran pengguna jasa mengenai persyaratan teknis bangunan .Bentuk persyaratan khusus kontrak .Spesifikasi teknis .Bentuk Perjanjian/kontrak .Bentuk penawaran Tata cara dan syarat mengikuti lelang Proposal/penawaran pengguna jasa mengenai bentuk kontrak .

Surat penawaran pengguna jasa konstruksi .3 Dokumen Kontrak Dokumen kontrak adalah dokumen lelang yang telah disempurnakan dengan berbagai perbaikan dalam proses pelelangan yang memiliki kekuatan hukum.Bill of Quantity Kesepakatan kedua belah pihak mengenai berbagai aspek kontrak Persyaratan teknis bangunan yang telah disepakati oleh kontraktor Kelengkapan tambahan .4.Persyaratan khusus kontrak .Surat Perjanjian/kontrak .Spesifikasi teknis .Persyaratan umum kontrak .Berita Acara . Contoh dokumen kontrak pada pengadaan penyedia jasa pelaksana konstruksi (kontraktor): Biaya yang telah disepakati oleh .Gambar rencana .Addendum .

TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->