Anda di halaman 1dari 5

TUGAS TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI

DESAIN KEMASAN SEDIAAN FARMASI GEL ANTIOKSIDAN MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA

Disusun Oleh : 1. Dina Mailana 2. Aynita K. S. 3. Intan Hanifiani (G1F011064) (G1F011066) (G1F011068)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU ILMU KESEHATAN JURUSAN FARMASI PURWOKERTO 2013

KEMASAN
Kemasan merupakan pelindung yang digunakan untuk menjaga obat tetap stabil selama masa penyimpanan. Pada industri farmasi, kegiatan pengemasan produk obat merupakan tahap penting yang tidak luput dari proses evaluasi demi menjaga kualitas produk. Kemasan primer adalah kemasan yang langsung bersentuhan dengan produk. Kemasan primer yang digunakan haruslah yang inert, tidak mudah sobek / bocor, serta aseptabel bagi konsumen. Untuk sediaan gel ini digunakan tube plastik terlindung dari cahaya. Pemilihan menggunakan tube plastik dikarenakan : 1. Jika dibandingkan dengan wadah gelas, wadah plastik beratnya ringan dan lebih tahan terhadap benturan beaya pengangkutan lebih murah dan risiko wadah pecah lebih kecil. 2.Desain wadahnya beragam dan penerimaan pasien terhadap wadah plastik cukup baik. 3.Penggunaan wadah plastik relatif lebih efektif. Dalam pembentukan botol plastik yang dapat dipencet dapat menyebabkan wadah tersebut berfungsi ganda baik sebagai pengemas maupun sebagai aplikator. Kemasan sekunder adalah kemasan di luar kemasan primer (inner box), terbuat dari karton dupleks. Pada kemasan sekunder tercantum informasi mengenai produk, meliputi tanggal kedaluarsa, pabrik pembuat/logo pabrik, indikasi, nomer registrasi produk, nomer bets, aturan pakai, dan petunjuk penyimpanan produk. Secara umum, tujuan dari pengemasan suatu produk obat adalah : 1. Perlindungan fisik produk; kemasan dapat melindungi produk dari bahaya benturan, getaran, tekanan, dan suhu. 2. Penghalang; kemasan dapat melindungi produk dari oksigen yang menyebabkan terjadinya oksidasi, uap air, kelembaban, dan debu. 3. Penghalang aglomerasi produk; produk obat jadi dan bulk, dan bahan baku yang sangat riskan dapat terjadi aglomerasi antar partikelnya. Dengan dibuatkan kemasan tersendiri dapat mencegah terjadinya aglomerasi produk. 4. Sebagai sarana informasi; pada kemasan umumnya tercantum cara penggunaan, indikasi, pabrik pembuat, tanggal kedaluarsa, dan harga. Informasi-informasi tersebut sangat penting dan dibutuhkan oleh konsumen.

5. Marketing; dari kemasan suatu produk obat dapat digunakan sebagai sarana marketing untuk menarik minat konsumen. 6. Keamanan; kemasan produk dapat digunakan sebagai sarana pengaman produk dari pemalsuan produk obat dan dapat juga sebagai sarana penjamin keaslian produk obat. 7. Kemudahan; dengan penggunaan kemasan memudahkan suatu produk obat untuk dapat didistribusi, disimpan, dipajang, dijual, dibuka, ditutup kembali, dan sampai produk digunakan kembali. 8. Regimentasi Dosis; untuk produk obat dosis tunggal akan lebih efisien dan efektif bila kemasan dibuat individu. Secara tidak langsung dapat meningkatkan kepatuhan pasien.

Kemasan Primer Gel

Kemasan Sekunder Gel

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012, Pengemasan, http : tsffarmasiunsoed2012.files.wordpress.com 2012/05/pengemasan3.pdf. Diakses tangggal 19 Mei 2013. Ansel, H.C, 2005, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi (terjemahan), UI press, Jakarta.