Anda di halaman 1dari 3

1. Dibawah ini yang termasuk golongan antibiotik beta-laktam adalah a. Golongan karbapenem, golongan sefalosporin, golongan penisilin b.

Golongan beta-laktammonosklik, golongan penisilin, golongan ketolida c. Golongan makrolida, golongan tetrasiklin, golongan ketolida d. Golongan sulfonamide, golongan kinolon, golongan penisilin e. Golongan oksazolidino, golongan aminoglikosida, golongan tetrasiklin Jawaban : A 2. Bagaimana cara kerja dari antibiotik rifampisin a. Bekerja menghambat pertumbuhan dan mematikan bakteri gram positif dan negative b. Bekerja menghambat sintesis dinding sel bakteri c. Bekerja dengan mengganggu keutuhan membrane sel mikroba d. Bekerja melalui penghambatan sintesis asam nukleat bakteri e. Bekerja menghambat metabolisme sel mikroba Jawaban : D 3. Jelaskan secara umum biosintesa dari terpenoid Jawaban : Mekanisme dari tahap-tahap reaksi biosintesis terpenoid adalah asam asetat setelah diaktifkan oleh koenzim A melakukan kondensasi jenis Claisen menghasilkan asam asetoasetat. Senyawa yang dihasilkan ini dengan asetil koenzim A melakukan kondensasi jenis aldol menghasilkan rantai karbon bercabang sebagaimana ditemukan pada asam mevalinat. Reaksireaksi berikutnya adalah fosforilasi, eliminasi asam fosfat dan dekarboksilasi menghasilkan Isopentil piroposfat (IPP) yang selanjutnya berisomerasasi menjadi Dimetil alil pirofosfat (DMAPP) oleh enzim isomerase. IPP sebagai unit isopren aktif bergabung secara kepala ke ekor dengan DMAPP dan penggabungan ini merupakan langkah pertama dari polimerasasi isopren untuk menghasilkan terpenoid. Penggabungan ini terjadi karena serangan elektron dari ikatan rangkap IPP terhadapa atom karbon dari DMAPP yang kekurangan elektron diikuti oleh penyingkiran ion piropospat yang menghasilkan Geranil pirofosfat (GPP) yaitu senyawa antara bagi semua senyawa monoterpenoid. Penggabungan selanjutnya antara unit IPP dan GPP dengan mekanisme yang sama menghasilkan Farnesil pirofosfat (FPP) yang merupakan senyawa antara bagi semua senyawa seskuiterpenoid. Senyawa diterpenoid diturunkan dari Geranil-geranil pirofosfat (GGPP) yang berasal dari kondensasi antara satu unit IPP dan GPP dengan mekanisme yang sama.

4. Jelaskan secara umum tentang terpenoid, sebutkan sifat fisika dan kimia serta senyawasenyawa yang terdapat pada terpenoid beserta contoh tanamannya Jawaban : Terpenoid adalah suatu golongan hidrokarbon yang tersusun oleh kerangka karbon, terdiri dari dua atau lebih unit isoprene dan banyak dihasilkan oleh tumbuhan. Terpenoid disebut juga isoprenoid dan merupakan bentuk senyawa dengan keragaman struktur yang besar dalam produk alami yang diturunkan. Terpen secara struktur kimia merupakan penggabungan dari unit isoprene, dapat berupa rantai terbuka atau siklik, dapat mengandung ikatan rangkap, gugus hidroksil, karbonil, atau gugus fungsi lainnya. Sifat fisika : Cairan tidak berwarna, memiliki bau yang khas, titik leleh tinggi, suhu dasarnya mencapai 150-200C, berat jenis lebih kecil dari air, tidak larut dalam air, larut dalam pelarut organic, pada umumnya optic aktif, dan susah dicirikan. Sifat kimia : Senyawa hidrokarbon tidak jenuh, reaktif, mudah teroksidasi, cenderung menjadi resin bila dibiarkan diudara terbuka, isoprenoid memiliki bentuk kiral dan terjadi dalam dua bentuk enantiomer. Senyawa-senyawa pada terpenoid: a. Monoterpenoid : mawar, buah jeruk, pohon kamfor, tymus, kayu putih b. Sesquiterpenoid : bunga atremisia, daun tanaman feverfew, bunga valerian c. Triterpenoid : tanaman labu d. Diterpenoid : tanaman ginkgo e. Tetraterpenoid : wortel f. Politerpenoid : karet 5. Sebutkan jenis-jenis antibiotic berdasarkan struktur kimianya dan cantumkan fungsi masingmasing antibiotik (sebutkan 5) Jawaban : Penisilin, digunakan untuk mengobati infeksi yang berkaitan dengan kulit , gigi, mata, telinga, saluran pernapasan, dll. Bekerja dengan cara merusak dinding sel bakteri saat bakteri dalam proses reproduksi. Sefalosporin, digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang tidak dapat diobati dengan penisilin seperti meningitis, gonorrhea, dll. Bekerja dengan cara mengganggu pembentukan dinding sel bakteri selama reproduksi. Aminoglikosida, digunakan untuk mengobati tifus dan pneumonia. Bekerja dengan cara menghambat pembentukan protein bakteri. Tetrasiklin, digunakan untuk mengobati infeksi telinga tengah, saluran pernapasan, saluran kemih, dll. Bekerja dengan cara menghambat sintesa protein.

Makrolida, digunakan untuk menginfeksi saluran pernapasan, infeksi saluran lambung, dll. Bekerja dengan cara mengganggu pembentukan protein bakteri.