Anda di halaman 1dari 23

SIMAKUI 2012

SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS

Pembahasan Soal

Matematika Dasar
Pak Anang
Disusun Oleh :

Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pembahasan Soal SIMAKUI 2012 Matematika Dasar Kode Soal 221
By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) PETUNJUK A: Untuk soal nomor 1-16 pilihlah satu jawaban yang paling tepat. 1. Sebuah garis yang melalui titik asal memotong kurva 2 = 3 2 2 + 1 di dua titik di mana jumlah nilai -nya adalah 10, maka gradien dari garis adalah .... A. 1 3 B. 2 C. 6 D. 14 E. 15 Pembahasan: Misalkan gradien garis adalah , maka persamaan garis adalah = . Absis titik potong antara garis = dan kurva 2 = 3 2 2 + 1 bisa ditentukan dengan mensubstitusikan = ke 2 = 3 2 2 + 1, sehingga diperoleh: 2() = 3 2 2 + 1 3 2 2 + 1 2 = 0 3 2 2 2 + 1 = 0 3 2 (2 + 2) + 1 = 0 Misalkan absis titik potong kedua garis adalah 1 dan 2 , maka 1 dan 2 adalah akar-akar dari persamaan kuadrat 3 2 (2 + 2) + 1 = 0. Sehingga dengan menggunakan rumus jumlah akar-akar persamaan kuadrat 2 + + = 0 maka jumlah nilai -nya adalah 1 + 2 = , maka diperoleh: 3 2 (2 + 2) + 1=0

1 + 2 =

(2 + 2) 1 + 2 = 3 2 + 2 10 = 3 30 = 2 + 2 30 2 = 2 28 = 2 28 = 2 14 =

Karena nilai adalah gradien dari garis , maka gradien garis adalah 14.

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 1

2.

Diketahui sebuah barisan 2 , 4 , 8 , 16 , . Jumlah sepuluh suku pertama dari barisan tersebut adalah .... A. 10 + B. 10 C. 10 + D. 3 E. 10
1210 3 210 1 3 210 1 3

3 3 9 15

210 1

Pembahasan: Perhatikan barisan pada soal, bisa dituliskan sebagai berikut: 3 3 9 15 1 1 1 1 , , , , (1 + ) , (1 ) , (1 + ) , (1 ) , 2 4 8 16 2 4 8 16 1 1 1 1 (1 + 1 ) , (1 2 ) , (1 + 3 ) , (1 4 ) , 2 2 2 2


1 2 3 4

Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa rumus suku ke- barisan pada soal adalah: 1 , jika ganjil 2 = { 1 1 , jika genap 2 1+ Sehingga, jumlah 10 suku pertama dari barisan tersebut bisa dinyatakan sebagai jumlah 5 suku ganjil pertama ditambahkan dengan jumlah 5 suku genap pertama. Jumlah 5 suku ganjil pertama:
5 = (1 + 1 1 1 ) + (1 + 3 ) + + (1 + 9 ) 21 2 2 1 1 1 1 1 = 1+1+1+1+1+ 1+ 3+ 5+ 7+ 9 2 2 2 2 2
Barisan geometri 1 1 = ; = ; =5 2 4

Jumlah 5 suku genap pertama:


5 = (1 1 1 1 ) + (1 4 ) + (1 + 10 ) 22 2 2 1 1 1 1 1 = 1 + 1 + 1 + 1 + 1 ( 2 + 4 + 6 + 8 + 10 ) 2 2 2 2 2
Barisan geometri 1 1 = 2 ; = ; =5 4 2

1 1 5 (1 ( ) ) 2 4 = 5+ 1 1 4 1 1 (1 10 ) 2 = 5+ 2 3 4 2(1 210 ) = 5+ 3

1 1 5 (1 ( ) ) 2 4 2 =5 1 1 4 1 1 (1 10 ) 2 =5 4 3 4 (1 210 ) =5 3

Oleh karena itu, jumlah 10 suku pertama barisan tersebut adalah: 10 (1 210 ) 2(1 210 ) =5+ +5 3 3 2(1 210 ) (1 210 ) =5+5+ 3 3 (1 210 ) = 10 + 3

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 2

3.

Jika diketahui dan adalah bilangan riil dengan > 1 dan > 0. Jika = dan = 5 , maka 2 + 3 = .... A. 29 B. 28 C. 27 D. 26 E. 25

Pembahasan: Perhatikan bahwa, = = = 1

Substitusikan = 1 ke persamaan = 5 akan menghasilkan: 1 = 5 1(1) = 5


1

2 = 5 2 = 5 2 = 5 + 2 = 6 2 = 6 1 = 3

Substitusikan = 3 ke = , maka diperoleh: =


1 1 = 3 3 1 = 3 3 1 =3 3

3 = 3

= 32

Jadi nilai 2 + 3 adalah:


3 2 1 2 + 3 = (32 ) + 3 ( ) 3 = 33 + 1 = 27 + 1 = 28

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 3

4.

Hasil perkalian dari nilai-nilai yang memenuhi 10000 = A. B. C. D. E. 10 103 104 105 106
2

10000 2(
10 log )8

adalah ....

Pembahasan: Perhatikan bahwa: 2 10000 10 = 2(10 log )8 2 2( log )8 = 10000 10000 10000 10 2+2( log )8 = 108 10 2( log )6 = 108 10 10 log( 2( log )6 ) = 10 log(108 ) (2(10 log ) 6)10 log = 8 2(10 log 2 ) 6(10 log ) = 8 2(10 log 2 ) 6(10 log ) 8 = 0 Misal 10 log = , maka: 22 6 8 = 0 (2 8)( + 1) = 0 2 8 = 0 atau + 1 = 0 2 = 8 atau = 1 = 4 atau = 1

Karena 10 log = , maka: 10 log = 4 atau 10 log = 1 = 104 atau = 101 Oleh karena nilai yang memenuhi adalah 1 = 104 dan 2 = 101 , maka hasil perkalian kedua nilai adalah: 1 2 = 104 101 = 104+(1) = 103

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 4

5.

Jika luas dari gambar di atas adalah 40 satuan luas dan jika 3 < < 5, maka .... 2 31 A. 3 < < 6 B. 2 < < 6 C. 9 < < 25 D. 9 < < 31 E. 43 < < 45 Pembahasan: Luas daerah pada gambar di atas adalah luas persegi besar dengan panjang sisi ( + ) dikurangi persegi kecil dengan panjang sisi . Jadi, = 1 2 40 = ( + )2 2 40 = 2 + 2 + 2 2 40 = 2 + 2 Karena diberikan interval nilai yaitu 3 < < 5, maka nilai bisa diperoleh dengan mengubah persamaan 40 = 2 + 2 sebagai fungsi dengan variabel , sehingga diperoleh: 40 = 2 + 2 40 2 = 2 40 2 = 2 40 2 = 2 2 20 = 2 Jadi diperoleh, = () = 20 2
3 31

Kita cek dulu apakah fungsinya monoton turun atau terdapat titik belok pada interval 3 < < 5? () = 20 20 1 () = 2 ; 0, > 0 2 2

Ternyata nilai () < 0 untuk semua nilai , dengan 0 dan > 0, maka () adalah fungsi monoton turun pada interval 3 < < 5, sehingga diperoleh: (5) < < (3) 20 5 20 3 < < 5 2 3 2 40 25 40 9 < < 10 10 6 6 15 31 < < 10 6 3 31 < < 2 6

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 5

6.

Diketahui bahwa jika Deni mendapatkan nilai 75 pada ulangan yang akan datang, maka rata-rata nilai ulangannya adalah 82. Jika deni mendapatkan nilai 93, maka nilai rata-rata ulangannya adalah 85. Banyaknya ulangan yang sudah diikuti Deni adalah .... A. 3 B. 4 C. 5 D. 6 E. 7 Pembahasan: Misalkan banyaknya ujian yang sudah diikuti Deni adalah sebanyak 1 kali dengan nilai rata-rata 1 . Dan nilai ulangan terakhir adalah 2 , maka rata-rata setelah mengikuti 1 ulangan terakhir adalah bisa dinyatakan pada persamaan: = 1 1 + (1) 2 1 + (1)

Terdapat dua kondisi pada soal, yaitu: 1. Jika nilai ulangan terakhir Deni adalah 75, maka nilai rata-rata keseluruhan adalah 82. 2 = 75; = 82 1 1 + (1) 2 1 + (1) 75 = 82 = 1 + (1) + (1) 82( + 1) = 1 + 75 82 + 82 = 1 + 75 82 + 82 75 = 1 82 + 7 = 1 2. Jika nilai ulangan terakhir Deni adalah 82, maka nilai rata-rata keseluruhan adalah 85. 2 = 93; = 85 1 1 + (1) 2 1 + (1) 93 = 85 = 1 + (1) + (1) 85( + 1) = 1 + 93 85 + 85 = 1 + 93 85 + 85 93 = 1 85 8 = 1 Eliminasi 1 pada kedua persamaan menghasilkan: 85 8 = 1 82 + 7 = 1 3 15 = 0 3 = 15 = 5 Jadi banyaknya ulangan yang sudah diikuti Deni sebanyak 5 kali.

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 6

7.

Sebuah dadu dilempar sebanyak 6 kali. Peluang munculnya angka yang lebih besar atau sama dengan 5 dalam minimal 5 kali pelemparan adalah .... 13 A. 729 B. C. D. E.
12 729 11 729 3 729 2 729

Pembahasan: Misal: A = kejadian munculnya mata dadu 5 pada 1 kali pelemparan dadu. B = kejadian munculnya mata dadu 5 sebanyak 6 kali pada 6 kali pelemparan dadu. C = kejadian munculnya mata dadu 5 sebanyak 5 kali pada 6 kali pelemparan dadu. D = kejadian munculnya mata dadu 5 sebanyak minimal 5 kali pada 6 kali pelemparan dadu. Dalam satu kali pelemparan dadu, ruang sampel = {1, 2, 3, 4, 5, 6} () = 6. Dan kejadian muncul mata dadu lebih besar atau sama dengan 5 adalah = {5, 6} () = 2. Sehingga pada satu kali pelemparan dadu, peluang muncul mata dadu lebih 5 adalah: () = () 2 1 = = () 6 3 1 2 = 3 3

Sehingga pada satu kali pelemparan dadu, peluang tidak munculnya mata dadu 5 adalah: () = 1 () = 1

Ada dua kemungkinan terjadinya muncul mata dadu 5 dalam minimal 5 kali pelemparan, yaitu: 1. Peluang mata dadu 5 muncul 6 kali pada 6 kali pelemparan dadu adalah: 1 6 1 () = =( ) = 3 729 2. Peluang mata dadu 5 muncul 5 kali pada 6 kali pelemparan dadu adalah: [()]6 () = 6 5 [()]5
()

1 5 2 12 = 6( ) = 3 3 729

Jadi, peluang munculnya angka yang lebih besar atau sama dengan 5 dalam minimal 5 kali pelemparan adalah: () = ( ) + ( ) = 1 12 13 + = 729 729 729

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 7

8.

Diketahui = (

) merupakan matriks singular. log 1 Maka nilai log 3 + log log 2 = .... A. 1 B. 6 C. 0 D. 6 E. 10
1

log

Pembahasan: Karena adalah matriks singular, maka nilai det() = 0, sehingga: 1 det() = 0 2 1 log log 2 log 1 log 2 ( log ) log 2 + log log =0 =0 =0 =0 = 2

Maka nilai log 3 + log log 2 adalah:

log 3 + log log 2 log 3 + log + log 2 log log 3 + 1 + log 2 log 3 log + 1 + 2 log log 3 (2) + 1 + 2 log 1 6 + 1 + 2 log 1 6 + 1 + 2 (2) 5 + (1) 6

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 8

9.

Jika garis singgung parabola = 4 2 di titik (1, 3) juga merupakan garis singgung parabola = 2 6 + , maka nilai dari 5 1 adalah .... A. 0 B. 1 C. 2 D. 3 E. 4 Pembahasan: Gradien garis singgung sebuah kurva diperoleh dengan mensubstitusi absis titik singgung pada turunan pertama suatu kurva. () = = 4 2 () = 4 2 Jadi, gradien garis singgung parabola = 4 2 di titik (1, 3) adalah: = (1) = 4 2(1) = 42 =2 Sehingga, persamaan garis singgung parabola = 4 2 dengan gradien = 2 di titik (1, 3) dapat ditentukan dengan: 1 = ( 1 ) 3 = 2( 1) 3 = 2 2 = 2 2 + 3 = 2 + 1 Diketahui bahwa garis singgung parabola = 4 2 juga menyinggung parabola = 2 6 + , maka substitusikan = 2 + 1 ke persamaan parabola = 2 6 + , sehingga diperoleh persamaan kuadrat berikut: 2 + 1 = 2 6 + 2 6 + (2 + 1) = 0 2 6 + 2 1 = 0 2 8 + ( 1) = 0 Karena garis singgung dan parabola tersebut saling bersinggungan, maka nilai diskriminan dari persamaan kuadrat tersebut sama dengan nol ( = 0). Sehingga diperoleh nilai sebagai berikut: = 0 2 4 = 0 (8)2 4(1)( 1) = 0 64 4( 1) = 0 64 4 + 4 = 0 68 4 = 0 68 = 4 17 = Jadi, nilai dari 5 1 = 5 17 1 = 5 16 =54 =1

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 9

10.

Nilai maksimum dari dimana A. B. C. D. E. 3 4 5 6 7


5cos(2) sin()

5cos(2) sin()

2 dan 0 < < adalah ....

Pembahasan: Misalkan () = () = maka () adalah turunan fungsi (), sehingga () adalah:

5 cos(2) () ()() () () = () = sin() () 2 () 2 sin 2 sin (5 cos 2) cos = sin2 2(2 sin cos ) sin 5 cos + cos 2 cos = sin2 2 4 sin cos 5 cos + (1 2 sin2 ) cos = sin2 2 4 sin cos 5 cos + cos 2 sin2 cos = sin2 2 sin2 cos 4 cos = sin2 2 2 (sin 2) cos = sin2

Agar nilai () maksimum maka () = 0, sehingga: () = 0 2 (sin2 2) cos =0 sin2 Pembuat nol fungsi (sin2 2) = 0 atau cos = 0 (sin2 0) Tidak Mungkin atau = ( + 2) 2 = 2

Sehingga, karena () = 0 saat = 2 , maka nilai maksimum () dicapai saat = 2 , yaitu: 5 cos (2 ( 2 )) ( ) 2 2 2 sin ( 2) 5 cos() 2 sin ( 2 ) 5 (1) 2 1 6 2 3 3 Jadi, nilai maksimum dari yang mungkin adalah = 3.

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 10

11.

Diketahui = csc . Jika 1 + dan 0 2, maka nilai yang memenuhi adalah .... A. 0 < < B. C. D. E. 0 < 0 0 < 0 <
2

2 <
1 1
1 sin

Pembahasan: Perhatikan bahwa = csc = Sehingga, 1 + 2 Pembuat nol sin (1 + sin 1 + 2 )0 sin 2 sin 1 0 sin sin2 sin 2 0 sin (sin + 1)(sin 2) 0 sin (sin + 1)(sin 2) sin 0 2 sin = sin .

(sin 0) (sin 0)

(sin + 1)(sin 2) sin = 0 sin + 1 = 0 atau sin 2 = 0 atau sin = 0 sin = 1 atau sin = 2 atau sin = 0 3 = atau TM atau = {0, , 2} 2

(TM = Tidak mungkin)

Periksa daerah penyelesaian (sin + 1)(sin 2) sin 0 pada garis bilangan:


+ + 3 2 +

2
2

Jadi daerah penyelesaian yang memenuhi 1 + adalah: 3 = {|0 < < atau 2 < 2, } Sehingga jawaban yang memenuhi di soal adalah 0 < < .

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 11

12.

1 1 ( 2 2+1) cot2(1)

lim

sin 2(1) 1 4 1

= ....

A.

B. 2 C. 1 D. 2 E. 4 Pembahasan: sin 2( 1) 2 sin( 1) cos( 1) = lim 1 1 1 ( 2 2 + 1) cot ( 1) 1 ( 1)( 1) 1 2 tan 2 ( 1) 1 2 sin( 1) cos( 1) tan 2 ( 1) = lim 1 ( 1)( 1) 1 tan 2 ( 1) 2 sin( 1) = lim cos( 1) 1 ( 1) ( 1) 1 tan 2 ( 1) 2 sin( 1) = lim lim cos( 1) lim 1 1 1 ( 1) ( 1) 1 = 21 2 =1 lim

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 12

13.

Dari sehelai karton akan dibuat sebuah kotak tanpa tutup dengan alas persegi. Jika jumlah luas bidang alas dan semua bidang sisi kotak adalah 192 cm2, maka volume kotak terbesar yang mungkin adalah .... A. 256 cm3 B. 320 cm3 C. 364 cm3 D. 381 cm3 E. 428 cm3 Pembahasan: Misal panjang sisi alas berbentuk persegi adalah , dan tinggi kotak adalah , maka luas kotak tanpa tutup dirumuskan: = + 192 = 2 + 4 192 2 = 4 Volume kotak juga dirumuskan dengan: = = 2 Substitusikan = = 2 (
1922 4

ke = 2 , diperoleh:

192 2 ) 4 192 2 4 = 4 1 = 48 3 4

Nilai maksimum diperoleh untuk yang memenuhi = 0, yaitu: 3 = 0 48 2 = 0 4 3 2 = 48 4 48 2 = 3 4 2 = 48 2 = 64 = 64 = 8 cm

4 3

Sehingga diperoleh nilai maksimum dengan mensubstitusikan = 8 cm, yaitu: 1 = 48(8) (8)3 4 1 = 384 512 4 = 384 128 = 256 cm3

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 13

14.

Jika diketahui = 26 dan (2 log )(2 log ) + (2 log )(2 log ) = 10 dengan , , 0, maka 2 log 2 + 2 log 2 + 2 log 2 = .... A. 2 B. 3 C. 4 D. 5 E. 6 Pembahasan: Ingat identitas ( + + )2 = 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 2 + 2 + 2 + 2( + + ) Sehingga,
(2 log + 2 log + 2 log )2 = (2 log 2 + 2 log 2 + 2 log 2 ) + 2[(2 log )(2 log ) + (2 log )(2 log ) + (2 log )(2 log )] 2 ( log 2 + 2 log 2 + 2 log 2 ) = (2 log + 2 log + 2 log )2 2[(2 log )(2 log ) + (2 log )(2 log ) + (2 log )(2 log )] = 2 log 2 () 2[(2 log )(2 log + 2 log ) + (2 log )(2 log )] = 2 log 2 () 2[(2 log )(2 log ) + (2 log )(2 log )] = 2 log 2 (26 ) 2 10 = (6)2 20 = 36 20 = 16

Jadi, 2 log 2 + 2 log 2 + 2 log 2 = 16 = 4

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 14

15.

Jika diketahui + + = 18 {2 + 2 + 2 = 756 2 = maka = .... A. 18 B. 12 C. 1 D. 12 E. 18 Pembahasan: Ingat identitas ( + + )2 = 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 2 + 2 + 2 + 2( + + ) Sehingga, ( + + )2 = 2 + 2 + 2 + 2( + + ) (18)2 = (756) + 2(( + ) + ) 324 = 756 + 2((18 ) + 2 ) 324 756 = 2(18 2 + 2 ) 432 = 36 432 = 36 12 =

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 15

16.

Jika kedua akar persamaan 2 + 8 + 3 = 0 bernilai negatif, maka jumlah kuadrat kedua akarakar tersebut akan bernilai .... A. maksimum 30 B. minimum 30 C. minimum 6 D. maksimum 6 E. minimum 15/2 Pembahasan: Misal akar-akar dari persamaan 2 + 8 + 3 = 0 adalah 1 dan 2 , maka dengan menggunakan rumus jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat, diperoleh hubungan: 1 + 2 = 1 2 = 8

3 =3

2 2 Untuk menentukan jumlah kuadrat dari akar-akarnya yaitu 1 + 2 maka digunakan konsep berikut: 2 2 2 2 (1 + 2 )2 = 1 + 2 + 21 2 1 + 2 = (1 + 2 )2 21 2 8 2 2 2 1 + 2 = ( ) 2(3) 64 2 2 1 + 2 = 2 6

Sehingga kita harus mencari nilai 2 terlebih dahulu. Perhatikan bahwa akar-akarnya selalu bernilai negatif, artinya nilai 1 + 2 < 0 dan 0, sehingga 1 + 2 < 0 8 < 0 (ingat < 0 < 0) 8 < 0 > 0

0 (8)2 4()(3) 0 64 122 0 122 64 64 2 12 64 2 12 Dari > 0 dan 2 12 dapat ditarik kesimpulan bahwa 0 < 2 12.
2 2 Sehingga, nilai 1 + 2 = 2 6 akan mencapai minimum saat 2 = 12. 2 2 Jadi, nilai minimum dari 1 + 2 adalah: 2 2 1 + 2 = 64 64 64 64

64 64 12 6 = 6 = 64 ( ) 6 = 12 6 = 6 64 2 64 12

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 16

PETUNJUK C: Untuk soal nomor 17-20 17. Apabila = + , maka 2 = 1 dan apabila = , maka 2 + = 1, maka + = .... 1 1 (1) + 5 (2) 2
1 1 2 1 2 1

(3) 2 2 5 (4) 2 5 Pembahasan: Dengan menggunakan rumus ABC maka penyelesaian dari 2 1 = 0 adalah: 1,2 2 4 (1) (1)2 4(1)(1) 1 1 + 4 1 5 1 1 = = = = = 5 2 2(1) 2 2 2 2

Jadi, + = 1 1 5 2 2

Dengan menggunakan rumus ABC maka penyelesaian dari 2 1 = 0 adalah: 1,2 = Jadi, 1 1 = 5 2 2 Sehingga dapat diperoleh nilai dan yaitu: 1 = 5 2 dan = 1 2 2 4 (1) (1)2 4(1)(1) 1 1 + 4 1 5 1 1 = = = = 5 2 2(1) 2 2 2 2

Maka nilai dari + adalah: + = 1 1 5 2 2 (Pernyataan (1) dan (3) benar)

Jadi kesimpulan yang tepat adalah hanya pernyataan (1) dan (3) yang benar.

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 17

18.

Misalkan : dan : , () = + 2 dan ( )() = 2 2 + 4 6. Misalkan juga 1 dan 2 adalah akar-akar dari () = 0, maka 1 + 22 = .... (1) 0 (2) 1 (3) 3 (4) 5 Pembahasan: Perhatikan bahwa, ( )() = 2 2 + 4 6 dan () = + 2, maka: ( )() = 2 2 + 4 6 (()) = 2 2 + 4 6 ( + 2) = 2 2 + 4 6 Misal, = + 2 = 2, sehingga: ( + 2) = 2 2 + 4 6 () = 2( 2)2 + 4( 2) 6 () = 2( 2 4 + 4) + 4 8 6 () = 2 2 8 + 8 + 4 14 () = 2 2 4 6 () = 2 2 4 6 Jika 1 dan 2 adalah akar-akar dari () = 0, maka nilai 1 dan 2 bisa ditentukan menggunakan pemfaktoran berikut: 2 2 4 6 = 0 2( 2 3) = 0 2( + 1)( 3) = 0 Pembuat nol& + 1 = 0 atau 3 = 0 = 1 atau = 3 Jadi penyelesaian () = 0 adalah = 1 atau = 3. Misal 1 = 1 dan 2 = 3, maka nilai 1 + 22 = 1 + 2(3) = 1 + 6 = 5 (Pernyataan (4) benar) Misal 1 = 3 dan 2 = 1, maka nilai 1 + 22 = 3 + 2(1) = 3 2 = 1 (Pernyataan (2) benar) Jadi kesimpulan yang tepat adalah hanya pernyataan (2) dan (4) yang benar.

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 18

19.

Jika diketahui 2 + 2 + 1, kedua yang memenuhi adalah .... (1) 1 (2) 2 (3) 1 (4) 2 Pembahasan:

2 +31 3

, 1 adalah tiga suku barisan aritmetika, maka nilai suku

Misal adalah jumlah suku barisan aritmetika dan apabila adalah bilangan ganjil maka akan 1 terdapat sebuah suku tengah yaitu , dengan = 2 (1 + ) maka akan berlaku 1 = (1 + ) 2 Sehingga, pada tiga suku barisan aritmetika 2 + 2 + 1, , 1, berlaku: 3 2 1 + 3 1 1 2 = (1 + 3 ) = (( 2 + 2 + 1) + ( 1)) 2 3 2 2 + 3 1 1 = (( + 1) + ( 1)) 3 2
2 +31

Perhatikan, karena nilai 2 + 2 + 1 = ( + 1), maka akan ada dua kemungkinan sebagai berikut: 2 + 3 1 1 = (( + 1) + ( 1)) + 3 1 1 3 2 = (( 2 + 2 + 1) + ( 1)) 3 2 2 + 3 1 1 = (( + 1) + ( 1)) { 3 2
2

Untuk kasus pertama, 2 + 3 1 1 = (( + 1) + ( 1)) 3 2 2 + 3 1 1 = (2) 3 2 2 + 3 1 = 3 2 + 3 1 = 3 2 + 3 1 3 = 0 2 1 = 0 ( + 1)( 1) = 0 Pembuat nol + 1 = 0 atau 1 = 0 = 1 atau = 1

2 + 3 1 (1)2 + 3(1) 1 1 3 1 3 = 1 2 = = = = 3 3 3 3 = 1 (Pernyataan (1) benar) 2 + 3 1 (1)2 + 3(1) 1 1 + 3 1 3 = 1 2 = = = = = 1 (Pernyataan (3) benar) 3 3 3 3

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 19

Untuk kasus kedua, 2 + 3 1 1 = (( + 1) + ( 1)) 3 2 2 + 3 1 1 = ( 1 + 1) 3 2 2 + 3 1 1 = (2) 3 2 2 + 3 1 = 1 3 2 + 3 1 = 3 2 + 3 1 + 3 = 0 2 + 3 + 2 = 0 ( + 2)( + 1) = 0 Pembuat nol + 2 = 0 atau + 1 = 0 = 2 atau = 1

2 + 3 1 (2)2 + 3(2) 1 4 6 1 3 = 2 2 = = = = 3 3 3 3 = 1 (Pernyataan (1) benar) 2 + 3 1 (1)2 + 3(1) 1 1 3 1 3 = 1 2 = = = = 3 3 3 3 = 1 (Pernyataan (1) benar) Jadi kesimpulan yang tepat adalah hanya pernyataan (1) dan (3) yang benar.

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 20

20.

Diketahui bahwa 2 + 2 + 2 2 = 13 dengan dan adalah bilangan bulat. Nilai yang mungkin dengan > 0 dan > 0 adalah .... (1) 4 (2) 1 (3) 4 (4) 1 Pembahasan: Perhatikan bahwa 2 + 2 + 2 2 = 13 2 + 2 + 2 + 2 = 13 ( + )2 + 2 = 13 Perhatikan juga bahwa apabila dan adalah bilangan bulat dengan > 0 dan > 0, serta nilai ( + )2 > 0 dan 2 > 0. Sehingga, diperoleh kesimpulan bahwa 0 < ( + )2 13 dan 0 < 2 13 Artinya nilai ( + ) atau yang mungkin hanyalah 2 atau 3. Kemungkinan pertama, ( + ) = 2 sehingga, ( + )2 + 2 = 13 (2)2 + 2 = 13 4 + 2 = 13 4 + 2 13 = 0 2 9 = 0 ( + 3)( 3) = 0 = atau = 3 Sekarang mari dicek kembali bahwa > 0 dan > 0 + = 2 + 3 = 2 = 2 3 = 1 Ingat, bahwa nilai > 0 dan > 0 maka karena = 3 menyebabkan nilai = 1 < 0, maka jelas bahwa = dan = tidak memenuhi. Kemungkinan kedua, ( + ) = 3 sehingga, ( + )2 + 2 = 13 (3)2 + 2 = 13 9 + 2 = 13 9 + 2 13 = 0 2 4 = 0 ( + 2)( 2) = 0 = atau = 2 Sekarang mari dicek kembali bahwa > 0 dan > 0 + = 3 + 2 = 3 = 3 2 = 1 Ingat, bahwa nilai > 0 dan > 0 maka karena = 3 menyebabkan nilai = 1 > 0, maka jelas bahwa = 1 dan = 2 memenuhi. Sehingga nilai = 1 2 = 1 (Pernyataan (4) benar) Jadi kesimpulan yang tepat adalah hanya pernyataan (4) saja yang benar.

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 21

Untuk download rangkuman materi, kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT dalam menghadapi SIMAK-UI, SNMPTN, OSN serta kumpulan pembahasan soal SIMAK-UI, SNMPTN, OSN ataupun yang lainnya jangan lupa untuk selalu mengunjungi http://pak-anang.blogspot.com. Terimakasih, Pak Anang.

Bimbel SIMAKUI 2013 Matematika Dasar by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)

Halaman 22