Anda di halaman 1dari 4

Teori portofolio

Samsul (2006) Arti harfiah dari portofolio adalah sekumpulan surat-surat. Teori ini disebut sebagai teori portofolio yang mempelajari bagaimana investasi pada surat-surat berharga. Pada umumnya investor pada surat-surat berharga ( saham, obligasi dan sebagainya) memilih untuk memiliki berbagai jenis surat berharga sehingga mereka dikatakan membentuk portofolio. Teori portofolio ini didasarkan pada kenyataan bahwa umumnya para investor dalam surat-surat berharga ( yang disebut juga sebagai financial asset ), tidak menginvestasikan seluruh dana mereka pada satu jenis saham, tetapi membagi-bagikannya ke dalam berbagai jenis saham atau dengan kata lain mereka melakukan diversifikasi untuk mengurangi resiko yang ditanggung. Kalau suatu saham nilainya jatuh, sedangkan saham lain naik, maka kerugian dan keuntungan ini akan saling mengkompensir. Maharani (2011) Portofolio yang efisien menurut Markowitz dapat dicari melalui pengombinasian seluruh sekuiritas yang akan memaksimumkan Expected return pada tingkat resiko tertentu, dengan asumsi: Return untuk masing-masing sekuiritas dalam portofolio tidak berkorelasi secara positif dan

sempurna. Setiap investor memiliki pemikiran tentang risk dan expected return yang sama. Manajer portofolio harus mengidentifikasi resiko secara benar sehingga mampu menghasilkan hasil optimal. Kumpulan atau set dari portofolio yang efesien disebut effecient set atau effecient frontier (EF). Pada dasarnya EF merupakan garis imajiner atau khayalan dari portofolio. Portofolio yang tidak berada pada garis EF ini adalah portofolio yang tidak efesien karena pada tingkat resiko tertentu ada portofolio yang memberikan return yang lebih besar atau sama dengan tingkat resiko yang lebih rendah. Aktiva Berisiko Versus Aktiva Bebas Risiko Aktiva berisiko, merupakan aktiva dimana pengembalian yang akan diterima di masa depan bersifat tidak pasti. Aktiva bebas risiko, aktiva yang pengembalian masa depannya dapat diketahui dengan pasti.

HALFIN DRAT AINUL / 100413405306

Mengukur Pengembalian Diharapkan dari Suatu Portofolio Ninapradipta (2009) Investor seringkali dihadapkan pada pilihan antara aktiva berisiko. Di sini akan dilihat cara pengukuran pengembalian yang diharapkan dari aktiva berisiko dan dari portofolio aktiva berisiko. Pengembalian actual dari suatu portofolio aktiva sepanjang periode tertentu secara langsung dapat diperhitungkan sebagai berikut:

Secara ringkas, Persamaan diatas dapat dinyatakan sebagai berikut:

Mengukur Risiko Portofolio Risiko merupakan kerugian yang dihadapi. Sehubungan dengan investasi,para investor menggunakan berbagai definisi untuk menjelaskan makna risiko. Profesor Harry Markowitz mengubah pandangan kaum investor mengenai risiko dengan jalan memperkenalkan konsep risiko secara kuantitatif. Markowitz mendifinisikan risiko sebagai ukuran statistika yang disebut variance. Secara khusus, Markowitz mengkuantifisir sebagai varians pengembalian diharapkan aktiva. Varians sebagai Alat Ukur Risiko Varians dari variable acak adalah ukuran penyimpangan dari penghasilan yang mungkin di sekitar nilai yang diharapkan. Dalam hal pengembalian aktiva, varians adalah ukuran penyimpangan penghasilan yang mungkin bagi tingkat pengembalian di sekitar pengembalian yang diharapkan. Persamaan bagi varians pengembalian yang diharapkan bagi aktiva i, yang dinyatakan sebagai (Ri), adalah:

HALFIN DRAT AINUL / 100413405306

Diversifikasi Portofolio Untuk menurunkan risiko portofolio perlu melakukan diversifikasi. Diversifikasi portofolio diartikan sebagai pembentukan portofolio sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi risiko portofolio tanpa pengorbanan pengembalian yang dihasilkan. Ini merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh investor. Beberapa investor melakukan diversifikasi portofolio dengan jalan memasukkan berbagai aktiva dari seluruh kelompok aktiva yang ada, seperti saham, obligasi, dan real estat. Para investor yang mengkhususkan diri dalam satu kelompok aktiva misanya saham, juga menganggap perlu dilakukan diversifikasi portofolio. Yang dimaksud dengan diversifikasi portofolio dalam hal ini adalah seluruh dana yang ada seharusnya tidak diinvestasikan ke dalam bentuk saham satu perusahaan saja, tapi portofolio harus terdiri dari saham banyak perusahaan. Maharani (2011) Terdapat tiga cara penentuan deversifikasi yaitu; Diversifikasi banyak aktiva ; asumsi yang digunakan pada metode ini bahwa tingkat return untuk masing-masing sekuiritas secara statistik adalah independen, atau korelasi -1. Artinya tingkat return satu sekuiritas tidak dipengaruhi oleh tingkat return sekuiritas lainnya. Metode ini menganggap bahwa makin banyak jumlah sekuiritas maka resiko portofolio akan menurun dengan cepat. Akan tetapi teori ini dianggap lemah, karena asumsi tingkat return yang independen untuk setiap sekuiritas adalah kurang realistis. Karena pada umumnya return sekuiritas berkorelasi satu sama lainnya. Diversifikasi secara random: merupakan pembentukan portofolio dengan memilih-milih sekuiritas secara acak tanpa memperhatikan karakteristik dari investasi yang relevan. Diversifikasi dengan metode Markowitz ; pada dasarnya metode ini sama dengan diversifikasi banyak aktiva, yaitu semakin banyak sekuiritas yang dimasukkan kedalam portofolio, semakin kecil portofolio itu sendiri. Markowitz membuktikannya secara matematis, dari perhitungan tersebut diversifikasi menghilangkan efek dari varian, tetapi efek kovarian masih tetap ada. Artinya resiko yang timbul dari selisih return ekspektasi dan realisasi dapat dihilangkan sehingga return yang diekspektasikan akan dapat direalisasi. Namun fek dari kovarian terletak pada arah pergerakan kedua variable seperti yang sebelumnya.

HALFIN DRAT AINUL / 100413405306

Daftar Rujukan Maharani S. N. 2011. Dasar dasar manajemen investasi. Malang, Universitas Negeri Malang. Ninapradipta, 2009. Teori portofolio. (Online). (http://ninapradipta.wordpress.com/2009/12/14/teoriportfolio/) diakses 6 maret 2012. Samsul, M. 2006. Pasar modal dan manajemen portofolio. Jakarta penerbit erlangga.

HALFIN DRAT AINUL / 100413405306