Anda di halaman 1dari 3

Nama : Irvan Haq Dzul K

NIM : 08110066
Kelas : C

Sejarah Perkembangan Tasawwuf dan Tarekat di Indonesia
Di Indonesia, kelahiran ajaran tasawwuf serta lembaga-lembaga tarekatnya
bersamaan dengan kehadiran Islam di kawasan ini. Sebagian muballigh, yang
menyebarkan Islam di Nusantara, telah mengenalkan ajaran Islam dalam kapasitas
mereka sebagai guru sufi.
Tentang kapan pribumi nusantara memeluk Islam, para ahli berbeda
pendapat. Hal ini terjadi karena Islamisasi di Indonesia tidak terdokumentasi
dengan baik sehingga banyak spekulasi dikalangan ilmuwan yang menimbulkan
polemic yang hingga saat ini belum selesai. Mungkin orang muslim asing
memang sudah ada yang menetap di pelabuhan dagang di Sumatra dan Jawa
beberapa abad sebelum abad ke-16, namun baru menjelang abad ke-10 ada bukti-
bukti orang-orang pribumi memeluk Islam di suatu kerajaankecil Perlak,
dilanjutkan pada abad ke-13 oleh kerajaan smudera Pasai. Selama abad ke 14 dan
15 Islam secara berangsur-angsur menyebar ke pantai utara Jawa dan Maluku.
Terlepas dari semua itu, Sejarawan mencatat bahwa karena faktor
tasawwuf dan tarekatlah Islamisasi Asia Tenggara, termasuk Indonesia,
berlangsung damai. Ajaran tasawwuf dapat dengan mudah dipadukandengan ide-
ide sufistik India dan pribumi yang dianut masyarakat setempat.
Dari perpaduan itulah, menyebabkan banyaknya tarekat dan organisasi
mirip tarekat yang berkembang di Indonesia. Beberapa di antaranya hanya
merupakan tarekat lokal, misalnya Wahidiyah dan Shiddiqiyah di Jawa Timur dan
Syahadatain di Jawa Tengah. Bahkan ada yangmerupakan cabang dari gerakan
sufi Internasional, misalnya tarekat Syattariyah, Khalwatiyah, Naqsabandiyah,
Syadziliyah dan lain sebagainya.
Namun tampaknya, dari sekian banyak tarekat yang ada di seluruh dunia,
hanya ada beberapa tarekat yang bisa masuk dan berkembangdi Indonesia. Faktor
kemudahan sistem komunikasi dalam kegiatan transmisinya serta tarekat tarekat
itu dibawa langsung oleh tokoh-tokoh pengembangnya, yang kebanyakan berasal
dari Persia dan India, sangat mempengaruhi.
Bahkan saat ini Indonesia telah mampu memilah dan memilih antara
tarekat yang mutabarah dan ghoiru mutabarah. KH. Dzikron Abdullah memberi
batasan-batasan suatu tarekat bisa dikategorikan sebagai tarekat mutabarah
apabila memenuhi kriteria dibawah ini:
a. sanad(silsilah)-nya muttashil (bersambung) sampai kepada Nabi.
b. Pelaksanaan syariat dalam suatu tarekat harus benar dan ketat.
Bahkan lebih dari itu, ada beberapa tarekat yang lahir dan berkembang di
Indonesia. Ada yang merupakan hasil ulama lokal yang mengkolaborasikan
beberapa tarekat, dan ada juga yang memang hasil ijtihadnya. Diantaranya adalah
tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah didirikanoleh Syaikh Ahmad Katib
Sambas, tarekat Shiddiqiyah yang didirikan oleh Kyai Muchtar Mukti
Ada beberapa tokoh Tasawuf di Indonesia, di antaranya:
1. Syeikh Hamzah Fansuri
Syeikh Hamzah Fansuri adalah seorang pujangga islam yang sangat
populer dizamannya, sehingga kini namanya menghiasi lembaran-
lembaran sejarah kesusteraan Melayu dan Indonesia. Namanya tercatat
sebagai tokoh kaliber besar dalam perkembangan Islam di nusantara dari
abadnya hingga kini.
2. Syeikh Yusuf Makasari
Syeikh Yusuf Makasari adalah seorang tokoh sufi yang agung yang tiada
taranya, berasal dari Sulawesi.
3. Syeikh Abdurrauf as-Singkili
Syeikh Abdurrauf as-Singkili berasal dari Aceh, nama beliau diabadikan
sebagai nama sebuah perguruan tinggi di Aceh, yaitu Unniversitas Syiah
Kuala.
4. Syeikh Siti Jenar
Menurut salah satu keterangan, Syeikh Siti Jenar adalah rakyat biasa
namun memiliki kemampuan intelektual tinggi. Meskipun cerdas dan
bahkan melebihipara sunan, ia tetap tidak bisa disejajarkan dengan para
sunan tersebut karena ia berasal adri kaum Sudra. Inilah yang membuatnya
berontak, melawan aturan keningratan agama, dan timbul sebagi simbol
anti kemapanan.