Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Organ penglihatan manusia terdiri atas an!a" elemen !ang saling ersinergi untu"
men#alan"an $ungsin!a dengan ai". %alah satu &rgan !ang erperan penting dalam
mela"sana"an $isi&l&gis dari penglihatan ini adalah suatu lapisan 'as"ular pada mata !ang
dilindungi &leh "&rnea dan s"lera diseut u'ea (Il!as) *++,- .aughan et all) *+++/.
U'ea terdiri atas 0 stru"tur- iris) adan siliar) dan "&r&id. Iris merupa"an agian !ang
paling depan dari lapisan u'ea. Iris disusun &leh #aringan i"at l&nggar !ang mengandung pigmen
dan "a!a a"an pemuluh darah. K&rpus siliaris (adan siliaris/ adalah stru"tur meling"ar !ang
men&n#&l "e dalam mata terleta" di antara &ra serrata dan limus. %tru"tur ini merupa"an
perluasan lapisan "h&r&id "e arah depan. Kh&r&id adalah segmen p&steri&r u'ea) di antara
retina dan s"lera. Kh&r&id merupa"an lapisan !ang an!a" mengandung pemuluh darah dan
sel1sel pigmen sehingga tampa" er2arna hitam (3usu$) *++0/.
U'eitis dide$inisi"an seagai pr&ses in$lamasi pada salah satu atau semua agian dari
u'ea (iris) adan siliar4"&rpus siliar) dan "&r&id/. U'ea merupa"an lapisan 'as"ular mata !ang
tersusun atas an!a" pemuluh darah !ang dapat memeri"an nutrisi "epada mata. Adan!a
peradangan pada area ini dapat mempengaruhi elemen mata !ang lain seperti "&rnea) retina)
s"lera) dan eerapa elemen mata penting lainn!a. %ehingga "adang ge#ala !ang di"eluh"an
pasien mirip dengan pen!a"it mata !ang lain. Adapun ge#ala !ang sering di"eluh"an pasien
u'eitis se5ara umum !aitu mata merah (hiperemis "&n#ungti'a/) mata n!eri) $&t&$&ia)
pandangan mata menurun dan "aur) dan epi$&ra (Il!as) *++,- 3usu$) *++0- .aughan et all)
*+++/.
Peradangan u'ea (u'eitis/ dapat di"lasi$i"asi erdasar"an eerapa parameter. Adapun
parameter !ang diguna"an antara lain6 dem&gra$i- l&"asi dari tempat peradangan- durasi) &nset)
dan per#alanan pen!a"it- "ara"ter dari peradangan !ang ter#adi- dan pen!ea dari in$lamasi.
Klasi$i"asi dan standarisasi dari u'eitis sangat penting dila"u"an untu" diagn&sis dan
penanganan pen!a"it. %ehingga penanganan !ang 5&st1e$e5ti'e dapat terla"sana (7ar&&8ui)
7&ster) dan %heppard) *++9/.
BAB II
PERADANGAN PADA U.EA (U.EITI%/
A. ANATO:I DAN 7I%IOLOGI U.EA
:ata seagai &rgan penglihatan manusia) tersusun atas elemen1elemen !ang memili"i
stru"tur !ang ereda1eda. %tru"tur !ang dimili"i &leh masing1masing elemen menun#ang
$ungsi dari elemen terseut dalam $isi&l&gis penglihatan manusia. %alah satu elemen mata
manusia adalah u'ea !aitu suatu lapisan 'as"ular tengah mata !ang memung"us &la mata dan
dilindungi &leh "&rnea dan s"lera. U'ea terdiri atas 0 unsur !aitu iris) adan siliar) dan "&r&id
(Il!as) *++,- .aughan et all) *+++/.
Gamar ;. Anat&mi &la mata

Iris (Iris) pelangi/
Iris merupa"an agian !ang paling depan dari lapisan u'ea. %tru"tur ini mun5ul dari
adan siliar dan mementu" seuah dia$ragma di depan lensa. Iris #uga memisah"an ili" mata
depan dan ela"ang. <elah di antara iris "iri dan "anan di"enal seagai pupil.
Iris disusun &leh #aringan i"at l&nggar !ang mengandung pigmen dan "a!a a"an
pemuluh darah. Permu"aan depan iris !ang menghadap ili" mata depan ("amera &"uli
anteri&r/ erentu" tida" teratur dengan lapisan pigmen !ang ta" leng"ap dan sel1sel $ir&las.
Permu"aan p&steri&r iris tampa" halus dan ditutupi &leh lan#utan * lapisan epitel !ang menutupi
permu"aan "&rpus siliaris. Permu"aan !ang menghadap "e arah lensa mengandung an!a" sel1
sel pigmen !ang a"an men5egah 5aha!a melintas mele2ati iris. Dengan demi"ian iris
mengendali"an an!a"n!a 5aha!a !ang masu" "e dalam mata dan 5aha!a a"an ter$&"us masu"
melalui pupil (3usu$) *++0- .aughan et all) *+++/.
Pada iris terdapat * #enis &t&t p&l&s !aitu &t&t dilatat&r pupil dan &t&t s$ingter4"&nstri"t&r
pupil. Kedua &t&t ini a"an menguah diameter pupil. Ot&t dilatat&r pupil !ang dipersara$i &leh
persara$an simpatis a"an melear"an pupil) sementara &t&t s$ingter pupil !ang dipersara$i &leh
persara$an parasimpatis (N. III/ a"an memper"e5il diameter pupil (Gu!t&n) ;==>- .aughan et all)
*+++/.
3umlah sel1sel melan&sit !ang terdapat pada epitel dan str&ma iris a"an mempengaruhi 2arna
mata. Bila #umlah melan&sit an!a" mata tampa" hitam) seali"n!a ila melan&sit sedi"it mata
tampa" er2arna iru (3usu$) *++0/.
Badan %iliaris (K&rpus siliaris/
K&rpus siliaris (adan siliaris/ adalah stru"tur meling"ar !ang men&n#&l "e dalam mata
terleta" di antara &ra serrata dan limus. %tru"tur ini merupa"an perluasan lapisan "h&r&id "e
arah depan. K&rpus siliar disusun &leh #aringan pen!amung #arang !ang mengandung serat1serat
elastin) pemuluh darah dan melan&sit.
Badan siliaris mementu" t&n#&lan1t&n#&lan pende" seperti #ari !ang di"enal seagai
pr&sessus siliaris. Dari pr&sessus siliaris mun5ul enang1enang $irillin !ang a"an erinsersi
pada "apsula lensa !ang di"enal seagai ?&nula ?inii (3usu$) *++0/.
K&rpus siliaris dilapisi &leh * lapis epitel "u&id. Lapisan luar "a!a a"an pigmen dan
merupa"an lan#utan lapisan epitel pigmen retina. Lapisan dalam !ang tida" erpigmen
merupa"an lan#utan lapisan resept&r retina) tetapi tida" sensiti$ terhadap 5aha!a. %el1sel di
lapisan ini a"an er$ungsi seagai pementu" hum&r a8ueaeus (mengeluar"an 5airan $iltrasi
plasma !ang rendah pr&tein "e dalam ili" mata ela"ang ("amera &"uli p&steri&r// (.aughan et
all) *+++/.
Hum&r a8ueaeus mengalir dari ili" mata ela"ang ("amera &"uli p&steri&r/ "e ili" mata depan
("amera &"uli anteri&r/ mele2ati 5elah pupil (5elah di antara iris dan lensa/) lalu masu" "e dalam
#aringan trae"ula di de"at limus dan a"hirn!a masu" "e dalam "anal %5hlemm. Dari "anal
%5hlemm hum&r a8ueaeus masu" "e ple"sus s"lera dan a"hirn!a ermuara "e sistem 'ena
(.aughan et all) *+++/.
K&rpus siliar mengandung 0 er"as &t&t p&l&s !ang di"enal seagai mus"ulus siliaris.
:us"ulus siliaris tersusun dari gaungan serat l&ngitudina) sir"uler) dan radial. 7ungsi serat1serat
sir"ulaer adalah untu" mengerut"an dan rela"sasi serat1serat ?&nula) !ang er&rig& di lemah1
lemah di antara pr&5essus siliaris. Ot&t ini menguah tegangan pada "apsul lensa) sehingga
lensa dapat mempun!ai eragai $&"us ai" untu" &!e" er#ara" de"at maupun !ang er#ara"
#auh dalam lapangan pandang %erat1serat l&ngitudinal mus"ulus siliaris men!isip "e dalam
an!aman1an!aman trae"ula untu" mempengaruhi esar p&ri1p&rin!a (Gu!t&n dan Hall) ;==>-
.aughan et all) *+++/.

Kh&r&id (5h&r&id/
Kh&r&id adalah segmen p&steri&r u'ea) di antara retina dan s"lera. Kh&r&id merupa"an
lapisan !ang an!a" mengandung pemuluh darah dan sel1sel pigmen sehingga tampa"
er2arna hitam. Lapisan ini tersusun dari #aringan pen!amung #arang !ang mengandung serat1
serat "&lagen dan elastin) sel1sel $ir&las) pemuluh darah dan melan&sit. Kh&r&id terdiri atas @
lapisan !aitu (.aughan et all) *+++/6
;. Epi"h&r&id merupa"an lapisan "h&r&id terluar tersusun dari serat1serat "&lagen dan elastin.
*. Lapisan pemuluh merupa"an lapisan !ang paling teal tersusun dari pemuluh darah dan
melan&sit.
0. Lapisan "&ri&"apiler) merupa"an lapisan !ang terdiri atas ple"sus "apiler) #aring1#aring halus
serat elastin dan "&lagen) $ir&las dan melan&sit. Kapiler1"apiler ini erasal dari arteri
"h&r&idalis. Ple"sus ini mensuplai nutrisi untu" agian luar retina.
@. Lamina elasti"a) merupa"an lapisan "h&r&id !ang eratasan dengan epitel pigmen retina.
Lapisan ini tersusun dari #arring1#aring elasti" padat dan suatu lapisan dalam lamina asal !ang
h&m&gen.
B. DE7INI%I) ETIOLOGI DAN PATO7I%IOLOGI PERADANGAN U.EA (U.EITI%/
U'eitis dide$inisi"an seagai pr&ses in$lamasi pada salah satu atau semua agian dari
u'ea (iris) adan siliar4"&rpus siliar) dan "&r&id/. %eperti telah di#elas"an seelumn!a ah2a
u'ea merupa"an lapisan 'as"ular mata !ang tersusun atas an!a" pemuluh darah !ang dapat
memeri"an nutrisi "epada mata. Adan!a peradangan pada area ini dapat mempengaruhi elemen
mata !ang lain seperti "&rnea) retina) s"lera) dan eerapa elemen mata penting lainn!a.
Pen!ea pasti dari u'eitis elum di"etahui se5ara pasti sehingga pat&$isi&l&gi !ang pasti dari
u'eitis #uga elum di"etahui. %e5ara umum) u'eitis dapat disea"an &leh rea"si imunitas.
U'eitis sering dihuung"an dengan in$e"si seperti herpes) t&A&plasm&sis) dan si$ilis- adapun)
p&stulat rea"si imunitas se5ara langsung mela2an enda asing atau antigen !ang dapat melu"ai
sel dan pemuluh darah u'ea.
U'eitis #uga dapat ditemu"an dengan huungann!a dengan "elainan aut&imun) seperti %LE
(%!stemi5 Lupus Er!themat&sus/ dan Rheumat&id Arthritis (RA/. Pada "asus ini) u'eitis dapat
disea"an &leh rea"si hipersensiti'itas !ang men!ea"an penimunanan "&mple"s imun pada
#aringan u'ea.
Pen!ea ganda telah diu"ti"an men!ea"an ter#adin!a u'eitis anteri&r. Kean!a"an tipe
u'eitis anteri&r merupa"an rea"si peradangan steril) dimana hal inilah !ang memeda"an dengan
u'eitis p&steri&r !ang sering disea"an &leh in$e"si. Persentase ter#adin!a u'eitis anteri&r
idi&pati" antara 091>+B dari seluruh "e#adian u'eitis anteri&r. Kemudian pen!ea teran!a"
"edua adalah ter#adin!a &nset a"ut (HLA/1B*> p&siti$ atau HLA1B*> !ang erhuungan dengan
pen!a"it tertentu.
<. KLA%I7IKA%I PERADANGAN U.EA (U.EITI%/
Peradangan u'ea (u'eitis/ dapat di"lasi$i"asi erdasar"an eerapa parameter. Adapun parameter
!ang diguna"an antara lain6 dem&gra$i- l&"asi dari tempat peradangan- durasi) &nset) dan
per#alanan pen!a"it- "ara"ter dari peradangan !ang ter#adi- dan pen!ea dari in$lamasi.
Klasi$i"asi dan standarisasi dari u'eitis sangat penting dila"u"an untu" diagn&sis dan
penanganan pen!a"it. %ehingga penanganan !ang 5&st1e$e5ti'e dapat terla"sana. Adapun
"lasi$i"asi dari u'eitis antara lain (Il!as d"") *++*/6
;. L&"asi utama dari er5a" peradangan 6
Klasi$i"asi !ang paling sering diguna"an pada u'eitis adalah "lasi$i"asi dari The Internati&nal
U'eitis %tud! Gr&up (IU%G/ !ang dipuli"asi"an pada tahun ;=9>. %edang"an l&"asi anat&mi
dari pr&ses in$lamasi adalah salah satu tanda penting agi pr&ses pat&genesis dan penanganan
dari u'eitis. Klasi$i"asi IU%G erdasar"an l&"asi anat&mi dari in$lamasi !aitu6
gamar *. Pemagian u'eitis erdasar"an tempat peradangan !ang ter#adi
a. U'eitis anteri&r
U'eitis anteri&r- meliputi iritis) irid&si"litis dan si"litis anteri&r- !aitu peradangan intra&"ular
!ang paling sering ter#adi. U'eitis anteri&r dapat ter#adi apaila ter#adi peradangan pada segmen
anteri&r &la mata. Berdasar"an data epidemi&l&gi) "ean!a"an dari pasien u'eitis tida"
memili"i ge#ala sistemi" !ang ter"ait dengan u'eitis) namun ,+B pasien mengalami peradangan
!ang disea"an &leh trauma) dan paling sering disea"an &leh sindr&m idi&pati" p&st'iral
(%indr&m HLA1B*>) herpes simple"s) dan herpes ?&ster) 7u5hs heter&5hr&mi5 irid&5!5litis) dan
eerapa pen!a"it arthritis lainn!a/. Pen!a"it se"under iatr&geni" sering ditemu"an p&st &perasi)
"&mpli"asi pemedahan) implant s"lera) transplantasi "&rnea) distrupsi "apsula) atau $iAed hapti5
dan implantasi lensa intra&"ular !ang di$i"sasi dengan iris.
Pen!ea U'eitis anteri&r
Aut&imun6
1 Artritis rheumat&id #u'enilis 1 U'eitis terindu"si1lensa
1 %p&ndilitis an"il&sa 1 %ar"&id&sis
1 %indr&m reiter 1 Pen!a"it 5hr&n
1 K&litis ulserati'a 1 Ps&riasis
In$e"si6
1 %i$ilis 1 Herpes simple"s
1 Tuer"ul&sis 1 On"&ser"iasis
1 Lepra (m&rus Hensen/ 1 Aden&'irus
1 Herpes C&ster
Keganasan6
1 %indr&m mas8uerade 1 Lim$&ma
1 Retin&last&ma 1 :elan&ma maligna
1 Leu"emia
Lain1lain6
1 Idi&pati" 1 Irid&si"litis heter&"r&mi" 7u5hs
1 U'eitis traumati"a 1 G&ut
1 Alati& retina 1 Krisis galu"&mat&si"liti"
Gamaran "linis dari u'eitis anteri&r antara lain6 $&t&$&ia) epi$&ra) gatal !ang dalam dan tumpul
pada daerah se"itar &rit mata dan se"itarn!a. Ge#ala a"an memuru" apaila terpapar 5aha!a
sehingga pasien sering datang "e pasien dengan mengena"an "a5amata. Epi$&ra !ang ter#adi
dihuung"an dengan pening"atan stimulasi neur&n dari "elen#ar airmata) dan tida" ada
huungann!a dengan sensasi enda asing !ang dirasa"an.
Ta#am penglihatan tida" selalu menurun drastis (*+4@+ atau "adang masih leih ai")
2alaupun pasien melap&r"an pandangann!a er"aut/. Da!a a"&m&dasi men#adi leih sulit dan
tida" n!aman. Inspe"si di$&"us"an pada "&ngesti palpera ringan hingga sedang dan
men!ea"an pseud&pt&sis. Kadang dapat ditemu"an in#e"si perilimus dari "&n#ungti'a dan
s"lera) 2alaupun "&n#ungti'a palpera n&rmal. K&rnea dapat terlihat edem pada pemeri"saan
slitlamp. Pada eerapa "&ndisi !ang leih parah) dapat ditemu"an dep&sit end&tel er2arna
5&"lat "eau1auan !ang diseut "erati5 pre5ipitates (KP/.
Gamar 0. Kerati5 pre5ipitates (KP/
Tanda patag&n&mis dari u'eitis anteri&r adalah ditemu"ann!a sel leu"&sit (hip&pi&n/- dan $lare
(pr&tein eas !ang lepas dari iris dan adan siliar !ang meradang- dan dapat ditemu"an pada
"amera &"uli anteri&r sehingga "amera &"uli anteri&r tampat "&t&r dan er"aut/. Iris dapat
mengalami perleng"etan dengan "apsul lensa (sine"ia p&steri&r/ atau "adang dapat ter#adi
perleng"etan dengan "&rnea peri$er (sine"ia anteri&r/. %eagai tamahan "adang terlihat n&dul
granul&mat&sa pada str&ma iris.
Gamar @. Kanan6 sine"ia p&steri&r) Tengah6 $ler) dan "iri 6 hip&pi&n

Te"anan intra&"ular dapat menurun "arena penurunan se"resi dari adan siliar. Namun saat
rea"si erlangsung) pr&du" peradangan dapat pera"umulasi pada trae"ulum. Apaila deris
ditemu"an signi$i"an) dan apaila adan siliar menghasil"an se"resi !ang n&rmal ma"a dapat
ter#adi pening"atan te"anan intra&"ular dan men#adi glau"&ma u'eitis se"under.
. U'eitis intermediate
U'eitis Intermediate adalah entu" peradangan !ang tida" mengenai u'ea anteri&r atau p&steri&r
se5ara langsung. %eali"n!a ini mengenai ?&na intermediate mata. Ini terutama ter#adi pada
&rang de2asa muda dengan "eluhan utama melihat Dinti"1inti" terapungE di dalam lapangan
penglihatann!a. Pada "ean!a"an "asus "edua mata ter"ena. Tida" ada peredaan distriusi
antara pria dengan 2anita. Tida" terdapat rasa sa"it) "emerahan) maupun $&t&$&ia. Pasien
mung"in tida" men!adari adan!a masalah pada matan!a) namun d&"ter melihat adan!a
"e"eruhan dalam 'itreus) !ang sering menutupi pars plana in$eri&r) dengan &$talm&s"&p.
3i"apun ada) han!a sedi"it ge#ala u'eitis anteri&r. Kadang1"adang terlihat eerapa sel di "amera
&"uli anteri&r) sangat #arang ter#adi sine5hia p&steri&r dan anteri&r. %el radang leih esar
"emung"inan terlihat di ruangan retr&lental atau di 'itreus anteri&r pada pemeri"saan dengan
slit1lamp. %ering timul "atara" su"apsular p&steri&r. O$talm&s"&pi indire" sering menampa"an
"e"eruhan tipis ulat halus di atas retina peri$er. E"sudat seluler ini mung"in men!atu) sering
menutupi pars plana. %eagian pasien ini mung"in menun#u"an 'as"ulitis) !aitu terlihat adan!a
seluung peri'as"uler pada pemuluh retina.
Pada "ean!a"an pasien) Pen!a"it ini tetap stasi&ner atau erangsur memai" dalam 2a"tu ,
sampai ;+ tahun. Pada eerapa pasien timul edema ma"ular "ist&id dan parut ma"ular
permanen) selain "atara" su"apsular p&steri&r. Pada "asus erat dapat ter#adi pelepasan
memran1memran si"liti" dan retina. Glau"&ma se"under adalah "&mpli"asi !ang #arang
ter#adi.
Pen!ean!a tida" di"etahui. K&rti"&ster&id adalah satu1satun!a peng&atan !ang men&l&ng
namun han!a dipa"ai pada "asus !ang erat) terutama ila penglihatan menurun se"under a"iat
edema ma"ular. :ula1mula dipa"ai "&rti"&ster&id t&pi"al) namun #i"a gagal sunti"an suten&n
atau retr&uler dengan "&rti"&ster&id mung"in e$e"ti$. Peng&atan demi"ian mening"at"an
resi"& timuln!a "atara". Untungn!a pasien1pasien ini men!emuh setelah &perasi "atara".
5. U'eitis p&steri&r
U'eitis p&steri&r merupa"an peradangan pada "&r&id dan retina- meliputi "&r&iditis)
"&ri&retinitis (ila peradangan "&r&idn!a leih men&n#&l/) retin&"&r&iditis (ila peradangan
retinan!a leih men&n#&l/) retinitis dan u'eitis disseminta. Kean!a"an "asus u'eitis p&steri&r
ersamaan dengan salah satu entu" pen!a"it sistemi". Pen!ea u'eitis p&steri&r sering"ali
dapat ditega""an erdasar"an (;/ m&r$&l&gi lesi) (*/ 5ara &nset dan per#alanan pen!a"it) (0/
huungann!a dengan pen!a"it sistemi".
Pen!ea u'eitis p&steri&r
;.Pen!a"it in$e"si
a. .irus6 <:.) herpes simple"s) herpes ?&ster) ruella) rue&la) 'irus de$isiensi imun manusia
HI./) 'irus eipstein Barr) 'irus 5&Asa5"ie) ne"r&sis retina a"ut.
. Ba"teri6 :!5&a5terium tuer5ul&sis) ru5ell&sis) si$ilis sp&radi5 dan endemi5 N&5ardia)
:!5&a5terium a'ium1intra5ellulare) Farsinia) dan &rella (pen!ea pen!a"it L!me/.
5. 7ungus6 <andida) hist&plasma) <r!pt&5&55us) dan aspergillus
d. Parasit6 T&A&plasma) t&A&5ara) 5!sti5er5us) dan &n5h&5er5a
*. Pen!a"it N&n In$e"si6
a. Aut&imun6
1 Pen!a"it Beh5et 1 O$talmia simple"s
1 %indr&m '&gt1"&!anagi1Harada 1 .as"ulitis retina
1 P&liarteritis n&d&sa
. Keganasan6
1 %ar"&ma sel reti5ulum 1 Leu"emia
1 :elan&ma maligna 1 Lesi metastati"
5. Eti&l&gi ta" di"etahui6
1 %ar"&id&sis 1 Retin&pati Dirdsh&tE
1 K&r&iditis ge&gra$i" 1 Epiteli&pati pigmen retina
1 Epitel&pati pigmen pia"&id multi$&5al a"ut
%e5ara tipi"al) retinitis merupa"an mani$estasi dari in$e"si t&"s&plasma dan herpes. K&r&iditis
dapat mun5ul dii"uti dengan u'eitis granul&mat&sa (seperti tuer"ul&sis) sar5&id&sis) pen!a"it
L!me) si$ilis/) hist&plasm&sis) atau sindr&m !ang tida" iasa seperti "&ri&retinitis serpigin&us
atau irdsh&t. Papilitis dapat timul dengan t&"s&plasm&sis) retinitis 'iral) lim$&ma) atau
sar"&id&sis.
Lesi pada segmen p&steri&r mata dapat $&"al) ge&gra$is atau di$us. Fang menimul"an
"e"eruhan pada 'itreus di atasn!a harus dieda"an dari !ang tida" pernah menimul"an sel1sel
'itreus. 3enis dan distriusi "e"eruhan 'itreus harus di#elas"an. Lesi radang di segmen p&steri&r
umumn!a era2al tenang) namun ada !ang disertai "e"eruhan 'itreus dan "ehilangan
penglihatan se5ara tia1tia. Pen!a"it demi"ian iasan!a disertai u'eitis anteri&r) !ang pada
gilirann!a "adang1"adang dii"uti seentu" glau"&ma se"under.
U'eitis p&steri&r pada pasien 0 tahun dapat disea"an &leh Dsindr&m samaranE) seperti
retin&last&ma atau leu"emia. Pen!ea in$e"si u'eitis p&steri&r pada "el&mp&" umur ini adalah
in$e"si sit&megal&'irus) t&"s&plasm&sis) si$ilis) retinitis herpes) dan in$e"si ruella.
Dalam "el&mp&" umur @ sampai ;, tahun) pen!ea u'eitis p&steri&r termasu" t&"s&"ariasis)
t&"s&plasm&sis) u'eitis intermediate) in$e"si sit&megal&'irus) sindr&m samaran) panense$alitis
s"ler&sis sua"ut) dan "urang penting) in$e"si a"teri atau $ungi pada segmen p&steri&r. Dalam
"el&mp&" umur ;G sampai @+ tahun) !ang termasu" diagn&sis di$erensial adalah t&"s&plasm&sis)
pen!a"it Beh5et) sindr&m .&gt1K&!anagi1Harada) si$ilis) end&$talmitis 5andida) dan "urang
sering) in$e"si a"teri end&gen misalan!a meningitis mening&5&55us.
Pasien u'eitis p&steri&r dan erumur di atas @+ tahun mung"in menderita sindr&m ne"r&sis retina
a"ut) t&"s&plasm&sis) in$e"si sit&megal&'irus) retinitis) sar5&ma sel reti"ulum) atau "ript&"&sis.
U'eitis !ang ter#adi unilateral leih 5&nd&ng untu" diagn&sis a"iat t&"s&plasm&sis)
"andidiasis) t&"s&5ariasis) sindr&m ne"r&sis retina a"ut) atau in$e"si a"teri end&gen. Onset
u'eitis p&steri&r isa a"ut dan mendada" atau lamat tanpa ge#ala. Pen!a"it pada segmen
p&steri&r mata !ang &nset mendada" adalah retinitis t&"s&plasm&sis) ne"r&sis retina a"ut) dan
in$e"si a"terial. Kean!a"an pen!ea u'eitis p&steri&r !ang lain &nsetn!a lamat.
d. U'eitis di$us atau panu'eitis (peradangan pada "amera &"uli anteri&r) 'itre&us) retina) dan
"&r&id/
Istilah Du'eitis di$usE merupa"an "&ndisi terdapat in$iltratn!a sel "urang leih merata dari semua
unsur di tra"tus u'ealis atau dengan "ata lain pada u'eitis di$us tida" memili"i tempat
peradangan !ang pred&minan dimana peradangan merata pada "amera &"uli anteri&r) 'itre&us)
dan retina dan atau "&r&id seperti retinitis) "&r&iditis) dan 'as"ulitis retinal/. Keadaan ini
seringn!a disea"an "arena in$e"si !ang er"emang pada t&A&5ariasis in$antil) end&$talmitis
a"terial p&st&perasi) atau t&"s&plasm&sis !ang erat. <iri m&r$&l&gis "has seperti in$iltrat
ge&gra$i" se5ara "has tida" ada.
*. Berat dan per#alanan pen!a"it 6
a. A"ut
. %u1a"ut
5. Kr&ni"
d. Re"urens
Berdasar"an erat dan per#alanan dari u'eitis dapat di"ateg&ri"an men#adi a"ut) sua"ut) "r&nis
(H 0 ulan/) dan re"urens. :isaln!a) pada iritis (in$lamasi iris/ a"ut sering ter#adi pada de2asa
muda. Ge#ala a2al !ang sering dirasa"an adalah n!eri) "emerahan) dan $&t&$&ia (sensiti$
terhadap 5aha!a/. %eringn!a) pasien memili"i huungan geneti" dengan timuln!a iritis a"ut
seperti adan!a ri2a!at angg&ta "eluarga lain mengalami hal !ang sama. Huungan dengan $a"t&r
geneti" ini sering ter#adi pada pen!a"it lain misaln!a pada an"!l&sing sp&nd!litis (arthritis pada
punggung a2ah/) pen!a"it in$lamasi usus) dan ps&riasis. Berdasar"an per#alanan pen!a"it)
ter#adin!a u'eitis memerlu"an 2a"tu *1G minggu dan selalu mun5ul han!a pada satu mata.
Beerapa pasien dapat mengalami serangan ;1* "ali selama hidupn!a) dan "adang ada !ang
mengalami serangan erulang.
<&nt&h lain misaln!a "r&ni" irid&si"litis !ang erhuungan dengan iris dan adan siliar (stru"tur
seperti "elen#ar/ diela"ang iris. Kr&ni" irid&si"litis sering menun#u"an ge#ala minimal hingga
"eparahan !ang mampu merusa" mata. Pen!a"it sistemi" !ang sering men!ea"an "r&ni"
irid&si"litis adalah ana"1ana" !ang memili"i arthritis rheumat&id #u'enile. Pada ana"1ana" ini)
"hususn!a gadis !ang erusia *1G tahun) merupa"an usia !ang sangat erp&tensial untu"
ter#adin!a "&ndisi ini. Ban!a" dari ana"1ana" ini tida" mengeluh"an ge#ala !ang erhuungan
dengan penglihatan. %ehingga) sangat penting agi d&"ter spesialis mata untu" meru#u" semua
ana" dengan arthritis rheumat&id #u'enil "e d&"ter spesialis mata "arena irid&si"litis "r&ni"
dapat mun5ul eerapa tahun setelah arthritis rheumat&id #u'enil timul) ana"1ana" !ang
memili"i ri2a!at seperti ini memerlu"an 5he5" up peri&di" hingga usia rema#a.
0. Berdasar"an pat&l&gin!a 6
a. N&n1granul&mat&sa
3enis u'eitis n&n1granul&mat&sa umumn!a tida" dapat ditemu"an &rganisme pat&gen dan
eresp&n ai" terhadap terapi "&rti"&ster&id) diduga peradangan ini adalah sema5am $en&mena
hipersensiti'itas. U'eitis n&ngranul&mat&sa terutama timul di agian anteri&r tra"tus ini) !a"ni
iris dan "&rpus siliar. Terdapat rea"si radang) dengan terlihatn!a in$iltrasi sel1sel lim$&sit dan sel
plasma dalam #umlah 5u"up an!a" dan sedi"it sel m&n&nu"lear. Pada "asus erat dapat
terentu" e"uan $irin esar atau hip&pi&n di dalam "amera &"uli anteri&r.
Pada entu" n&n1granul&mat&sa &nset "hasn!a a"ut) dengan rasa sa"it) in#e"si) $&t&$&ia) dan
penglihatan "aur. Terdapat "emerahan sir"um "&rneal !ang disea"an &leh dilatasi pemuluh
darah limus. Dep&sit putih halus (presipitat "erati"4KP/ pada permu"aan p&steri&r "&rnea dapat
dilihat dengan slitlamp atau dengan "a5a pemesar. Pupiln!a "e5il dan mung"in terdapat
"umpulan $irin dengan sel "amera &"uli anteri&r. 3i"a terdapat sine"ia p&steri&r ma"a pupil
tampa" tida" teratur.
Pasien harus ditan!a tentang adan!a ri2a!at arthritis dan "emung"inan terpa#an terhadap
t&"s&plasm&sis) hist&plasm&sis) tuer5ul&sis) dan si$ilis. Kemung"inan adan!a $&"us in$e"si #auh
dalam tuuh harus pula di5ari.
. Granul&mat&sa
%edang"an) u'eitis granul&mat&sa umumn!a mengi"uti in'asi mi"r&a a"ti$ "e #aringan &leh
&rganisme pen!ea (misaln!a. :!5&a5terium tuer5ul&sis atau T&A&plasma g&ndii/. :es"ipun
egitu pat&gen ini #arang ditemu"an) dan diagn&sis eti&l&gi" pasti #arang ditega""an.
Kemung"inan1"emung"inan sering"ali dapat dipersempit &leh pemeri"saan "lini" dan
la&rat&rium. U'eitis granul&mat&sa dapat mengenai semarang agian tra"tus u'ealis namun
leih sering pada u'ea p&steri&r. Terdapat "el&mp&" n&dular sel1sel ra"sasa !ang di"elilingi
lim$&sit di daerah !ang ter"ena. Dep&sit radang pada permu"aan permu"aan p&steri&r "&rnea
terutama terdiri atas ma"r&$ag dan sel epitel&id. Diagn&sis spesi$i" dapat ditega""an dengan
pemeri"saan hist&pat&l&gis pada mata !ang !ang di"eluar"an dengan menemu"an "ista
t&A&plasma) asil tahan asam tuer"ul&sis) spir&5haeta pada si$ilis) tampilan granul&ma "has
pada sar"&id&sis atau &$talmia simpati"a) dan eerapa pen!ea spesi$i" lang"a lainn!a.
Pada u'eitis granul&mat&sa (!ang dapat menimul"an u'eitis anteri&r) u'eitis p&steri&r) dan
"eduan!a/) iasan!a &nsetn!a tida" "entara. Penglihatan men#adi "aur dan mata terseut
memerah se5ara di$us daearh sir"um"&rnea. %a"itn!a minimal) dan $&t&$&ian!a tida" sama
erat dengan n&n1granul&mat&sa. Pupil sering menge5il dan men#adi tida" teratur "arena
terentu" sine"ia p&steri&r. KP Dmutt&n $atE esar1esar terlihat di permu"aan p&steri&r "&rnea
dengan slitlamp. Tampa" "emerahan ($lare/ dan sel1sel di "amera anteri&r) dan n&dul !ang terdiri
atas "el&mp&" sel1sel putih tampa" di tepian pupil iris (n&dul "&eppe/. N&dul1n&dul ini sepadan
dengan KP mutt&n $at. N&dul serupa diseluruh str&ma iris diseut n&dul usa55a.
Gamar ,. U'eitis anteri&r dengan "erati" presipitat Dmutt&n1$atE
dan n&dul K&eppe dan Busa55a
Gamar G. U'eitis anteri&r dengan n&dul Busa55a pada permu"aan iris
dan sedi"it mutt&n1$at pada aspe" in$eri&r

Lesi "&r&id dan retina !ang a"ti$ dan segar tampa" seagai er5a"1er5a" putih1"e"uningan
samar1samar dengan &$talm&s"&p melalui 5&rpus 'itreum er"aut. Kasus p&steri&r demi"ian
pada umumn!a dig&l&ng"an seagai pen!a"it granul&mat&sa. Karena retina dan "&r&id saling
mele"at erat) retinan!a hampir selalu i"ut ter"ena ("&ri&retinitis/. Dalam pr&ses pen!emuhan)
"aut 'itreus erangsur hilang) dan pigmentasi erangsur timul di tepian inti"1inti" putih
"e"uningan. Pada tahap semuh) umumn!a terdapat dep&sit pigmentasi !ang 5u"up an!a". 3i"a
ma"ula tida" ter"ena) "esemuhan penglihatan sentral umumn!a sempurna. Pasien umumn!a
tida" men!adari adan!a s"&t&ma di peri$er lapangan pandang sesuai dengan daerah parut.
@. Dem&gra$i) lateralitas dan $a"t&r pen!erta 6
a. Distriusi menurut umum
. Distriusi menurut "elamin
5. Distriusi su"u angsa atau ras
d. Unilateral dan ilateral
e. Pen!a"it !ang men!ertai atau mendasari
,. Pen!ea !ang di"etahui 6
a. Ba"teri 6 tuer"ul&sa) si$ilis
. .irus 6 herpes simple"s) herpes ?&ster) <:.) Pen!a"it .&gt1K&!anagi1Harada) %indr&m
Beh5et.
5. 3amur 6 Kandidiasis
d. Parasit 6 T&"s&plasma) t&"s&"ara
e. Imun&l&gi" 6 Lens1indu5ed irid&si"litis) &$talmia simpati"a
$. Pen!a"it sistemi" 6 pen!e"it "&lagen) arthritis rheumat&id) multiple s5ler&sis) sar"&id&sis)
pen!a"it 'as"uler.
g. Ne&plasti" 6 Lim$&ma) reti5ulum 5ell sar5&ma
h. Lain1lain 6 AID%
D. PENDEKATAN DIAGNO%I% PERADANGAN U.EA (U.EITI%/
Ge#ala pen!a"it pada tra"tus u'ealis tergantung tempat ter#adin!a pen!a"it itu. :isaln!a) "arena
terdapat seraut1seraut n!eri di iris) pasien dengan iritis a"an mengeluh sa"it dan $&t&$&ia.
Peradangan iris itu sendiri tida" mengaur"an penglihatan "e5uali ila pr&sesn!a erat atau
5u"up lan#ut hingga mengeruh"an hum&r a8ue&us) "&rnea) dan lensa. Pen!a"it "&r&id sendiri
tida" menimul"an sa"it atau penglihatan "aur. Karena de"atn!a "&r&id dengan retina) pen!a"it
"&r&id hampir selalu meliat"an retina) penglihatan sentral a"an terganggu. .itreus #uga dapat
men#adi "eruh seagai a"iat in$iltrasi sel dari agian "&r&id dan retina !ang merdang. Namun
gangguan penglihatan pr&p&si&nal dengan densitas "e"eruhan 'itreus dan ersi$at re'ersile ila
peradangan mereda. Adapun) se5ara umum pasien !ang sedang mengalami peradangan u'ea
a"an mengeluh"an ge#ala1ge#ala umum seagai eri"ut6
1 :ata merah (hiperemis "&n#ungti'a/
1 :ata n!eri
1 7&t&$&ia
1 Pandangan mata menurun dan "aur
1 Epi$&ra
Pasien dengan u'eitis anteri&r menun#u"an an!a" ge#ala. Ge#ala1ge#ala ini er'ariasi dari ge#ala
ringan (pandangan "aur dengan "&ndisi mata n&rmal/ hingga ge#ala erat) $&t&$&ia) dan hilang
penglihatan !ang erhuungan dengan in#e"si !ang mun5ul dan hip&pi&n. 7a"t&r diluar ge#ala
mata "adang memantu dalam menega"an diagn&sis u'eitis anteri&r. Onset) durasi) dan
"eparahan ge#ala seperti unilateral atau ilateral harus di"etahui. %elain itu usia pasien) latar
ela"ang pasien) dan "eadaan mata harus men#adi pertimangan. Ri2a!at rin5i dan re'ie2 dari
sistem merupa"an pende"atan diagn&sis !ang erharga agi pasien dengan u'eitis.
Untu" menega""an diagn&sis dari u'eitis ada eerapa pemeri"saan !ang perlu dila"u"an antara
lain6
;. Pemeri"saan su!e"ti$ mata
a. Pemeri"saan su!e"ti$ mata !ang perlu dila"u"an meliputi pemeri"saan ta#am
pengllihatan) pemeri"saan gera"an &la mata.
. Pada mata !ang ter"ena a"an mengalami penurunan ta#am penglihatan
5. %edang"an pada pemeri"saan gera"an &la mata ditemu"an hasil !ang n&rmal
*. Pemeri"saan &!e"ti$ mata
Pada pemeri"saan &!e"ti$ mata dapat ditemu"an6
a. Pemeri"saan se"itar mata) palpera) dan du"tus la"rimalis dalam "&ndisi n&rmal
. Ditemu"an in#e"si "&n#ungti'a (P&la dari in#e"si "&n#ungti'a pada u'eitis sering ditemu"an
pada 0G+ dera#at dari in#e"si perilimus dan a"an sema"in mening"at menu#u arah limus. Hal
inilah !ang memeda"ann!a dengan "&n#ungti'itis !ang terlihat in#e"si sema"in an!a" dengan
arah men#auhi limus./
5. Pemeri"saan te"anan intra&"ular dapat mening"at atau menurun) tergantung "&ndisi dari
pr&du"si hum&r a8ue&us) drainase) dan "eeradaan sel radang) putih dan merah.
d. Pada pemeri"saan iris dapat ditemu"an sine"ia.
e. pupil) pasien dapat mengalami $&t&$&ia dire5t "eti"a 5aha!a se5ara langsung mengenai
iris !ang ter"ena) seagaimana $&t&$&ia 5&nsensus "eti"a 5aha!a se5ara langsung mengenai iris
erla2anan. Arti "linis dari temuaan ini !aitu6
1 7&t&$&ia 5&nsensus sangat memantu dalam memeda"an antra iritis dan eerapa
pen!ea $&t&$&ia lain) seperti "&n#ungti'itis.
1 Pupil dalam "&ndisi mi&sis
0. Pemeri"saan $undus"&pi
@. Pemeri"saan i&mi"r&s"&pis4slit lamp
a. Peri"sa epithelium dari "&rnea untu" menemu"an adan!a arasi) edem) ul"us) atau enda
asing.
. La"u"an inspe"si pada "&ndisi ul"us !ang dalam dan edema "&rnea
5. Temu"an tanda pat&g&n&mis dari iritis !aitu "eratiti5 pre5ipitates 4 KP (sel darah putih
pada end&thelium/. Apaila ditemu"an KP "e5il1sedang ma"a di"lasi$i"asi"an "e dalam u'eitis
n&ngranul&ma) sedang"an KP pada u'eitis granul&ma leih esar) "&t&r) dan penuh lema"
(gamaran granula Dmutt&n1$atE/.
d. Pada "amera &"uli anteri&r ditemu"an $ler (sel radang/ !ang men!ea"an "amera &"uli
anteri&r tampa" "&t&r.
e. %el darah merah (hi$ema/ atau sel darah putih (hip&pi&n/ dapat ditemu"an pada "amera
&"uli anteri&r dan dapat di"lasi$i"asi"an men#adi dera#at I; s4d I@6
1 + J tida" ditemu"an
1 I; J ditemu"an dalam #umlah sedi"it
1 I* J ditemu"an dalam #umlah sedang (iris dan lensa masih terlihat #elas/
1 I0 J iris dan lensa terlihat er"aut
1 I@ J intens (ditemu"an dep&sit $irin dan a8ue&us ter"&agulasi/
,. Pemeri"saan la&rat&rium
a. Pemeri"saan la&rat&rium ini dila"u"an #i"a saat dila"u"an anamnesis ditemu"an
huungan eti&l&gi u'eitis dengan pen!ea sistemi". Namun pemeri"saan la&rat&rium ini tida"
dila"u"an ila pasien mengalami u'eitis n&ngranul&mat&sus unilateral untu" pertama "ali dan
pada anamnesis dan pemeri"saan $isi" tida" ditemu"an penanda !ang "has.
. Apaila dalam "&ndisi u'eitis ilateral) u'eitis granul&mat&sa) dan u'eitis re"urens) pada
anamnesis dan pemeri"saan $isi" tida" menun#u"an tanda "has ma"a dila"u"an pemeri"saan
la&rat&rium n&nspesi$i") seperti tes darah leng"ap) dll.
E. PENANGANAN PERADANGAN U.EA (U.EITI%/
Penanganan u'eitis paling a2al adalah mela"u"an diagn&sis !ang tepat dan agi setting
penanganan pela!anan primer ataupun pada IRD segera mela"u"an ru#u"an "epada ahli spesialis
mata. Kalaupun ditemu"an mata merah dan ditemu"an sel radang) darah putih) atau darah merah
pada "amera &"uli anteri&r) antii&ti" tida" diindi"asi"an untu" dieri"an "epada pasien.
Adapun penanganan se5ara medi"ament&sa) ditu#u"an untu" mengurangi n!eri dan peradangan.
%e5ara tradisi&nal) mana#emen medis terdiri atas "&rti"&ster&id t&pi"al atau sistemi" dan sering
dieri"an si"l&plegi". Oat !ang dapat dipa"ai adalah6
;. Pemerian Oat Anti Radang
a. K&rti"&ster&id
K&rti"&ster&id memili"i e$e" !ang ai" untu" menghamat peradangan !aitu dengan 5ara6
1 :engurangi ge#ala radang dengan 5ara menghamat pengeluaran asam ara"id&nat dari
$&s$&lipid) menghamat trans"ripsi dan menga"ti$"an sit&"in) dan mematasi a"ti$itas sel B dan
sel T. K&rti"&ster&id dieri"an dengan indi"asi adan!a peradangan !ang u"an disea"an
"arena in$e"si.
1 :engurangi permeailitas pemuluh darah
1 :engurangi pementu"an #arangan parut
<ara pemerian dengan t&pi"al) peri&"ular dan sistemi". Pemerian d&sis #uga sangat er'ariasi)
tergantung dari "&ndisi pasien) tapi pemerian dalam #umlah minimal untu" meng&ntr&l
in$lamasi harus dieri"an untu" menurun"an peluang ter#adin!a "&mpli"asi. Initial d&se !ang
diguna"an untu meng&ntr&l pen!a"it rata1rata dari *), mg hingga eerapa ratus mg setiap hari.
3i"a diguna"an "urang dari 01@ minggu) "&rti"&ster&id dierhenti"an tanpa tapering &$$. D&sis
!ang paling "e5il dengan masa "er#a !ang pende" dapat dieri"an setiap pagi untu" meminimal
e$e" samping "arena "&rtis&l men5apai pun5a"n!a se"itar #am +9.++ pagi dan ter#adi umpan
ali" !ang ma"simal dari see"resi A<TH. %edang"an pada malam hari "&rti"&ster&id le'el !ang
rendah dan dengan se"resi A<TH !ang n&rmal sehingga d&sis rendah dari prednis&n (*), sampai
,mg/ pada malam hari seelum tidur dapat diguna"an untu" mema"simal"an supresi adrenal.
Penggunaan glu"&"&rti"&id #ang"a pan#ang !aitu leih dari 0 sampai @ minggu perlu dila"u"an
penurunan d&sis se5ara perlahan1lahan untu" men5ari d&sis pemeliharaan dan menghindari
ter#adi supresi adrenal. <ara penurunan !ang ai" dengan menu"ar dari d&sis tunggal men#adi
d&sis selang sehari dii"uti dengan penurunan #umlah d&sis &at. Untu" men5egah ter#adin!a
supresi "&rte"s "elen#ar adrenal "&rti"&ster&id dapat dieri"an selang sehari seagai d&sis
tunggal pada pagi hari (#am9/) "arena "adar "&rtis&l tertinggi dalam darah pada pagi hari.
Keuru"an pemerian d&sis selang sehari ialah pada hari eas &at pen!a"it dapat "amuh.
Untu" men5egahn!a) pada hari !ang seharusn!a eas &at masih dieri"an "&rti"&ster&id
dengan d&sis !ang leih rendah daripada d&sis pada hari pemerian &at. Kemudian perlahan1
lahan d&sisn!a diturun"an. Bila d&sis telah men5api >), mg prednis&n) selan#utn!a pada hari
!ang seharusn!a eas &at tida" dieri"an "&rti"&ster&id lagi. Alasann!a ialah ila diturun"an
erarti han!a , mg dan d&sis ini merupa"an d&sis $isi&l&gi". %eterusn!a dapat dieri"an selang
sehari
E$e" samping !ang dapat ter#adi a"iat pemerian ster&id6
1 :enurun"an da!a rea"si #aringan
1 :enga"ti$"an pr&li$erasi a"teri
1 %ter&id men!emun!i"an ge#ala pen!a"it lain
1 :enamah "ea"ti$an "&lagenase !ang merusa" tu"a"
1 :emeri"an pen!ulit glau"&ma dan "atara" ila dipa"ai lama
1 :enga"iat"an midriasis pupil dan pt&sis "el&pa" mata
1 :enga"ti$"an in$e"si herpes simple"s dan in$e"si 'irus
1 :enamah "emung"inan in$e"si #amur
1 :enamah erat radang a"iat in$e"si a"teri
Karena e$e" samping !ang serius "hususn!a "arena pemerian d&sis tinggi dan pemerian
#ang"a pan#ang) agen imun&supresi$ iasan!a diguna"an untu" u'eitis "r&ni" atau u'eitis !ang
mengan5am penglihatan (men!ea"an "eutaan/.
Adapun eerapa hal penting !ang perlu diperhati"an antara lain6
L K&rti"&ster&id t&pi"al 6 untu" u'eitis anteri&r) diguna"an ster&id t&pi"al tetes. Tergantung dari
"eparahan peradangan !ang a"an dipulih"an) $re"uensi pemerian er'ariasi. Prednis&l&n asetat
;B merupa"an &at !ang paling disu"ai namun "arena persediaan erentu" pre5ipitate)
sehingga pasien harus mengg&!ang"an dahulu &t&l seelum diguna"an. Kadang1"adang ster&id
dapat men!ea"an hipertensi &"ular- sehingga pema"aian dalam #ang"a @1G minggu perlu
dim&nit&r.
L K&rti"&ster&id peri&"ular- diguna"an apaila segmen p&steri&r ter"ena atau "eti"a mulai
dirasa"an ge#ala !ang mengarah "&mpli"asi. Pemerian terpai inisial selam 01@ minggu seelum
pemerian ster&id #ang"a pan#ang dapat memantu mengidenti$i"asi pasien !ang resp&nsi'e
terhadap "&rti"&ster&id. Beerapa u"ti menun#u"an ah2a in#e"si dalam transeptal
men!ea"an leih sedi"it hipertensi &5ular dianding"an dengan pemerian su1ten&n. Namun
pemerian in#e"si ini tida" diguna"an pada pasien dengan u'eitis !ang in$e"sius atau s"leritis
"arena penealan s5lera dan "emung"inan ter#adi per$&rasi.
L K&rti"&ster&id sistemi"- dieri"an pada saat6
;. U'eitis !ang mengan5am penglihatan seperti eresi"& men!ea"an "eutaan
*. U'eitis !ang tida" resp&nsi'e terhadap pemerian dengan met&de lainn!a
L <&nt&h &at "&rti"&ster&id !ang diguna"an untu" u'eitis6
1 Prednis&l&ne ;B (pred $&rte/ J ster&id paling "uat dan merupa"an drug &$ 5h&i5e untu"
u'eitis. Prednis&l&ne dapat menurun"an rea"si peradangan dengan mendepresi migrasi dari
leu"&sit P:N dan menurun"an permeailitas dari pemuluh darah. H&matr&pine dapat
menghamat "er#a &at 5ara5&l dan "&linesterase inhiit&r. %elain itu prednis&l&ne #uga tida"
&leh diguna"an pada pasien hipersensiti$ dengan prednis&l&ne dan pasien sedang mengalami
in$e"si #amur) 'irus) dan a"teri. D&sis !ang diguna"an !aitu ; gtt setap ;1G #am (de2asa/.
Prednis&l&ne dapat mening"at"an te"anan intra&5ular dan eresi"& menimul"an "atara" dalam
pema"aian #ang"a pan#ang.
. Oat anti in$lamasi n&nster&id
%epeti &at "&rti"&ster&id) &at anti in$lamasi n&nster&id ini #uga er$ungsi untu" menurun"an
ge#ala peradangan dan dieri"an apaila pasien memili"i "&ndisi "&ntra. K&ntraindi"asi pada
"&rti"&ster&id terdiri dari "&ntraindi"asi mutla" dan relati$. Pada "&ntraindi"asi as&lut)
"&rti"&ster&id tida" &leh dieri"an pada "eadaan in$e"si #amur !ang sistemi") herpes simple"s
"eratitis) hipersensiti'itas iasan!a "&rti"&tr&pin dan preparat intra'ena. %edang"an
"&ntraindi"asi relati$ "&rti"&ster&id dapat dieri"an dengan alasan seagai li$e sa'ing drugs.
K&rti"&ster&id dieri"an disertai dengan m&nit&r !ang "etat pada "eadaan hipertensi)
tuer"ul&sis a"ti$) gagal #antung) ri2a!at adan!a gangguan #i2a) p&siti'e puri$ied deri'ati'e)
glau5&ma) depresi erat) diaetes) ul"us pepti5) "atara") &ste&p&r&sis) "ehamilan. Termasu" "e
dalam g&l&ngan antiin$lamasi !ang ersi$at antilim$&sit seperti $eniluta?&n) ind&metasin)
salisilat) natrium di"l&$ena") dan g&l&ngan N&n1%ter&id Anti1In$amasi Drugs (N%AIDs/ !ang
lainn!a .
*. Oat si"l&plegia
Oat si"l&plegia e"er#a melumpuh"an &t&t s$ingter iris sehingga ter#adi dilatasi pupil) selain
#uga menga"iat"an paralisis &t&t siliar sehingga melumpuh"an a"&m&dasi. :e"anisme ini dapat
mengurangi rasa n!eri dan $&t&$&ia !ang ter#adi.
<&nt&h &at si"l&plegia6
1 Atr&pin (+),B1*B/ merupa"an si"l&plegi" "uat dan #uga ersi$at midriati". E$e" ma"simal
di5apai setelah 0+1@+ menit. Bila ter#adi "elumpuhan &t&t a"&m&dasi ma"a a"an n&rmal "emali
* minggu setelah &at dihenti"an. Atr&pin memeri"an e$e" samping seperti nadi 5epat) demam)
merah) dan mulut "ering.
1 %i"l&pent&late +),1*B (5!5l&g!l/ J men!ea"an e$e" si"l&plegia *,1>, menit dan
midriasis setelah 0+1G+ menit. E$e" !ang dihasil"an ertahan selama ; #am. Namun e$e" ini
dapat menurun pada "&ndisi parah. %ehingga h&matr&pin leih sering diguna"an pada u'eitis
dianding"an si"l&pent&lat. %i"l&pent&late dapat menghamat "er#a &at 5ara5&l dan
"&linesterase inhiit&r. %elain itu si"l&pent&late #uga tida" &leh diguna"an pada pasien !ang
mengalami glau"&ma sudut tertutup dan pasien !ang hipersensiti$ dengan si"l&pent&late. D&sis
!ang diguna"an !aitu 5!5l&g!l ; gtt 0dd (de2asa/.
1 H&matr&pine *1,B (is&pt&/ J men!ea"an e$e" si"l&plegia 0+1=+ menit dan midriasis
setelah ;+10+ menit. E$e" !ang dihasil"an ertahan selama ;+1@9 #am untu" si"l&plegia dan G
#am 1 @ hari untu" midriasis. H&matr&pine merupa"an agent &$ 5h&i5e !ang sering diguna"an
pada u'eitis. H&matr&pine dapat menghamat "er#a &at 5ara5&l dan "&linesterase inhiit&r.
%elain itu h&matr&pine #uga tida" &leh diguna"an pada pasien !ang mengalami glau5&ma sudut
tertutup dan pasien !ang hipersensiti$ dengan h&matr&pin. D&sis !ang diguna"an !aitu ; gtt 0dd
(de2asa/.
Pada pasien dengan "asus u'eitis lan#ut !ang parah !ang mana tida" resp&nsi$ terhadap ster&id
atau pada pasien dengan "&mpli"asi !ang erhuungan dengan terapi seelumn!a)
immun&supresan dapat diguna"an. Immun&suppressi$ agen merupa"an terapi pilihan a2al pada
pen!a"it Beh5et (termasu" "e dalam segmen p&steri&r/) Kegener granul&mat&sis) dan s"leritis
ne"r&ti". Pen!a"it1pen!a"it terseut dihuung"an dengan 'as"ulitis sistemi" !ang mengan5am
#i2a) dan terdapat u"ti medis ah2a dengan pemerian imun&supresi'e dapat mening"al"an
"&ndisi pasien. Imun&m&dulat&r! terapi sering diperlu"an dalam "&ndisi penanganan #ang"a
pan#ang dengan "&rti"&ster&id seperti pada serpigin&us "&r&iditis) irdsh&t "&r&iditis) .&gt1
"&!anagi1harada (.KH/) sistemi" &$talmia dan arthritis idi&pati" #u'enile.
Penanganan teraru pada u'eitis adalah medi"asi !ang ditu#u"an untu" target spesi$i" !aitu
mediat&r spesi$i" pada resp&n imunitas. Kalaupun medi"asi ini telah dipela#ari dan diteliti pada
pasien dengan rheumat&id arthritis dan 5r&hn disease) persamaan pada pat&genesis pen!a"it ini
!ang menstimulasi untu" dila"u"an &at !ang sama untu" penanganan pe!a"it in$lamasi &5ular
!ang er'ariasi. Adapun &at !ang diguna"an seagai peml&" mediat&r spesi$i" pada sistem
imunitas !ang sering ditemu"an pada penderita u'eitis !aitu antara lain- peml&" TN7 (Tum&r
Ne5r&sis 7a5t&r alpha/ 5&nt&h adalimuma) dan in$liAima- dan peml&" resept&r interleu"in1*
5&nt&h da5li?uma.
Penanganan lain !ang teraru adalah penggunaan $arma"&terapi intra&5ular melalui in#e"si
intra'itreal dan implantasi edah. Beerapa lap&ran "asus melap&r"an adan!a man$aat dalam
penggunaan triam"in&l&ne in#e"si (iasan!a @ mg dalam +); 55/ untu" mana#eman re$ra"si pada
edema ma"ular "ist&id. Namun) "elemahan in#e"si intra'itral ini memili"i 2a"tu paruh !ang
pende" sehingga in#e"si a"an dila"u"an erulang "ali (multipel/. %ehingga resi"& ter#adi
pementu"an "atara" dan pening"atan te"anan intra&"ular) serta eresi"& untu" ter#adin!a
end&$talmitis (end&$talmitis steril/ se"itar +);B.
%elain terapi medi"ament&sa) terdapat terapi pemedahan !ang diindi"asi"an dalam mana#emen
u'eitis dengan tu#uan rehailitasi penglihatan) i&psa untu" diagn&sis "eti"a menemu"an
peruahan dalam ren5ana peng&atan) dan mengamil media !ang menagalami &pasitas untu"
mem&nit&r segmen p&steri&r mata. Kalaupun man$aat dalam terapi in$lamasi dan
immun&m&dulat&ri) namun "adang didapat"an peruahan stru"tural !ang dapat ter#adi pada mata
misaln!a pementu"an "atara") glau"&ma se"under) alasi& retina/.
Dalam mempersiap"an pre&perasi) penanganan medis harus diintensi$"an untu" minimal #ang"a
2a"tu 0 ulan untu" men5apai pr&ses in$lamasi "&mplit (eradi"asi "&mplit dari sel "amera &"uli
anteri&r dan sel 'itreus a"ti$/. %e5ara umum) *@1@9 #am pre&perati'e) t&pi5al prednis&l&ne asetat
;B dieri"an setiap ;1* #am (saat pasien dalam "&ndisi sadar/ dengan prednis&l&n (; mg4"g/
tergantung dari pr&ses in$lamasi alami. %ter&id intra&"ular dan peri&"ular dapat dieri"an saat
&perati$ sedang erlangsung. :edi"asi sistemi" dan t&pi"al dieri"an dengan d&sis diturun"an
se5ara perlahan tergantung dari dera#at in$lamasi !ang ter#adi.
%elain penanganan di atas) terdapat hal1hal !ang perlu diperhati"an seagai $&ll&21up !aitu6
1 7&ll&2 up dengan &$talm&l&gis dalam *@ #am seai"n!a dila"u"an
1 Pada $ase a"ut) "asus u'eitis dii"uti setiap ;1> hari dengan pemeri"saan
i&mi"r&s"&pis4slit lamp dan pemeri"saan te"anan intra&5ular.
1 O$talm&l&gis harus mela"u"an tapering &$$ d&sis untu" "&rti"&ster&id dan si"l&plegi"
!ang dipa"ai dalam terapi medi"ament&sa
1 3i"a "&ndisi pasien telah stail) ma"a pem&nit&ran dila"u"an setiap ;1G ulan.
7. KO:PLIKA%I DAN PROGNO%I% PERADANGAN U.EA (U.EITI%/
Adapun "&mpli"asi !ang paling sering ter#adi pada u'eitis !aitu6
;. Glau"&ma se"under
Adapun me"anisme ter#adin!a pening"atan te"anan intra&5ular pada peradangan u'ea antara
lain6
a. %ine"ia anteri&r peri$er (iris peri$er mele"at pada "&rnea/ dan ter#adi a"iat peradangan iris
pada u'eitis anteri&r. %ine"ia ini men!ea"an sudut irid&"&rnea men!empit dan mengganggu
drainase dari hum&r a8ue&us sehingga ter#adi pening"atan '&lume pada "amera &"uli anteri&r
dan menga"iat"an pening"atan te"anan intra&"ular)
. %ine"ia p&steri&r pada u'eitis anteri&r ter#adi a"iat perle"atan iris pada lensa di eerapa
tempat seagi a"iat radang seelumn!a) !ang era"iat pupil ter$i"sasi tida" teratur dan terlihat
pupil !ang irreguler. Adan!a sine"ia p&steri&r ini dapat menimul"an glau"&ma dengan
memung"in"an er"umpuln!a hum&r a8ue&us di ela"ang iris) sehingga men&n#&l"an iris "e
depan dan menutup sudut irid&"&rnea.
5. Gangguan drainase hum&r a8ue&us #uga dapat ter#adi a"iat ter"umpuln!a sel1sel radang
($ler/ pada sudut irid&"&rnea sehingga '&lume pada "amera &"uli anteri&r mening"at dan ter#adi
glau"&ma.
Pada u'eitis intermediate) glau"&ma se"under adalah "&mpli"asi !ang #arang ter#adi.
*. Atr&$i ner'us &pti"us
%etelah ter#adi pening"atan te"anan intra&"ular) pasien dapat mengalami atr&$i ner'us &pti"us
sehingga ter#adi "eutaan permanen.
0. Katara" "&mpli"ata
Katara" "&mpli"ata a"iat pen!a"it intra&5ular disea"an "arena e$e" langsung pada $isi&l&gis
lensa. Katara" iasn!a era2al dari di daerah su"apsul p&steri&r dan a"hirn!a mengenai
seluruh stru"tur lensa. Katara" !ang ter#adi iasan!a unilateral. Pr&gn&sis 'isualn!a tida" seai"
"atara" senilis iasan!a.
@. Alasi& retina
,. Edema "ist&id ma5ular
G. E$e" penggunanan ster&id #ang"a pan#ang.
E$e" samping !ang dapat ter#adi a"iat pemerian ster&id6
1 :enurun"an da!a rea"si #aringan
1 :enga"ti$"an pr&li$erasi a"teri
1 %ter&id men!emun!i"an ge#ala pen!a"it lain
1 :enamah "ea"ti$an "&lagenase !ang merusa" tu"a"
1 :emeri"an pen!ulit glau"&ma dan "atara" ila dipa"ai lama
1 :enga"iat"an midriasis pupil dan pt&sis "el&pa" mata
1 :enga"ti$"an in$e"si herpes simple"s dan in$e"si 'irus
1 :enamah "emung"inan in$e"si #amur
1 :enamah erat radang a"iat in$e"si a"teri
E$e" samping !ang dapat ter#adi a"iat pemerian ster&id sistemi"6
Tempat
:a5am e$e" samping
;. %aluran 5erna
*. Ot&t
0. %usunan sara$ pusat
@. Tulang
,. Kulit
G. :ata
>. Darah
9. Pemuluh darah
=. Kelen#ar adrenal agian "&rte"
;+. :eta&lisme pr&tein) KH dan lema"
;;. Ele"tr&lit
;*. %istem immunitas
1 Hiperse"resi asam lamung) menguah pr&te"si gaster) ul"us pepti"um4per$&rasi)
pan"reatitis) ileitis regi&nal) "&litis ulserati$.
1 Hip&tr&$i) $ir&sis) mi&pati panggul4ahu.
1 Peruahan "epriadian (eu$&ria) ins&mnia) gelisah) mudah tersinggung) psi"&sis) paran&id)
hiper"inesis) "e5endrungan unuh diri/) na$su ma"an ertamah.
1 Oste&p&r&sis)$ra"tur) "&mpresi 'ertera) s"&li&sis) $ra"tur tulang pan#ang.
1 Hirsutisme) hip&tr&pi) strie atr&$ise) dermat&sis a"nei$&rmis) purpura) telangie"tasis.
1 Glau"&ma dan "atara" su"apsular p&steri&r
1 Kenai"an H) eritr&sit) leu"&sit dan lim$&sit
1 Kenai"an te"anan darah
1 Atr&$i) tida" isa mela2an stres
1 Kehilangan pr&tein (e$e" "ata&li"/) hiperlipidemia)gula meninggi) &esitas) u$$al& hump)
perlema"an hati.
1 Retensi Na4air) "ehilangan "alium (astenia) paralisis) tetani) aritmia "&r/
1 :enurun) rentan terhadap in$e"si) rea"ti'asi T dan herpes simple") "eganasan dapat
timul.
Kalaupun "&mpli"asi dapat ter#adi) pr&gn&sis dari u'eitis agus apaila dila"u"an penanganan
!ang tepat.
BAB III
KE%I:PULAN
U'eitis adalah pr&ses in$lamasi pada salah satu atau semua agian dari u'ea (iris) adan
siliar4"&rpus siliar) dan "&r&id/. U'ea merupa"an lapisan 'as"ular mata !ang tersusun atas
an!a" pemuluh darah !ang dapat memeri"an nutrisi "epada mata. Adan!a peradangan pada
area ini dapat mempengaruhi elemen mata !ang lain seperti "&rnea) retina) s"lera) dan eerapa
elemen mata penting lainn!a.
Pen!ea pasti dari u'eitis elum di"etahui sehingga pat&$isi&l&gi !ang pasti dari u'eitis #uga
elum di"etahui. %e5ara umum) u'eitis dapat disea"an &leh rea"si imunitas. U'eitis sering
dihuung"an dengan in$e"si seperti herpes) t&A&plasm&sis) dan si$ilis- adapun) p&stulate rea"si
imunitas se5ara langsung mela2an enda asing atau antigen !ang dapat melu"ai sel dan
pemuluh darah u'ea.
U'eitis di"lasi$i"asi erdasar"an eerapa parameter. Adapun parameter !ang diguna"an antara
lain6 dem&gra$i- l&"asi dari tempat peradangan- durasi) &nset) dan per#alanan pen!a"it- "ara"ter
dari peradangan !ang ter#adi- dan pen!ea dari in$lamasi. Klasi$i"asi dan standarisasi dari
u'eitis sangat penting dalam diagn&sis dan penanganan pen!a"it. %ehingga penanganan !ang
5&st1e$e5ti'e dapat terla"sana.
Penanganan u'eitis paling a2al adalah mela"u"an diagn&sis !ang tepat dan agi setting
penanganan pela!anan primer ataupun pada IRD segera mela"u"an ru#u"an "epada ahli spesialis
mata. Kalaupun ditemu"an mata merah dan ditemu"an sel radang) darah putih) atau darah merah
pada "amera &"uli anteri&r) antii&ti5 tida" diindi"asi"an untu" dieri"an "epada pasien. Adapun
penanganan se5ara medi"ament&sa) ditu#u"an untu" mengurangi n!eri dan peradangan. terapi
pemedahan !ang diindi"asi"an dalam mana#emen u'eitis dengan tu#uan rehailitasi
penglihatan) i&ps! untu" diagn&sis "eti"a menemu"an peruahan dalam ren5ana peng&atan)
dan mengamil media !ang menagalami &pasitas untu" mem&nit&r segmen p&steri&r mata.
Kalaupun "&mpli"asi dapat ter#adi) pr&gn&sis dari u'eitis agus apaila dila"u"an penanganan
!ang tepat.
DA7TAR PU%TAKA
Al17a2a?) Adullah.. Le'ins&n. Ralph. D.. (*+;+/. U'eitis) Anteri&r) Granul&mat&se. Dia"ses
tanggal 0 :aret *+;+) dari 222.emedi5ine.meds5ape.5&m
Al17a2a?) Adullah.. Le'ins&n. Ralph. D.. (*+;+/. U'eitis) Anteri&r) N&n1Granul&mat&se.
Dia"ses tanggal 0 :aret *+;+) dari 222.emedi5ine.meds5ape.5&m
7ar&&8ui) %aadia. C&hra.. 7&ster) <. %tephen.. %heppard.. (*++9/. U'eitis) <lassi$i5ati&n. Dia"ses
tanggal 0 :aret *+;+) dari 222.emedi5ine.meds5ape.5&m
G&rd&n) Kil&urn. (*++=/. Iritis and U'eitis. Dia"ses tanggal 0 :aret *+;+) dari
222.emedi5ine.meds5ape.5&m
Gu!t&n) Arthur. <.) Hall) 3&hn. E.. (;==>/. Bu"u A#ar 7isi&l&gi Ked&"teran. Edisi =. EG<6
3a"arta.
Il!as) %idarta) d"". (*++*/. Ilmu Pen!a"it :ata Untu" D&"ter Umum dan :ahasis2a
Ked&"teran. Edisi "e1*. %agung %et&6 3a"arta.
Il!as) %idarta. (*++,/. Ilmu Pen!a"it :ata. Edisi 0. 7a"ultas Ked&"teran Uni'ersitas Ind&nesia6
3a"arta.
3anigian) R&ert. H. (*+;+/. U'eitis) E'aluati&n and Treatment. Dia"ses tanggal 0 :aret *+;+)
dari 222.emedi5ine.meds5ape.5&m
3anigian) R&ert. H.. 7ilipp&p&ul&s) The&d&r&s.. Kel5&me) Brian. A.. (*++9/. U'eitis)
Intermediate. Dia"ses tanggal 0 :aret *+;+) dari 222.emedi5ine.meds5ape.5&m
3usu$) Ahmad. Aulia. (*++0/. Dia"ses tanggal 0 :aret *+;+) dari
222.sta$$.ui.a5.id4internal4;0*+;,;@+4material4%I%TE:PENGLIHATAN.d&5
.aughan) Daniel. G.) Asur!) Ta!l&r.) Ri&rdan1E'a) Paul.. (*+++/. O$talm&l&gi Umum. Edisi ;@.
Kid!a :edi"a6 3a"arta.