Anda di halaman 1dari 10

Kelenjar getah bening (KGB)

Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh kita. Tubuh kita memiliki
kurang lebih sekitar 600 kelenjar getah bening, namun hanya didaerah submandibular (bagian
bawah rahang bawah; sub: bawah;mandibula:rahang bawah), ketiak atau lipat paha yang teraba
normal pada orang sehat.
Terbungkus kapsul fibrosa yang berisi kumpulan sel-sel pembentuk pertahanan tubuh dan
merupakan tempat penyaringan antigen (protein asing) dari pembuluh-pembuluh getah bening
yang melewatinya. Pembuluh-pembuluh limfe akan mengalir ke KGB sehingga dari lokasi KGB
akan diketahui aliran pembuluh limfe yang melewatinya.
Oleh karena dilewati oleh aliran pembuluh getah bening yang dapat membawa antigen (mikroba,
zat asing) dan memiliki sel pertahanan tubuh maka apabila ada antigen yang menginfeksi maka
kelenjar getah bening dapat menghasilkan sel-sel pertahanan tubuh yang lebih banyak untuk
mengatasi antigen tersebut sehingga kelenjar getah bening membesar. Pembesaran kelenjar getah
bening dapat berasal dari penambahan sel-sel pertahanan tubuh yang berasal dari KBG itu
sendiri seperti limfosit, sel plasma, monosit dan histiosit,atau karena datangnya sel-sel
peradangan (neutrofil) untuk mengatasi infeksi di kelenjar getah bening (limfadenitis), infiltrasi
(masuknya) sel-sel ganas atau timbunan dari penyakit metabolit makrofag (gaucher disease)
Dengan mengetahui lokasi pembesaran KGB maka kita dapat mengerahkan kepada lokasi
kemungkinan terjadinya infeksi atau penyebab pembesaran KGB.

Epidemiologi
Limfadenopati merujuk kepada ketidaknormalan kelenjar getah bening dalam ukuran,
konsistensi ataupun jumlahnya. Pada daerah leher (cervikal), pembesaran kelenjar getah bening
didefinisikan bila kelenjar membesar lebih dari diameter satu sentimeter. Pembesaran kelenjar
getah bening di daerah leher sering terjadi pada anak-anak. Sekitar 38% sampai 45% pada anak
normal memiliki kelenjar getah bening daerah leher yang teraba. Dari studi di Belanda terdapat
2.556 kasus limadenopati yang tidak dapat dijelaskan dan 10% dirujuk kepada subspesialis, 3.2%
membutuhkan biopsi dan 1.1% mengalami keganasan. Studi kedokteran keluarga di amerika
serikat tidak ada dari 80 pasien dengan limfadenopati yang tidak dapat dijelaskan yang
mengalami keganasan dan tiga dari 238 pasien yang mengalami keganasan dari limadenopati
yang tidak dapat dijelaskan.
Pasien usia >40tahun dengan limfadenopati yang tidak dapat dijelaskan memiliki risiko keanasan
4% dibanding risiko keganasan 0,4% bila ditemukan pada psien <40tahun.
gambar 1. kelenjar getah bening daerah leher, arah aliran dan kemungkinan penyebab. gambar
diambil dari aafp
gambar 2. kelenjar getah bening daerah lipat paha, arah aliran dan kemungkinan penyebab.
Gambat diambil dari aafp
gambar 3. kelenjar getah bening daerah lengan, arah aliran dan kemungkinan penyebab. Gambar
diambil dari aafp
Etiologi (penyebab)
Pembesaran kelenjar getah bening dapat dibedakan menjadi lokal atau umum (generalized).
Pembesaran kelenjar getah bening umum didefinisikan sebagai pembesaran kelenjar getah
bening pada dua atau lebih daerah. Daerah-daerah terdapatnya kelenjar getah bening adalah :
Gambar diambil dari www.aafp.org
Penyebab yang paling sering adalah hasil dari proses infeksi dan infeksi yang biasanya terjadi
adalah infeksi oleh virus pada saluran pernapasan bagian atas (rinovirus, virus parainfluenza,
influenza, respiratory syncytial virus (RSV), coronavirus, adenovirus atau reovirus). Virus
lainnya virus ebstein barr, cytomegalovirus, rubela, rubeola, virus varicella-zooster, herpes
simpleks virus, coxsackievirus, human immunodeficiency virus. Bakteri pada peradangan KGB
(limfadenitis) dapat disebabkan Streptokokus beta hemolitikus Grup A atau stafilokokus aureus.
Bakteri anaerob bila berhubungan dengan caries dentis (gigi berlubang) dan penyakit gusi.
Difteri, Hemofilus influenza tipe b jarang menyebabkan hal ini. Bartonella henselae,
mikrobakterium atipik dan tuberkulosis dan toksoplasma.
Keganasan seperti leukimia, neuroblastoma, rhabdomyosarkoma dan limfoma juga dapat
menyebabkan limfadenopati. Penyakit lainnya yang salah satu gejalanya adalah limfadenopati
adalah kawasaki, penyakit kolagen, lupus. Obat-obatan juga menyebabkan limfadenopati umum.
Limfadenopati daerah leher perah dilaporkan setelah imunisasi (DPT,polio atau tifoid).
Masing-masing penyebab tidak dapat ditentukan hanya dari pembesaran kelenjar getah bening
saja, melainkan dari gejala-gejala lainnya yang menyertai pembesaran kelenjar getah bening.
Gejala klinis
Diagnosis limfadenopati memerlukan anamnesis (wawancara), pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang bila diperlukan. Pada anamnesis dapat didapatkan :
anamnesis Keterangan
Lokasi pembesaran kelenjar getah bening Pembesaran kelenjar getah bening pada dua sisi leher
secara mendadak biasanya disebabkan oleh infeksi virus saluran pernapasan bagian atas. Pada
infeksi oleh penyakit kawasaki umumnya pembesaran KGB hanya satu sisi saja. Apabila
berlangsung lama (kronik) dapat disebabkan infeksi oleh mikobakterium, toksoplasma, ebstein
barr virus atau citomegalovirus.
Gejala-gejala penyerta (symptoms) Demam, nyeri tenggorok dan batuk mengarahkan kepada
penyebab infeksi saluran pernapasan bagian atas. Demam, keringat malam dan penurunan berat
badan mengarahkan kepada infeksi tuberkulosis atau keganasan. Demam yang tidak jelas
penyebabnya, rasa lelah dan nyeri sendi meningkatkan kemungkinan oleh penyakit kolagen atau
penyakit serum (serum sickness-ditambah riwayat obat-obatan atau produk darah).
Riwayat penyakit sekarang dan dahulu Adanya peradangan tonsil (amandel) sebelumnya
mengarahkan kepada infeksi oleh streptokokus; luka lecet pada wajah atau leher atau tanda-tanda
infeksi mengarahkan penyebab infeksi stafilokokus; dan adanya infeksi gigi dan gusi juga dapat
mengarahkan kepada infeksi bakteri anaerob. Transfusi darah sebelumnya dapat mengarahkan
kepada citomegalovirus, epstein barr virus atau HIV.
Penggunaan obat-obatan Limfadenopati dapat timbul setelah pemakaian obat-obatan seperti
fenitoin dan isoniazid. Obat-obatan lainnya seperti allupurinol, atenolol, captopril,
carbamazepine, cefalosporin, emas, hidralazine, penicilin, pirimetamine, quinidine, sulfonamida,
sulindac). Pembesaran karena obat umumnya seluruh tubuh (generalisata)
Paparan terhadap infeksi Paparan/kontak sebelumnya kepada orang dengan infeksi saluran napas
atas, faringitis oleh streptokokus, atau tuberkulosis turut membantu mengarahkan penyebab
limfadenopati.
Riwayat perjalanan atau pekerjaan Perjalanan ke daerah-daerah afrika dapat mengakibatkan
terkena tripanosomiasis, orang yang bekerja dalam hutan dapat terkena tularemia
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik
Secara umum Malnutrisi atau pertumbuhan yang terhambat mengarahkan kepada penyakit
kronik (berjalan lama) seperti tuberkulosis, keganasan atau gangguan sistem kekebalan tubuh
Karakteristik dari kelenjar getah bening KGB dan daerah sekitarnya harus diperhatikan. Kelenjar
getah bening harus diukur untuk perbandingan berikutnya. Harus dicatat ada tidaknya nyeri
tekan, kemerahan, hangat pada perabaan, dapat bebas digerakkan atau tidak dapat digerakkan,
apakah ada fluktuasi, konsistensi apakah keras atau kenyal.
Ukuran : normal bila diameter 0,5cm dan lipat paha >1,5cm dikatakan abnormal)
Nyeri tekan : umumnya diakibatkan peradangan atau proses perdarahan
Konsistensi : keras seperti batu mengarahkan kepada keganasan, padat seperti karet
mengarahkan kepada limfoma; lunak mengarahkan kepada proses infeksi; fluktuatif
mengarahkan telah terjadinya abses/pernanahan
Penempelan/bergerombol : beberapa KGB yang menempel dan bergerak bersamaan bila
digerakkan. Dapat akibat tuberkulosis, sarkoidosis, keganasan.
Pembesaran KGB leher bagian posterior (belakang) terdapat pada infeksi rubela dan
mononukleosis. Supraklavikula atau KGB leher bagian belakang memiliki risiko keganasan lebih
besar daripada pembesaran KGB bagian anterior.
Pembesaran KGB leher yang disertai daerah lainnya juga sering disebabkan oleh infeksi virus.
Keganasan, obat-obatan, penyakit kolagen umumnya dikaitkan degnan pembesaran KGB
generalisata.
Pada pembesaran KGB oleh infeksi virus, KGB umumnya bilateral (dua sisi-kiri/kiri dan kanan),
lunak dan dapat digerakkan. Bila ada infeksi oleh bakteri, kelenjar biasanya nyeri pada
penekanan, baik satu sisi atau dua sisi dan dapat fluktuatif dan dapat digerakkan. Adanya
kemerahan dan suhu lebih panas dari sekitarnya mengarahkan infeksi bakteri dan adanya
fluktuatif menandakan terjadinya abses. Bila limfadenopati disebabkan keganasan tanda-tanda
peradangan tidak ada, KGB keras dan tidak dapat digerakkan (terikat degnan jaringan di
bawahnya)
Pada infekswi oleh mikobakterium pembesaran kelenjar berjalan minguan-bulan, walaupun
dapat mendadak, KGB menjadi fluktuatif dan kulit diatasnya menjadi tipis, dan dapat pecah dan
terbentuk jembatan-jembatan kulit di atasnya.
Tanda-tanda penyerta
(sign) Adanya tenggorokan yang merah, bercak-bercak putih pada tonsil, bintik-bintik merah
pada langit-langit mengarahkan infeksi oleh bakteri streptokokus. Adanya selaput pada dinding
tenggorok, tonsil, langit-langit yang sulit dilepas dan bila dilepas berdarah, pembengkakan pada
jaringan lunak leher (bull neck) mengarahkan kepada infeksi oleh bakteri difteri. Faringitis,
ruam-ruam dan pembesaran limpa mengarahkan kepada infeksi epstein barr virus. Adanya
radang pada selaput mata dan bercak koplik mengarahkan kepada campak. Adanya pucat, bintik-
bintik perdarahan (bintik merah yang tidak hilang degnan penekanan), memar yang tidak jelas
penyebabnya, dan pembesaran hati dan limpa mengarahkan kepada leukomia. Demam panjang
yang tidak berespon dengan obat demam; kemerahan pada mata; peradangan pada tenggorok,
strawberry tongue; perubahan pada tangan dan kaki (bengkak, kemerahan pada telapak tangan
dan kaki); limfadenopati satu sisi (unilateral) mengarahkan kepada penyakit kawasaki.
Alur Diagnosis
diambil dari RCH
Diagnosis banding :
Benjolan di leher yang seringkali disalahartikan sebagai pembesaran KGB leher :
Gondongan : pembesaran kelenjar parotits akibat infeksi virus, sudut rahang bawah dapat
menghilang karena bengkak
Kista duktus tiroglosus : berada di garis tengah dan bergerak dengan menelan
Kista dermoid : benjolan di garis tengah dapat padat atau berisi cairan
Hemangioma : kelainan pembuluh darah sehingga timbul benjolan berisi jalinan pembuluh
darah, berwarna merah atau kebiruan.
Tatalaksana
Tatalaksana pembesaran KGB leher didasarkan kepada penyebabnya. Banyak kasus dari
pembesaran KGB leher sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan pengobatan apapun
selain dari observasi. Kegagalan untuk mengecil setelah 4-6 minggu dapat menjadi indikasi
untuk dilaksanakan biopsi kelenjar getah bening. Biopsi dilakukan bila terdapat tanda dan gejala
yang mengarahkan kepada keganasa, KGB yang menetap atau bertambah besar dengan
pengobatan yang tepat, atau diagnosis belum dapat ditegakkan.
Pembesarab KGB pada anak-anak biasanya disebabkan oleh virus dan sembuh sendiri, walaupun
pembesaran KGB dapat berlangsung mingguan. Pengobatan pada infeksi KGB oleh bakteri
(limfadenitis) adalah antibiotik oral 10 hari dengan pemantauan dalam 2 hari pertama
flucloxacillin 25mg/kgBB empat kali sehari. Bila ada reaksi alergi terhadap antibiotik golongan
penisilin dapat diberikan cephalexin 25mg/kg (sampai dengan 500mg) tiga kali sehari atau
eritromisin 15mg/kg (sampai 500mg) tiga kali sehari.
Bila penyebab limfadenopati adalah mikobakterium tuberkulosis maka diberikan obat anti
tuberkulosis selama 9-12 bulan. Bila disebabkan mikobakterium selain tuberkulosis maka
memerlukan pengangkatan KGB yang terinfeksi atau bila pembedahan tidak memungkinkan atau
tidak maksimal diberikan antibiotik golongan makrolida dan antimikobakterium. Pemeriksaan
penunjang bila limfadenopati akut tidak diperlukan, namun bila berlangsung >2minggu dapat
diperiksakan serologi darah untuk epstein barr virus, citomegalovirus, hiv, toxoplasma; tes
mantoux, rontgen dada, biopsi dimana semuanya disesuaikan dengan tanda dan gejala yang ada
dan yang paling mengarahkan diagnosis.
Kesimpulan
Pembesaran kelenjar getah bening daerah leher biasa ditemukan dan umumnya tidak berbahaya.
Observasi merupakan hal utama. Diagnosis didapatkan dari wawancara pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang apabila diperlukan. Bila diagnosis belum dapat ditentukan dan tidak
didapatkan tanda dan gejala ke arah keganasan dapat doibservasi daulu selama 3-4 minggu.

Limfadenopati pada daerah leher

Abstrak
Limfadenopati merujuk kepada ketidaknormalan kelenjar getah bening dalam ukuran,
konsistensi ataupun jumlahnya. Pada daerah leher (cervikal), pembesaran kelenjar getah bening
didefinisikan bila kelenjar membesar lebih dari diameter satu sentimeter. Pembesaran kelenjar
getah bening di daerah leher sering terjadi pada anak-anak. Pada pasien ini didapatkan
pembesaran kelenjar getah benih pada daerah leher disertai keluhan rewel dan juga demam,
diberikan terapi simptomatis antipiretik dan antiinflamasi.

Kata kunci : Limfadenopati, leher (cervikal)

History
Pasien wanita usia 11 bulan datang dengan keluhan (alloanamnesis orangtua) timbul benjolan di
leher sebelah kiri sejak 7 hari ini, awalnya kecil namun lama-lama semakin membesar, disertai
demam dan pasien sering rewel. Tidak ada keluhan batuk pilek sebelumnya. Pada pemeriksaan
vital sign suhu 38,6
o
C, pada leher kanan didapatkan benjolan ukuran 5x5 cm warna kemerahan
teraba lebih panas dibandingkan sekitarnya. Pada pemeriksaan penunjang darah rutin, urin rutin
dan feces rutin didapatkan hasil dalam batas normal.

Diagnosis
Limfadenopati servikal suspect infeksi virus

Penatalaksanaan
Pada pasien ini diberikan terapi antipiretik Parasetamol Syrup 4x15 cc, dan antiinflamasi
Deksamethasone inj iv 3x ampul.

Diskusi
Kelenjar getah bening (KGB) adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh kita. Tubuh kita
memiliki kurang lebih sekitar 600 kelenjar getah bening, namun hanya didaerah submandibular
(bagian bawah rahang bawah; sub: bawah;mandibula:rahang bawah), ketiak atau lipat paha yang
teraba normal pada orang sehat.
Terbungkus kapsul fibrosa yang berisi kumpulan sel-sel pembentuk pertahanan tubuh dan
merupakan tempat penyaringan antigen (protein asing) dari pembuluh-pembuluh getah bening
yang melewatinya. Pembuluh-pembuluh limfe akan mengalir ke KGB sehingga dari lokasi KGB
akan diketahui aliran pembuluh limfe yang melewatinya.
Oleh karena dilewati oleh aliran pembuluh getah bening yang dapat membawa antigen (mikroba,
zat asing) dan memiliki sel pertahanan tubuh maka apabila ada antigen yang menginfeksi maka
kelenjar getah bening dapat menghasilkan sel-sel pertahanan tubuh yang lebih banyak untuk
mengatasi antigen tersebut sehingga kelenjar getah bening membesar. Pembesaran kelenjar getah
bening dapat berasal dari penambahan sel-sel pertahanan tubuh yang berasal dari KBG itu
sendiri seperti limfosit, sel plasma, monosit dan histiosit,atau karena datangnya sel-sel
peradangan (neutrofil) untuk mengatasi infeksi di kelenjar getah bening (limfadenitis), infiltrasi
(masuknya) sel-sel ganas atau timbunan dari penyakit metabolit makrofag (gaucher disease)
Dengan mengetahui lokasi pembesaran KGB maka kita dapat mengerahkan kepada lokasi
kemungkinan terjadinya infeksi atau penyebab pembesaran KGB.
Pada pembesaran KGB oleh infeksi virus, KGB umumnya bilateral (dua sisi-kiri/kiri dan kanan),
lunak dan dapat digerakkan. Bila ada infeksi oleh bakteri, kelenjar biasanya nyeri pada
penekanan, baik satu sisi atau dua sisi dan dapat fluktuatif dan dapat digerakkan. Adanya
kemerahan dan suhu lebih panas dari sekitarnya mengarahkan infeksi bakteri dan adanya
fluktuatif menandakan terjadinya abses. Bila limfadenopati disebabkan keganasan tanda-tanda
peradangan tidak ada, KGB keras dan tidak dapat digerakkan (terikat degnan jaringan di
bawahnya)
Tatalaksana pembesaran KGB leher didasarkan kepada penyebabnya. Banyak kasus dari
pembesaran KGB leher sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan pengobatan apapun
selain dari observasi. Kegagalan untuk mengecil setelah 4-6 minggu dapat menjadi indikasi
untuk dilaksanakan biopsi kelenjar getah bening. Biopsi dilakukan bila terdapat tanda dan gejala
yang mengarahkan kepada keganasa, KGB yang menetap atau bertambah besar dengan
pengobatan yang tepat, atau diagnosis belum dapat ditegakkan.
Pembesarab KGB pada anak-anak biasanya disebabkan oleh virus dan sembuh sendiri, walaupun
pembesaran KGB dapat berlangsung mingguan. Pengobatan pada infeksi KGB oleh bakteri
(limfadenitis) adalah antibiotik oral 10 hari dengan pemantauan dalam 2 hari pertama
flucloxacillin 25mg/kgBB empat kali sehari. Bila ada reaksi alergi terhadap antibiotik golongan
penisilin dapat diberikan cephalexin 25mg/kg (sampai dengan 500mg) tiga kali sehari atau
eritromisin 15mg/kg (sampai 500mg) tiga kali sehari.
Bila penyebab limfadenopati adalah mikobakterium tuberkulosis maka diberikan obat anti
tuberkulosis selama 9-12 bulan. Bila disebabkan mikobakterium selain tuberkulosis maka
memerlukan pengangkatan KGB yang terinfeksi atau bila pembedahan tidak memungkinkan atau
tidak maksimal diberikan antibiotik golongan makrolida dan antimikobakterium. Pemeriksaan
penunjang bila limfadenopati akut tidak diperlukan, namun bila berlangsung >2minggu dapat
diperiksakan serologi darah untuk epstein barr virus, citomegalovirus, hiv, toxoplasma; tes
mantoux, rontgen dada, biopsi dimana semuanya disesuaikan dengan tanda dan gejala yang ada
dan yang paling mengarahkan diagnosis.
Pada pasien ini didapatkan limfadenopati cervikal lokalisata yang baru berlangsung selama 7
hari, sehingga masih dicurigai merupakan infeksi virus, sehingga dilakukan observasi dan
pemberian terapi simptomatis antipiretik dan antiinflamasi. Pada follow-up kondisi pasien
membaik dan setelah 5 hari rawat inap pasien sudah dibolehkan pulang.
Pengenalan Istilah FNAB / Biopsi Jarum Halus Pada Pasien Kanker Payudara
FNAB / Biopsi Jarum Halus


Bila anda menemukan ada benjolan yang sebelumnya tidak ada , pada suatu bagian tubuh anda,
apa sikap dan tindakan anda ?
Mula mula mungkin anda menunggu kalau kalau benjolan itu hilang sendiri. Kalau tidak hilang
hilang, akhirnya anda pergi ke dokter untuk berobat.
Dokter akan memeriksa dan memberikan obat kepada anda. Bila benjolan itu hilang maka anda
bersyukur dan merasa beruntung karena sembuh.
Akan tetapi kalau benjolan itu tidak kempes, apa yang harus diperbuat ? Dokter anda dapat
menganjurkan untuk melakukan biopsi aspirasi jarum halus (FNAB)


Apa yang dimaksud dengan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) itu ?


FNAB ialah suatu tindakan memeriksa suatu bagian tubuh dengan cara menyuntikkan sebuah
jarum yang halus (lebih kecil dari jarum suntik biasa) ke bagian yang membenjol, lalu
melakukan aspirasi (penyedotan) untuk mengambil isi benjolan itu.
Selanjutnya bahan hasil sedotan itu dikirim ke dokter Ahli Patologi untuk diperiksa . Dokter Ahli
Patologi akan menentukan jenis penyakit pada benjolan itu.
Setelah itu dokter anda akan memberikan obat atau cara pengobatan yang sesuai dengan
penyakit.

Apa Bahaya FNAB ?
Karena memakai jarum yang halus, tidak ada bahaya atau komplikasinya.
Apakah menimbulkan rasa sakit ?
Rasa sakit hanya sedikit, seperti biasanya kalau disuntik.

Apakah tidak menyebarkan sel kanker ?
Tidak ada laporan mengenai penyebaran sel kanker akibat FNAB


Apakah menimbulkan perdarahan atau menimbulkan bekas di kulit ?Tidak menyebabkan
perdarahan dan tidak menimbulkan bekas pada kulit, bila dilakukan dengan benar


Apakah FNAB dapat menentukan penyakit apa yang diderita ?
Hasil pemeriksaan FNAB hampir sama dengan hasil biopsi memakai pisau, jadi pada banyak
keadaan dapat menentukan diagnosis penyakit



Alat tubuh apa saja yang dapat diperiksa FNAB ?
Hampir semua bagian tubuh dimana ada benjolan abnormal dapat diperiksa FNAB.
Yang sering ialah : kelenjar leher , kelenjar gondok, kelenjar liur , payudara atau tumor dimana
saja.



Adakah manfaat bila benjolan itu diperiksa FNAB ?
Banyak manfaatnya.



* Bila hasilnya suatu infeksi atau peradangan, maka dokter anda dapat memberikan obat yang
sesuai.

* Benjolan karena infeksi kuman tbc tentu membutuhkan pengobatan berbeda dengan infeksi
kuman lain.

* Bila suatu kista, maka isi cairannya dapat di keluarkan sehingga benjolan mengempes. Bila
suatu tumor jinak, maka dapat direncanakan untuk operasi bersama dokter Ahli Bedah.

* Bila suatu tumor ganas, maka dapat direncanakan tindakan pengobatan bersama tim onkologi (
tim yang terdiri atas dokter dokter spesialis yang mendalami bidang kanker ).
Diagnosis kanker dapat lebih cepat diketahui , terutama pada kanker payudara dan kanker
thyroid, sehingga usaha pengobatannya dapat lebih cepat dan lebih tepat diberikan.



* Operasi yang tepat dapat dilakukan, mungkin disusul dengan radioterapi dan/atau obat obatan
kemoterapi.
Makin cepat diagnosisnya, makin cepat pengobatannya, makin bagus hasilnya.


Apakah di RS dapat dilakukan FNAB ?
Dapat dilakukan , dapat melalui rekomendasi atau rujukan dari dokter anda. atau langsung.
Tidak perlu persiapan khusus, tidak perlu dirawat inap, tidak perlu puasa dulu.
Setelah dilakukan FNAB, anda dapat langsung melakukan aktifitas seperti biasa.



Pemeriksaan Biopsi



Pemeriksaan mikroskopik terhadap sample tumor yang bisa menggambarkan histopatologis
struktur dan kateristik sel- dari jaringan yang dicurigai kanker tersebut.
Ini menjadi penentu seseorang dapat divonis terkena kanker atau tidak. Memang sangat
dipengaruhi sekali pada saat pengambilan bahan biopsi, sudah dapat mewakili seluruh kondisi
tumor atau belum.
Ada beberapa cara pengambilan biopsi. Hal ini bisa dipilih dengan pertimbangan letak tumor,
efektivitas pengambilan, fasilitas yang tersedia dan kemungkinan radikalitas tumor itu sendiri.
Dikenal ada: open biopsy (eksisi dan insisional biopsy), biopsy jarum, trucut biopsy, punch
biopsy, dan curettage biopsy (biopsi kerokan).
Dari pemeriksaan ini dapat ditentukan jenis, sifat sel tumor, dan tingkat diferensiasi (perubahan)
sel dari struktur normal sehingga bisa diketahui seberapa ganasnya sel-sel tumor itu.
Dari informasi ini kemudian dokter bisa memprediksi hasil therapy yang nantinya akan
diberikan.
Pengerjaan untuk melakukan biopsy dapat dilakukan sebelum pembedahan utamanya dikerjakan
(yang ini lebih dianjurkan), atau bisa juga pada saat pembedahan sebagai upaya therapeutic.
Yang paling penting diketahui bahwa apapun hasilnya, si pasien mempunyai hak untuk
mengetahui dan mendapatkan hasil pemeriksaan patologi tersebut.
Dan dokter dengan caranya tersendiri wajib menginformasikan hal itu secara langsung kepada si
pasien.



Jika hasil dari biopsi tersebut ternyata positif kanker, biasanya dokter akan menyarankan
seminggu sesudah biopsi akan dilakukan pengobatan untuk kanker tersebut.
Keakuratan biopsi juga tergantung dari ketelitian dan pengalaman dari dokter bedah
Patologi tersebut.
Dan akan bahaya jika ditunda lebih lama.



Tidak ada kepastian apakah biopsi itu dapat membuat sel kanker menyebar lebih cepat
atau tidak.
Ada dokter yang bilang ya, ada juga dokter yang bilang tidak. tapi satu hal yang pasti
neddle test tidak membuat sel kanker menyebar.



Hipertrofi ventrikel kiri adalah pembesaran (hipertrofi) dari jaringan otot yang membentuk
dinding ruang utama jantung Anda memompa (ventrikel kiri).
Left ventricular hypertrophy develops in response to some factor, such as high blood pressure,
that requires the left ventricle to work harder. Hipertrofi ventrikel kiri berkembang dalam
menanggapi beberapa faktor, seperti tekanan darah tinggi, yang membutuhkan ventrikel kiri
bekerja lebih keras. As the workload increases, the walls of the chamber grow thicker, lose
elasticity and eventually may fail to pump with as much force as a healthy heart. Dengan
meningkatnya beban kerja, dinding ruang tumbuh tebal, kehilangan elastisitas dan akhirnya
mungkin gagal untuk memompa dengan kekuatan sebanyak jantung sehat.
Left ventricular hypertrophy (LVH) is more common in people who have high blood pressure or
other heart problems. Hipertrofi ventrikel kiri (LVH) lebih umum pada orang yang memiliki
tekanan darah tinggi atau masalah jantung lainnya.