Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

EFUSI PLEURA
A!br0ken!! PENGERTIAN EFUSI PLEURA
Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terdapatnya penumpukan cairan dalam
rongga pleura. Terkumpulnya cairan pada rongga pleura. Jika efusi terifeksi disebut
empiema. Jika berhubungan dengan pneumonia, disebut efusi parapneumorik.
Efusi pleura yang kecil sangat sukar dideteksi dengan pemeriksaan fisik. Efusi
lebih besar menimbulkan penurunan gerakan hemithoraks, tidak adanya fremitus taktil
vokal, hasil perkusi pekak, egofoni pada tepi atas efusi, melemah atau tidak terdengarnya
bunyi nafas, dan terkadang penonjolan dinding dada. Kadang kadang ditemukan ronchi
tepat dibawah efusi, akibat sekunder atelektasis kompresif. bila terjadi deviasi trakea,
biasanya akan menjauhi sisi efusinya.
B!br0ken!! ETIOLOGI
1!br0ken!! Hambatan reabsorbsi cairan dari rongga pleura, karena adanya bendungan
seperti pada dekompensasi kordis, penyakit ginjal, tumor mediatinum, sindroma meig
tumor ovarium! dan sindroma vena kava superior.
2!br0ken!! "embentukan cairan yang berlebihan, karena radang tuberculosis,
pneumonia, virus!, bronkiektasis, abses amuba subfrenik yang menembus ke rongga
pleura, karena tumor dimana masuk cairan berdarah dan karena trauma. #i $ndonesia
%&' karena tuberculosis.
3!br0ken!! Kelebihan cairan rongga pleura dapat terkumpul pada proses penyakit
neoplastik, tromboembolik, kardiovaskuler, dan infeksi. $ni disebabkan oleh
sedikitnya satu dari empat mekanisme dasar (
a!br0ken!! "eningkatan tekanan kapiler subpleural atau limfatik
b!br0ken!! "enurunan tekanan osmotic koloid darah
c!br0ken!! "eningkatan tekanan negative intrapleural
d!br0ken!! )danya inflamasi atau neoplastik pleura
C!br0ken!! TANDA DAN GEJALA
1!br0ken!! )danya timbunan cairan mengakibatkan perasaan sakit karena pergesekan,
setelah cairan cukup banyak rasa sakit hilang. *ila cairan banyak, penderita akan
sesak napas.
2!br0ken!! )danya gejala+gejala penyakit penyebab seperti demam, menggigil, dan
nyeri dada pleuritis pneumonia!, panas tinggi kokus!, subfebril tuberkulosisi!,
banyak keringat, batuk, banyak riak.
3!br0ken!! #eviasi trachea menjauhi tempat yang sakit dapat terjadi jika terjadi
penumpukan cairan pleural yang signifikan.
4!br0ken!! "emeriksaan fisik dalam keadaan berbaring dan duduk akan berlainan,
karena cairan akan berpindah tempat. *agian yang sakit akan kurang bergerak dalam
pernapasan, fremitus melemah raba dan vocal!, pada perkusi didapati daerah pekak,
dalam keadaan duduk permukaan cairan membentuk garis melengkung garis Ellis
#amoiseu!.
5!br0ken!! #idapati segitiga ,arland, yaitu daerah yang pada perkusi redup timpani
dibagian atas garis Ellis #omiseu. -egitiga ,rocco+.ochfus/, yaitu daerah pekak
karena cairan mendorong mediastinum kesisi lain, pada auskultasi daerah ini didapati
vesikuler melemah dengan ronki.
6!br0ken!! "ada permulaan dan akhir penyakit terdengar krepitasi pleura.

D!br0ken!! PATOFISIOLOGI
#idalam rongga pleura terdapat 0 1ml cairan yang cukup untuk membasahi
seluruh permukaan pleura parietalis dan pleura viseralis. 2airan ini dihasilkan oleh
kapiler pleura parietalis karena adanya tekanan hodrostatik, tekanan koloid dan daya tarik
elastis. -ebagian cairan ini diserap kembali oleh kapiler paru dan pleura viseralis,
sebagian kecil lainnya 3&+4&'! mengalir kedalam pembuluh limfe sehingga pasase
cairan disini mencapai 3 liter seharinya.
Terkumpulnya cairan di rongga pleura disebut efusi pleura, ini terjadi bila
keseimbangan antara produksi dan absorbsi terganggu misalnya pada hyperemia akibat
inflamasi, perubahan tekanan osmotic hipoalbuminemia!, peningkatan tekanan vena
gagal jantung!. )tas dasar kejadiannya efusi dapat dibedakan atas transudat dan eksudat
pleura. Transudat misalnya terjadi pada gagal jantung karena bendungan vena disertai
peningkatan tekanan hidrostatik, dan sirosis hepatic karena tekanan osmotic koloid yang
menurun. Eksudat dapat disebabkan antara lain oleh keganasan dan infeksi. 2airan keluar
langsung dari kapiler sehingga kaya akan protein dan berat jenisnya tinggi. 2airan ini
juga mengandung banyak sel darah putih. -ebaliknya transudat kadar proteinnya rendah
sekali atau nihil sehingga berat jenisnya rendah.

E!br0ken!! PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1!br0ken!! "emeriksaan radiologik .ontgen dada!, pada permulaan didapati
menghilangnya sudut kostofrenik. *ila cairan lebih 5&&ml, akan tampak cairan
dengan permukaan melengkung. 6ungkin terdapat pergeseran di mediatinum.
2!br0ken!! 7ltrasonografi
3!br0ken!! Torakosentesis 8 pungsi pleura untuk mengetahui kejernihan, warna,
biakan tampilan, sitologi, berat jenis. "ungsi pleura diantara linea aksilaris anterior
dan posterior, pada sela iga ke+%. #idapati cairan yang mungkin serosa serotorak!,
berdarah hemotoraks!, pus piotoraks! atau kilus kilotoraks!. *ila cairan serosa
mungkin berupa transudat hasil bendungan! atau eksudat hasil radang!.
4!br0ken!! 2airan pleural dianalisis dengan kultur bakteri, pewarnaan gram, basil
tahan asam untuk T*2!, hitung sel darah merah dan putih, pemeriksaan kimiawi
glukosa, amylase, laktat dehidrogenase 9#H!, protein!, analisis sitologi untuk sel+
sel malignan, dan pH.
5!br0ken!! *iopsi pleura mungkin juga dilakukan

F!br0ken!! PENATALAKSANAAN MEDIS
1!br0ken!! Tujuan pengobatan adalah untuk menemukan penyebab dasar, untuk
mencegah penumpukan kembali cairan, dan untuk menghilangkan ketidaknyamanan
serta dispneu. "engobatan spesifik ditujukan pada penyebab dasar co: gagal jantung
kongestif, pneumonia, sirosis!.
2!br0ken!! Torasentesis dilakukan untuk membuang cairan, untuk mendapatkan
specimen guna keperluan analisis dan untuk menghilangkan disneu.
3!br0ken!! *ila penyebab dasar malignansi, efusi dapat terjadi kembali dalam
beberapa hari tatau minggu, torasentesis berulang mengakibatkan nyeri, penipisan
protein dan elektrolit, dan kadang pneumothoraks. #alam keadaan ini kadang diatasi
dengan pemasangan selang dada dengan drainase yang dihubungkan ke system
drainase water-seal atau pengisapan untuk mengevaluasiruang pleura dan
pengembangan paru.
4!br0ken!! )gen yang secara kimiawi mengiritasi, seperti tetrasiklin dimasukkan
kedalam ruang pleura untuk mengobliterasi ruang pleural dan mencegah akumulasi
cairan lebih lanjut.
5!br0ken!! "engobatan lainnya untuk efusi pleura malignan termasuk radiasi dinding
dada, bedah plerektomi, dan terapi diuretic.

G!br0ken!! WATER SEAL DRAINASE (WSD)
1!br0ken!! "engertian
;-# adalah suatu unit yang bekerja sebagai drain untuk mengeluarkan udara dan
cairan melalui selang dada.
2!br0ken!! $ndikasi
a. "neumothoraks karena rupture bleb, luka tusuk tembus
b. Hemothoraks karena robekan pleura, kelebihan anti koagulan, pasca bedah toraks
c. Torakotomi
d. Efusi pleura
e. Empiema karena penyakit paru serius dan kondisi inflamasi
3!br0ken!! Tujuan "emasangan
a!br0ken!! 7ntuk mengeluarkan udara, cairan atau darah dari rongga pleura
b!br0ken!! 7ntuk mengembalikan tekanan negative pada rongga pleura
c!br0ken!! 7ntuk mengembangkan kembali paru yang kolap dan kolap sebagian
d!br0ken!! 7ntuk mencegah reflu< drainase kembali ke dalam rongga dada.
4!br0ken!! Tempat pemasangan
a. )pikal
1!br0ken!! 9etak selang pada interkosta $$$ mid klavikula
2!br0ken!! #imasukkan secara antero lateral
3!br0ken!! =ungsi untuk mengeluarkan udara dari rongga pleura
b. *asal
1!br0ken!! 9etak selang pada interkostal >+>$ atau interkostal >$$$+$? mid
aksiller
2!br0ken!! =ungsi ( untuk mengeluarkan cairan dari rongga pleura
5!br0ken!! Jenis ;-#
a!br0ken!! -istem satu botol
-istem drainase ini paling sederhana dan sering digunakan pada pasien dengan
simple pneumotoraks
b!br0ken!! -istem dua botol
"ada system ini, botol pertama mengumpulkan cairan8drainase dan botol kedua
adalah botol water seal.
c!br0ken!! -ystem tiga botol
-istem tiga botol, botol penghisap control ditambahkan ke system dua botol.
-ystem tiga botol ini paling aman untuk mengatur jumlah penghisapan.

H!br0ken!! PENGKAJIAN
3. )ktifitas8istirahat
,ejala ( dispneu dengan aktifitas ataupun istirahat
4. -irkulasi
Tanda ( Takikardi, disritmia, irama jantung gallop, hipertensi8hipotensi, #>J
5. $ntegritas ego
Tanda ( ketakutan, gelisah
@. 6akanan 8 cairan
)danya pemasangan $> vena sentral8 infus
1. Ayeri8kenyamanan
,ejala tergantung ukuran8area terlibat ( Ayeri yang diperberat oleh napas dalam,
kemungkinan menyebar ke leher, bahu, abdomen
Tanda ( *erhati+hati pada area yang sakit, perilaku distraksi
B. "ernapasan
,ejala ( Kesulitan bernapas, *atuk, riwayat bedah dada8trauma,
Tanda ( Takipnea, penggunaan otot aksesori pernapasan pada dada, retraksi
interkostal, *unyi napas menurun dan fremitus menurun pada sisi terlibat!, "erkusi
dada ( hiperresonan diarea terisi udara dan bunyi pekak diarea terisi cairan
Cbservasi dan palpasi dada ( gerakan dada tidak sama paradoksik! bila trauma atau
kemps, penurunan pengembangan area sakit!. Kulit ( pucat, sianosis,berkeringat,
krepitasi subkutan

I!br0ken!! DIAGNOSA KEPERAWATAN
3. "ola napas tidak efektif b.d penurunan ekspansi paru akumulasi udara8cairan!,
gangguan musculoskeletal, nyeri8ansietas, proses inflamasi.
Kemungkinan dibuktikan oleh ( dispneu, takipneu, perubahan kedalaman pernapasan,
penggunaan otot aksesori, gangguan pengembangan dada, sianosis, ,#) taknormal.
Tujuan ( pola nafas efektif
Kriteria hasil (
a!br0ken!! 6enunjukkan pola napas normal8efektif dng ,#) normal
b!br0ken!! *ebas sianosis dan tanda gejala hipoksia
$ntervensi (
a!br0ken!! $dentifikasi etiologi atau factor pencetus
b!br0ken!! Evaluasi fungsi pernapasan napas cepat, sianosis, perubahan tanda vital!
c!br0ken!! )uskultasi bunyi napas
d!br0ken!! 2atat pengembangan dada dan posisi trakea, kaji fremitus.
e!br0ken!! "ertahankan posisi nyaman biasanya peninggian kepala tempat tidur
f!br0ken!! *ila selang dada dipasang (
1!br0ken!! periksa pengontrol penghisap, batas cairan
2!br0ken!! Cbservasi gelembung udara botol penampung
3!br0ken!! Klem selang pada bagian bawah unit drainase bila terjadi
kebocoran
4!br0ken!! )wasi pasang surutnya air penampung
5!br0ken!! 2atat karakter8jumlah drainase selang dada.
g!br0ken!! *erikan oksigen melalui kanul8masker

4. Ayeri dada b.d factor+faktor biologis trauma jaringan! dan factor+faktor fisik
pemasangan selang dada!
Tujuan ( Ayeri hilang atau berkurang
Kriteria hasil (
a!br0ken!! "asien mengatakan nyeri berkurang atau dapat dikontrol
b!br0ken!! "asien tampak tenang
$ntervensi (
a!br0ken!! Kaji terhadap adanya nyeri, skala dan intensitas nyeri
b!br0ken!! )jarkan pada klien tentang manajemen nyeri dengan distraksi dan
relaksasi
c!br0ken!! )mankan selang dada untuk membatasi gerakan dan menghindari iritasi
d!br0ken!! Kaji keefektifan tindakan penurunan rasa nyeri
e!br0ken!! *erikan analgetik sesuai indikasi
5. .esiko tinggi trauma8henti napas b.d proses cidera, system drainase dada, kurang
pendidikan keamanan8pencegahan
Tujuan ( tidak terjadi trauma atau henti napas
Kriteria hasil (
a!br0ken!! 6engenal kebutuhan8mencari bantuan untuk mencegah komplikasi
b!br0ken!! 6emperbaiki8menghindari lingkungan dan bahaya fisik
$ntervensi (
a!br0ken!! Kaji dengan pasien tujuan8fungsi unit drainase, catat gambaran keamanan
b!br0ken!! )mankan unit drainase pada tempat tidur dengan area lalu lintas rendah
c!br0ken!! )wasi sisi lubang pemasangan selang, catat kondisi kulit, ganti ulang kasa
penutup steril sesuai kebutuhan
d!br0ken!! )njurkan pasien menghindari berbaring8menarik selang
e!br0ken!! Cbservasi tanda distress pernapasan bila kateter torak lepas8tercabut.
@. Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan aturan pengobatan
Tujuan ( 6engetahui tentang kondisinya dan aturan pengobatan
Kriteria hasil (
a!br0ken!! 6enyatakan pemahaman tentang masalahnya
b!br0ken!! 6engikuti program pengobatan dan menunjukkan perubahan pola hidup
untuk mencegah terulangnya masalah
$ntervensi (
a!br0ken!! Kaji pemahaman klien tentang masalahnya
b!br0ken!! $dentifikasi kemungkinan kambuh8komplikasi jangka panjang
c!br0ken!! Kaji ulang praktik kesehatan yang baik, nutrisi, istirahat, latihan
d!br0ken!! *erikan informasi tentang apa yang ditanyakan klien
e!br0ken!! *erikan reinforcement atas usaha yang telah dilakukan klien .



#)=T). "7-T)K)

*aughman 2 #iane, Keperawatan medical bedah, Jakrta, E,2, 4&&&.
-melt/er c -u/anne, Buku Ajar Keperawatan medical Bedah, *runner and -uddarthDs,
Ed%. Vol.3, Jakarta, E,2, 4&&4.